Pembukuan Usaha Retail: Format, Contoh, dan Tipsnya

contoh pembukuan usaha retail banner

Banyak pemilik usaha retail mengelola toko mereka tanpa melakukan pembukuan, akibatnya mereka jadi tidak tahu tahu berapa persis keuntungan bersih toko setiap bulan.

Padahal dari hasil penelitian, pembukuan yang akurat bisa membantu toko retail Anda mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi pekerjaan, serta meningkatkan produktivitas.

Selain itu, pembukuan juga terbukti membantu Anda mengambil keputusan bisnis yang lebih baik terkait keuangan.

Artikel ini akan membahas lebih lengkap tentang pembukuan usaha retail, mulai dari struktur buku, format pencatatan harian, contoh tabel, hingga kesalahan dalam pembukuan dan cara menghindarinya.

Apa Itu Pembukuan Usaha Retail?

Pembukuan usaha retail adalah sistem pencatatan keuangan yang secara khusus dirancang untuk bisnis retail atau yang menjual barang langsung kepada konsumen akhir.

Berbeda dengan bisnis jasa, pembukuan di bisnis retail biasanya lebih rumit karena harus mencatat persediaan barang/stok juga.

Secara sederhana, tujuan pembukuan dalam retail adalah untuk menjawab tiga pertanyaan utama ini:

  • Berapa uang yang masuk dan keluar hari ini?
  • Berapa stok barang yang tersisa?
  • Apakah bisnis ini untung atau rugi bulan ini?
kledo banner 1

Baca Juga: Contoh Pembukuan Pengeluaran dan Pemasukan & Langkahnya

5 Jenis Transaksi Utama dalam Usaha Retail

contoh pembukuan usaha retail 1

Ada banyak sekali transaksi yang terjadi setiap harinya di bisnis retail. Idealnya, kita perlu mencatat transaksi ini secara terpisah sesuai jenisnya agar laporan keuangan akurat.

Berikut 5 jenis transaksi utama dalam usaha retail:

1. Transaksi Penjualan

Penjualan adalah sumber utama pendapatan toko. Ada dua jenis penjualan yang perlu dicatat secara berbeda:

  • Penjualan tunai: Yaitu ketika Anda menerima pembayaran secara langsung saat transaksi, baik dengan uang fisik, kartu, maupun dompet digital (QRIS, OVO, GoPay).
  • Penjualan kredit: Ketika barang sudah diberikan tetapi pembayaran belum diterima. Umum terjadi di toko yang melayani pelanggan tetap atau warung yang punya sistem utang pelanggan.

2. Transaksi Pembelian Barang (Restok)

Setiap pembelian barang dari supplier harus dicatat lengkap dengan mencantumkan:

  • Nama supplier
  • Tanggal
  • Nama barang
  • Jumlah
  • Harga beli satuan
  • Total

Catatan ini menjadi dasar perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang menentukan margin keuntungan toko.

3. Retur Penjualan dan Retur Pembelian

Retur penjualan terjadi ketika pelanggan mengembalikan barang. Retur pembelian terjadi ketika toko mengembalikan barang ke supplier karena cacat atau salah kirim.

Kedua transaksi ini harus dicatat karena mempengaruhi stok dan saldo kas.

4. Biaya Operasional

Biaya operasional adalah pengeluaran bisnis untuk kegiatan rutin sehari-hari seperti:

  • Sewa tempat usaha
  • Listrik, air, dan internet
  • Gaji karyawan
  • Biaya kantong plastik, nota, atau perlengkapan toko
  • Ongkos kirim dari supplier

5. Setoran dan Penarikan Modal

Jika pemilik bisnis menambah modal atau menarik uang dari kas usaha untuk keperluan pribadi, transaksi ini wajib dicatat agar tidak tercampur dengan keuntungan bisnis.

Baca Juga: 9 Strategi Kelola Stok Bisnis Retail Paling Efektif

Buku-Buku yang Digunakan dalam Pembukuan Usaha Retail

Sistem pembukuan retail yang baik menggunakan beberapa buku atau modul pencatatan yang saling melengkapi.

