Sebagaimana profesi lainnya, akuntan juga memiliki beberapa lembaga atau organisasi internasional, salah satunya adalah International Federation of Accountants (IFAC).
IFAC adalah organisasi yang bertujuan untuk memperkuat profesi akuntan global dan berkontribusi pada ekonomi.
Sebagai seorang akuntan atau pebisnis, mengetahui adanya lembaga internasional seperti ini akan membantu Anda memahami perkembangan dunia akuntansi dan mengembangkan pengetahuan Anda.
Artikel ini akan membahas sejarah berdirinya International Federation of Accountants (IFAC), tujuan, standar yang ditetapkan, hingga dampak mereka ke dunia akuntansi.
Sejarah dan Latar Belakang International Federation of Accountants (IFAC)
IFAC berdiri pada 7 Oktober 1977 di Munich, Jerman, pada saat berlangsungnya World Congress of Accountants ke-11.
Pendirian ini merupakan hasil kesepakatan dari organisasi akuntan di berbagai negara yang merasa perlu adanya satu wadah global untuk menyatukan standar dan praktik akuntansi.
Sebelum IFAC berdiri, profesi akuntansi di setiap negara berkembang secara mandiri tanpa koordinasi internasional yang memadai, sehingga standar, etika, dan kualitas laporan keuangan antar negara berbeda-beda.
IFAC hadir untuk menjawab tantangan tersebut di era globalisasi ekonomi.
Sekarang, IFAC memiliki lebih dari 187 anggota dan asosiasi dari lebih dari 140 negara yang mewakili lebih dari 3 juta akuntan, termasuk IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) sebagai perwakilan dari Indonesia.
Baca Juga: 15 Jenis Akuntan di Indonesia Beserta Tugasnya
Apa Tujuan International Federation of Accountants?
Tujuan IFAC dapat dijabarkan lebih rinci sebagai berikut:
- Memperkuat profesi akuntansi global dengan menetapkan standar yang seragam.
- Mendorong negara-negara untuk mengadopsi standar internasional agar pelaporan keuangan lebih mudah diperbandingkan lintas negara.
- Membangun komunikasi rutin di antara anggota IFAC dan organisasi terkait lainnya, terutama melalui buletin IFAC
- Menyelenggarakan kongres akuntan internasional sekitar setiap lima tahun sekali
- Mengorganisasi dan mendorong pertukaran informasi teknis, materi pendidikan, publikasi profesional, dan literatur lainnya yang berasal dari badan anggota
- Menentukan persyaratan serta mengembangkan program pendidikan dan pelatihan profesional bagi akuntan
- Mengevaluasi, mengembangkan, dan melaporkan teknik serta prosedur manajemen keuangan dan manajemen lainnya
- Melakukan studi lain yang bernilai bagi akuntan, seperti kemungkinan studi mengenai tanggung jawab hukum auditor
Baca Juga: 10 Kursus Akuntansi Online yang Cocok bagi Calon Akuntan
Apa Saja Dampak International Federation of Accountants (IFAC)?

International Federation of Accountants mungkin tidak begitu dikenal luas, tetapi memiliki dampak besar terhadap sistem keuangan global, seperti:
- Membantu membentuk tata cara penyusunan dan audit informasi keuangan dengan menciptakan dan mempromosikan standar internasional.
- Menetapkan standar akuntansi yang mendorong konsistensi laporan keuangan di seluruh dunia. Standar ini membantu mengurangi perbedaan dalam akuntansi, audit, dan etika di berbagai negara, sehingga laporan keuangan menjadi lebih mudah dibandingkan secara internasional.
- Membantu membangun kepercayaan di pasar dengan mendorong audit berkualitas tinggi dan penerapan etika yang kuat.
- Di sektor publik, IFAC berperan dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pemerintah.
- Dengan adanya standar internasional yang seragam, akuntan dapat bekerja lebih mudah di berbagai negara. Hal ini membantu organisasi menjaga konsistensi praktik keuangan mereka di mana pun mereka beroperasi.
- Memberikan panduan dan dukungan kepada akuntan profesional, membantu semua pihak merespons risiko baru, perubahan regulasi, dan tantangan ekonomi secara konsisten. Hal ini turut menjaga stabilitas sistem keuangan di seluruh dunia.
Baca Juga: Yuk Kenali 18 Bidang Akuntansi yang Harus Anda Ketahui
Standar Akuntansi yang Dihasilkan International Federation of Accountants (IFAC)

