Contoh Laporan Perubahan Modal dan Cara Membacanya

contoh laporan perubahan modal banner

Laporan perubahan modal menunjukkan kenaikan atau penurunan modal pemilik selama periode tertentu.

Jika Anda mendirikan suatu bisnis dengan modal tertentu, setelah beberapa waktu berjalan, tentu saja Anda perlu mengetahui berapa jumlah modalnya sekarang kan? Apakah modal berkurang, tetap, atau justru bertambah.

Memahami contoh laporan perubahan modal membantu Anda mengetahui dari mana saldo modal akhir berasal. Anda juga dapat melihat bagaimana hasil usaha dan transaksi pemilik memengaruhi jumlah modal dalam laporan keuangan.

Pada artikel ini, Anda akan melihat contoh laporan perubahan modal untuk usaha perseorangan, contoh saat bisnis mengalami kerugian, serta contoh perubahan ekuitas pada PT.

Seperti Apa Bentuk Laporan Perubahan Modal?

Laporan perubahan modal menunjukkan pergerakan modal pemilik bisnis selama satu periode akuntansi.

Misalnya, Anda menanamkan modal Rp50 juta ke bisnis Anda yang baru berdiri. Lalu, Anda menambah investasi Rp10 juta dan bisnis memperoleh laba bersih Rp15 juta.

Jika Anda mengambil prive sebesar Rp5 juta, maka modal akhirnya menjadi Rp70 juta.

Jadi, laporan ini memperlihatkan hubungan antara modal awal, laba atau rugi, tambahan modal, prive atau dividen, dan modal akhir.

Biasanya, laporan ini memuat 3 informasi utama:

  • Periode menunjukkan tahun atau periode akuntansi yang dilaporkan.
  • Keterangan menunjukkan transaksi atau perubahan yang memengaruhi modal.
  • Nilai menunjukkan jumlah perubahan modal dalam rupiah.

Berikut contoh bentuk laporan perubahan modal untuk usaha perseorangan:

Keterangan Nilai
Modal awal Rp 50.000.000
Tambahan modal Rp 10.000.000
Laba bersih Rp 15.000.000
Dikurangi: Prive (Rp 5.000.000)
Modal akhir Rp 70.000.000

Format di atas hanya ilustrasi, bisa berbeda-beda tergantung bentuk badan usaha Anda dan transaksi yang terjadi.

Misalnya, perusahaan yang bentuknya perseroan bisa menyajikan perubahan modal saham, laba ditahan, dividen, serta komponen ekuitas lainnya.

kledo banner 1

Baca Juga: Rasio Perolehan Modal: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus

Contoh Laporan Perubahan Modal untuk Usaha Perseorangan

contoh laporan perubahan modal 1

Jika Anda memiliki usaha perseorangan, Anda bisa membuat laporan perubahan modal yang mencatat modal awal, investasi tambahan, laba bersih, dan prive selama satu tahun.

Berikut contoh laporan perubahan modal untuk usaha perseorangan (laporan ini menggunakan bisnis fiktif dan hanya berperan sebagai ilustrasi:

Toko Pakaian Trendy&Stylish memiliki data keuangan selama tahun 2025 sebagai berikut:

Data Nilai
Modal awal per 1 Januari 2025 Rp 80.000.000
Tambahan investasi pemilik Rp 20.000.000
Laba bersih tahun 2025 Rp 35.000.000
Dikurangi: Prive pemilik (Rp 10.000.000)
Modal akhir per 31 Desember 2025 Rp 125.000.000

Data tersebut menunjukkan bahwa pemilik bisnis menambah investasi sebesar Rp20 juta selama tahun berjalan.

Usaha juga menghasilkan laba bersih Rp35 juta. Di sisi lain, si pemilik mengambil Rp10 juta untuk kebutuhan pribadi.

Berdasarkan data di atas, laporan perubahan modal Toko Pakaian Trendy&Stylish dapat disajikan sebagai berikut:

Toko Pakaian Trendy&Stylish
Laporan Perubahan Modal
(Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025)
Keterangan Jumlah
Modal awal Rp 80.000.000
Tambahan investasi pemilik Rp 20.000.000
Laba bersih Rp 35.000.000
Dikurangi: Prive (Rp 10.000.000)
Modal akhir Rp 125.000.000

Laporan tersebut menunjukkan modal pemilik meningkat dari Rp80 juta menjadi Rp125 juta selama tahun 2025.

