5 Peluang Usaha di Desa Paling Menjanjikan

Peluang usaha di desa

Selama ini desa dianggap sebagai tempat yang tidak cocok untuk membuka sebuah usaha. Tak jarang anak muda berbondong-bondong meninggalkan desa untuk merantau di kota. Tidak hanya ke kota, banyak juga yang memilih ke luar negeri untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal benarkah desa tidak bisa menjadi tempat untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah?

Tentu saja tidak. Jika memang desa tidak bisa dijadikan tempat untuk mendapatkan penghasilan, mana mungkin ada jutaan orang yang hidup di desa. Kamu bisa bercocok tanam atau memulai usaha seperti layaknya tinggal di kota. Emang bisa usaha di desa?

Bisa dong. Kamu hanya perlu menyesuaikan usaha yang kamu jalankan dengan kebutuhan masyarakat di desa. Kamu juga bisa menyesuaikan pemasaran yang bisa diakses oleh sebagian besar masyarakat di desa. Kamu bisa menjualnya di pasar, dijual ke penjual sayuran, didistribusikan ke warung-warung atau kamu bisa menjualnya sendiri ke tetangga-tetangga. Bisa juga kamu menjualnya melalui online. Meski tinggal di desa, penjualan online bisa dilakukan karena adanya perkembangan jaman.

Usaha Paling Menjanjikan di Desa

1. Usaha Kerupuk

kerupuk

Siapa sih yang nggak kenal sama lauk sekaligus camilan ini? Aku yakin semua orang Indonesia pasti pernah makan kerupuk. Memiliki rasa yang renyah dan gurih membuat kerupuk disukai banyak kalangan. Harganya juga murah dan biasanya ada berbagai jenis kerupuk mulai dari kerupuk ikan, kerupuk udang, kerupuk kemplang, dan kerupuk bawang.

Buat kamu yang tinggal di desa, bisnis ini cukup menjanjikan. Siapa sih di desa yang nggak mengkonsumsi kerupuk? Penjualan untuk produk satu ini juga terbilang mudah dilakukan di pedesaan. Kamu bisa menitipkannya di warung-warung atau menjualnya di pasar. Selain itu kamu juga bisa menjualnya melalui media sosial. Jangan salah, sekarang masyarakat desa juga mengenal Facebook.

Beberapa hal yang membuat kerupuk menjadi bisnis yang menjanjikan:

  • Kebutuhan kerupuk terus ada karena masyarakat Indonesia suka dengan kerupuk, termasuk masyarakat di desa.
  • Pembuatan kerupuk yang mudah, bisa dilakukan dengan mesin ataupun dengan tangan.
  • Kebutuhan kerupuk setiap hari.

Karena ada banyak jenis kerupuk di pasaran, kamu bisa menjadikannya variasi untuk kerupuk yang kamu produksi. Berikut contoh cara pembuatan kerupuk udang:

  • Udang segar sebanyak 3/4 kg.
  • Tepung terigu 3 kg.
  • Tepung tapioka 11/4 kg
  • Bawang putih 60 gram (12 siung).
  • Garam dapur 3 sendok.
  • Bleng 3 sendok makan.

Catatan: jumlah bahan bisa disesuaikan dengan jumlah produksi.

Cara pembuatan:

  • Kupas udang kemudian buang kepala dan kulitnya. Lalu, cuci bersih dengan air dan tumbuk hingga halus.
  • Haluskan bawang putih dan garam.
  • Campurkan udang yang telah dihaluskan tadi, kemudian aduk dan remas hingga adonan tercampur.
  • Larutkan bleng dalam air panas, kemudian tambahkan dalam adonan dan aduk hingga rata.
  • Setelah tercampur rata, tambahkan tepung terigu, tepung tapioka dan air. Aduk adonan hingga mengental.
  • Tuang adonan ke dalam loyang, kemudian masak sampai matang.
  • Iris-iris adonan dengan tebal 1-2 mm.
  • Jemur kerupuk sampai kering.

Dari tahap di atas, kerupuk yang dihasilkan masih setengah jadi. Artinya belum langsung siap untuk dikonsumsi, tapi siap untuk digoreng. Meski belum siap dimakan, namun biasanya sudah laku di pasaran dan memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan kerupuk yang sudah digoreng.

