Pengertian Interactive Marketing, Manfaat, Strategi, dan Contohnya

interactive marketing banner

Mengetahui apa itu interactive marketing penting bagi Anda pemilik bisnis atau seorang marketer.

Secara tradisional, pemasaran atau marketingadalah proses satu arah. Dimulai dengan iklan yang dibuat oleh pemasar, kemudian mereka menayangkan iklan tersebut di berbagai platform media dan mengharapkan hasilnya.

Masalah dengan pemasaran tradisional adalah bahwa hal itu tidak memulai dialog dengan audiens target tentang produk yang diiklankan. Anda hanya mengirimkan pesan melalui iklan dan berharap mereka mematuhinya.

Pemasaran tradisional dulu mungkin berhasil, tapi sekarang tidak lagi. Saat ini, pelanggan di target pasar ingin menjadi bagian dari merek favorit yang mereka sukai dan dukung.

Mereka tidak hanya ingin mengikutinya; mereka ingin berbagi pandangan mereka untuk membuat produk menjadi lebih baik, dan disinilah interactive marketing bekerja.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas interactive marketing secara mendalam dan juga contohnya yang bisa Anda tiru.

Apa yang Dimaksud dengan Interactive Marketing?

Interaktive marketing atau pemasaran interaktif adalah proses menciptakan komunikasi dua arah antara pelanggan dan perusahaan, di mana pelanggan berbagi pandangan, pilihan, dan preferensi tentang produk sehingga pemasar dapat membuatnya lebih baik.

Agar pemasar dapat membuat strategi pemasaran interaktif berhasil, mereka harus memiliki alat yang tepat dan teknologi canggih seperti pandangan pelanggan 360 derajat.

Tujuan dari interactive marketing adalah untuk mendapatkan pandangan, preferensi, dan pilihan pelanggan, dan membuat strategi pemasaran mereka menjadi lebih baik.

Strategi pemasaran ini telah membuat pekerjaan marketer menjadi lebih sederhana dan mudah. Alih-alih mengirim prospek, yang harus mereka lakukan adalah mengikuti pelanggan.

Setiap kali mereka memberikan umpan balik, Anda memiliki kesempatan untuk melakukannya dengan lebih baik.

Baca juga: Social Media Management: Pengertian, Strategi, dan Tantangannya

Banner 1 kledo

Manfaat Interactive Marketing

Beberapa keuntungan dan manfaat dari strategi interactive marketing adalah sebagai berikut;

Peningkatan keterlibatan konsumen

Salah satu manfaat terpenting dari interactive marketing adalah memberikan kesempatan bagi penjual dan pemasar untuk menerima umpan balik langsung dari pelanggan.

Misalnya, sebuah toko roti menawarkan kue yang dapat disesuaikan di mana pelanggan memilih desain, gaya, dan dekorasi serta melakukan pemesanan secara online di situs web toko roti tersebut.

Hal ini akan membantu pemilik toko roti untuk memeriksa kombinasi gaya, warna, dan desain apa yang paling banyak diminati oleh pelanggan.

Brand awareness yang lebih besar

Ketika pemasar/penjual berinteraksi dengan pelanggan, itu berarti mereka bekerja berdasarkan umpan balik pelanggan dan membuat produk menjadi lebih baik.

Hal ini juga akan menarik banyak pelanggan baru dan mereka akan belajar tentang merek Anda melalui interaksi. Lebih banyak brand awareness berarti lebih banyak pelanggan potensial bagi perusahaan.

Meningkatkan loyalitas konsumen

Ketika pemasar dan penjual menanggapi kepatuhan pelanggan, maka hal itu akan meningkatkan loyalitas di antara para pelanggan.

Ini berarti bahwa mereka akan menunggu produk merek Anda, dan mereka akan membelinya ketika datang ke toko.

Mendapatkan prospek

Jauh lebih mudah untuk menghasilkan prospek dalam pemasaran yang interaktif.

Anda bisa memulainya dengan mengajukan pertanyaan yang menyenangkan, lucu, atau retoris. Semakin menarik pertanyaannya, semakin besar kemungkinan orang akan menjawabnya.

Anda bisa mendapatkan informasi tanpa mengganggu mereka. Tekniknya adalah dengan mengajukan pertanyaan yang singkat dan sederhana, sehingga pelanggan bersedia menjawabnya.