Berikut adalah daftar lengkap beserta fungsinya masing-masing:

Nama BukuFungsi UtamaContoh Isi
Buku Kas HarianMencatat semua arus kas masuk dan keluarPenjualan tunai, bayar listrik, beli stok
Buku PenjualanMencatat seluruh transaksi penjualanTanggal, produk, qty, harga, total
Buku PembelianMencatat pembelian barang dari supplierNama supplier, barang, harga beli, jatuh tempo
Kartu StokMelacak pergerakan barang secara real-timeStok masuk, stok keluar, saldo stok
Buku PiutangMencatat utang pelanggan yang belum bayarNama pelanggan, nominal, tanggal jatuh tempo
Buku UtangMencatat kewajiban ke supplierNama supplier, nominal, jatuh tempo
Laporan Laba RugiMerangkum pendapatan dan biaya dalam satu periodeTotal omzet, HPP, biaya operasional, laba bersih

Jika Anda masih baru dalam mencatat pembukuan, minimal gunakan tiga buku terlebih dahulu: Buku Kas, Buku Penjualan, dan Kartu Stok.

Tiga buku ini sudah cukup untuk memantau kondisi keuangan dasar toko setiap harinya.

Baca Juga: Contoh Perencanaan Bisnis Retail dan Templatenya

Contoh Format Pembukuan Usaha Retail Sederhana

Berikut adalah contoh format pembukuan yang langsung bisa Anda terapkan:

1. Buku Kas Harian

Buku kas harian adalah catatan paling dasar yang wajib diisi setiap hari. Setiap transaksi yang melibatkan uang (baik masuk maupun keluar) dicatat di sini dengan urutan kronologis.

Contoh pembukuan kas harian usaha retail periode 1-7 Januari 2026:

TanggalKeteranganKas Masuk (Rp)Kas Keluar (Rp)Saldo (Rp)
01/01Modal awal10.000.00010.000.000
01/01Pembelian stok barang3.000.0007.000.000
01/01Penjualan tunai1.500.0008.500.000
02/01Penjualan tunai2.000.00010.500.000
02/01Biaya listrik300.00010.200.000
03/01Penjualan tunai1.800.00012.000.000
03/01Pembelian stok barang2.500.0009.500.000
04/01Penjualan tunai2.200.00011.700.000
04/01Biaya operasional400.00011.300.000
05/01Penjualan tunai2.500.00013.800.000
05/01Gaji karyawan1.500.00012.300.000
06/01Penjualan tunai2.300.00014.600.000
06/01Pembelian stok barang2.000.00012.600.000
07/01Penjualan tunai2.700.00015.300.000

2. Buku Penjualan Harian

Buku penjualan adalah catatan yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi penjualan setiap hari dalam usaha retail, baik penjualan tunai maupun non-tunai (transfer, e-wallet, QRIS).

Berbeda dengan buku kas harian, buku ini fokus pada pendapatan dari penjualan saja, bukan seluruh arus kas. Tujuannya adalah untuk:

  • Menjadi dasar pembuatan laporan laba rugi
  • Mengetahui total omzet harian
  • Memantau produk yang paling laris
  • Mengontrol performa penjualan

Contoh pembukuan penjualan harian usaha retail:

TanggalNo TransaksiNama BarangQtyHarga Satuan (Rp)Total (Rp)Pembayaran
01/01TRX001Beras 5 kg275.000150.000Tunai
01/01TRX002Minyak Goreng320.00060.000QRIS
01/01TRX003Gula 1 kg515.00075.000Tunai
01/01TRX004Mie Instan103.00030.000E-wallet
01/01TRX005Telur 1 kg428.000112.000Tunai

3. Kartu Stok Barang

Kartu stok barang retail adalah catatan yang digunakan untuk memantau pergerakan persediaan barang di toko, mulai dari barang masuk (pembelian/restock) hingga barang keluar (penjualan).

Kartu ini membantu pemilik usaha mengetahui:

  • Jumlah stok yang tersedia secara real-time
  • Riwayat keluar-masuk barang
  • Waktu yang tepat untuk restock
  • Menghindari kehabisan atau penumpukan barang

Contoh kartu stok untuk produk Indomie goreng 85g

TanggalKeteranganMasukKeluarSaldoHarga BeliNilai Stok
31/03/2026Saldo awal50Rp 2.800Rp 140.000
01/04/2026Restok dari supplier100150Rp 2.800Rp 420.000
01/04/2026Terjual pagi32118Rp 2.800Rp 330.400
01/04/2026Terjual sore2890Rp 2.800Rp 252.000
01/04/2026Saldo akhir hari90Rp 2.800Rp 252.000

4. Buku Pembelian Barang

Buku pembelian barang adalah catatan yang digunakan untuk mencatat semua transaksi pembelian barang dagang dalam usaha retail, baik secara tunai maupun kredit dari supplier.

