Lean Accounting Adalah: Prinsip, Manfaat, dan Penerapannya

lean accounting

Jika Anda ingin meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis Anda, maka pendekatan lean accounting bisa menjadi solusi yang tepat.

Terinspirasi oleh konsep lean manufacturing, pendekatan ini memperkenalkan prinsip-prinsip baru dalam bidang akuntansi untuk membantu organisasi mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan keuntungan mereka.

Namun, meskipun pendekatan lean accounting sudah menjadi tren di kalangan bisnis modern, masih banyak yang belum sepenuhnya memahami konsep dasar dan manfaatnya.

Oleh karena itu, dalam artikel ini, kami akan membahas secara detail tentang pengertian dan prinsip-prinsip dasar lean accounting, serta mengungkapkan keuntungan dan tantangan yang mungkin dihadapi dalam mengimplementasikan pendekatan ini.

Dalam pembahasan ini, Anda akan menemukan tips dan strategi praktis untuk menerapkan pendekatan lean accounting dalam bisnis Anda, serta cara mengukur keberhasilannya.

Jadi, mari kita lihat bagaimana pendekatan ini dapat membantu Anda mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Pengertian Lean Accounting Adalah:

lean accounting 1

Lean Accounting adalah sebuah pendekatan akuntansi yang terinspirasi dari konsep Lean Manufacturing, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan serta meningkatkan efisiensi operasional dan keuntungan bisnis.

Pendekatan ini menekankan pada pengukuran kinerja berdasarkan nilai yang dihasilkan untuk pelanggan, bukan sekadar fokus pada biaya produksi.

Dalam Lean Accounting, pengelolaan keuangan dilakukan dengan cara yang berbeda dari akuntansi tradisional, di mana perusahaan menghindari penggunaan metode akuntansi konvensional yang tidak memberikan nilai tambah untuk pelanggan.

Pendekatan lean akuntansi mencakup penggunaan alat pengukuran kinerja yang lebih luas dan lebih relevan, seperti Key Performance Indicators (KPI) dan Value Stream Mapping.

Baca juga: 9 Cara Mengurangi Inventory Write Off dan Contohnya

Apa itu lean manufacturing?

Lean Manufacturing adalah sebuah pendekatan produksi yang terinspirasi oleh Toyota Production System, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan dalam proses produksi serta meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.

Pendekatan ini menekankan pada pengurangan pemborosan dengan fokus pada pengelolaan persediaan yang ketat, peningkatan aliran produksi yang lancar, serta peningkatan fleksibilitas produksi untuk mengakomodasi perubahan permintaan pelanggan.

Dalam Lean Manufacturing, tujuan utama adalah untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dengan cara yang lebih efisien dan efektif, dan menghindari kegiatan yang tidak menambahkan nilai tambah.

Penerapan prinsip-prinsip Lean Manufacturing mencakup berbagai teknik dan alat, seperti 5S, Just-in-Time (JIT), Kaizen, Poka-Yoke, dan Total Productive Maintenance (TPM).

Dengan menerapkan pendekatan Lean Manufacturing, perusahaan dapat meningkatkan kualitas produk, mengurangi waktu produksi, meningkatkan efisiensi produksi, serta mengurangi biaya produksi.

Pendekatan ini telah menjadi standar industri yang populer dan sukses di banyak sektor, termasuk otomotif, teknologi, dan manufaktur.

Baca juga: Balanced Scorecard: Pengertian Lengkap dan Cara Membuatnya

Prinsip-Prinsip Lean Accounting

Pendekatan Lean Accounting, atau akuntansi lean, adalah sebuah strategi akuntansi yang berfokus pada mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis.

Berikut ini merupakan berbagai prinsip lean accounting:

Fokus pada nilai pelanggan

Prinsip pertama dari Lean Akuntansi adalah fokus pada nilai pelanggan. Ini berarti bahwa perusahaan harus memahami dan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta membuat produk dan layanan yang memberikan nilai tambah untuk mereka.

