7 Tantangan Industri Manufaktur dan Cara Mengatasinya

tantangan industri manufaktur banner

Industri manufaktur menghadapi berbagai tantangan seperti tenaga kerja, gangguan rantai pasok, transformasi digital, rendahnya efisiensi produksi, hingga kesalahan pencatatan.

Beberapa tantangan ini merupakan tantangan yang baru lahir di era industri 4.0, tapi ada juga yang merupakan tantangan lama.

Lama atau baru, seorang pebisnis di industri manufaktur tentu harus tahu cara mengatasi tantangan-tantangan ini.

Di artikel ini, kita akan membahas 7 tantangan paling umum dalam industri manufaktur dan bagaimana cara Anda bisa mengantisipasi dan mengatasinya.

Tantangan Industri Manufaktur 1: Tenaga Kerja Terus Berkurang

Jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur secara tren global dan nasional terus mengalami penurunan atau perlambatan penyerapan tenaga kerja baru.

Menurut data dari U.S. Bureau of Labor Statistics, jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur mencapai puncaknya pada Juni 1979 dengan 19,6 juta pekerja, tapi terus turun hingga 12.8%.

Meskipun permintaan konsumen meningkat, jumlah individu yang masuk ke tenaga kerja manufaktur justru semakin berkurang.

Selain itu, banyak pekerja di industri ini juga telah memasuki usia pensiun, yang berarti banyak karyawan berpengalaman akan segera meninggalkan dunia kerja.

Padahal, perusahaan di industri ini sering kali kesulitan untuk mencari karyawan baru dan melakukan transfer skill karena:

  • Melatih karyawan baru membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak sedikit
  • Sifat pekerjaan di industri manufaktur yang berat: jam kerja tinggi, memerlukan kemampuan fisik berat
  • Tingkat turnover tinggi

Semua tantangan tersebut membuat kapasitas dan kemampuan produsen semakin terbebani saat mereka berusaha memenuhi permintaan pasar.

Solusi tenaga kerja

  • Tingkatkan employer branding: Banyak perusahaan manufaktur kesulitan menarik tenaga kerja baru karena dianggap memiliki lingkungan kerja yang kurang menarik. Tingkatkan branding dengan mempromosikan program pengembangan karir, penggunaan teknologi terbaru, serta benefit kesejahteraan yang lebih baik.
  • Lakukan upskilling: Bantu tenaga kerja dengan upskilling untuk meningkatkan kemampuan mereka, mempercepat adaptasi teknologi, dan mengurangi ketergantungan pada rekrutmen baru
  • Perbaiki kondisi kerja: Kurangi beban kerja manual, tingkatkan standar keselamatan kerja, berikan jadwal kerja yang lebih fleksibel, dan sediakan fasilitas kesehatan yang lebih baik
  • Jalin kerja sama dengan sekolah dan universitas: Bangun pipeline tenaga kerja dengan bekerja sama bersama sekolah vokasi dan universitas
  • Tingkatkan transfer pengetahuan: Dokumentasikan SOP, mentoring, dan program knowledge sharing untuk memfasilitasi transfer pengetahuan dari senior ke junior.
kledo banner 1

Baca Juga: Apa Itu Proses Manufaktur? Jenis, Hambatan, dan Cara Mengatasi

Tantangan Industri Manufaktur 2: Efisiensi Produksi Rendah

Efisiensi produksi yang rendah bisa disebabkan oleh downtime atau gangguan dalam proses produksi.

Downtime dapat mengganggu seluruh operasional bisnis. Agar tetap unggul di tengah persaingan, perusahaan manufaktur perlu melakukan persiapan dan perencanaan.

Tanpa langkah tersebut, produsen berisiko tertinggal dari pesaing yang lebih gesit dan inovatif, yang bisa menurunkan daya saing perusahaan.

Perencanaan yang efektif ini meliputi:

  • Mengantisipasi hal-hal kecil yang berpotensi menghambat target produksi
  • Memahami bagaimana aset operasional bisa mendukung kinerja perusahaan manufaktur
  • Memilih peralatan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional dengan mempertimbangkan manfaat jangka panjangnya

Solusi efisiensi operasional

Solusi untuk meninfkatkan efisiensi operasional adalah:

  • Menerapkan metode Six Sigma: Menggunakan data untuk meningkatkan kualitas proses bisnis dengan meminimalisir catat hasil produk.
  • Melakukan preventive maintenance: Lakukan secara rutin untuk mencegah kerusakan mesin, mengurangi downtime, dan memperpanjang umur mesin.
  • Mengoptimalkan alur produksi: Kurangi waktu perpindahan material, atur ulang tata letak mesin, dan kurangi proses yang tidak memberikan nilai tambah.

Baca Juga: Penjadwalan Produksi Manufaktur: KPI, Tahapan, dan Metodenya

Tantangan Industri Manufaktur 3 :Manajemen Persediaan

Manajemen inventaris adalah tantangan lain dalam industri manufaktur karena perusahaan harus mengelola bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi dengan tepat secara bersamaan.

Bayangkan saja perusahaan harus memprediksi kebutuhan pelanggan, sementara permintaan pasar bisa berubah-ubah dengan cepat.

Di sisi lain, pemasok kadang terlambat mengirimkan bahan baku, sehingga proses produksi ikut tertunda.

Perusahaan juga harus menyimpan persediaan dalam jumlah yang tepat, karena overstock akan membuat modal tertahan di gudang sementara stock out bisa membuat produksi terhenti.

Perusahaan harus memantau indikator ini untuk manajemen persediaan yang lebih efektif:

  • Inventory turnover ratio: Rasio perputaran stok yang mengukur seberapa efektif pengelolaan persediaan Anda.
  • Safety stock: Persediaan cadangan yang perusahaan siapkan untuk mengantisipasi risiko kehabisan stok
  • Lead time: Waktu yang diperlukan untuk menerima stok dari supplier
  • Reorder point: Ambang persediaan yang menunjukkan kapan suatu bisnis perlu memesan lebih banyak unit produk untuk menghindari kehabisan stok.
  • Holding cost: Tottal biaya persediaan yang perusahaan habiskann untuk menyimpan dan memelihara persediaan stok barang di gudang sebelum terjual.

Solusi manajemen persediaan

  • Gunakan sistem manajemen inventaris: Cari aplikasi yang bisa membantu perusahaan memantau stok secara real-time sehingga data persediaan menjadi lebih akurat.
  • Analisis ABC: Kelompokkan persediaan berdasarkan analisis ABC. (Produk A: Bernilai tinggi dan paling penting, Produk B: Produk dengan nilai menengah, Produk C: Bernilai rendah dengan jumlah besar).
  • Lakukan stock opname: Secara berkala, hitung jumlah stok fisik Anda dan bandingkan dengan catatannya untuk mengurangi selisih stok dan mengontrol risiko fraud
  • Gunakan analisis data: Lakukan analisis untuk mengidentifikasi tren permintaan, menentukan produk paling laku, dan mengurangi pemborosan stok.

Baca Juga: 15 Cara Menghemat Biaya Produksi dalam Manufaktur

Tantangan Industri Manufaktur 4: Gangguan Supply Chain

tantangan industri manufaktur 1

Manajemen rantai pasok sebenarnya bukanlah masalah baru. Namun, di masa pandemi dan pasca pandemi, rantai pasok sangat terganggu karena beberapa faktor:

  • Kekurangan tenaga kerja
  • Penutupan pabrik akibat lockdown
  • Permintaan konsumen melonjak drastis
  • Jadwal pelayaran kapal kargo berkurang sehingga barang menumpuk dan biaya pengiriman meroket

Karena faktor-faktor ini, banyak perusahaan yang semakin sadar pentingnya memiliki rantai pasok yang baik dan juga rencana cadangan untuk mengurangi risiko bisnis ketika terjadi krisis global berikutnya.

Berikut beberapa tantangan umum dalam rantai pasok manufaktur:

Pengadaan bahan baku

Banyak bisnis menghadapi kelangkaan bahan baku dan kenaikan harga. Sebuah studi menunjukkan bahwa 94% perusahaan Fortune 1000 mengalami gangguan rantai pasok akibat pandemi Covid-19.

Pengelolaan Inventaris

Perubahan biaya dan ketersediaan bahan baku, ditambah meningkatnya biaya kontainer dan transportasi, membuat konsep seperti just-in-time manufacturing menjadi semakin penting.

Perusahaan yang menghadapi kenaikan harga kini kesulitan menyeimbangkan biaya operasional dan inventaris dengan anggaran yang tersedia.

Pada saat yang sama, kebutuhan akan peramalan permintaan yang akurat juga semakin meningkat.

Optimalisasi Sistem Logistik

Inovasi di industri manufaktur mendorong meningkatnya kebutuhan akan transformasi digital dalam sistem logistik.

Teknologi seperti AI, machine learning, robotika, dan otomatisasi mulai mengubah sistem rantai pasok secara drastis.

Namun, rantai pasok dan sistem logistik yang terus berkembang juga menjadi tantangan tersendiri dalam penerapan teknologi baru tersebut.

Solusi supply chain

Untuk mengatasi tantangan supply chain, terapkan solusi di bawah ini:

  • Diversifikasi supplier: Bergantung pada satu pemasok saja bisa meningkatkan risiko gangguan operasional. Karena itu, carilah setidaknya 2-3 supplier alternatif untuk bahan baku utama.
  • Perkuat hubungan dengan supplier: Hubungan yang baik dengan pemasok dapat membantu perusahaan mendapatkan prioritas pasokan saat terjadi kelangkaan bahan baku.
  • Gunakan demand forecasting: Forecasting membantu perusahaan memprediksi kebutuhan pasar berdasarkan data historis, tren penjualan, musim, dan perilaku pelanggan.
  • Optimalkan sistem logistik: Pilih rute distribusi yang paling efisien, gunakan software manajemen gudang, dan integrasikan data pengiriman
  • Selalu siapkan rencana cadangan: Seperti supplier alternatif, cadangan bahan baku kritis, simulasi risiko supply chain, dan strategi distribusi darurat.

