Download Contoh Format Laporan Keuangan Bulanan Excel

Laporan keuangan bulanan adalah rangkuman kegiatan finansial Anda selama 30 hari terakhir yang biasanya terdiri dari 3 laporan utama: laporan laba rugi, laporan arus kas, dan neraca.

Semua laporan keuangan bisa dibuat lewat Microsoft Excel, karena tool ini memiliki kemampuan dalam mengotomatiskan perhitungan, menyajikan data secara visual, dan membuat pelaporan menjadi lebih cepat.

Namun, tidak semua orang tahu seperti apa format laporan keuangan Excel yang tepat dan contohnya.

Karena itu, artikel ini akan membahas 3 jenis laporan keuangan bulanan utama beserta contoh format dan template Excel serta tipsnya.

Pengertian Laporan Laba Rugi, Contoh Format, dan Template Excel

Laporan laba rugi ini adalah laporan keuangan yang paling penting. Sebab, bisnis perlu teliti dalam memantau keuntungan dan arus pendapatan.

Laporan ini menunjukkan pendapatan dan pengeluaran bisnis dalam periode tertentu serta memperhitungkan pendapatan, kerugian, dan biaya sehingga dapat menunjukkan apakah perusahaan memperoleh keuntungan atau justru mengalami kerugian.

Strukturnya dari atas ke bawah:

  • Pendapatan: Semua uang yang masuk dari kegiatan usaha, seperti penjualan produk, jasa, atau pendapatan lain-lain.
  • HPP (Harga Pokok Penjualan): Biaya langsung untuk menghasilkan produk/jasa yang dijual, seperti bahan baku dan biaya produksi. Ini bukan biaya operasional, hanya biaya yang melekat langsung pada produk.
  • Laba Kotor = Total Pendapatan − Total HPP. Ini menunjukkan seberapa efisien proses produksi sebelum memperhitungkan biaya operasional.
  • Biaya Operasional: Pengeluaran rutin untuk menjalankan bisnis: gaji, sewa, listrik, pemasaran, transportasi, dll. Biaya ini ada meskipun tidak ada penjualan.
  • Laba Bersih = Laba Kotor − Total Biaya Operasional. Ini adalah keuntungan bersih bisnis Anda dan agka yang paling sering dijadikan tolok ukur kesehatan bisnis bulanan.

Contoh format laporan keuangan bulanan Excel: Laporan laba rugi

Berikut merupakan beberapa contoh format laporan laba rugi bulanan dalam format Excel:

contoh format keuangan bulanan excel laporan laba rugi

Template laporan laba rugi Excel

Di bawah ini adalah beberapa format template laporan laba rugi bulanan yang bisa Anda unduh dan langsung gunakan di Excel:

Baca Juga: 6 Contoh Laporan Laba Rugi dan Download Templatenya Gratis

Pengertian Neraca, Contoh Format, dan Template Excel

Neraca menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca memiliki 3 komponen utama, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas.

Agar neraca seimbang dengan benar, total aset harus sama dengan total gabungan liabilitas dan ekuitas.

Untuk menghitung hubungan antara ketiga komponen tersebut, pemilik bisnis menggunakan persamaan sederhana berikut:

Rumus untuk perusahaan:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Untuk usaha perseorangan serta kemitraan:

Ekuitas = Aset – Liabilitas

Meninjau neraca setiap bulan dapat membantu Anda memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan dan stabilitas keuangan bisnis.

Neraca juga membantu Anda membuat keputusan yang tepat terkait investasi, pembayaran pinjaman, penagihan piutang, dan lainnya.

Dengan meninjau neraca setiap bulan, Anda dapat mengidentifikasi tren yang mungkin menyebabkan masalah arus kas dan segera mengambil tindakan perbaikan.

Anda juga dapat membandingkan neraca bulan berjalan dengan bulan sebelumnya untuk memantau perkembangan terhadap target bisnis dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

Contoh format laporan keuangan bulanan Excel: Neraca

contoh format laporan keuangan bulanan excel neraca

Download template excel Neraca

Baca Juga: 3 Komponen Neraca Beserta Contohnya dalam Akuntansi

Pengertian Laporan Arus Kas, Contoh Format, dan Template Excel

Laporan arus kas menunjukkan seluruh transaksi kas masuk dan kas keluar dalam bisnis selama periode tertentu.

Melalui laporan ini, Anda dapat melihat bagaimana perusahaan memperoleh uang dan bagaimana uang tersebut digunakan.