Dalam hal ini, pengukuran kinerja harus berdasarkan pada nilai yang dihasilkan untuk pelanggan, bukan hanya biaya produksi atau volume penjualan.

Sebagai contoh, perusahaan dapat mengukur kinerja berdasarkan berapa banyak produk atau layanan yang berhasil mereka kirimkan ke pelanggan, seberapa sering pelanggan memesan kembali, dan berapa banyak keluhan yang diterima dari pelanggan.

Identifikasi dan eliminasi pemborosan

Prinsip kedua dari Lean Akuntansi adalah identifikasi dan eliminasi pemborosan.

Pemborosan adalah segala sesuatu yang tidak memberikan nilai tambah untuk pelanggan, dan dapat termasuk waktu tunggu, persediaan berlebih, pengiriman ulang, dan banyak lagi.

Identifikasi pemborosan dapat dilakukan dengan menggunakan alat seperti Value Stream Mapping, yang dapat membantu perusahaan memetakan aliran produksi dan mengidentifikasi area yang membuang waktu dan sumber daya.

Setelah pemborosan teridentifikasi, perusahaan harus mencoba untuk menghilangkannya atau menguranginya sebanyak mungkin.

Baca juga: Cara Penghapusan Aset Tetap dan Jurnalnya

Pengukuran kinerja berdasarkan nilai tambah

Prinsip ketiga dari Lean Akuntansi adalah pengukuran kinerja berdasarkan nilai tambah.

Ini berarti bahwa perusahaan harus menggunakan metrik yang relevan dengan nilai yang dihasilkan untuk pelanggan, seperti cycle time, lead time, dan first pass yield.

Hal ini membantu perusahaan memahami apakah mereka mencapai tujuan mereka dalam menghasilkan nilai tambah untuk pelanggan, dan juga memberikan gambaran tentang efisiensi dan produktivitas operasional mereka.

Kolaborasi antar departemen

Prinsip keempat dari Lean Akuntansi adalah kolaborasi antar departemen.

Dalam banyak perusahaan, departemen dan fungsi bisnis beroperasi secara terpisah dan saling bersaing, dan ini dapat menghambat efisiensi dan produktivitas.

Dengan kolaborasi antar departemen, perusahaan dapat mempromosikan budaya penghematan biaya dan efisiensi operasional, serta meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara departemen.

Hal ini juga memungkinkan perusahaan untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data dan informasi yang saling terintegrasi.

Penggunaan informasi yang relevan dan real-time

Prinsip kelima dari Lean Akuntansi adalah penggunaan informasi yang relevan dan real-time.

Ini berarti bahwa perusahaan harus mengumpulkan dan mengintegrasikan data dari berbagai sumber, seperti produksi, penjualan, dan pemasaran untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Dalam hal ini, teknologi informasi dan software akuntansi dapat membantu perusahaan mengumpulkan, menganalisis data secara otomatis, dan memberikan informasi yang real-time dan terkini.

Banner 3 kledo

Continuous improvement

Continuous Improvement adalah salah satu konsep penting dalam lean accounting.

Konsep ini menekankan pada perbaikan terus-menerus dalam proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

Dalam konteks lean accounting, Continuous Improvement melibatkan proses evaluasi terus-menerus atas alur nilai dan proses bisnis organisasi, dengan tujuan mengidentifikasi pemborosan dan area yang dapat ditingkatkan.

Setelah identifikasi dilakukan, langkah-langkah perbaikan diambil untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Baca juga: Audit Operasional: Definisi,Tujuan, dan Tahapannya

Manfaat Lean Accounting

gambar 2

Salah satu manfaat utama dari Lean Accounting adalah meningkatkan efisiensi operasional perusahaan manufaktur.

Dalam pendekatan tradisional, akuntansi berfokus pada biaya produk, sementara pendekatan Lean Akuntansi lebih menekankan pada aktivitas yang memakan biaya.