Buku ini membantu bisnis untuk:

  • Menjadi dasar pencatatan persediaan dan laporan keuangan
  • Mengetahui total pengeluaran untuk stok
  • Melacak riwayat pembelian dari supplier
  • Mengontrol hutang usaha (jika pembelian kredit)

Contoh pembukuan pembelian barang usaha retail:

TanggalSupplierNama BarangQtyHarga SatuanTotalStatus
01/04/2026UD Sumber JayaIndomie Goreng100 pcsRp 2.800Rp 280.000Lunas
01/04/2026CV Tirta MurniAir Mineral 600ml5 dusRp 45.000Rp 225.000Lunas
01/04/2026Toko Grosir ABCGula Pasir 1kg20 kgRp 14.500Rp 290.000Kredit

Total Pembelian: Rp795.000

5. Laporan Laba Rugi Bulanan Sederhana

Di akhir bulan, semua catatan dirangkum menjadi laporan laba rugi. Ini adalah laporan paling penting yang menentukan apakah keuangan bisnis sehat atau tidak.

laporan laba rugi retail

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi Retail dan Templatenya

Mengapa Pembukuan Sangat Penting untuk Usaha Retail?

Banyak pemilik toko yang merasa pembukuan hanya buang-buang waktu, apalagi jika omzet masih kecil. Namun justru di tahap awal inilah Anda bisa membentuk kebiasaan melakukan pembukuan.

Berikut 5 manfaat pembukuan untuk usaha retail:

1. Mengontrol Stok

Dengan rutin melakukan pembukuan, Anda akan tahu kapan harus restok sebelum barang habis.

Ini mencegah overstock yang mengakibatkan penumpukan modal di barang yang tidak laku dan stock out yang mengakibatkan kehilangan penjualan karena stok kosong.

2. Menghitung Margin Keuntungan yang Akurat

Tanpa pembukuan, pemilik hanya bisa menebak margin berdasarkan feeling.

Tapi dengan catatan HPP yang akurat, Anda bisa menentukan harga jual yang tepat sehingga tidak terlalu murah sampai merugi, tapi juga tidak terlalu mahal sampai kalah saing.

3. Mendeteksi Kebocoran Kas

Salah satu manfaat terbesar dari pembukuan adalah mencegah kebocoran kas. Kebocoran kas adalah ketika pendapatan hilang akibat kesalahan pencatatan atau penipuan.

Kebocoran ini bisa terjadi karena pencatatan penjualan yang tidak lengkap, barang hilang atau rusak yang tidak dilaporkan, atau pengambilan kas toko untuk kebutuhan pribadi yang tidak tercatat.

Nah, pembukuan yang konsisten membuat penyebab kebocoran kas ini bisa langsung terlihat jelas.

4. Mempermudah Akses ke Pinjaman Modal

Bank dan lembaga keuangan mensyaratkan laporan keuangan minimal 3–6 bulan terakhir untuk pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau produk pinjaman lainnya.

Toko yang sudah punya pembukuan rapi akan jauh lebih mudah mendapatkan pembiayaan untuk ekspansi usaha.

5. Dasar Pengambilan Keputusan Bisnis

Data penjualan bulanan memperlihatkan tren seperti produk apa yang paling laku, kapan penjualan ramai, dan apa saja hal yang perlu dioptimalkan.

Keputusan bisnis yang berdasarkan pada data tentu saja jauh lebih akurat daripada yang hanya mengandalkan intuisi.

Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Bisnis Retail

Cara Membuat Pembukuan Retail yang Rapi dan Konsisten

Agar bisa konsisten dalam melakukan pembukuan, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Tetapkan waktu khusus untuk pembukuan setiap hari. Idealnya, luangkan 15–30 menit setiap akhir hari kerja untuk merekap semua transaksi. Jangan menunda-nunda, karena transaksi akan terus menumpuk.
  2. Pisahkan rekening atau dompet kas usaha dari keuangan pribadi. Mencampur keduanya bisa membuat laporan keuangan jadi tidak akurat dan sulit diaudit.
  3. Gunakan sistem nomor bukti transaksi. Berikan nomor referensi atau nomor nota untuk setiap transaksi (terutama pembelian dan pengeluaran). Ini mempermudah penelusuran jika ada selisih di kemudian hari.
  4. Lakukan stock opname minimal satu kali per minggu. Bandingkan jumlah stok fisik dengan catatan di kartu stok. Jika ada selisih barang, segera lakukan investigasi.
  5. Gunakan software atau aplikasi untuk otomatisasi. Sistem POS (Point of Sale) modern seperti Kledo POS, Moka, Pawoon, atau Kasir Pintar dapat merekam setiap transaksi secara otomatis, mengurangi kesalahan input manusia, dan menghasilkan laporan keuangan tanpa perlu menghitung manual.
  6. Review laporan bulanan setiap awal bulan berikutnya. Sisihkan waktu 1–2 jam di awal bulan untuk memeriksa laporan laba rugi, menganalisis tren penjualan, dan membuat rencana restok untuk bulan depan.