Untuk meningkatkan nilai jual, kamu bisa menggorengnya dan mengemasnya dalam bentuk yang menarik. Kamu bisa tambahkan logo brand pada kemasan kerupuk yang kamu jual.

Jika di atas merupakan cara pembuatan kerupuk udang, bagi kamu yang tertarik membuat kerupuk kemplang, berikut cara pembuatannya:

Bahan:

  • Daging ikan
  • Air
  • Garam
  • Penyedap rasa
  • Gula
  • Tepung sagu atau tapioka

Cara Pembuatan:

  • Bersihkan daging ikan segar lalu digiling.
  • Daging ikan yang sudah digiling kemudian dicampur dengan air, garam, penyedap rasa, dan gula.
  • Selanjutnya, dibuat adonan dengan tepung tapioka.
  • Rebus adonan hingga timbul, lalu angkat dan dinginkan dengan kipas angin.
  • Iris-iris adonan menggunakan tangan atau mesin.
  • Adonan yang telah diiris kemudian dijemur dan digoreng.
  • Kemplang yang telah siap konsumsi bisa dikemas dan dipasarkan.

2. Kacang Telur

usaha desa kacang telur

Untuk menemani aktivitas sehari-hari, camilan menjadi hal yang nggak bisa dilepaskan. Baik untuk menemani mengerjakan tugas, menemani nonton TV atau saat kumpul-kumpul sama teman. Salah satu camilan yang cukup polular adalah kacang telur. Bahkan iklannya di TV saat ini masih sering terngiang-ngiang: kacang-kacang telur-telur.

Di Indonesia kacang telur sudah sangat terkenal. Biasanya camilan satu ini ada di meja saat lebaran. Baik di desa maupun di kota, camilan ini digemari banyak orang. Makanya, buat kamu yang bingung mencari ide untuk bisnis di desa, bisa menjadikan kacang telur sebagai pilihan. Lalu gimana cara pembuatannya? Baiklah, di sini aku akan membagikan resep pembuatan kacang telur dan bahan-bahan di sini bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya!

Bahan:

  • 500 gr kacang tanah
  • 2 butir telus
  • 200 gr gula pasir
  • 1 sdt garam halus
  • 1/2 sdt vanili
  • 450 tepung terigu
  • 1 liter minyak goreng

Cara pembuatan:

  • Cuci sampai bersih kacang tanah, tiriskan, letakkan dalam nampan dan biarkan hingga kering.
  • Kocok telur, gula, dan garam hingga kental, lalu sisihkan/
  • Ambil sebagian kacang, beri 3 sendok makan adonan telur, aduk hingga rata.
  • Teburi tepung terigu, ratakan hingga kacang berbalut dengan tepung. Lakukan 2 sampai 3 kali proses ini hingga tepung cukup tebal. Ambil lagi sebagian kacang, proses lapisan lagi, begitu seterusnya sampai kacang berbalut tepung semua.
  • Panaskan minyak goreng dengan api sedang, goreng hingga kacang berwarna kuning kecokelatan. Angkat kacang yang sudah matang dan dinginkan. Kemas kacang telur yang sudah matang.

3. Susu Kedelai

usaha desa susu kedelai

Kedelai merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Maka tidak mengherankan jika banyak orang yang membuat produk olahan dari bahan satu ini. Kamu pasti sudah mengenal tahu dan tempe kan? Dua produk khas Indonesia itu dibuat dari kedelai. Namun ada satu lagi produk berbahan dasar kedelai, yaitu susu kedelai.

Susu kedelai merupakan susu yang dibuat dari sari kacang kedelai. Memiliki kandungan gizi yang tinggi, membuat produk satu ini cukup digemari oleh masyarakat. Biasanya produk ini juga jadi pilihan buat mereka yang memiliki alergi terhadap susu sapi. Bisnis susu kedelai cukup menjanjikan untuk didirikan di desa. Kamu bisa mengemasnya menggunakan plastik atau cup. Untuk memberikan variasi, kamu juga bisa memberikan aneka rasa pada produk susu kedelai, mulai dari original, rasa stroberi, rasa melon, rasa cokelat dan lainnya.

