Ingin mendapatkan tambahan cuan dari rumah? Coba salah satu dari 15 ide bisnis rumahan menjanjikan yang kami jelaskan di bawah.
Mulai dari usaha kuliner hingga jasa digital, Anda bisa memilih peluang usaha sesuai modal, keterampilan, dan kebutuhan pasar. Kami juga menjelaskan beberapa contoh usaha nyata yang sukses dari ide yang ada.
Namun, sebelum memulai, pastikan Anda memahami biaya operasional, menentukan harga jual yang tepat, dan mengenali target pelanggan.
Dengan perencanaan yang matang, Anda dapat membangun usaha secara bertahap sekaligus menjaga keuntungan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.
Apa Saja Ide 15 Bisnis Rumahan yang Menjanjikan?
Berikut 15 ide bisnis rumahan yang bisa Anda mulai dengan modal relatif kecil dan bisa disesuaikan dengan keterampilan maupun kebutuhan pasar.
1. Usaha Katering

Anda suka memasak atau punya keterampilan memasak? Anda bisa mencoba mendirikan usaha katering. Katering adalah usaha yang selalu punya peluang dan bisa diskalakan, apalagi dalam sekali transaksi bisa melayani banyak pesanan sekaligus.
Ibu Risma adalah salah satu pelaku usaha yang melihat peluang katering tersebut dan mendirikan Butter & Salt Chicken di tahun 2020 dengan modal Rp500 ribu. Melansir Kompas, Ibu Risma awalnya hanya membuka katering untuk anaknya sendiri dan teman sekolahnya, namun permintaan untuk katering terus berdatangan dari orang tua anak lain.
Ia juga melihat peluang pada bulan Ramadhan, sehingga membuka usaha katering untuk sahur dan buka puasa. Usaha Ibu Risma pun terus berkembang hingga ia bisa melayani 50-100 porsi per harinya.
Tips: Jangan lupa mengurus perizinan untuk bisnis katering Anda, yaitu Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang bisa diurus melalui Online Single Submission (OSS). Setelahnya, urus juga sertifikat penjamah makanan dan sertifikat laik sehat.
2. Bisnis Kue dan Camilan
Kue kering, dessert box, keripik, dan jajanan tradisional bisa menjadi pilihan bisnis rumahan yang menjanjikan. Anda dapat menjualnya melalui media sosial, aplikasi pesan antar, atau sistem pre-order.
Cari tahu apa saja kue dan camilan yang sedang tren di media sosial, lalu Anda bisa mencoba mengkreasikan dan memasarkannya dari skala kecil dulu.
Anda bisa menggunakan fitur ‘discover’ di TikTok untuk melihat makanan yang sedang viral. Misalnya, saat kami melakukan riset sekarang, yang viral di platform tersebut adalah camilan es krim gabin, pistachio dubai cheesecake, dan mie mercon.
3. Reseller dan Dropship
Jika Anda ingin berjualan tanpa harus memproduksi barang sendiri, Anda bisa mencoba usaha reseller dan dropship. Reseller biasanya menyimpan stok produk, sedangkan dropship meneruskan pesanan kepada pemasok untuk diproses dan dikirimkan kepada pelanggan.
Selain minim modal, usaha reseller dan dropship juga tergolong minim risiko karena Anda tidak perlu menanggung beban finansial dan operasional sebesar produsen.
Namun, dua usaha ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika tertarik, Anda bisa membaca panduan kami lebih lanjut di Perbedaan Reseller dan Dropship, Mana yang Lebih Menguntungkan?
4. Jasa Laundry Rumahan
Jasa laundry rumahan menawarkan layanan cuci, setrika, atau antar-jemput pakaian bagi keluarga, penghuni kos, dan pekerja di sekitar lokasi usaha.
Selain pakaian, Anda juga bisa membuka usaha laundry sepatu seperti yang dilakukan Ihsan, wirausaha yang menekuni usaha laundry dan perawatan sepatu, topi, tas, hingga stroller.
Menurut Ihsan, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah memperkenalkan layanan laundry-nya kepada masyarakat. Namun, ia terus mempromosikan usahanya melalui media sosial dan dari word of mouth pelanggan. Sekarang, usaha Ihsan sudah berkembang dan memiliki dua tenaga kerja.
Untuk panduan lebih lengkap mengenai tata cara mendirikan usaha laundry bisa Anda baca di Tertarik Membuka Bisnis Laundry? Ikuti 10 Tips Ini
5. Bisnis Hampers dan Gift Box
Bisnis hampers menawarkan paket hadiah untuk ulang tahun, pernikahan, hari raya, hingga acara perusahaan. Anda bisa menggabungkan makanan, minuman, perlengkapan pribadi, atau produk lokal sesuai kebutuhan pelanggan.
