Interest revenue atau pendapatan bunga pendapatan yang diperoleh perusahaan dari bunga atas investasi, pinjaman, atau aset keuangan lainnya.
Namun, bunga yang sudah menjadi hak perusahaan belum tentu langsung diterima dalam bentuk kas.
Kondisi ini membuat perusahaan perlu mencatat interest receivable, yaitu bunga yang sudah diperoleh tetapi belum diterima.
Lalu, bagaimana cara mencatat interest revenue dengan tepat? Simak penjelasan dan contohnya di artikel ini.
Apa Itu Interest Revenue?
Interest revenue adalah pendapatan bunga yang diperoleh perusahaan dari aktivitas atau aset keuangan yang menghasilkan bunga.
Sederhananya, ketika bisnis mendapatkan bunga dari deposito, pinjaman yang diberikan, atau instrumen keuangan tertentu, bunga tersebut dapat menjadi interest revenue.
Jadi, pendapatan ini tidak hanya diterima oleh bank atau perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan, tapi juga oleh bisnis dari berbagai sektor.
Dalam akuntansi, pendapatan bunga perlu dicatat berdasarkan periode ketika pendapatan tersebut diperoleh sesuai basis akrual, bukan hanya ketika kas diterima.
Karena itu, bisnis perlu membedakan antara pendapatan bunga yang sudah menjadi hak perusahaan dan bunga yang sudah diterima secara tunai.
Contoh interest revenue dalam bisnis
Interest revenue dapat berasal dari berbagai aktivitas, misalnya:
- Bunga deposito: Bunga yang diperoleh dari dana perusahaan yang ditempatkan pada deposito.
- Bunga pinjaman: Bunga yang perusahaan dapatkan ketika memberikan pinjaman kepada pihak lain.
- Bunga piutang: Bunga yang menjadi hak perusahaan atas transaksi piutang tertentu.
- Bunga instrumen keuangan: Imbal hasil berbasis bunga dari aset atau instrumen keuangan yang dimiliki perusahaan.
Misalnya, perusahaan menempatkan dana Rp100 juta dalam deposito dan memperoleh bunga Rp1 juta. Rp1 juta tersebut merupakan pendapatan bunga atau interest revenue bagi perusahaan.
Baca Juga: Pengertian Lengkap Pendapatan Bunga dan Cara Menjurnalnya
Kapan Bisnis Mendapatkan Interest Revenue?
Bisnis mendapatkan interest revenue ketika memiliki dana, aset, atau transaksi keuangan yang memberikan hak untuk memperoleh bunga.
Beberapa kondisi yang umum menghasilkan pendapatan bunga antara lain:
1. Perusahaan Memiliki Deposito atau Rekening Berbunga
Ketika perusahaan menyimpan dana dalam deposito atau rekening yang memberikan bunga, bunga yang diperoleh menjadi pendapatan bagi perusahaan.
Misalnya, bisnis menempatkan dana yang belum digunakan dalam deposito. Selama periode deposito tersebut menghasilkan bunga, perusahaan akan memperoleh interest revenue sesuai tingkat bunga yang berlaku.
2. Perusahaan Memberikan Pinjaman
Perusahaan juga dapat memperoleh pendapatan bunga ketika memberikan pinjaman kepada pihak lain dengan ketentuan pembayaran bunga.
Contohnya, perusahaan memberikan pinjaman Rp100 juta dengan bunga 1% per bulan.
Jika bunga satu bulan sebesar Rp1 juta, maka nilai tersebut menjadi pendapatan bunga perusahaan ketika telah menjadi hak perusahaan.
3. Perusahaan Memiliki Instrumen Keuangan yang Menghasilkan Bunga
Aset atau instrumen keuangan tertentu dapat memberikan imbal hasil berupa bunga.
Ketika perusahaan memilikinya, imbal hasil yang memenuhi kriteria sebagai pendapatan bunga perlu dicatat sesuai ketentuan akuntansi yang berlaku.
Untuk pencatatan instrumen keuangan, perhatikan karakteristik aset dan standar akuntansi yang relevan, termasuk ketentuan mengenai pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan.
4. Perusahaan Memiliki Piutang yang Menghasilkan Bunga
Dalam transaksi tertentu, piutang perusahaan dapat disertai bunga. Misalnya, perusahaan memberikan fasilitas kredit dengan ketentuan bunga tertentu.
Bunga yang menjadi hak perusahaan merupakan pendapatan bunga, sedangkan pelunasan nilai pokok piutang bukan merupakan pendapatan bunga.
Contoh Aktivitas Bisnis yang Menghasilkan Pendapatan Bunga
Misalnya, perusahaan memiliki deposito Rp200 juta yang menghasilkan bunga Rp2 juta selama satu periode. Rp2 juta tersebut dicatat sebagai pendapatan bunga, sesuai waktu pengakuannya.
Contoh lainnya, perusahaan memberikan pinjaman Rp50 juta dengan bunga 1% per bulan.
Pendapatan bunga yang diperoleh adalah: Rp50 juta × 1% = Rp500.000
Jika bunga sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum diterima, nilai tersebut tetap dapat diakui sebagai pendapatan bunga berdasarkan basis akrual dan dicatat sebagai piutang bunga sampai pembayaran diterima.
Dengan demikian, interest revenue tidak selalu berarti uang bunga sudah masuk ke rekening perusahaan. Dalam akuntansi, waktu pengakuan pendapatan dan waktu penerimaan kas dapat berbeda.
Baca Juga: Net Interest Income: Pengertian, Cara Hitung, Rumus, dan Contohnya
Bagaimana Cara Mencatat Jurnal Interest Revenue?
Pencatatan interest revenue mengikuti prinsip dasar debit dan kredit dalam akuntansi. Pendapatan bunga dicatat pada sisi kredit karena meningkatkan pendapatan perusahaan.