Laporan arus kas dibuat dengan mengambil laba bersih dari laporan laba rugi, kemudian disesuaikan dengan transaksi nonkas seperti piutang usaha, utang usaha, depresiasi, dan amortisasi.

Karena itu, laporan ini memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi kas perusahaan dibandingkan hanya melihat laba saja.

Laporan arus kas dibagi menjadi tiga kategori utama:

Arus kas dari aktivitas operasi

Bagian ini menunjukkan arus kas yang berasal dari aktivitas utama bisnis sehari-hari.

Aktivitas operasi mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas dari kegiatan intinya.

Contohnya meliputi:

  • Penerimaan uang dari penjualan
  • Pembayaran kepada pemasok
  • Pembayaran gaji karyawan
  • Piutang usaha
  • Utang usaha
  • Persediaan barang

Jika arus kas operasi positif dan stabil, biasanya menunjukkan bahwa bisnis memiliki kondisi operasional yang sehat.

Arus kas dari aktivitas investasi

Bagian ini menunjukkan penggunaan kas untuk membeli atau menjual aset jangka panjang dan investasi perusahaan.

Contohnya:

  • Pembelian mesin atau kendaraan
  • Penjualan aset perusahaan
  • Pembelian peralatan operasional
  • Investasi bisnis
  • Depresiasi aset

Arus kas investasi sering bernilai negatif ketika bisnis sedang berkembang karena perusahaan banyak membeli aset untuk mendukung pertumbuhan usaha.

Arus kas dari aktivitas pembiayaan

Bagian ini menunjukkan transaksi yang berkaitan dengan pendanaan perusahaan.

Contohnya:

  • Penerimaan pinjaman bank
  • Pembayaran cicilan pinjaman
  • Penambahan modal pemilik
  • Pembagian dividen kepada pemilik atau investor

Aktivitas pembiayaan tidak selalu memengaruhi laba perusahaan secara langsung, tetapi sangat memengaruhi jumlah kas yang tersedia di rekening bisnis.

Laporan arus kas membantu memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana bisnis berjalan, dari mana uang diperoleh, dan bagaimana uang digunakan. Dengan laporan ini, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih baik terkait pengelolaan kas dan perencanaan keuangan.

Contoh format laporan keuangan bulanan Excel: Laporan arus kas

contoh format laporan keuangan bulanan excel arus kas

Download template laporan arus kas Excel

Baca Juga: 3 Komponen dalam Laporan Arus Kas: Pembahasan Lengkap

5 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Laporan Keuangan Bulanan

Dalam laporan keuangan, ada begitu banyak angka yang perlu Anda perhatikan. Tapi, dari semua data itu, ada 5 yang paling penting:

1. Laba Bersih

Bisa ditemukan di: Laporan laba rugi

Untuk mengetahui bagaimana kondisi bisnis Anda, periksa laba bersih pada laporan laba rugi. Ini akan menunjukkan berapa banyak uang yang bisnis Anda hasilkan setelah membayar seluruh pengeluaran.

Selanjutnya, perhatikan trennya. Apakah angka tersebut meningkat, tetap stabil, atau menurun? Memahami tren ini dapat membantu Anda memproyeksikan keuntungan di masa depan.

Agar bisnis dapat berkelanjutan, Anda harus mampu membayar diri sendiri, membayar karyawan, dan membayar tagihan lain yang menjaga bisnis tetap berjalan.

2. Pengeluaran Bisnis

Bisa ditemukan di: Laporan laba rugi

Jika bisnis Anda berkembang tetapi Anda tidak memperoleh keuntungan, berarti ada masalah. Misalnya, pengeluaran lebih besar dari pendapatan.

Salah satu cara untuk menghindari masalah ini adalah dengan memantau tren pengeluaran.

Pada laporan laba rugi, lihat bagian total pengeluaran. Kemudian evaluasi bagaimana pengeluaran berubah selama 12 bulan terakhir dengan menggunakan laporan laba rugi sebelumnya.

Bandingkan dengan tren total pendapatan untuk melihat apakah ada hubungan di antara keduanya.

Terkadang. ada alasan yang masuk akal jika pengeluaran lebih tinggi daripada pendapatan, misalnya saat Anda membeli peralatan baru atau merekrut karyawan.

Namun, jika pengeluaran tersebut bukan investasi yang disengaja untuk membantu pertumbuhan bisnis, Anda mungkin perlu mengurangi pengeluaran atau meningkatkan pendapatan.