Gunakan sistem pre-order untuk menyesuaikan pembelian bahan dan kemasan dengan jumlah pesanan, sekaligus mengurangi risiko stok menumpuk.
Bisnis hampers biasanya semakin laris manis mendekati acara atau musim besar seperti Lebaran. Survei JakPat (2022) menunjukkan mayoritas responden survei (83,7%) menyatakan bahwa mereka mengirim hampers Lebaran kepada keluarga.
Angka yang begitu tinggi tersebut menunjukkan peluang pasar yang tak pernah sepi. Bahkan usaha hampers juga punya segmennya sendiri, baik di UMKM maupun restoran atau hotel.
Misalnya, hotel Sahid Jaya Lippo yang terletak di kawasan industri Cikarang banyak menerima permintaan hampers dari korporasi.
Sementara itu, di skala UMKM, Ivon dan Caroline juga membuka usaha hampers yang dipasarkan lewat e-commerce. Melansir Tirto, usaha ibu dan anak ini sering meraup cuan yang besar menjelang Natal dan Tahun Baru.
6. Jasa Penulisan Konten
Jika Anda punya kemampuan menulis dan punya portofolio yang menarik, Anda bisa mencoba menjual jasa penulisan konten. Jenis jasa ini bisa dikerjakan secara remote sepenuhnya.
Jenis jasa penulisan konten yang banyak dibutuhkan biasanya seperti penulisan artikel blog, deskripsi produk, caption media sosial, dan copy.
Anda bisa menentukan tarif berdasarkan jenis konten, panjang tulisan, tingkat riset, dan jumlah revisi agar sesuai dengan waktu serta tenaga yang dibutuhkan.
7. Jasa Desain Grafis
Jasa desain grafis menawarkan peluang usaha bagi Anda yang menguasai software desain atau aplikasi desain digital. Anda bisa menawarkan jasa desain logo, poster promosi, katalog produk, dan konten media sosial.
Bangun portofolio dari beberapa contoh desain untuk menunjukkan kemampuan dan memudahkan calon pelanggan menilai kualitas pekerjaan Anda.
8. Bisnis Produk Digital
Produk digital seperti template, e-book, planner digital, dan materi pembelajaran juga bisa dijual berulang kali tanpa Anda perlu memproduksi barang fisik.
Anda hanya membutuhkan modal awal dan waktu untuk membuat produk, sedangkan biaya berikutnya mencakup distribusi melalui platform digital dan pemasaran.
Ingin tahu produk digital apa saja yang menguntungkan? Kami sudah merangkumnya dalam artikel 10 Contoh Produk Digital Menguntungkan & Cara Menjualnya
9. Jasa Les Privat dari Rumah
Jika menguasai bidang tertentu, Anda bisa membuka les privat untuk mata pelajaran sekolah, bahasa asing, musik, atau keterampilan lainnya.
Kelas dapat dilakukan secara langsung di rumah maupun secara online. Sesuaikan tarif dengan tingkat materi, durasi pertemuan, dan format kelas, baik privat maupun kelompok.
10. Jasa Admin Media Sosial

Jasa admin media sosial membantu bisnis mengelola aktivitas akun secara konsisten. Biasanya, tugas admin media sosial adalah menyusun jadwal unggahan, membalas pesan pelanggan, dan membuat laporan performa akun.
Anda bisa mencoba memasarkan jasa ini pada UMKM yang belum memiliki tim pemasaran khusus.
12. Jualan Pulsa, Paket Data, dan Token Listrik
Jualan pulsa, paket data, dan token listrik dapat menjadi bisnis rumahan dengan kebutuhan modal awal relatif kecil. Layanan ini menyasar pelanggan yang membutuhkan transaksi digital sehari-hari.
Untuk meningkatkan nilai transaksi, Anda bisa menggabungkannya dengan usaha lain, seperti warung sembako atau toko kelontong.
13. Jasa Jahit dan Permak Pakaian
Jasa jahit dan permak pakaian cocok bagi Anda yang memiliki keterampilan menjahit dan peralatan yang memadai. Layanan yang bisa ditawarkan meliputi permak celana, mengecilkan pakaian, memperbaiki jahitan, hingga membuat busana sederhana.
Biasanya, usaha jasa jahit seperti ini menyebar lewat mulut ke mulut dari klien yang puas, seperti yang terjadi pada usaha jahit Ibu Yunita di Tangerang.
Awalnya, Ibu Yunita hanya memiliki 2 mesin jahit dan menerima pesanan kecil-kecilan. Seiring waktu, ia bergabung dengan komunitas UMKM di mana ia mengembangkan relasi dan mengajukan pinjaman sampai akhirnya usahanya kini bisa mempekerjakan 16 karyawan.