Adapun cara pembuatan susu kedelai sebagai berikut:

Bahan:

  • 250 gr kacang kedelai, cuci sampai bersih
  • 1,5 liter air
  • 150 gr gula pasir
  • 3 lembar daun pandang, ikat
  • 3 lbr daun jeruk

Cara pembuatan:

  • Rendam kedelai dengan air hangat selama 24 jam. Setelah mekar, cuci hingga bersih dan buang kulitnya.
  • Blender dengan 1,5 lt air sampai benar-benar halus.
  • Rebus dengan air sedang dicampur dengan gula, daun pandan, dan daun jeruk. Aduk hingga mendidih jangan sampai meluap. Campurkan perasa buah-buah jika diperlukan.
  • Setelah dingin saring dengan kain katun yang bersih.
  • Kemas susu kedelai yang sudah jadi menggunakan plastik atau cup. Susu kedelai siap untuk dipasarkan.

4. Jamu

usaha desa jamu

Saat ini produk-produk berbahan alami kembali popular. Setelah sebelumnya banyak orang terkesima dengan produk-produk instan buatan pabrik, kini semua kembali ke bahan-bahan alami. Salah satu penyebabnya adalah adanya efek samping dari produk instan yang membahayakan kesehatan. Makanya produk natural seperti jamu kembali diminati.

Saat ini banyak ibu rumah tangga di desa yang kembali memproduksi jamu kunyit asam botolan. Kamu nggak harus menjualnya dengan gendongan seperti dulu. Jamu saat ini bisa dikemas dengan lebih menarik seperti menggunakan plastik atau botol. Jika dalam bentuk sirup tidak dapat bertahan lama, kamu bisa mengemasnya dalam bentuk serbuk. Dalam bentuk serbuk, jamu akan lebih tahan lama, lebih praktik dan khasiatnya tidak berkurang.

5. Jamur Tiram

jamur tiram

Mengembangkan jamur tiram merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan di desa. Hal ini dikarenakan modal usaha yang kecil. Selain itu bahan baku yang digunakan juga banyak tersedia di desa, seperti serbuk kayu, kapur dan dedak yang sering digunakan untuk pakan ternak.

Perlengkapan lainnya yaitu drum bekas dan plastik untuk menanag log. Kamu bisa gunakan kayu untuk merebus log. Selainnya itu biasanya rumah di desa memiliki ruangan yang luas sehingga bisa digunakan untuk menyimpan log sampai ribuan. Saat ini tutorial dan cara untuk budidaya jamur tersebar di internet. Kamu bisa mempelajari cara budidaya jamur tersebut atau bertanya kepada yang pernah membuatnya. Untuk penjualannya kamu bisa menjualnya kepada pedagang di pasar atau memasarkan sendiri secara online.

Kenapa Memilih Usaha di Desa?

Ada berbagai alasan seseorang memilih meninggalkan desa dan memilih bekerja di kota, salah satunya adalah kecilnya kesempatan untuk berkembang. Di desa tidak memiliki fasilitas yang sebanyak di kota. Di desa juga tidak bisa memberikan penghasilan sebesar di kota. Namun jika semua meninggalkan desa, siapa yang akan membangun desa? Padahal desa butuh generasi-generasi yang akan mengembangkan perekonomian.

Usaha-usaha di desa saat ini juga memiliki kesempatan yang sama. Saat ini ekspedisi-ekspedisi pengiriman barang juga sudah merambah ke desa dan untuk pengiriman uang juga sama mudahnya dengan di kota. Jika kamu mengembangkan usaha di desa kamu bisa menjualnya ke kota melalui kurir. Selain bisa menambah penghasilan, jika usahamu sudah berkembang kamu bisa merekrut karyawan. Dengan begitu kamu bisa mengurangi pengangguran di desa tanpa harus merantau ke kota.

Jangan lupa untuk mengatur keuangan usaha dengan baik. Lakukan pencatatan secara rutin baik pengeluaran maupun pemasukan. Kamu bisa gunakan software akuntansi yang ada di internet jika tidak bisa mengelolanya sendiri. Salah satu software yang bisa kamu gunakan adalah Software Akuntansi Kledo. Selain gratis, software ini juga bisa digunakan langsung di website tanpa harus mendownload terlebih dahulu.

Kesimpulan

Kata siapa tinggal di desa tidak bisa jadi pengusaha? Ada berbagai jenis usaha yang bisa kamu lakukan di desa, salah satunya adalah menjadi pengusaha jamur tiram. Selain bisa membantu mengembangkan desa, saat usahamu maju kamu juga bisa membantu mengurangi pengangguran dengan merekrut karyawan. Jadi, nggak ada lagi ketentuan untuk maju harus pindah ke kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *