Memahami Periode Akuntansi, Syarat, dan Jenisnya

periode akuntansi

Akuntan membuat laporan secara berkala untuk merekonsiliasi dokumen keuangan, menjaga anggaran, dan memenuhi persyaratan yang ada. Periode akuntansi merupakan siklus keuangan yang membantu memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih informasi atau detail data yang hilang.

Memahami cara kerja periode akuntansi dapat membantu Anda membuat laporan keuangan terperinci. Pada artikel ini, kami akan mengulas periode dalam akuntansi dan berbagai jenisnya.

Apa itu Periode Akuntansi?

periode akuntansi 2

Periode akuntansi adalah siklus waktu di mana perusahaan melakukan fungsi akuntansi tertentu. Jenis periode akuntansi paling pendek yakni sebulan dan paling lama 53 minggu.

Berikut beberapa informasi tambahan untuk membantu Anda mempelajari lebih lanjut tentang periode akuntansi:

Logika dalam siklus akuntansi

Profesional keuangan mengandalkan periode akuntansi untuk membantu memastikan keakuratan dokumen keuangan bisnis dan menggunakan siklus waktu yang dianggap wajar.

Misalnya, jika sebuah majalah terbit setiap bulan, siklus laporan keuangan bulanan menjadi masuk akal.

Konsistensi pelaporan sangat penting saat menentukan siklus akuntansi. Jika Anda memilih menggunakan metode fiskal untuk laporan tahunan, sebaiknya pertahankan pendekatan tersebut dalam laporan triwulanan atau bulanan.

Baca juga: Mengenal Konservatisme dalam Akuntansi Beserta Contohnya

Pentingnya Periode Akuntansi

Periode akuntansi memberi pemilik bisnis pandangan jangka panjang mengenai profitabilitas perusahaan dan membantu mereka dalam membuat keputusan bisnis yang tepat.

Operasi perusahaan yang berkelanjutan dan kompleks dibagi menjadi periode waktu yang singkat dan disajikan dalam laporan keuangan bulanan, triwulanan, dan tahunan dengan menggunakan pendekatan ini.

Perusahaan dapat menyusun dan menerbitkan laporan keuangan untuk setiap periode. Periode waktu laporan keuangan ditunjukkan dalam bagian headline laporan.

Untuk pemilik bisnis, investor, kreditur, dan pemerintah, informasi ini sangat penting. Asumsi periode waktu memberi pemangku kepentingan laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu, yang membantu mereka membuat keputusan bisnis yang tepat.

Periode akuntansi yang dipilih ditentukan oleh kebutuhan dan keadaan perusahaan. Selama persyaratan hukum terpenuhi, semua bisnis bebas menentukan periode sebanyak yang mereka pilih.

Baca juga: Laporan Manajemen dan Laporan Keuangan: Pengertian dan Perbedaannya

Persyaratan Periode Akuntansi

Keandalan

Periode akuntansi ditentukan untuk tujuan pelaporan dan analisis. Untuk itu, periode akuntansi harus konsisten. Jika seorang akuntan menyiapkan laporan keuangan secara bulanan, mereka harus melakukannya setiap bulan dalam tahun kalender. 

Hal ini juga dikenal sebagai periodisitas, dan ini bisa membantu para pembuat keputusan, investor, dan bank membuat keputusan tentang kesehatan keuangan dan prospek perusahaan.

Secara teori, suatu entitas menginginkan pertumbuhannya konsisten sepanjang periode akuntansi untuk menunjukkan stabilitas dan proyeksi keuntungan jangka panjang. Metode akuntansi akrual adalah pendekatan akuntansi yang mendukung premis ini.

Metode akuntansi akrual mengharuskan pembuatan jurnal akuntansi setiap kali peristiwa ekonomi terjadi, terlepas dari kapan pembayaran moneter dari peristiwa itu terjadi. 

Pencocokan

Pedoman lain yang perlu diingat saat menggunakan periode akuntansi adalah konsep pencocokan. Prinsip pencocokan adalah teori akuntansi mendasar yang mengatur penggunaan periode akuntansi. 

Prinsip ini menyatakan bahwa semua pengeluaran dicatat dalam periode terjadinya transaksi, dan bahwa semua pendapatan dilaporkan selama periode perolehannya.

Menurut prinsip pencocokan, pengeluaran harus dilaporkan dalam periode akuntansi yang sama dengan terjadinya pengeluaran, serta semua pendapatan terkait yang dihasilkan sebagai hasil dari pengeluaran tersebut.

Misalnya waktu di mana harga pokok penjualan dilaporkan, akan menjadi periode yang sama di mana pendapatan untuk komoditas yang sama dilaporkan.

Menurut prinsip pencocokan, data keuangan yang dicatat dalam satu periode akuntansi harus selengkap mungkin, dan tidak boleh ada data keuangan yang tersebar di banyak periode akuntansi.