14. Budidaya Tanaman Hias dan Sayuran
Budidaya tanaman hias dan sayuran bisa dijalankan dari rumah dengan memanfaatkan halaman, teras, atau ruang yang mendapat cukup cahaya.
Produk yang dijual dapat berupa bibit, tanaman hias, sayuran dalam pot, dan media tanam.
Selain tanaman hias, Anda juga bisa mencoba budidaya tanaman obat keluarga seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, dan serai. Menurut Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, tanaman seperti ini mudal dirawat serta memiliki nilai jual tinggi karena banyak digunakan untuk jamu dan olahan herbal.
Jika Anda tinggal di perkotaan dengan ruang dan lahan terbatas, alternatif usahanya adalah budidaya sayuran hidroponik. Sistem ini tidak membutuhkan tanah dan cocok untuk jenis sayuran seperti selada, kangkung, bayam, dan sawi hijau.
15. Jasa Fotografi Produk
Jasa fotografi produk membantu UMKM menghasilkan foto untuk katalog, marketplace, dan media sosial. Anda dapat memulai dengan kamera atau ponsel yang memadai, pencahayaan yang baik, dan latar foto sederhana.
Tawarkan paket berdasarkan jumlah produk, jumlah foto, dan tingkat penyuntingan agar pelanggan memahami layanan yang diperoleh serta biaya yang perlu disiapkan.
Baca Juga: 20 Ide Bisnis Tahan Krisis yang Selalu Laris
Bagaimana Cara Menghitung Modal dan Keuntungan Bisnis Rumahan?

Sebelum memulai bisnis rumahan, hitung kebutuhan modal dan perkiraan keuntungan agar Anda dapat menilai kelayakan usaha. Dengan begitu, Anda bisa menentukan harga jual dan target penjualan yang realistis.
Apa Saja Biaya yang Perlu Dihitung?
Ada beberapa jenis biaya yang perlu Anda perhitungkan saat memulai bisnis rumahan:
- Biaya awal: pembelian peralatan, perlengkapan, dan persiapan tempat usaha.
- Biaya variabel: biaya yang berubah mengikuti jumlah produksi atau penjualan, seperti bahan baku, kemasan, dan pengiriman.
- Biaya tetap: biaya yang relatif stabil, seperti langganan internet, sewa, atau utilitas tambahan.
- Biaya pemasaran dan dana cadangan: anggaran promosi serta dana untuk menghadapi kebutuhan tak terduga.
Pisahkan biaya awal dari biaya operasional agar kebutuhan modal dan pengeluaran bulanan lebih mudah dipantau.
Contoh Perhitungan Modal dan Keuntungan Usaha Katering
Berikut ilustrasi perhitungan modal dan keuntungan menggunakan usaha katering sebagai contohnya.
Misalnya, Anda membuka usaha katering rumahan dengan target pelanggan pekerja kantor. Dalam sehari, usaha menerima 20 pesanan makan siang dengan harga jual Rp25.000 per porsi dan beroperasi selama 25 hari per bulan.
1. Hitung modal awal
Modal awal digunakan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan untuk memulai usaha.
| Kebutuhan | Biaya |
|---|---|
| Peralatan masak tambahan | Rp1.000.000 |
| Kotak penyimpanan makanan | Rp300.000 |
| Peralatan pengemasan | Rp200.000 |
| Perlengkapan pendukung | Rp500.000 |
| Total modal awal | Rp2.000.000 |
2. Hitung omzet bulanan
Omzet dihitung dari jumlah porsi yang terjual dikalikan harga jual per porsi.
- Penjualan harian: 20 porsi × Rp25.000 = Rp500.000
- Penjualan bulanan: Rp500.000 × 25 hari = Rp12.500.000
3. Hitung biaya operasional bulanan
Biaya operasional mencakup bahan baku, kemasan, utilitas, dan pengeluaran lain selama usaha berjalan.
| Komponen biaya | Perhitungan | Total |
|---|---|---|
| Bahan baku | Rp10.000 × 500 porsi | Rp5.000.000 |
| Kemasan | Rp2.000 × 500 porsi | Rp1.000.000 |
| Gas dan listrik tambahan | Estimasi bulanan | Rp400.000 |
| Air dan kebersihan | Estimasi bulanan | Rp100.000 |
| Transportasi dan pengiriman | Estimasi bulanan | Rp500.000 |
| Pemasaran | Estimasi bulanan | Rp200.000 |
| Tenaga kerja tambahan | Estimasi bulanan | Rp1.000.000 |
| Total biaya operasional | Rp8.200.000 | |
4. Hitung laba bersih bulanan
Laba operasional sebelum pajak dihitung dengan mengurangi omzet dari total biaya operasional.