3. Piutang Usaha

Bisa ditemukan di: Neraca

Piutang usaha adalah jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan kepada Anda, biasanya berasal dari barang yang dibeli secara kredit atau invoice jasa yang belum dibayar.

Gunakan neraca untuk melihat total piutang usaha. Berapa banyak pendapatan Anda yang masih tertahan dalam angka tersebut?

Anda bisa meningkatkan arus kas dengan menindaklanjuti pelanggan agar membayar invoice tersebut dan memperbaiki alur pembayaran agar pembayaran diterima lebih cepat di masa mendatang.

4. Likuiditas

Bisa ditemukan di: Neraca

Likuiditas mengukur seberapa mudah Anda bisa mengubah aset menjadi uang tunai atau menggunakannya melunasi utang.

Aset likuid adalah aset yang bisa diubah menjadi uang dengan cepat, seperti kas atau surat berharga seperti saham dan obligasi. Sebaliknya, aset tidak likuid seperti properti dan kendaraan tidak dapat dengan cepat diubah menjadi uang tunai.

Likuiditas adalah metrik penting bagi pemilik usaha kecil karena membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek dan mengelola arus kas.

Likuiditas juga memungkinkan bisnis memanfaatkan peluang investasi ketika peluang tersebut muncul.

Jika bisnis memiliki tingkat likuiditas yang sehat, bisnis akan lebih siap menghadapi krisis keuangan dan pengeluaran tak terduga.

Anda dapat menggunakan neraca untuk menghitung rasio likuiditas:

Current Ratio:

Current ratio mengukur kemampuan bisnis memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek menggunakan aset lancar.

Rasio yang lebih tinggi menunjukkan likuiditas yang lebih baik, sedangkan rasio yang lebih rendah menunjukkan bahwa bisnis mungkin kesulitan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Current Ratio = Aset Lancar / Liabilitas Jangka Pendek

Quick Ratio

Quick ratio mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya tanpa bergantung pada persediaan dan dihitung dengan rumus berikut:

Quick Ratio= (Kas + Setara Kas + Surat Berharga + Piutang Usaha​) / Kewajiban Lancar

Dengan memantau likuiditas dan menyesuaikan investasi sesuai kebutuhan, Anda dapat membantu memastikan bahwa bisnis selalu memiliki akses ke dana yang diperlukan saat dibutuhkan.

5. Kewajiban Pajak

Bisa ditemukan di: Laporan laba rugi

Memahami potensi kewajiban pajak dapat membantu Anda menghindari penalti dan memastikan bahwa Anda hanya membayar pajak sesuai yang seharusnya.

Meninjau laporan laba rugi setiap bulan dapat membantu memperkirakan kewajiban pajak.

Karena laporan ini menunjukkan total pendapatan, pengurangan, dan laba bersih atau kerugian dalam periode tertentu, Anda dapat menerapkan tarif pajak yang diperkirakan pada laba bersih untuk mendapatkan gambaran mengenai berapa jumlah pajak yang mungkin harus dibayar atau berapa besar estimasi pembayaran pajak yang perlu disiapkan.

kledo banner 1

Baca Juga: Contoh Pencatatan Keuangan Sederhana di Excel

5 Tips Excel untuk Meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan Bulanan

Berikut lima tips penting untuk memaksimalkan penggunaan Excel dalam membuat laporan keuangan bulanan.

Tip #1: Pisahkan Data dan Tampilan Laporan

Menggunakan Excel sebagai tempat menyimpan seluruh data sekaligus membuat laporan secara langsung sering kali menyebabkan file menjadi berat dan sulit dikelola.

Karena itu, penting untuk memisahkan data mentah dengan tampilan laporan agar proses kerja menjadi lebih efisien dan laporan lebih mudah diperbarui.

Saat ini, fitur seperti Power Query dapat membantu menghubungkan Excel dengan berbagai sumber data tanpa harus melakukan copy-paste manual.

Dengan fitur ini, data dapat diperbarui secara otomatis hanya dengan melakukan refresh, sehingga laporan keuangan bulanan selalu menggunakan informasi terbaru.

Sebagai contoh, Anda dapat mengatur Power Query untuk mengambil data transaksi dari folder tertentu atau database eksternal secara otomatis.

Cara ini membantu mengurangi kesalahan input sekaligus menjaga file Excel tetap ringan dan rapi.