Banner 3 kledo

Baca juga: Pengertian Akuntansi Adalah? Berikut Pembahasan Lengkap dan Mendalam

Jenis-Jenis Periode dalam Akuntansi

gambar 2

Ada banyak jenis periode dalam akuntansi yang digunakan oleh banyak perusahaan. Berikut adalah berbagai jenis periode akuntansi:

Tahun kalender

Karena kesederhanaannya, siklus akuntansi yang paling umum digunakan oleh bisnis adalah periode tahun kalender 12 bulan, yang dimulai pada tanggal 1 Januari yang ditutup pada tanggal 31 Desember jam 23:59.

Pada jam 00:00 tanggal 1 Januari tahun berikutnya, setiap catatan akuntansi yang terjadi akan masuk ke periode yang baru.

Periode tahun kalender ini menawarkan banyak manfaat, terutama kemudahan penggunaannya. Bisnis yang memproses dokumen keuangannya berdasarkan tahun kalender, bisa melakukan pelacakan tren dengan mudah.

Jenis perusahaan yang sering menggunakan metode ini adalah usaha kecil dan menengah (UKMM), dimana bisnisnya memiliki operasi kerja yang sederhana.

Misalnya, jika bisnis konstruksi beroperasi sebagai usaha perseorangan, mereka dapat membuat laporan keuangan tahunan. Laporan tahunan mencakup informasi uang yang diterima perusahaan atau faktur yang dikirimnya, dan bisnis harus bisnis tetap konsisten dengan pendekatan yang dipilihnya.

Baca juga: Berapa Sih Gaji Akuntan di Indonesia? Yuk, Intip Selengkapnya Di Sini!

Tahun fiskal

Tahun fiskal memiliki banyak kesamaan dengan tahun kalender, meskipun tidak selalu dimulai pada tanggal 1 Januari. Sebaliknya, tahun fiskal terdiri dari 52 atau 53 minggu, yang biasanya dimulai pada awal kuartal.

Beberapa perusahaan menggunakan metode ini untuk menilai catatan akuntansi setelah tanggal tertentu, seperti perubahan manajemen atau branding. Metode ini memungkinkan perusahaan melakukan pembukuan tahunan, sambil tetap mengontrol kapan tahun fiskal dimulai dan berakhir.

Misalnya, kantor akuntan atau hotel musiman dapat menggunakan tahun fiskal untuk melacak keuangan mereka. Pertimbangkan juga contoh bisnis resor golf yang hanya beroperasi selama enam bulan dalam setahun.

Untuk tujuan perpajakan, bisnis memerlukan laporan setahun penuh. Seorang akuntan dapat menyatakan tahun fiskal mulai 1 Mei dan berakhir pada 1 Mei atau 8 Mei tahun berikutnya. Laporan tersebut mencakup informasi pendapatan seluruh musim untuk periode yang paling mewakili saat perusahaan aktif beroperasi.

Baca juga: Sistem Akuntansi: Pengertian, Jenis, Metode, Cara Memilihnya

4-5 tahun kalender

Tahun kalender yang mengikuti sistem 4-5 membagi siklus akuntansi tahun menjadi empat kuartal. Masing-masing kuartal ini terdiri dari 13 minggu. Ada dua bulan empat minggu dan satu bulan lima minggu di setiap kuartal.

Pendekatan 4-5 memungkinkan Anda mengumpulkan data di banyak titik sepanjang tahun. Periode selalu berakhir pada hari yang sama dalam seminggu untuk menjaga konsistensi dan pemahaman.

Jenis periode ini populer di industri ritel atau manufaktur. Misalnya, sebuah pabrik yang mengirimkan barang dalam jumlah besar setiap tiga bulan. Dengan menggunakan pendekatan akuntansi ini berarti setiap periode dimulai pada tanggal 1 Januari, 1 April, 1 Juli, dan 1 Oktober.

Karena menggunakan pendekatan 13 minggu, periode dapat dimulai pada hari yang sama setiap minggu. Misalnya, periode dapat dimulai pada hari Senin, di awal minggu kerja, tidak seperti periode tahun kalender yang bisa memulai hari apa saja sebagai awal periode akuntansi.

Kuartal kalender

Periode kuartal kalender dalam akuntansi terdiri dari tiga bulan, dan biasanya dimulai pada awal kuartal fiskal. Karena istilah ini hanya berlaku selama tiga bulan, memungkinkan bisnis untuk menilai tren sepanjang tahun.

Profesional biasanya menyebut istilah ini sebagai Q1, Q2, Q3, dan Q4. Dengan membandingkan hasil setiap periode, baik satu sama lain maupun tahun-tahun sebelumnya, Anda dapat memperoleh pemahaman menyeluruh tentang kesehatan keuangan perusahaan.

Pendekatan ini umum dalam bisnis pertambangan, di mana hasil kerja bisa berubah dengan cepat. Laporan triwulanan memungkinkan perusahaan yang berfokus pada produksi untuk melacak hasil output mereka secara teratur.