Kenaikan modal berasal dari tambahan investasi dan laba bersih, sedangkan prive mengurangi saldo modal.

Cara Menghitung Modal Akhir dari Contoh

Modal akhir dihitung dengan menambahkan modal awal, tambahan investasi, dan laba bersih, kemudian mengurangi prive.

Modal akhir = Modal awal + Tambahan modal + Laba bersih − Prive

Modal akhir = Rp80.000.000 + Rp20.000.000 + Rp35.000.000 − Rp10.000.000 = Rp125.000.000

Jadi, modal akhir Toko Pakaian Trendy&Stylish pada 31 Desember 2025 adalah Rp125 juta.

Perhitungan tersebut juga menunjukkan perubahan setiap sumber modal.

Tambahan investasi meningkatkan modal sebesar Rp20 juta, laba bersih meningkatkan modal sebesar Rp35 juta, sedangkan prive menurunkan modal sebesar Rp10 juta.

Dari sini, Anda dapat melihat bagaimana transaksi pemilik dan hasil usaha memengaruhi ekuitas secara langsung.

Baca Juga: Modal Akhir: Pengertian dan Cara Menghitungnya dalam Bisnis

Bagaimana Jika Usaha Mengalami Kerugian?

contoh laporan perubahan modal 2

Jika usaha merugi, rugi bersih mengurangi modal pemilik pada akhir periode. Pengurangan tersebut terjadi karena beban usaha lebih besar daripada pendapatan yang diperoleh selama periode akuntansi.

Misalnya, Toko Pakaian Trendy&Stylish memiliki modal awal Rp80 juta dan menerima tambahan investasi Rp20 juta.

Namun, usaha ternyata mengalami rugi bersih Rp15 juta dan pemilik mengambil prive Rp5 juta.

Contoh Laporan Saat Perusahaan Mengalami Rugi

Berdasarkan data tersebut, laporan perubahan modalnya adalah sebagai berikut:

Toko Pakaian Trendy&Stylish
Laporan Perubahan Modal
(Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2025)
Keterangan Jumlah
Modal awal Rp 80.000.000
Tambahan investasi pemilik Rp 20.000.000
Dikurangi: Rugi bersih (Rp 15.000.000)
Dikurangi: Prive (Rp 5.000.000)
Modal akhir Rp 80.000.000

Dari data di atas, Anda bisa melihat bahwa modal awal dan modal akhirnya sama Rp80 juta, padahal bisnis tersebut mendapat suntikan investasi sebesar Rp20 juta.

Ini karena bisnis tersebut merugi sebesar Rp15 juta dan uangnya diambil Rp5 juta oleh pemilik.

Baca Juga: Bagaimana Hubungan Antar Laporan Keuangan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Contoh Laporan Perubahan Modal pada Perusahaan Berbentuk PT

Bagaimana dengan contoh laporan perubahan modal pada perusahaan besar berbentuk PT? Pada PT, istilah yang tepat adalah Laporan Perubahan Ekuitas.

Ini karena pada PT, modal hanya salah satu bagian dari ekuitas. Misalnya:

Ekuitas = Modal saham + Laba ditahan + komponen ekuitas lainnya

Ekuitas dapat bertambah karena perusahaan menerima setoran modal atau menghasilkan laba, dan juga berkurang karena perusahaan membagikan dividen atau mengalami kerugian.

Misalnya, PT Kaldo memiliki modal saham Rp200 juta dan laba ditahan Rp50 juta. Total ekuitas perusahaan adalah Rp250 juta.

Komponen Nilai
Modal saham Rp 200.000.000
Laba ditahan Rp 50.000.000
Total ekuitas Rp 250.000.000

Bagaimana Modal Saham dan Laba Ditahan Berubah?

Modal saham bertambah ketika PT menerbitkan saham baru dan menerima setoran dari pemegang saham.

Laba ditahan bertambah ketika perusahaan memperoleh laba dan tidak membagikan seluruh laba tersebut sebagai dividen.