Baca Juga: 7 Tips Akuntansi Bisnis Retail yang Wajib Diketahui

Contoh Kesalahan Umum dalam Pembukuan Usaha Retail dan Cara Menghindarinya

contoh pembukuan usaha retail 2

Saat melakukan pembukuan, berhati-hatilah dengan 5 kesalahan berikut:

Kesalahan 1: Tidak Mencatat Transaksi Kecil

Transaksi Rp5.000 atau Rp10.000 memang terasa terlalu kecil untuk dicatat satu per satu. Tapi jika transaksi seperti ini terjadi ratusan kali dalam sebulan, totalnya bisa mencapai jutaan rupiah.

Karena itu, selalu catat semua transaksi, berapa pun nilainya.

Kesalahan 2: Mencampur Kas Pribadi dan Kas Usaha

Tahun 2024, tercatat hanya 46% UMKM yang memisahkan keuangan bisnis dan personal.

Untuk masalah ini, bukalah rekening bank yang terpisah untuk usaha. Jangan pernah gunakan rekening usaha untuk keperluan pribadi tanpa mencatatnya sebagai ‘prive’ atau penarikan modal.

Kesalahan 3: Tidak Melakukan Stock Opname

Banyak toko yang hanya mengandalkan catatan kartu stok tanpa pernah menghitung jumlah barang secara fisik.

Padahal bisa saja terjadi kerusakan barang yang luput dari perhatian karyawan, kesalahan scan, atau cacat produk.

Stok opname mingguan atau bulanan adalah cara satu-satunya untuk memvalidasi data stok.

Kesalahan 4: Tidak Membuat Laporan Bulanan

Mencatat transaksi harian tapi tidak pernah merangkumnya menjadi laporan bulanan sama saja bohong.

Laporan laba rugi bulanan adalah ‘gambar besar’ yang menentukan apakah strategi bisnis perlu diubah.

Kesalahan 5: Tidak Mencatat Retur dan Diskon

Retur penjualan dan diskon yang diberikan ke pelanggan harus dikurangkan dari total pendapatan.

Jika tidak dicatat, angka omzet terlihat lebih besar dari kenyataan dan margin keuntungan tampak lebih tinggi dari yang sesungguhnya.

Baca Juga: Contoh Jurnal Retur Pembelian: Bedanya dengan Retur Penjualan

Contoh Software dan Tools untuk Mempermudah Pembukuan Usaha Retail

Di awal bisnis, Anda memang bisa melakukan pembukuan manual menggunakan buku tulis atau spreadsheet.

Tetapi seiring pertumbuhan bisnis, akan ada terlalu banyak transaksi untuk dicatat, sehingga sangat memakan waktu.

Solusinya, gunakan tools seperti:

ToolsSkala UsahaKeunggulanKeterbatasan
Buku tulis / manualToko baru / UMKM mikroGratis, tidak butuh listrikLebih lama, data rawan hilang, rawan kesalahan
Microsoft Excel / Google SheetsUMKM kecil–menengahFleksibel, mudah dimodifikasiPerlu keahlian Excel atau Sheet untuk mengaplikasikan rumus
Aplikasi POS (Kledo POS, Moka, Pawoon)Semua skala usahaMencatat transaksi dan menghasilkan laporan otomatisAda biaya langganan bulanan
Software akuntansi (Kledo, MYOB, QuickBooks)Semua skala usahaLaporan keuangan lengkap, manajemen inventaris, fakturAda biaya langganan bulanan, perlu pelatihan awal

Untuk sebagian besar usaha retail skala kecil hingga menengah, kombinasi aplikasi POS untuk pencatatan transaksi harian dan software akuntansi retail untuk laporan bulanan adalah pilihan paling efisien.

Pilihlah aplikasi POS dan software akuntansi yang saling terintegrasi, misalnya seperti Kledo POS yang terintegrasi dengan software akuntansi Kledo.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa pembukuan adalah hal yang sangat penting dalam usaha retail.

Dengan mencatat setiap transaksi secara konsisten, memantau stok secara rutin, dan merangkum laporan setiap bulan, Anda bisa mendapatkan gambaran jelas tentang kondisi bisnis retail yang sesungguhnya.

Permudah pembukuan Anda dengan software akuntansi Kledo. Terintegrasi dengan aplikasi kasir Kledo POS, Kledo memungkinkan Anda mencatat transaksi dengan lebih mudah dan memantau bisnis dari mana saja dan kapan saja.

Coba Kledo untuk retail sekarang juga lewat tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

twenty − 11 =