Baca juga: Stealth Marketing: Pengertian, Manfaat, Strategi dan Contohnya

Mendapatkan feedback dari konsumen

Umpan balik dari konsumen sangat penting. Anda tidak akan dapat meningkatkan bisnis dan strategi pemasaran Anda tanpa itu. Akibatnya, Anda akan salah memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Ini berarti Anda akan menghasilkan produk yang salah atau iklan yang salah. Apa pun itu, itu tidak akan menjual dan menarik pelanggan.

Oleh karena itu, survei dan polling sangat penting, karena akan membantu Anda untuk tidak salah paham.

Ketika Anda mendapatkan umpan balik yang tepat melalui pemasaran interaktif, maka Anda akan menciptakan strategi pemasaran yang tepat.

Personalisasi

Jutaan orang menggunakan internet setiap hari dan mereka merasa seperti bagian dari kerumunan tanpa memiliki individualitas, karena perusahaan menggunakan istilah umum untuk audiensnya, yaitu “konsumen/pelanggan”.

Namun, ketika Anda menggunakan pemasaran interaktif, perlakukanlah orang-orang seperti individu dan cobalah untuk memahami kebutuhan dan keinginan mereka.

Kemudian mencari cara untuk memecahkan masalah mereka dan mencoba memenuhi permintaan mereka.

Pengalaman unik yang dipersonalisasi dari pemasaran interaktif ini membantu Anda untuk terhubung dengan audiens Anda.

Ini adalah kesempatan besar bagi pelanggan untuk menyuarakan pendapat mereka, dan mereka dapat menyuarakan keprihatinan mereka melalui survei, jajak pendapat, kuis, dan penanya.

Peningkatan Penjualan

Anda dapat menganalisis keberhasilan kampanye pemasaran apa pun melalui tingkat konversi penjualan.

Iklan pemasaran tradisional mengirimkan pesan satu arah. Di sisi lain, Interactive marketing menciptakan komunikasi dua arah dan membuat orang memutuskan saat itu juga, ya atau tidak.

Jika mereka memiliki pertanyaan, maka mereka dapat bertanya kepada pemasar saat itu juga dan menjernihkan suasana. Hasilnya, penjualan perusahaan meningkat melalui pemasaran interaktif.

Baca juga: Partnership Marketing: Pengertian, Strategi, Tantangan, dan Contohnya

Kelemahan Interactive Marketing

interactive marketing 3

Beberapa kelemahan dan tantangan untuk pemasaran interaktif adalah sebagai berikut;

Aksesibilitas

Sangat mungkin bahwa pelanggan yang memiliki akses ke iklan tersebut telah memiliki produk tersebut.

Pelanggan mungkin masih menyukai produk tersebut, namun mereka telah memilikinya dalam koleksi mereka.

Perusahaan akan terus beriklan karena preferensi pelanggan, tetapi mereka tidak akan membelinya karena sudah memilikinya.

Kontrol

Jika Anda mulai memenuhi permintaan pelanggan, Anda akan mengikuti desain produk dari pelanggan yang berbeda.

Segera setelah itu perusahaan akan kehilangan identitasnya, karena menyediakan apa yang diminta pelanggan, bisnis tidak memiliki sesuatu yang khas.

Jika perusahaan memproduksi sesuatu yang menyinggung permintaan pelanggan, maka hal itu akan merusak reputasi merek.

Baca juga: Contoh Referral Marketing, Manfaat, dan Strategi Menjalankannya

Jenis-jenis Strategi Interactive Marketing

Perusahaan menggunakan strategi interactive marketing untuk berkomunikasi dengan audiens mereka adalah sebagai berikut;

Kontes

Kontes atau kompetisi adalah strategi berbasis hadiah, yang memotivasi orang untuk berpartisipasi aktif dalam kompetisi dan memenangkan kompetisi.

Kontes membantu perusahaan untuk mencapai berbagai tujuan seperti kesadaran merek, loyalitas merek, meningkatkan penjualan, meningkatkan konversi, dll.

Jika hadiahnya besar, maka akan menarik lebih banyak orang. Namun, ada beberapa format kompetisi yang berbeda. Bisa berupa kompetisi intelektual, fisik, komik, video, pilihan tertulis, dan lain-lain, tergantung dari jenis produknya.

Tiket pesawat gratis, bertemu dengan selebriti favorit Anda, dan makanan gratis adalah beberapa contoh kontes yang diselenggarakan oleh berbagai bisnis untuk mempromosikan produk mereka.