Misalnya, PT Maju Bersama menerbitkan saham baru senilai Rp50 juta dan memperoleh laba bersih Rp40 juta selama tahun berjalan.

Komponen Modal Saham Laba Ditahan Total Ekuitas
Saldo awal Rp 200.000.000 Rp 50.000.000 Rp 250.000.000
Penerbitan saham Rp 50.000.000 Rp 50.000.000
Laba bersih Rp 40.000.000 Rp 40.000.000
Saldo sebelum dividen Rp 250.000.000 Rp 90.000.000 Rp 340.000.000

Setelah transaksi tersebut, modal saham menjadi Rp250 juta. Laba ditahan menjadi Rp90 juta. Total ekuitas menjadi Rp340 juta.

Bagaimana Perubahan Modal Terjadi Setelah Pembagian Dividen?

Dividen mengurangi laba ditahan karena perusahaan membagikan sebagian laba kepada pemegang saham. Pembagian dividen tidak mengurangi saldo modal saham dalam contoh ini.

Jika PT Maju Bersama membagikan dividen Rp15 juta, perubahan ekuitas menjadi:

Komponen Modal Saham Laba Ditahan Total Ekuitas
Saldo sebelum dividen Rp 250.000.000 Rp 90.000.000 Rp 340.000.000
Dividen (Rp 15.000.000) (Rp 15.000.000)
Saldo akhir Rp 250.000.000 Rp 75.000.000 Rp 325.000.000

Laba ditahan menjadi Rp75 juta setelah dividen dibagikan. Total ekuitas menjadi Rp325 juta.

Dari contoh tersebut, Anda bisa melihat hubungan antara modal dan ekuitas.

Modal saham menunjukkan setoran pemegang saham, sedangkan ekuitas menunjukkan keseluruhan hak pemegang saham dalam perusahaan.

Laba ditahan dan dividen kemudian mengubah jumlah ekuitas selama periode berjalan.

Baca Juga: Laporan Perubahan Ekuitas: Definisi, Komponen, dan Cara Membuatnya

Contoh Cara Membaca Laporan Perubahan Modal

Berikut adalah contoh laporan perubahan ekuitas dari PT Bank Centra Asia tahun 2025:

contoh laporan perubahan modal bca

PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) berhasil mencatatkan pertumbuhan ekuitas yang solid di tahun 2025. Total ekuitas perusahaan naik dari sekitar Rp262,84 triliun di awal tahun menjadi Rp281,69 triliun di akhir tahun artinya ekuitas BCA bertambah hampir Rp18,85 triliun dalam satu tahun.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh laba bersih yang sangat besar, yaitu Rp57,56 triliun. Meski begitu, BCA juga membagikan dividen kas kepada pemegang saham dalam jumlah yang tidak kalah besar, yakni Rp37,60 triliun.

Jadi meski sebagian besar keuntungan dikembalikan ke pemegang saham, ekuitas perusahaan tetap bisa tumbuh karena labanya memang jauh lebih besar dari dividen yang dibagikan.

Jadi secara keseluruhan, laporan perubahan ekuitas BCA tahun 2025 menunjukkan gambaran keuangan yang sehat di mana perusahaan mampu menghasilkan laba besar, berbagi keuntungan dengan pemegang saham lewat dividen, dan tetap menjaga pertumbuhan modalnya untuk jangka panjang.

Baca Juga: Proses Alokasi Modal: Metode, Tahapan, dan Contoh Kasusnya

Kesimpulan

Laporan perubahan modal membantu Anda melihat bagaimana modal berubah selama satu periode.

Modal dapat bertambah dari setoran pemilik dan laba bersih, lalu berkurang karena prive atau transaksi lain yang relevan.

Pada PT, perubahan tersebut dapat tercermin dalam laporan perubahan ekuitas yang mencakup modal saham, laba ditahan, dan komponen ekuitas lainnya.

Anda tidak harus menghitung seluruh perubahan modal secara manual. Kledo, software akuntansi berbasis cloud, membantu mencatat transaksi keuangan dan menyajikan laporan keuangan berdasarkan data transaksi yang sudah tercatat.

Buat pencatatan keuangan Anda lebih baik dengan Kledo. Coba sekarang lewat tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

five × four =