Dengan mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang memakan biaya, perusahaan dapat mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi operasi secara keseluruhan.

Misalnya, perusahaan dapat mengeliminasi aktivitas yang tidak penting atau memindahkan aktivitas-aktivitas tersebut ke tahap yang lebih awal dalam siklus produksi, sehingga menghemat waktu dan biaya produksi.

Selain meningkatkan efisiensi operasional, Lean Akuntansi juga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

Dalam Lean Accounting, pelanggan dianggap sebagai pihak yang membutuhkan nilai tambah dan memiliki kekuatan untuk mengarahkan aktivitas perusahaan.

Dengan fokus pada nilai tambah dan kepuasan pelanggan, perusahaan dapat menghasilkan produk yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik pula.

Manfaat lain dari Lean Accounting adalah meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan harus lebih fokus untuk mengurangi biaya dan meningkatkan nilai tambah, sehingga margin keuntungan dapat ditingkatkan secara signifikan.

Selain itu, Lean Akuntansi dapat membantu perusahaan untuk memperkirakan biaya produksi dengan lebih akurat dan mengidentifikasi sumber-sumber penghematan biaya yang belum dimanfaatkan sebelumnya.

Implementasi Lean Accounting pada Perusahaan Manufaktur

Berikut adalah beberapa cara untuk mengimplementasikan Lean Accounting pada perusahaan manufaktur:

Menerapkan Activity-Based Costing (ABC)

ABC adalah metode akuntansi yang membantu mengidentifikasi biaya yang terkait dengan aktivitas tertentu.

Dengan mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang memakan biaya, perusahaan dapat memperkirakan biaya produksi dengan lebih akurat dan mengurangi pemborosan.

Menggunakan Key Performance Indicators (KPI)

KPI adalah ukuran kinerja yang dapat membantu perusahaan untuk mengukur dan memantau produktivitas dan kinerja operasional mereka.

KPI dapat digunakan untuk mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dan mengukur dampak dari perubahan yang dilakukan.

Mengadopsi Metode Kaizen

Kaizen adalah filosofi kontinu perbaikan yang memungkinkan perusahaan untuk terus-menerus meningkatkan proses produksi mereka.

Dengan mengadopsi metode Kaizen, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasi dan mengurangi pemborosan.

Mengurangi Waktu Penyelesaian Siklus Akuntansi

Dalam Lean Accounting, penting untuk mengurangi waktu penyelesaian siklus akuntansi.

Dengan cara ini, perusahaan dapat mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan keterlibatan pelanggan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

Mengintegrasikan Sistem Informasi

Penting untuk memastikan bahwa sistem informasi perusahaan terintegrasi dengan baik.

Dengan cara ini, perusahaan dapat menghemat waktu dan mengurangi biaya yang terkait dengan pengumpulan data.

Penggunaan Value Stream Costing dalam Lean Accounting

Value stream costing adalah metode akuntansi manajemen yang mengukur biaya dan nilai tambah dari aktivitas bisnis dalam sebuah value stream atau alur nilai.

Value stream dalam konteks ini mengacu pada rangkaian aktivitas atau proses yang menghasilkan produk atau layanan untuk pelanggan.

Value stream costing membantu organisasi untuk memahami biaya yang terkait dengan setiap langkah dalam value stream dan mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah.

Dengan memahami biaya dan menghilangkan kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah, organisasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi mereka serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pelanggan.

Value stream costing juga membantu organisasi untuk mengukur kinerja mereka dan memantau perubahan yang terjadi dalam value stream.

Hal ini memungkinkan organisasi untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan alur nilai mereka.

Metode ini sering digunakan dalam konsep lean manufacturing dan lean accounting, karena fokusnya pada penghapusan pemborosan dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

Dalam konteks lean, value stream costing membantu organisasi untuk mencapai penghematan biaya yang signifikan dan peningkatan efisiensi operasional melalui perbaikan alur nilai mereka.

