Berdasarkan tujuannya, laporan keuangan dibagi menjadi 2, yaitu: laporan keuangan internal dan eksternal.
Laporan keuangan internal digunakan oleh manajemen dan tim internal untuk mengendalikan operasional, mengevaluasi kinerja, hingga merumuskan strategi yang lebih efektif.
Sementara itu, laporan keuangan eksternal disusun untuk pihak di luar perusahaan, seperti investor, kreditur, dan regulator, yang membutuhkan gambaran kondisi keuangan perusahaan secara objektif dan transparan.
Anda harus memahami perbedaan kedua laporan keuangan ini agar bisa menyusun laporan yang tepat sasaran sehingga bisa digunakan secara optimal sesuai dengan kebutuhan masing-masing pihak.
Apa Itu Laporan Keuangan Internal?
Laporan keuangan internal adalah proses pengumpulan data untuk penggunaan internal bisnis, bukan untuk klien atau pihak luar.
Tujuan pembuatan laporan keuangan ini beragam, tergantung pada jenis laporanya, seperti:
- Meningkatkan strategi pemasaran
- Mendefinisikan ulang KPI
- Mengoptimalkan biaya, dll.
Laporan keuangan internal sangat bermanfaat baik untuk bisnis kecil maupun perusahaan besar, dan tidak selalu mengikuti struktur yang sama.
Setiap perusahaan dapat menggunakan strategi pelaporan yang berbeda. Di beberapa perusahaan, hanya ada satu orang yang bertanggung jawab membuat laporan internal.
Di perusahaan lain, setiap anggota tim harus membuat laporan secara mingguan atau bulanan dan melaporkannya kepada manajer.
Terkadang, laporan internal berisi informasi rahasia dan tujuan utamanya adalah membantu pengambilan keputusan manajer.
Oleh karena itu, laporan keuangan tidak untuk dibagikan kepada pihak eksternal atau publik.
Baca Juga: 5 Format Laporan Keuangan, Fungsi, dan Contohnya
Jenis-Jenis Laporan Keuangan Internal
Laporan keuangan internal dapat dibagi menjadi beberapa jenis berikut:
- Laporan Rutin: Laporan ini juga dikenal sebagai laporan umum atau laporan berkala yang disajikan kepada manajemen dalam interval waktu tertentu, seperti mingguan, dua mingguan, bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan. Bahkan, beberapa laporan dibuat dan dikirim setiap hari.
- Laporan Khusus: Laporan ini dibuat sebagai respons atas permintaan manajemen untuk mencapai tujuan tertentu. Laporan khusus tidak membahas masalah operasional sehari-hari, melainkan fokus pada isu spesifik yang memerlukan analisis mendalam.
- Laporan Berdasarkan Tingkat Manajemen: Manajemen terbagi menjadi tiga tingkat: tingkat atas, menengah, dan bawah. Tidak semua laporan relevan untuk semua tingkat manajemen sekaligus. Oleh karena itu, laporan disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tingkat manajemen.
Baca Juga: Cara Membuat Laporan Keuangan bagi Pemula dan Contohnya, Lengkap!
Apa Gunanya Laporan Keuangan Internal?

Berikut beberapa kegunaan laporan keuangan internal:
1. Mengumpulkan informasi tentang karyawan
Perusahaan bisa menggunakan laporan keuangan internal untuk memperoleh informasi terkait karyawan, seperti:
- Kinerja individu
- Efisiensi operasional departemen
- Isu yang berkaitan dengan kebijakan organisasi
Manajemen dapat menggunakan laporan ini untuk menentukan promosi, penempatan, maupun pemutusan hubungan kerja.
Jika data keuangan menunjukkan produktivitas suatu departemen turun meskipun pendanaannya meningkat, manajemen dapat menggunakan laporan internal untuk menganalisis penyebabnya dan mempertimbangkan restrukturisasi.
Selain itu, laporan karyawan juga dapat digunakan untuk mendorong praktik whistleblowing, yaitu ketika karyawan melaporkan tindakan yang melanggar kebijakan perusahaan.
2. Memantau perilaku pelanggan dan data kredit
Laporan keuangan internal dapat digunakan untuk memantau perilaku pelanggan, terutama dalam bisnis yang memberikan fasilitas kredit.
Laporan ini membantu manajemen menilai sejauh mana pelanggan mematuhi ketentuan kredit yang diberikan.
Sebagai contoh, perusahaan retail yang menjual barang secara kredit dapat meminta departemen kredit untuk membuat laporan berisi:
- Daftar pelanggan kredit
- Syarat kredit
- Jumlah kredit yang telah dibayar
- Jumlah kredit yang masih terutang
- Riwayat keterlambatan atau gagal bayar
Informasi tersebut membantu manajemen membedakan pelanggan yang disiplin dalam pembayaran dan yang bermasalah.
Selanjutnya, manajemen dapat menindaklanjuti pelanggan yang menunggak atau memutuskan apakah akan tetap memberikan kredit atau menghentikannya.
Baca Juga: Penyebab dan Dampak Pelaporan Keuangan Salah & Tidak Akurat
Apa Itu Laporan Keuangan Eksternal?
Laporan keuangan eksternal adalah laporan yang diberikan secara berkala kepada calon investor dan pemegang saham untuk membantu mereka mengambil keputusan investasi.
Biasanya, laporan tersebut tidak memuat informasi rahasia perusahaan, kecuali jika pengungkapan tersebut diperlukan untuk tujuan tertentu.
Di Indonesia, setiap perusahaan, baik tertutup maupun terbuka, memiliki kewajiban hukum untuk menyusun dan menyampaikan laporan keuangan tahunan perusahaan.
Perusahaan tertutup tidak wajib mempublikasikan laporan tersebut kepada masyarakat, namun perusahaan terbuka wajib menyampaikannya kepada OJK dan mengumumkannya kepada publik.
Baca Juga: Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal dalam Bisnis
Jenis-Jenis Laporan Keuangan Eksternal
Laporan eksternal dapat dibagi menjadi beberapa jenis berikut:
- Laporan kepada Pemegang Saham: Pemegang saham sebagai pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui kinerja dan keberhasilan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan menyusun laporan tahunan yang mencakup neraca, laporan laba rugi, serta laporan direksi.
- Laporan kepada Pemerintah: Pemerintah menerima laporan yang berkaitan dengan pajak, seperti pajak penghasilan dan pajak penjualan, sebagai bagian dari kewajiban perusahaan.
- Laporan kepada Lembaga Kredit: Bank dan lembaga keuangan dapat memberikan fasilitas kredit kepada perusahaan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan. Perusahaan akan menyampaikan laporan kinerja keuangan dan posisi keuangan kepada lembaga kredit tersebut.
- Laporan kepada Bursa Efek: Perusahaan yang terdaftar di bursa efek wajib menyampaikan laporan dalam format yang telah ditentukan oleh otoritas bursa. Selain itu, perusahaan juga harus menyerahkan salinan laporan keuangan tahunan kepada pihak bursa.
Baca Juga: 21 Manfaat Laporan Keuangan bagi Bisnis dan Stakeholders
Apa Kegunaan Laporan Keuangan Eksternal?

1. Menginformasikan kesehatan keuangan perusahaan
Laporan keuangan eksternal harus disusun untuk memberikan informasi kepada publik mengenai kondisi keuangan perusahaan.
Peraturan mengharuskan perusahaan publik untuk mempublikasikan kinerja keuangan mereka setiap tahun.
2. Membandingkan perusahaan dengan pesaing
Perusahaan publik memperoleh modal dari masyarakat, sehingga memiliki kewajiban untuk memberikan informasi mengenai kondisi keuangan dan operasional perusahaan.
Publik berkepentingan untuk mengetahui laba atau rugi yang dihasilkan selama periode tertentu, nilai aset dan kewajiban, dividen yang dibayarkan, dan sebagainya.
Selain itu, analis keuangan menggunakan informasi tersebut untuk menghitung berbagai rasio keuangan dan menilai kekuatan finansial perusahaan dibandingkan dengan perusahaan pesaing lainnya.
Baca Juga: Laporan Keuangan Sektor Publik: Mengenal Tujuan dan Jenisnya
Perbedaan Laporan Keuangan Internal dan Eksternal
1. Laporan Keuangan Internal
Laporang keuangan internal digunakan untuk kepentingan manajemen perusahaan sendiri dan sebagai alat pengambilan keputusan operasional dan strategis.
Ciri-ciri:
- Pengguna: manajer, direksi, kepala divisi
- Format: bebas, disesuaikan kebutuhan manajemen
- Frekuensi: bisa harian, mingguan, atau bulanan
- Detail: sangat rinci, bisa per departemen/produk/proyek
- Standar: tidak wajib mengikuti standar akuntansi tertentu
- Kerahasiaan: bersifat rahasia, tidak dipublikasikan
- Contoh: laporan anggaran (budget), laporan biaya produksi, laporan kinerja divisi, analisis varian
2. Laporan Keuangan Eksternal
Dibuat untuk pihak di luar perusahaan yang memiliki kepentingan terhadap kondisi keuangan perusahaan.
Ciri-ciri:
- Pengguna: investor, kreditur, pemerintah, publik, auditor
- Format: wajib mengikuti standar (PSAK di Indonesia / IFRS internasional)
- Frekuensi: umumnya tahunan, beberapa kuartalan (perusahaan publik)
- Detail: lebih umum/ringkas, mengikuti struktur yang ditetapkan
- Standar: harus sesuai PSAK/IFRS, wajib diaudit (untuk perusahaan tertentu)
- Kerahasiaan: dipublikasikan atau dilaporkan ke regulator
- Contoh: laporan laba rugi, neraca (laporan posisi keuangan), laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas
| Aspek | Internal | Eksternal |
|---|---|---|
| Pengguna | Manajemen | Pihak luar |
| Standar | Fleksibel | Wajib (PSAK/IFRS) |
| Tujuan | Pengambilan keputusan | Pertanggungjawaban & transparansi |
| Frekuensi | Sesuai kebutuhan | Periodik (tahunan/kuartalan) |
| Audit | Tidak wajib | Wajib (perusahaan publik) |
| Kerahasiaan | Rahasia | Publik/regulatif |
Baca Juga: Bukti Transaksi Internal dan Eksternal: Pengertian dan Contohnya
Tips Menyusun Laporan Keuangan Internal dan Eksternal

Tips Laporan Keuangan Internal
- Sesuaikan dengan Kebutuhan Manajemen: Pahami dulu apa yang ingin diketahui oleh pengambil keputusan, apakah kinerja divisi, efisiensi biaya, atau proyeksi arus kas. Buat format yang menjawab pertanyaan tersebut secara langsung.
- Gunakan Format yang Konsisten: Meskipun format lapkeu internal biasanya bebas, tetap gunakan template yang sama untuk setiap periodenya. Tujuannya adalah agar Anda maupun pembaca bisa membandingkan laporan dengan lebih mudah.
- Sertakan Analisis Varian: Bandingkan anggaran dan realisasinya. Jika ada selisih, jelaskan penyebabnya agar manajemen bisa mengambil tindakan korektif.
- Tampilkan Data secara Visual: Gunakan grafik, tabel, dan diagram untuk mempermudah pembaca. Pembaca lebih mudah memahami laporan dengan visual daripada yang mengandung terlalu banyak angka.
- Buat Tepat Waktu: Pastikan usaha Anda menggunakan sistem pencatatan yang real-time atau otomatis agar bisa menerbitkan laporan sesuai jadwal.
- Jaga Kerahasiaan Data Batasi akses laporan internal hanya kepada pihak yang berwenang. Gunakan sistem otorisasi berlapis jika laporan disimpan secara digital.
Tips Laporan Keuangan Eksternal
- Pahami dan Terapkan Standar Akuntansi: Gunakan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) yang diterbitkan IAI. Pastikan setiap pos laporan sesuai dengan standar yang berlaku agar tidak menimbulkan masalah hukum atau regulasi.
- Pastikan Data Bersumber dari Pencatatan yang Tertib: Laporan eksternal harus bisa ditelusuri (audit trail). Seluruh transaksi harus didukung bukti yang lengkap seperti faktur, kuitansi, kontrak, dan jurnal akuntansi.
- Lakukan Rekonsiliasi Sebelum Finalisasi: Rekonsiliasi bank, piutang, utang, dan persediaan wajib dilakukan sebelum laporan diterbitkan untuk memastikan tidak ada selisih yang tidak terjelaskan.
- Lengkapi dengan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK): CALK bisa menjelaskan kebijakan akuntansi yang digunakan, asumsi, dan hal-hal material yang tidak bisa terbaca hanya dari angka.
- Libatkan Auditor Eksternal: Untuk perusahaan publik atau yang diwajibkan regulasi, pastikan laporan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen. Opini auditor meningkatkan kredibilitas laporan di mata investor dan kreditur.
- Sajikan Secara Komparatif: Tampilkan data minimal dua periode (tahun ini vs tahun lalu) agar pembaca bisa menilai tren dan perkembangan kinerja perusahaan.
- Perhatikan Batas Waktu Pelaporan: Perusahaan publik di Indonesia wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan ke OJK paling lambat 90 hari setelah tahun buku berakhir. Jangan sampai terlambat karena bisa dikenai sanksi.
Tips Umum untuk Laporan Keuangan Internal dan Eksternal
- Gunakan metode akuntansi yang sama antar periode
- Semua angka yang tercantum di laporan harus bisa dibuktikan dengan dokumen pendukung
- Minimalisir kesalahan manual dengan tools software akuntansi seperti Kledo, Xero, dan Zoho.
- Lakukan review berlapis, minimal dua orang memeriksa laporan keuangan lebih dahulu sebelum menerbitkannya
Baca Juga: Analisis Laporan Keuangan: Pengertian, Fungsi, & Jenisnya
Kesimpulan
Baik laporan keuangan internal maupun eksternal memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga kesehatan dan keberlanjutan bisnis.
Mulai dari membantu pengambilan keputusan operasional sehari-hari hingga memenuhi kebutuhan transparansi kepada pihak eksternal, keduanya saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan.
Agar proses penyusunan laporan tersebut berjalan lebih akurat, cepat, dan efisien, gunakan software akuntansi seperti Kledo.
Dengan Kledo, Anda bisa menyusun laporan keuangan secara otomatis, memantau kinerja bisnis secara real-time, mengelola arus kas, hingga memastikan data yang dihasilkan siap digunakan untuk pengambilan keputusan maupun pelaporan kepada pihak luar.
Klik tautan ini untuk mencoba Kledo sekarang.
- Franchise Momoyo: Cara Bergabung dan Estimasi Modal - 12 Mei 2026
- Cara Mempromosikan Bisnis Catering yang Paling Efektif - 12 Mei 2026
- Bagaimana Cara Menghitung Laba Rugi Usaha Kecil? - 12 Mei 2026
