Biaya Operasional Salon: Contoh Perhitungan & Cara Menghemat

biaya operasional salon banner

Biaya operasional salon adalah seluruh pengeluaran rutin untuk menjalankan bisnis salon setiap hari.

Pengeluaran ini mencakup sewa tempat, gaji karyawan, listrik, air, produk perawatan, pemasaran, hingga biaya perawatan peralatan.

Setiap jenis salon memiliki struktur biaya operasional yang berbeda. Salon rumahan umumnya memiliki pengeluaran lebih rendah daripada salon di pusat perbelanjaan atau kawasan komersial.

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari apa saja komponen biaya operasional salon, faktor yang memengaruhi besarannya, contoh perhitungan biaya bulanan, hingga strategi menghemat pengeluaran tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan.

Apa Saja Komponen Biaya Operasional Salon?

Biaya operasional salon biasa dipisahkan menjadi 2 kelompok besar: biaya tetap fixed cost) yang nilainya tidak berubah dari bulan ke bulan, dan biaya variabel (variable cost) yang nilainya naik turun mengikuti aktivitas bisnis.

Kenapa harus dipisahkan? Karena pemisahan biaya memudahkan Anda untuk melakukan penetapan harga, mengendalikan anggaran, sampai menganalisis titik impas (BEP).

Berikut adalah rincian biaya operasional salon:

1. Gaji dan upah karyawan

Gaji karyawan biasanya menelan biaya terbesar dalam bisnis salon. Pos ini mencakup gaji pokok serta berbagai komponen tambahan seperti tunjangan makan dan transportasi, bonus kinerja, hingga iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang menjadi kewajiban pemberi kerja.

Namun, struktur penggajian di industri salon cukup beragam. Ada salon yang menerapkan sistem gaji pokok penuh, ada juga yang menerapkan sistem gaji pokok dan komisi.

Pada sistem komisi, komponen komisi ini bersifat variabel karena nilainya akan naik ketika salon ramai dan turun ketika sepi.

Catat seluruh komponen penggajian ini supaya Anda bisa emnghitung biaya tenaga kerja dengan tepat.

2. Biaya Sewa Tempat

Sewa tempat termasuk biaya tetap karena harus dibayarkan setiap bulan (atau tahun), dan besarannya tidak berubah meski salon sedang ramai atau sepi pelanggan.

Besaran biaya sewa sangat bervariasi tergantung pada lokasi, luas ruangan, dan kondisi properti.

Yang penting, pastikan biaya sewa masih proporsional terhadap potensi pendapatan yang dapat dihasilkan dari lokasi tersebut (idealnya tidak melebihi 10–15% dari total pendapatan bulanan salon).

3. Biaya Listrik, Air, dan Internet

Biaya utilitas yang mencakup listrik, air, dan internet termasuk dalam kategori semi-variable cost, yakni biaya yang memiliki komponen tetap sekaligus komponen variabel.

Tagihan dasar akan selalu ada setiap bulan, namun nilainya bisa naik mengikuti aktivitas salon.

Salon menggunakan cukup banyak energi listrik dalam operasionalnya sehari-hari, mengingat peralatan seperti hair dryer profesional, alat smoothing dan curling, lampu, AC serta perangkat kasir dan komputer semuanya beroperasi secara bersamaan dalam jam kerja.

Selain itu, salon juga perlu banyak air untuk layanan keramas, hair treatment, facial, manicure, dan pedicure.

Koneksi internet yang stabil juga semakin menjadi kebutuhan utama, terutama bagi salon yang menggunakan sistem POS berbasis cloud dan menerima pembayaran digital.

Baca Juga: Langkah Membuka Usaha Salon Rumahan dan Modalnya

4. Biaya Produk Perawatan dan Bahan Habis Pakai

biaya operasional salon 1

Produk perawatan yang digunakan langsung dalam proses layanan seperti cat rambut, bahan smoothing dan rebonding, wax, masker rambut, produk facial, kapas, dan sarung tangan sekali pakai merupakan biaya variabel yang nilainya berbanding lurus dengan volume layanan yang diberikan.

Semakin banyak pelanggan yang dilayani, semakin besar pula produk yang dikonsumsi.

Dalam pencatatan akuntansi, biaya produk perawatan yang digunakan dalam layanan dikategorikan sebagai Harga Pokok Penjualan (HPP).

Tips: Catat biaya ini berdasarkan pemakaian aktual, bukan berdasarkan jumlah pembelian. Jika pada bulan tertentu salon membeli stok produk dalam jumlah besar namun belum seluruhnya terpakai, maka hanya porsi yang sudah digunakan yang diakui sebagai biaya pada periode tersebut.Catat sisanya sebagai persediaan dalam neraca keuangan.

5. Biaya Peralatan dan Perlengkapan Salon

Peralatan salon seperti gunting profesional, sisir, hair dryer, alat smoothing, steamer, kursi styling, cermin, dan tempat tidur facial adalah aset yang mendukung operasional salon setiap harinya.

Meskipun pembelian aset-aset ini termasuk dalam kategori biaya investasi, biaya penggunaannya tetap diakui dalam laporan operasional melalui mekanisme penyusutan yang dialokasikan secara berkala selama masa manfaat aset tersebut.

Selain peralatan utama, salon juga memiliki pengeluaran rutin untuk perlengkapan habis pakai yang tidak termasuk dalam produk perawatan (cape potong, foil rambut, dan alat tulis).

6. Biaya Pemasaran dan Promosi

Beberapa jenis pengeluaran yang termasuk dalam biaya pemasaran salon antara lain:

  • Iklan berbayar di platform digital seperti Meta Ads dan TikTok Ads
  • Biaya pembuatan konten untuk media sosial, termasuk photography dan videography
  • Komisi atau biaya berlangganan platform booking dan marketplace salon
  • Program referral, hadiah loyalitas, atau gift voucher untuk pelanggan
  • Materi promosi fisik seperti brosur, spanduk, dan kartu nama

7. Biaya Administrasi dan Operasional Umum

Selain komponen-komponen utama di atas, terdapat sejumlah biaya administrasi dan operasional umum yang juga perlu Anda perhitungkan dalam anggaran bulanan salon, antara lain:

  • Biaya berlangganan software: Sistem POS, aplikasi akuntansi, atau software manajemen salon
  • Biaya pemeliharaan dan servis peralatan: Perawatan rutin peralatan agar tetap berfungsi optimal
  • Biaya kebersihan dan sanitasi: Produk kebersihan ruangan, disinfektan, dan laundry handuk
  • Pajak dan retribusi usaha: Termasuk pajak penghasilan usaha dan retribusi izin operasional jika berlaku
  • Biaya asuransi: Asuransi properti atau asuransi tanggung gugat usaha, jika salon memilikinya
kledo banner 1

Baca Juga: Contoh SOP Salon dan Tips Lengkap Menulisnya

Berapa Biaya Operasional Salon per Bulan?

biaya operasional salon 2

Sebenarnya, berapa biaya operasional yang harus Anda anggarkan setiap bulan? Jawabannya sangat bergantung pada skala usaha, lokasi, jumlah karyawan, dan jenis layanan yang Anda tawarkan.

Berikut ini adalah estimasi biaya operasional bulanan salon berdasarkan tiga kategori skala usaha (kecil, menengah, dan premium):

Contoh Biaya Salon Kecil

Salon kecil umumnya beroperasi di lokasi strategis namun dengan luas ruangan yang terbatas, misalnya di ruko kecil, rumah yang sebagian ruangannya dialihfungsikan menjadi salon, atau kios di pasar tradisional.

Ada yang menjalankan salon kecil sendiri, tapi ada juga yang mempekerjakan 1-3 orang.

Layanan yang ditawarkan salon kecil relatif terbatas, biasanya berfokus pada potong rambut, blow dry, dan perawatan dasar.

Contoh Biaya Salon Menengah

Salon menengah biasanya berlokasi di ruko atau ruang komersial yang lebih luas, memiliki 4 sampai 8 karyawan, dan menawarkan ragam layanan yang lebih lengkap, mulai dari perawatan rambut, hair coloring, hair treatment, hingga layanan kecantikan dasar seperti manicure, pedicure, dan facial.

Untuk usaha skala menengah, pengelolaan biayanya menjadi lebih rumit, sehingga salon biasanya mulai mengandalkan sistem POS atau software akuntansi untuk membantu pencatatan keuangan.

Contoh Biaya Salon Premium

Salon premium beroperasi di lokasi komersial kelas atas seperti pusat perbelanjaan besar atau kawasan bisnis dengan interior yang dirancang secara profesional, jumlah karyawan yang lebih banyak, serta layanan lengkap dan berkualitas tinggi yang menyasar segmen pelanggan menengah ke atas.

Pada kategori ini, biaya sewa dan gaji karyawan biasanya sangat tinggi. Namun, potensi pendapatan per transaksi juga jauh lebih tinggi.

Di tahap ini, idealnya salon membutuhkan sistem pencatatan keuangan yang lebih canggih dan analisis laporan keuangan dengan bantuan akuntan atau software akuntansi yang terintegrasi.

Estimasi Biaya Operasional Salon Bulanan

KomponenSalon KecilSalon MenengahSalon Premium
Sewa tempatRp1.500.000 – Rp3.000.000Rp4.000.000 – Rp8.000.000Rp15.000.000 – Rp35.000.000
Gaji karyawanRp2.000.000 – Rp5.000.000Rp8.000.000 – Rp20.000.000Rp25.000.000 – Rp60.000.000
Produk perawatanRp500.000 – Rp1.500.000Rp2.000.000 – Rp5.000.000Rp7.000.000 – Rp15.000.000
Utilitas (listrik, air, internet)Rp500.000 – Rp1.000.000Rp1.500.000 – Rp3.000.000Rp4.000.000 – Rp8.000.000
Pemasaran dan promosiRp200.000 – Rp500.000Rp1.000.000 – Rp3.000.000Rp5.000.000 – Rp15.000.000
Lainnya (administrasi, kebersihan, perlengkapan)Rp300.000 – Rp700.000Rp1.000.000 – Rp2.500.000Rp3.000.000 – Rp7.000.000
Total EstimasiRp5.000.000 – Rp11.700.000Rp17.500.000 – Rp41.500.000Rp59.000.000 – Rp140.000.000

Baca Juga: Tips Akuntansi Bisnis Kecantikan yang Harus Diperhatikan

Bagaimana Cara Menghitung Biaya Operasional Salon?

Berikut langkah menghitung biaya operasional salon selama satu periode (bulanan):

1. Mengidentifikasi seluruh pengeluaran

Catat semua pengeluaran yang berkaitan dengan operasional salon. Lalu, kelompokkan biaya berdasarkan sifatnya.

Biaya TetapBiaya Variabel
Sewa tempatProduk perawatan
Gaji tetapKomisi karyawan
InternetHanduk dan perlengkapan habis pakai
Software salonBiaya laundry
AsuransiBiaya promosi musiman

2. Menghitung Total Biaya Bulanan

Jumlahkan seluruh biaya tetap dan biaya variabel selama satu bulan.

Rumus:

Total Biaya Operasional = Total Biaya Tetap + Total Biaya Variabel

Misalnya, katakanlah biaya tetap Anda adalah Rp13 juta, sementara total biaya variabelnya Rp14 juta, maka total biaya operasional salon Anda adalah Rp27 juta.

Angka ini menjadi dasar untuk menghitung target omzet agar salon tidak merugi.

3. Menghitung Biaya per Layanan

Biaya per layanan menunjukkan rata-rata biaya operasional yang ditanggung setiap transaksi.

Rumus:

Biaya per layanan = Total biaya operasional ÷ Jumlah layanan per bulan

Misalnya, jika total biaya operasional Rp27.000.000 dan salon tercatat memberikan 450 layanan selama sebulan, maka biaya per layanan adalah Rp60.000.

Nilai tersebut belum termasuk margin keuntungan yang ingin diperoleh.

4. Menghitung Margin Keuntungan

Margin keuntungan menentukan besarnya laba yang diperoleh dari setiap layanan.

Rumus:

Margin (%) = ((Harga Jual − Biaya) ÷ Harga Jual) × 100%

Contoh:

  • Biaya layanan: Rp60.000
  • Harga jual: Rp100.000

Margin keuntungan: ((100.000 − 60.000) ÷ 100.000) × 100% = 40%

Dengan cara ini, Anda bisa menentukan harga layanan yang mampu menutup biaya operasional sekaligus menghasilkan keuntungan sesuai target.

Baca Juga: Tips Marketing Bisnis Kecantikan Terbaik yang Bisa Anda Adaptasikan

Bagaimana Cara Mengurangi Biaya Operasional Salon?

biaya operasional salon 3

Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi biaya operasional tanpa memangkas kualitas layanan atau menurunkan standar salon secara sembarangan.

Berikut beberapa tips tersebut:

1. Mengelola Stok Produk Secara Efisien

Tahukah Anda, pengelolaan stok produk yang tidak efisien bisa membuat biaya operasional semakin tinggi?