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Omzet bulanan | Rp12.500.000 |
| Total biaya operasional | Rp8.200.000 |
| Laba sebelum pajak | Rp4.300.000 |
Dengan asumsi tersebut, usaha katering menghasilkan laba Rp4.300.000 per bulan sebelum pajak dan biaya lain yang belum diperhitungkan. Angka ini juga belum memperhitungkan penyusutan peralatan serta upah pemilik jika pemilik ikut bekerja.
5. Hitung estimasi balik modal
Jika modal awal sebesar Rp2.000.000 dan laba bulanan Rp4.300.000 dapat dipertahankan, secara matematis modal awal setara dengan sekitar 0,47 bulan laba. Artinya, modal awal berpotensi kembali dalam bulan pertama operasional.
Namun, estimasi tersebut mengasumsikan target penjualan tercapai sejak awal dan laba tersedia untuk menutup investasi. Dalam praktiknya, waktu balik modal bisa lebih lama karena jumlah pesanan belum stabil atau ada pengeluaran tambahan.
Baca Juga: 15 Ide Bisnis B2B yang Menguntungkan dan Relevan di Indonesia
Apa Tantangan Bisnis Rumahan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Bisnis rumahan juga memiliki tantangan yang dapat memengaruhi penjualan, operasional, dan keuntungan. Berikut beberapa masalah yang umum dihadapi beserta cara mengatasinya.
1. Modal Usaha Terbatas
Modal terbatas dapat menghambat pembelian peralatan dan persediaan. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, menerapkan sistem pre-order, dan membeli bahan sesuai kebutuhan.
2. Persaingan Harga Semakin Ketat
Usaha rumahan yang tergolong usaha kecil terus bertambah jumlahnya dari tahun ke tahun. Data BPS menunjukkan 306.046 total usaha kecil pada tahun 2024 dan naik ke 313.002 pada tahun 2025.
Bertambahnya jumlah pelaku usaha dapat membuat persaingan semakin ketat, terutama ketika banyak bisnis menawarkan produk serupa kepada target pelanggan yang sama.
Dalam kondisi ini, sebagian UMKM mungkin memilih menurunkan harga untuk menarik pembeli. Namun, bersaing hanya melalui harga berisiko menekan margin keuntungan. Karena itu, pelaku usaha perlu menawarkan keunggulan yang jelas, seperti kualitas produk, pelayanan, atau kemudahan pemesanan.
3. Sulit Membagi Waktu Kerja
Menjalankan usaha dari rumah dapat membuat pekerjaan bisnis bercampur dengan aktivitas pribadi. Buat jadwal produksi, tentukan jam pelayanan, dan tetapkan batas pesanan sesuai kapasitas. Dengan begitu, Anda bisa menjaga kualitas produk sekaligus mencegah pekerjaan menumpuk.
4. Keuangan Usaha Bercampur dengan Kebutuhan Pribadi
Mencampur uang pribadi dan uang usaha menyulitkan Anda mengetahui keuntungan yang sebenarnya. Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran, tetapkan anggaran operasional, serta evaluasi laba secara berkala.
Jika transaksi semakin banyak, gunakan software akuntansi seperti Kledo untuk membantu pencatatan keuangan dan memantau kondisi bisnis dengan lebih teratur.
Baca Juga: 25 Bisnis yang Laku Setiap Hari dan Dibutuhkan Banyak Orang
Kesimpulan
Memulai bisnis rumahan yang menjanjikan tidak harus membutuhkan modal besar. Anda bisa memulainya dari keterampilan yang dimiliki, memanfaatkan peralatan yang tersedia, dan memilih produk atau jasa sesuai kebutuhan pasar.
Selain penjualan, pengelolaan keuangan juga menentukan keberlangsungan bisnis. Catat setiap transaksi, pantau biaya operasional, dan evaluasi keuntungan secara berkala agar Anda dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi usaha yang sebenarnya.
Untuk membantu proses tersebut, Anda dapat menggunakan software akuntansi Kledo. Kledo membantu mencatat transaksi dan menyajikan laporan keuangan sehingga Anda lebih mudah memantau pemasukan, pengeluaran, serta keuntungan bisnis. Dengan pencatatan yang lebih teratur, Anda bisa fokus mengembangkan usaha sekaligus menjaga kesehatan keuangannya.
Coba Kledo sekarang untuk pencatatan keuangan yang lebih baik.
- 15 Ide Bisnis Rumahan yang Menjanjikan dan Patut Dicoba - 4 November 2026
- Korespondensi Bisnis: Pengertian, Jenis, Struktur, dan Contohnya - 4 November 2026
- Apa Perbedaan RFI, RFQ, dan RFP dalam Procurement? - 29 Oktober 2026