Tip #2: Gunakan Tampilan Formula Excel yang Dinamis

Berbeda dengan laporan biasa yang hanya menampilkan angka statis, penggunaan formula Excel yang dinamis memungkinkan laporan terhubung langsung dengan sumber data sehingga lebih fleksibel untuk dianalisis dan diperbarui.

Anda dapat membuat laporan menggunakan formula sejak awal atau mengembangkan laporan dari Pivot Table yang sudah ada.

Dengan pendekatan ini, laporan menjadi lebih mudah disesuaikan, baik untuk membandingkan realisasi dengan anggaran maupun melihat performa bulan sebelumnya.

Keunggulan utama dari penggunaan formula dinamis adalah fleksibilitasnya. Anda dapat membuat perhitungan yang lebih kompleks, menambahkan format otomatis, dan memperbarui laporan tanpa harus mengatur ulang seluruh struktur setiap bulan.

Hal ini sangat membantu terutama untuk laporan keuangan yang membutuhkan pembaruan rutin dan analisis yang detail.

Tip #3: Manfaatkan Pivot Table

Pivot Table merupakan salah satu fitur Excel yang sangat membantu dalam membuat laporan keuangan bulanan.

Fitur ini memungkinkan Anda merangkum dan menganalisis data dalam jumlah besar dengan lebih cepat dan mudah dipahami.

Dengan Pivot Table, Anda dapat mengelompokkan data berdasarkan kategori tertentu, melihat total transaksi, serta membuat ringkasan laporan hanya dalam beberapa langkah.

Fitur ini sangat berguna untuk menganalisis pemasukan, pengeluaran, maupun performa penjualan bisnis.

Salah satu fitur yang sering tidak dimanfaatkan secara maksimal adalah kemampuan drill-down.

Dengan klik dua kali pada angka di Pivot Table, Anda dapat langsung melihat detail transaksi yang membentuk angka tersebut. Fitur ini memudahkan proses pengecekan data dan analisis laporan secara lebih mendalam.

Baca Juga: Cara Membuat Buku Besar Excel: Rumus dan Download Template

Tip #4: Gunakan Fitur Input dan Update Data Otomatis

Pada umumnya, Pivot Table hanya digunakan untuk merangkum data. Namun dengan pengaturan dan tools yang tepat, Excel juga dapat digunakan untuk memperbarui data secara lebih interaktif dan efisien.

Anda dapat membuat simulasi anggaran, melakukan analisis skenario, atau memperbarui indikator performa bisnis langsung dari laporan Excel tanpa harus mengedit data satu per satu secara manual.

Pendekatan ini membuat proses penyusunan laporan keuangan bulanan menjadi lebih cepat, terutama ketika bisnis membutuhkan perubahan data secara berkala untuk kebutuhan evaluasi maupun perencanaan.

Tip #5: Gunakan Conditional Formatting

Conditional Formatting dapat membantu laporan keuangan menjadi lebih jelas dan mudah dipahami.

Fitur ini memungkinkan Excel memberikan tampilan visual otomatis pada data tertentu sehingga pengguna dapat lebih cepat melihat pola dan tren penting.

Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan warna atau data bar untuk menandai nilai penjualan tertinggi, pengeluaran terbesar, atau perubahan laba rugi setiap bulan.

Dengan tampilan visual tersebut, analisis laporan menjadi lebih cepat tanpa harus membaca angka satu per satu.

Namun, penggunaan format visual sebaiknya tetap sederhana agar laporan terlihat profesional dan nyaman dibaca.

Penggunaan warna yang terlalu berlebihan justru dapat membuat laporan sulit dipahami. Dengan penerapan yang tepat, Conditional Formatting dapat membantu membuat laporan keuangan bulanan lebih informatif dan mudah dianalisis.

Baca Juga: Download Laporan Keuangan Excel Gratis dan Contohnya

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, Anda sudah mengetahui penjelasan mengenai 3 laporan keuangan bulanan utama, contoh format Excel, dan template-nya yang bisa Anda download.

Excel membantu Anda membuat laporan keuangan yang rapi dengan penggunaan fitur yang tepat. Namun, untuk bisa memanfaatkan Excel secara maksimal memang membutuhkan skill mumpuni.

Jika dirasa terlalu sulit, Anda bisa beralih ke software akuntansi yang memiliki fitur laporan keuangan seperti Kledo.

Fitur lainnya adalah pencatatan transaksi, manajemen kas dan bank, manajemen inventaris, serta dashboard bisnis real-time.

Coba Kledo di sini untuk membuat laporan keuangan bulanan Anda dengan lebih mudah.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

5 × 1 =