Karena itu, terapkan sistem pencatatan stok yang konsisten dengan mencatat setiap produk yang masuk dan keluar, baik yang digunakan dalam layanan maupun yang dijual kepada pelanggan.

Hindari pembelian stok impulsif karena tawaran diskon dari distributor. Diskon besar tidak selalu menguntungkan jika produk yang dibeli berlebih akhirnya tidak terpakai sebelum tanggal kedaluwarsa.

2. Rutin Lakukan Perawatan Alat

Peralatan salon yang jarang dirawat akan cepat rusak. Jika sudah begitu, Anda harus keluar lebih banyak uang untuk biaya perbaikan atau membeli alat baru.

Terapkan tips ini dalam merawat alat Anda:

  • Buat jadwal perawatan rutin untuk setiap peralatan utama termasuk pembersihan filter hair dryer, serta pengecekan kabel dan sambungan listrik.
  • Catat riwayat perawatan dan perbaikan setiap alat, termasuk tanggal servis dan biaya yang dikeluarkan. Anda bisa memutuskan kapan saatnya mengganti peralatan yang sudah tidak efisien untuk diperbaiki.
  • Alokasikan dana cadangan (reserve fund) khusus untuk keperluan perbaikan atau penggantian peralatan yang tidak terduga, agar arus kas tidak terganggu.

3. Menggunakan Software untuk Manajemen Salon

Investasi pada software yang tepat bisa membantu Anda menghemat biaya operasional dalam jangka panjang, meskipun pada awalnya membutuhkan biaya berlangganan.

Sistem yang baik akan mengotomasi banyak proses yang sebelumnya dilakukan secara manual mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan stok, hingga pembuatan laporan keuangan, sehingga mengurangi risiko kesalahan manusia (human error) sekaligus menghemat waktu kerja yang dapat dialihkan untuk aktivitas yang lebih produktif.

Salah satu software akuntansi yang dapat membantu salon dalam mengelola pencatatan biaya operasional secara terintegrasi adalah Kledo.

Dengan fitur laporan keuangan yang lengkap dan antarmuka yang mudah digunakan, Kledo memudahkan Anda memantau seluruh komponen pengeluaran secara real-time tanpa memerlukan keahlian akuntansi khusus.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Software Akuntansi Bisnis Kecantikan Terbaik

4. Mengoptimalkan Jadwal Kerja Karyawan

Biaya gaji karyawan adalah komponen terbesar dalam struktur biaya operasional salon. Anda bisa menerapkan tips di bawah untuk menekan biaya tenaga kerja tanpa harus mengurangi jumlah karyawan.

  • Analisis pola kunjungan pelanggan dan identifikasi hari dan jam berapa salon paling ramai dan paling sepi.
  • Terapkan sistem shift yang fleksibel sehingga jumlah karyawan yang bertugas pada jam sibuk lebih banyak dibandingkan jam sepi.
  • Coba pekerjakan tenaga kerja part-time untuk membantu pada jam-jam puncak tanpa harus menanggung biaya gaji penuh layaknya karyawan tetap.
  • Evaluasi produktivitas karyawan secara berkala berdasarkan data jumlah layanan yang ditangani dan pendapatan yang dihasilkan.

5. Negosiasi dengan supplier

Harga produk perawatan yang dibeli dari distributor atau supplier tidak selalu bersifat tetap. Jika Anda adalah pelanggan setia yang membeli dalam jumlah cukup besar, Anda bisa bernegosiasi dengan mereka untuk memberikan harga yang lebih baik.

Jaga hubungan baik dengan supplier secara konsisten Anda, bayar tagihan tepat waktu, dan coba tawarkan komitmen pembelian untuk jangka panjang.

Baca Juga: Tips Negosiasi Supplier yang Terbukti Ampuh, Apa Saja?

Kesimpulan

Biaya operasional salon mencakup seluruh pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, mulai dari sewa tempat, gaji karyawan, pembelian produk, utilitas, pemasaran, hingga perawatan peralatan.

Jika Anda menghitung semua biaya ini dengan akurat, Anda bisa menentukan harga layanan dan mengendalikan pengeluaran dengan lebih baik.

Jangan lupa untuk rutin mengevaluasi biaya operasional, karena barang kali Anda bisa menemukan pos yang bisa dihemat di sana.

Software akuntansi Kledo juga siap membantu Anda mencatat transaksi, mengelola persediaan, dan membuat laporan keuangan.

Coba Kledo sekarang untuk pengelolaan biaya operasional dan keuangan salon yang lebih baik.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

three − 1 =