Akun yang menjadi debit bergantung pada kondisi transaksi. Jika bunga langsung diterima, akun Kas/Bank didebit.
Jika bunga sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum diterima, akun Piutang Bunga dapat didebit.
1. Jurnal ketika Bunga Diterima Secara Tunai
Misalnya perusahaan menerima bunga deposito sebesar Rp2 juta secara langsung ke rekening bank. Jurnalnya:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Bank | Rp2.000.000 | – |
| Pendapatan Bunga | – | Rp2.000.000 |
Jurnal tersebut menunjukkan bahwa kas perusahaan bertambah dan perusahaan memperoleh pendapatan bunga.
2. Jurnal ketika Bunga Sudah Menjadi Hak tetapi Belum Diterima
Misalnya pada akhir periode perusahaan telah memperoleh hak atas bunga Rp1 juta, tetapi pembayaran baru akan diterima bulan berikutnya.
Jurnal yang dapat digunakan:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Piutang Bunga | Rp1.000.000 | – |
| Pendapatan Bunga | – | Rp1.000.000 |
Dalam kondisi ini, perusahaan sudah mengakui interest revenue, meskipun kas belum diterima.
Ketika bunga tersebut kemudian dibayarkan, pencatatannya menjadi:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Bank | Rp1.000.000 | – |
| Piutang Bunga | – | Rp1.000.000 |
Dengan begitu, piutang bunga berkurang ketika perusahaan menerima pembayarannya.
Baca Juga: Rumus dan Cara Menghitung Beban Bunga Beserta Contoh Jurnalnya
Di Mana Interest Revenue Muncul dalam Laporan Keuangan?
Pada laporan laba rugi
Bagi bisnis umum (non-keuangan), interest revenue disajikan di bagian pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi, terpisah dari pendapatan usaha utama.
Ini karena pendapatan bunga bukan berasal dari kegiatan utama bisnis, melainkan dari pengelolaan aset keuangan.
Tapi untuk bisnis keuangan yang memang kegiatan utamanya adalah meminjamkan uang (bank, koperasi simpan pinjam perusahaan pembiayaan, atau BPR), maka interest revenue disajikan sebagai pendapatan usaha utama.
Pada neraca
Sementara itu, interest revenue akan muncul sebagai akun piutang bunga di sisi aset lancar neraca jika bunga sudah menjadi hak bisnis tetapi belum diterima secara tunai.
Pada laporan arus kas
Penerimaan kas dari bunga masuk ke bagian aktivitas operasi atau aktivitas investasi dalam laporan arus kas, tergantung kebijakan akuntansi yang diterapkan perusahaan.
Karena bisnis menggunakan accrual basis, ada kemungkinan interest revenue sudah diakui di laporan laba rugi tetapi kasnya belum masuk, sehingga kedua laporan ini bisa menunjukkan angka yang berbeda.
Baca Juga: Contoh dan Cara Membuat Jurnal Beban Bunga pada Pembukuan
Apa Dampak Interest Revenue terhadap Keuangan Bisnis?
Interest revenue dapat memberikan beberapa dampak terhadap kondisi keuangan perusahaan, terutama terhadap pendapatan, laba, aset, kas, dan analisis kinerja investasi atau aset keuangan.
1. Meningkatkan pendapatan perusahaan
Pendapatan bunga menambah jumlah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari aktivitas yang menghasilkan bunga.
Bagi bisnis yang memiliki dana atau aset keuangan produktif, interest revenue dapat menjadi sumber pendapatan tambahan di luar aktivitas operasional utama.
2. Meningkatkan Laba jika Tidak Diimbangi Beban Terkait
Selama tidak ada beban langsung yang terkait (misalnya biaya administrasi bank yang besar), interest revenue juga meningkatkan laba bersih.
Efeknya lebih terasa pada bisnis yang memiliki kas atau investasi idle dalam jumlah besar.
3. Menambah Aset ketika Pendapatan Bunga Masih Harus Diterima
Jika pendapatan bunga sudah diakui tetapi belum diterima, perusahaan memiliki piutang bunga.
Piutang tersebut termasuk aset karena perusahaan memiliki hak untuk menerima pembayaran di kemudian hari.
4. Meningkatkan Kas ketika Bunga Telah Diterima
Ketika perusahaan sudah menerima bunga, maka kas atau saldo bank perusahaan meningkat.
Dengan demikian, interest revenue yang sebelumnya hanya diakui secara akrual dapat kemudian direalisasikan dalam bentuk penerimaan kas.
5. Memengaruhi Analisis Kinerja Aset Keuangan
Pendapatan bunga juga dapat digunakan untuk menilai seberapa efektif perusahaan menghasilkan imbal hasil dari dana atau aset keuangannya.
Misalnya, perusahaan dapat membandingkan pendapatan bunga dengan nilai aset atau dana yang ditempatkan untuk melihat tingkat pengembalian yang dihasilkan.
Namun, analisis sebaiknya tidak hanya mengandalkan interest revenue, melainkan juga mempertimbangkan risiko, biaya, likuiditas, dan kinerja keseluruhan aset keuangan.
Baca Juga: Jenis Pendapatan dalam Akuntansi, Metode Pengakuan, dan Jurnalnya
Cara Mencatat Interest Revenue dengan Software Akuntansi Kledo
Untuk mencatat interest revenue dengan Kledo, cukup ikuti langkah berikut:
1 . Buka menu Kas & Bank, lalu pilih akun kas/bank yang sesuai, misalnya di sini Bank BCA:

2. Klik tab biru “Tambah Transaksi” lalu opsi “Terima Dana”

3. Isi semua data, termasuk jumlah bunga yang diterima dan deskripsinya seperti di gambar ini:

Bagaimana jika ada pajak atas pendapatan bunga tersebut? Anda juga bisa mencatatnya dengan cara yang mirip:
1. Buka menu Kas & Bank, lalu pilih akun Kas/Bank yang sama dengan langkah sebelumnya
2. Klik tab “Tambah Transaksi” lalu pilih opsi “Kirim Dana”

3. Isi nominal potongan pajak yang sesuai dengan mutasi serta tambahkan deskripsi.

Kesimpulan
Interest revenue adalah pendapatan yang diperoleh bisnis dari bunga atas deposito, pinjaman, piutang, atau aset keuangan lainnya.
Agar pendapatan bunga, piutang, kas, dan transaksi keuangan lainnya tercatat lebih rapi, bisnis membutuhkan sistem pembukuan yang mudah digunakan dan dapat membantu menghasilkan laporan keuangan secara otomatis.
Dengan software akuntansi Kledo, Anda dapat mencatat transaksi keuangan bisnis dan memantau laporan keuangan secara lebih praktis tanpa harus melakukan pencatatan secara manual.
Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah memantau kondisi keuangan dan mengambil keputusan berdasarkan data yang tersedia.
Ingin pembukuan bisnis lebih rapi dan mudah dipantau? Coba Kledo sekarang dan kelola keuangan bisnis dalam satu platform.
- Apa Itu Interest Revenue? Cara Mencatat dan Laporan Keuangan - 28 Agustus 2026
- Rekapitulasi Penjualan: Fungsi, Isi, Cara Membuat, dan Formatnya - 28 Agustus 2026
- Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya - 28 Agustus 2026