Kuis

Kuis adalah bentuk singkat dari kontes. Ada beberapa jenis kuis seperti kuis kontes, kuis pengetahuan, kuis video, atau kuis belanja.

Kuis ini menyenangkan dan menarik, dan dapat dengan mudah menghasilkan prospek untuk bisnis Anda. Anda juga harus mempertimbangkan kuis sebagai strategi pemasaran interaktif.

Polling dan survei

Sesi FAQ online termasuk dalam kategori polling dan survei interaktif. Mereka biasanya terdiri dari visual dan foto interaktif. Mereka juga memberi Anda wawasan unik tentang bagaimana orang lain berpikir dan preferensi mereka.

Hitung mundur

Hitung mundur menciptakan ketegangan bahwa suatu peristiwa tertentu semakin dekat. Seperti Natal, Black Friday, Ramadhan, festival makanan, atau ulang tahun perusahaan. Hitung mundur biasanya mengikuti urutan terbalik seperti 3, 2, dan 1.

Sebagai contoh, berbagai toko ritel dan pusat perbelanjaan memulai hitungan mundur setiap jam sebelum Black Friday untuk menciptakan urgensi dan menarik perhatian orang.

Video Interaktif

Video interaktif adalah cara yang bagus untuk menarik perhatian orang dan meningkatkan keterlibatan.

Hal ini karena video interaktif adalah pemasaran yang paling canggih dan mengirimkan pesan yang tepat tentang apa yang ingin Anda sampaikan. Video ini juga meningkatkan tingkat respons.

Menurut perkiraan dan metodologi Cisco Visual Networking Index, 82% dari total lalu lintas melalui internet akan terdiri dari video pada akhir tahun 2021.

Baca juga: Marketing dan Branding: Pengertian Serta Perbedaannya

Infografis interaktif

Infografis interaktif menunjukkan data statistik dan informasi dengan cara yang menarik.

Audiens target Anda belajar dan mendapatkan pesan tentang apa yang ingin Anda sampaikan kepada mereka.

Games

Games adalah cara yang bagus untuk menarik dan mempertahankan perhatian audiens Anda.

Pastikan bahwa Anda harus menambahkan beberapa elemen yang menyenangkan dalam permainan, sehingga permainan tersebut tidak menegangkan.

Tujuan dari permainan ini adalah untuk bersantai dan bersenang-senang dengan pelanggan. Permainan kartu flip adalah contoh yang sangat bagus untuk itu.

Kalkulator

Beberapa perusahaan menawarkan layanan gratis berupa kalkulator, di mana pelanggan memasukkan input dan kalkulator akan memberikan hasil yang dibutuhkan.

Kalkulator laba atas investasi (ROI) akan menunjukkan kepada Anda berapa banyak uang yang akan Anda hasilkan dari investasi tersebut.

Tahapan Membuat Interactive Marketing

interactive marketing 2

Tahapan dalam membuat pemasaran interaktif yang efektif melibatkan beberapa langkah strategis. Berikut adalah penjelasan tentang setiap tahapan:

Menetapkan tujuan

Langkah pertama dalam strategi interactive marketing yang efektif adalah menetapkan tujuan yang jelas.

Apa yang ingin Anda capai dengan kampanye ini? Apakah itu meningkatkan kesadaran merek, memperluas basis pelanggan, meningkatkan keterlibatan pelanggan, atau menghasilkan penjualan langsung?

Dengan memiliki tujuan yang jelas, Anda dapat mengarahkan upaya pemasaran dengan lebih baik.

Baca juga: Strategi Retail Marketing untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis Retail Anda

Mengidentifikasi target audiens

Mengetahui siapa audiens target Anda adalah langkah penting dalam strategi pemasaran interaktif.

Anda perlu memahami demografi, minat, kebutuhan, dan preferensi mereka.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang audiens target, Anda dapat menciptakan pesan dan konten yang relevan dan menarik bagi mereka.

Mengembangkan pesan dan konten

Setelah Anda mengetahui audiens target, langkah selanjutnya adalah mengembangkan pesan dan konten yang menarik dan relevan.

Gunakan informasi yang Anda kumpulkan tentang audiens untuk menciptakan pesan yang berbicara langsung kepada mereka dan memenuhi kebutuhan mereka.

Konten interaktif seperti video, kuis, survei, atau permainan dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan interaksi dengan audiens.

Pilih platform dan channel yang tepat

Pilihlah platform dan channel yang sesuai untuk menyampaikan pesan dan konten interaktif Anda. Pertimbangkan karakteristik audiens target Anda dan di mana mereka aktif secara online.

Beberapa platform yang umum digunakan untuk pemasaran interaktif termasuk website, media sosial, aplikasi seluler, webinar, atau acara langsung.

Implementasikan strategi

Setelah Anda memiliki pesan, konten, dan platform yang tepat, langkah berikutnya adalah mengimplementasikan strategi pemasaran interaktif Anda.

Pastikan Anda memiliki anggaran yang memadai untuk mempromosikan kampanye dan mencapai audiens target Anda.

Gunakan alat analisis untuk melacak dan mengukur kinerja kampanye Anda sehingga Anda dapat melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Mendorong partisipasi dan keterlibatan

Salah satu tujuan pemasaran interaktif adalah mendorong partisipasi dan keterlibatan dari audiens.

Dorong audiens untuk berinteraksi dengan konten Anda melalui tindakan seperti berbagi konten, mengisi formulir, memberikan umpan balik, atau berpartisipasi dalam kompetisi.

Berikan insentif yang menarik bagi audiens untuk berpartisipasi, seperti hadiah, diskon, atau akses eksklusif.

Evaluasi dan pengoptimalan

Tahap terakhir adalah mengevaluasi kinerja kampanye Anda dan melakukan pengoptimalan.

Analisis data yang dikumpulkan selama kampanye dapat memberikan wawasan berharga tentang apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.

Gunakan informasi ini untuk mengoptimalkan kampanye Anda secara terus-menerus dan meningkatkan efektivitas pemasaran interaktif Anda di masa depan.

Baca juga: Tips Marketing Bisnis Kecantikan Terbaik yang Bisa Anda Adaptasikan

Contoh Merek yang Berhasil Menerapkan Interactive Marketing

interactive marketing 1

Coca-Cola

Coca-Cola telah meluncurkan beberapa kampanye pemasaran interaktif yang sukses. Salah satunya adalah kampanye “Share a Coke” di mana mereka mencetak nama-nama orang langsung di label botol mereka.

Ini mendorong konsumen untuk berbagi pengalaman mereka dengan Coca-Cola dan menciptakan keterlibatan yang tinggi di media sosial.

Nike

Nike menggunakan pemasaran interaktif dengan baik melalui aplikasi dan platform digital mereka.

Misalnya, mereka meluncurkan aplikasi Nike+ yang memungkinkan pelanggan untuk melacak aktivitas fisik mereka, berpartisipasi dalam tantangan, dan berinteraksi dengan komunitas.

Ini menciptakan keterlibatan yang tinggi dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas merek.

Red Bull

Red Bull telah menjadi pionir dalam interactive marketing dengan acara olahraga ekstrem dan konten daring mereka.

Mereka sering mengadakan acara langsung yang mengundang partisipasi dari audiens dan memungkinkan mereka berinteraksi dengan merek.

Red Bull juga menciptakan konten video yang menarik dan memotivasi, yang mendorong audiens untuk berbagi dan berpartisipasi.

Starbucks

Starbucks telah menggunakan pemasaran interaktif melalui program loyalitas mereka, yaitu Starbucks Rewards.

Program ini memberikan insentif dan hadiah kepada pelanggan yang berpartisipasi dalam program dan berbagi pengalaman mereka di media sosial.

Ini mendorong partisipasi aktif dan memperkuat keterlibatan pelanggan dengan merek.

Baca juga: Service Marketing (Pemasaran Jasa): Karakteristik dan Jenisnya

Kesimpulan

Interactive marketing dalah pendekatan yang efektif dalam membangun keterlibatan, interaksi, dan hubungan yang kuat antara merek dan audiens.

Dalam tahapan membuat strategi inipenting untuk menetapkan tujuan yang jelas, mengidentifikasi audiens target, mengembangkan pesan dan konten yang relevan, memilih platform yang tepat, mengimplementasikan strategi dengan baik, mendorong partisipasi dan keterlibatan, serta terus melakukan evaluasi dan pengoptimalan.

Pastikan juga Anda mencatat seluruh anggaran pemasaran Anda pada sistem pembukuan untuk mengetahui efektivitas proses pemasaran dalam bisnis.

Salah satu sistem pembukuan modern yang bisa Anda gunakan adalah dengan software akuntansi online Kledo yang memiliki fitur terlengkap dan mudah digunakan oleh semua jenis bisnis.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui tautan ini.

sugi priharto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 1 =