Baca Juga: Cara Melakukan Optimasi Produksi dalam Manufaktur

Tantangan Industri Manufaktur 5: Kenaikan Biaya Bahan Baku

tantangan industri manufaktur 2

Ini adalah tantangan yang sangat umum dalam industri manufaktur dan bisa langsung mengganggu profitabilitas bisnis Anda.

Pemicu kenaikan harga bahan baku di antaranya adalah:

  • Inflasi global
  • Gangguan rantai pasok (misalnya akibat bencana atau konflik)
  • Kelangkaan material tertentu,
  • Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Jika harga bahan baku naik, maka otomatis harga pokok produksi (HPP) juga akan mengikuti, sehingga margin keuntungan tergerus.

Jika perusahaan tidak bisa menaikkan harga jual karena persaingan pasar, perusahaan harus bersedia menanggung penurunan pendapatan.

Solusi kenaikan biaya bahan baku

Antisipasi:

  • Diversifikasi pemasok agar tidak bergantung pada satu sumber saja
  • Membuat kontrak pembelian jangka panjang untuk mengunci harga
  • Melakukan hedging (lindung nilai) jika bahan baku berbasis komoditas atau valuta asing

Solusi:

  • Menerapkan lean manufacturing untuk mengurangi pemborosan bahan
  • Mencari alternatif bahan baku yang lebih terjangkau namun setara kualitasnya
  • Menegosiasikan ulang syarat kontrak dengan pemasok, termasuk diskon jika membeli dalam jumlah besar

Baca Juga: Pengertian Good Manufacturing Process (GMP) Beserta Regulasi dan Komponenya

Tantangan Industri Manufaktur 6: Kesalahan Pencatatan

tantangan industri manufaktur 3

Kesalahan pencatatan pada data produksi, stok, atau keuangan bisa terjadi akibat:

  • Kelalaian manusia (human error)
  • Sistem yang masih manual,
  • Tidak ada SOP yang jelas.

Kesalahan pencatatan dapat mengakibatkan data persediaan menjadi tidak akurat, dan efek berantai pada laporan keuangan dan keputusan manajemen yang tidak tepat.

Solusi kesalahan pencatatan

Antisipasi:

  • Mengimplementasikan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) atau software akuntansi manufaktur digital
  • Pelatihan rutin bagi staf di bagian pencatatan dan gudang

Solusi:

  • Menerapkan mekanisme double-check dan validasi data sebelum menerbitkan laporan final
  • Otomasi input data menggunakan teknologi barcode atau RFID untuk meminimalkan entri manual
  • Menjalankan audit internal secara berkala untuk mendeteksi selisih lebih awal

Baca Juga: Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Manufaktur dan Tips Mengelolanya

Tantangan Industri Manufaktur 7: Transformasi Digital

Transformasi digital pada industri manufaktur adalah integrasi teknologi seperti IoT, AI, dan cloud computing ke dalam produksi dan operasional.

Namun bagi perusahaan, menjalankan transformasi digital tidak semudah membalik telapak tangan. Ada beberapa kendala seperti:

  1. Biaya investasi tinggi: Mengadopsi teknologi digital seperti sistem ERP, otomasi mesin, dan lainnya membutuhkan investasi jumlah besar di awal. Banyak perusahaan manufaktur skala menengah ke bawah kesulitan mengalokasikan anggaran tersebut, apalagi karena ROI-nya tidak langsung terasa.
  2. Resistensi SDM: Karyawan yang sudah lama terbiasa dengan cara kerja manual seringkali menolak atau lambat beradaptasi dengan sistem baru.
  3. Keamanan data: Semakin digital sistem operasional, semakin besar pula risiko keamanan siber seperti kebocoran data produksi, serangan ransomware, hingga manipulasi data oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Solusi transformasi digital

  • Mulai digitalisasi dari proses perusahaan yang paling kritis dan berpengaruh langsung pada efisiensi.
  • Terapkan manajemen perubahan yang terstruktur. Libatkan karyawan untuk perencanaan dan jelaskan manfaat transformasi digital pada mereka.
  • Lakukan program pelatihan dan upskilling di satu divisi kecil dulu, lalu pelan-pelan terapkan secara menyeluruh.
  • Terapkan enkripsi data, firewall, sistem backup otomatis, serta lakukan audit keamanan IT secara rutin.
  • Pilih vendor teknologi yang memiliki standar keamanan yang terverifikasi.

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur

Kesimpulan

Industri manufaktur selalu penuh tantangan yang beragam. Apalagi, dengan revolusi indistri menuju Industri 4.0 dan IoT, tantangan-tantangan ini bisa sangat memengaruhi

Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, diperlukan kombinasi antara manusia dan teknologi yang inovatif.

Terapkan strategi yang paling tepat di situasi yang tepat, serta implementasi teknologi digital di tempat yang paling dibutuhkan.

Misalnya dengan mengimplementasikan software akuntansi Kledo untuk mengotomatiskan pencatatan dan manajemen persediaan Anda. Coba Kledo sekarang, gratis tanpa biaya.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

8 − two =