Misalnya, suatu perusahaan produksi pada periode Q1 menghasilkan 20 ton barang, namun hanya menghasilkan lima ton pada Q2. Jenis pelaporan ini memungkinkan bisnis untuk mengatasi setiap masalah produksi di awal Q3, tanpa perlu menunggu laporan tahunan.

Baca juga: Download Kertas Kerja Akuntansi Gratis, Format, dan Contohnya

Kuartal fiskal

Kuartal fiskal mengacu pada siklus akuntansi yang berlangsung selama 13 minggu. Suatu perusahaan dapat mendasarkan periode ini pada tahun fiskalnya sebagai lawan dari tahun kalender.

Metode kuartal fiskal memungkinkan perusahaan untuk memilih tanggal secara spesifik di mana mereka mulai bisa mengumpulkan data. Memilih kuartal fiskal adalah hal biasa ketika perusahaan ingin mengevaluasi serangkaian waktu tanpa mengganggu proses bisnis.

Misalnya, jika musim penangkapan ikan dibuka pada tanggal 7 April setiap tahun, bisnis penangkapan ikan yang memilih untuk mengevaluasi kuartal fiskalnya dapat dimulai pada tanggal 7 April dan berlanjut hingga 7 Juli.

Hal ini memberikan pemahaman yang baik kepada departemen akuntansi tentang kinerja bisnis selama musim aktifnya. Hal ini kemudian dapat membuat bisnis membandingkan kinerja musim ini dengan catatan di luar musim untuk mengidentifikasi area mana yang perlu perbaikan.

Baca juga: Pengertian Akuntansi Pemerintahan dan Bedanya dengan Akuntansi Komersial

Bulan kalender

Ketika suatu perusahaan menggunakan siklus akuntansi bulan kalender, biasanya ini diperuntukkan untuk penggunaan internal. Laporan tersebut menawarkan bisnis informasi real time seputar keuangan perusahaan. Laporan ini mencakup arus kas, inventaris, pendapatan, dan aset.

Periode berlangsung selama satu bulan kalender dan membutuhkan waktu empat minggu untuk menyelesaikan laporan keuangan. Periode ini dimulai pada hari pertama bulan saat itu juga dan berakhir pada hari kalender terakhir.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menganalisis kumpulan data kecil dan merangkumnya untuk mendapatkan pemahaman bisnis yang lebih komprehensif.

Contohnya adalah suatu perusahaan mengutip laporan triwulanan dari tahun-tahun sebelumnya, namun menginginkan pemahaman informasi keuangan yang lebih rinci setiap bulan dalam periode tersebut.

Selama tahun berjalan, bisnis menyusun laporan bulanan untuk semua atau beberapa bulan dalam setahun. Banyak perusahaan jasa makanan, termasuk restoran, toko serba ada, dan supermarket, menggunakan jenis periode ini untuk memantau volume penjualan.

Misalnya, dalam situasi ini, perusahaan dapat membandingkan laporan bulan Mei selama beberapa tahun dan membandingkan bulan Mei dengan bulan Juni dan Juli.

Baca juga: Sistem Informasi Akuntansi: Pengertian, Manfaat, Komponen dan Jenisnya

Bulan fiskal

Periode akuntansi bulan fiskal memiliki jangka waktu empat atau lima minggu. Ini mirip dengan periode bulanan kalender, dengan perbedaan mendasar adalah tanggal mulainya.

Jika perusahaan mengandalkan akuntansi fiskal daripada tahun kalender, maka perusahaan harus tetap konsisten menggunakan periode yang telah dipilih. Bulan fiskal sendiri bisa berisi informasi dari dua bulan kalender yang terpisah.

Dalam banyak situasi, akan lebih baik bagi bisnis untuk menggunakan pendekatan bulan fiskal. Sebagai contoh, bisnis grosir makanan yang menerima pesanan bulanannya pada hari kelima.

Perusahaan menempatkan pesanan untuk bulan yang akan datang pada tanggal delapan. Dalam situasi ini, bulan fiskal Anda dapat berlangsung dari 5 April hingga 12 Mei. Periode ini terdiri dari lima minggu dan mencakup pembelian, pengiriman, dan penjualan untuk seluruh periode.

Baca juga: 5 Jenis Strategi Penyusunan Anggaran Bisnis Beserta Contohnya

Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai periode akuntansi yang dipilih oleh bisnis dalam proses pembuatan laporan keuangan mereka. Agar proses pembukuan dan penyusunan laporan keuangan menjadi lebih mudah dan cepat, Anda bisa menggunakan software akuntansi seperti Kledo.

Dengan menggunakan Kledo, Anda bisa melakukan pembukuan, menyusun 30 jenis laporan keuangan, manajemen aset dan gudang, budgeting, dan proses akuntansi lainnya cukup dengan menggunakan satu aplikasi saja.

Nah tunggu apalagi? Anda juga bisa mencoba Kledo gratis selama 14 hari atau selamanya melalui tautan ini.

Annisa Herawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight − five =