Baca juga: Cost of Revenue Adalah: Komponen dan Contohnya

Perbedaan Lean Accounting vs Akuntansi Tradisional

gambar 3

Lean Akuntansi dan Akuntansi Tradisional memiliki pendekatan yang berbeda dalam pengukuran, analisis, dan pelaporan informasi keuangan perusahaan.

Berikut adalah beberapa perbedaan antara Lean Accounting dan Akuntansi Tradisional:

Fokus pada biaya produk Vs. Fokus pada aktivitas

Dalam Akuntansi Tradisional, fokus utama adalah biaya produk, yaitu biaya yang terkait langsung dengan produksi barang atau jasa.

Sementara dalam Lean Akuntansi, fokusnya adalah pada aktivitas yang memakan biaya, yang dapat mencakup aktivitas pemasaran, desain produk, pengadaan bahan baku, produksi, distribusi, dan pengiriman.

Pengukuran biaya Vs. Pengukuran nilai

Dalam Akuntansi Tradisional, biaya diukur berdasarkan persediaan dan pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.

Sebaliknya, Lean Akuntansi lebih berfokus pada nilai tambah, yang meliputi aktivitas yang menghasilkan produk atau jasa yang diinginkan oleh pelanggan.

Pelaporan keuangan periodik Vs. Pelaporan keuangan real-time

Akuntansi Tradisional menghasilkan laporan keuangan periodik seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.

Adapun Lean Accounting lebih menekankan pada pelaporan keuangan real-time, yang memungkinkan perusahaan untuk mengetahui kinerja keuangan mereka secara cepat dan akurat.

Perhitungan biaya Vs. Identifikasi pemborosan

Dalam Akuntansi Tradisional, perhitungan biaya dilakukan untuk mengetahui biaya produksi dan harga jual yang sesuai.

Pada Lean Accounting, identifikasi pemborosan menjadi fokus utama, yang memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi operasional.

Pengukuran efisiensi operasional Vs. Pengukuran kepuasan pelanggan

Akuntansi Tradisional cenderung lebih menekankan pada pengukuran efisiensi operasional perusahaan.

Sedangkan pada Lean Accounting lebih fokus pada pengukuran kepuasan pelanggan dan nilai tambah yang diberikan kepada mereka.

Baca juga: Apa itu General Ledger? Berikut Pengertian, Contoh, dan Tahapan Membuatnya

Kesimpulan

Dalam era bisnis yang semakin kompetitif, menerapkan lean accounting dapat memberikan keuntungan besar bagi bisnis Anda.

Dengan menghilangkan pemborosan dan fokus pada memberikan nilai tambah bagi pelanggan, bisnis Anda dapat menjadi lebih efisien, efektif, dan kompetitif.

Namun, penting untuk diingat bahwa menerapkan lean accounting tidak hanya tentang menghemat biaya atau meningkatkan kinerja bisnis.

Ini juga tentang mengubah budaya dan cara berpikir organisasi, serta mendorong perubahan yang berkelanjutan melalui konsep Continuous Improvement.

Salah satu cara untuk mencapai efisiensi bisnis adalah dengan menggunakan software akuntansi seperti Kledo.

Kledo adalah software akuntansi online yang dapat membantu penerapan konsep lean accounting dalam bisnis.

Beberapa fitur yang tersedia di Kledo dapat membantu bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi pemborosan dalam proses bisnis.

Salah satu fitur yang dapat membantu penerapan lean accounting di Kledo adalah pembukuan yang dilakukan secara real-time.

Dengan pembukuan yang dilakukan secara real-time, bisnis dapat memantau aliran kas dan mengidentifikasi pemborosan yang terjadi.

Tak hanya itu, Kledo masih memiliki berbagai fitur lainnya yang tentunya akan membantu jalannya operasional bisnis Anda.

Jadi, tunggu apalagi? Buruan gunakan kesempatan free trial Kledo selama 14 hari atau selamanya melalui tautan ini.

Annisa Herawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 1 =