International Federation of Accountants (IFAC) tidak langsung menerbitkan standar teknis, tetapi melalui badan-badan independen di bawahnya.
Standar yang mereka hasilkan mencakup:
1. Standar Audit & Assurance (IAASB)
International Auditing and Assurance Standards Board adalah salah satu lembaga penetap standar yang beroperasi di bawah pengawasan IFAC.
Mereka menetapkan standar akuntansi seperti:
- ISA (International Standards on Auditing): Standar terkait audit laporan keuangan. Misalnya:
- ISA 240: Tanggung jawab terkait fraud
- ISA 300: Perencanaan audit
- ISRE (International Standards on Review Engagements): Menyediakan kerangka kerja untuk memberikan jaminan terbatas atas informasi keuangan, yang sering digunakan oleh usaha kecil dan menengah (UKM)
- ISAE (International Standard on Assurance Engagements): Kerangka kerja untuk audit non-keuangan yang tujuannya untuk memverifikasi keamanan informasi, keberlanjutan, dan pengendalian internal, serta memberikan laporan penjaminan yang wajar atau terbatas untuk meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan.
- ISRS (International Standard on Related Services): Menetapkan standar dan tanggung jawab auditor profesional untuk melaksanakan prosedur yang disepakati terkait informasi keuangan.
2. Kode Etik Profesi (IESBA Code)
Standar ini diterbitkan oleh International Ethics Standards Board for Accountants, yang menetapkan etika perilaku dalam bisnis, organisasi, dan publik dalam konteks finansial maupun non finansial.
Kode etik ini memiliki 5 prinsip dasar:
- Integritas
- Objektivitas
- Kompetensi profesional & kehati-hatian
- Kerahasiaan
- Perilaku profesional
Misalnya, kode etik ini mengatur bagaimana akuntan harus bereaksi dalam menghadapi tantangan seperti kepentingan pribadi atau hubungan yang terlalu dekat dengan klien. Kode etik ini juga menyiapkan langkah mitigasinya.
Dampaknya adalah menjaga independensi auditor dan menjaga kepercayaan publik terhadap profesi akuntan
3. Standar Sektor Publik (IPSAS)
International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) adalah standar akuntansi berkualitas tinggi yang bertujuan untuk memfasilitasi pelaporan keuangan yang kredibel, berkualitas tinggi, transparan, dan memungkinkan pengguna untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah dan entitas sektor publik lainnya.
Standar ini berguna untuk:
- Pemerintah pusat & daerah
- Lembaga publik
- Organisasi internasional
Dampak standar ini adalah:
- Meningkatkan transparansi APBN/APBD
- Memudahkan perbandingan antar negara
- Mendukung good governance
4. Standar Pendidikan Akuntan (IES)
The International Education Standards (IES) yang dikeluarkan oleh IFAC, menetapkan prinsip-prinsip yang harus diikuti oleh organisasi akuntansi profesional untuk membangun profesi akuntansi nasional yang sepenuhnya mampu memenuhi tuntutan kompleks yang diberikan oleh perekonomian dan masyarakat.
Mereka mengatur keterampilan teknis dan profesional seperti apa yang harus akuntan miliki.
Dampaknya, kualitas akuntan global bisa setara dan mendukung mobilitas karir antar negara.
Baca Juga: Akuntansi Sektor Publik: Tujuan, Ruang Lingkup, dan Karakteristiknya
Apa Saja Lembaga Akuntansi Internasional Selain IFAC?

Berikut penjelasan lengkap berbagai lembaga akuntansi internasional yang serupa atau berkaitan dengan IFAC:
Lembaga global setara dengan IFAC
- AICPA (American Institute of Certified Public Accountants): Organisasi profesi akuntan terbesar di Amerika Serikat yang berdiri sejak 1887. AICPA bergabung dengan CIMA membentuk The Association of International Certified Professional Accountants, yang mewakili 657.000 anggota dan mahasiswa di bidang akuntansi publik dan manajemen. AICPA juga menerbitkan standar audit untuk perusahaan non-publik di AS.
- CIMA (Chartered Institute of Management Accountants): Lembaga akuntansi berbasis di Inggris untuk akuntan manajemen. Fokusnya adalah akuntansi untuk keperluan internal bisnis (bukan laporan keuangan publik), seperti penganggaran, analisis biaya, dan pengambilan keputusan strategis.
- ICAEW (Institute of Chartered Accountants in England and Wales): Salah satu lembaga akuntansi tertua dan paling bergengsi di dunia (berdiri 1880). Menerbitkan gelar ACA dan aktif dalam pengembangan standar akuntansi internasional.
- IVSC (International Valuation Standards Council): IVSC adalah organisasi yang terdiri dari 200 organisasi anggota dari seluruh dunia. IVSC bekerja sama erat dengan IFAC dan IASB, dan telah menerbitkan International Valuation Standards (IVS) sejak tahun 1985. Fokusnya pada standar penilaian aset (properti, bisnis, instrumen keuangan).
Lembaga Regional
- AFA (ASEAN Federation of Accountants): AFA adalah organisasi payung bagi badan akuntansi nasional dari sepuluh negara anggota ASEAN. Indonesia (melalui IAI) adalah anggotanya.
- PAFA (Pan African Federation of Accountants): PAFA adalah organisasi yang mewakili badan akuntansi profesional di Afrika. Tujuannya memperkuat profesi akuntansi di seluruh benua Afrika dan mendorong adopsi standar internasional.
- ABWA (Association of Accountancy Bodies of West Africa): ABWA adalah federasi badan akuntansi di kawasan Afrika Barat. Berfokus pada pengembangan profesi akuntan di negara-negara Afrika Barat seperti Nigeria, Ghana, dan Senegal.
- Accountancy Europe: Organisasi yang mewakili akuntan dan auditor di seluruh Eropa. Anggotanya terdiri dari badan akuntansi dari negara-negara Uni Eropa. Berperan aktif dalam kebijakan keuangan dan standar pelaporan di tingkat Eropa.
- AIC (Asociación Interamericana de Contabilidad): AIC adalah asosiasi organisasi profesi nasional untuk akuntan dari seluruh benua Amerika. Menghubungkan profesi akuntansi dari Amerika Utara, Tengah, hingga Selatan.
- AFAA (Arab Federation of Accountants and Auditors): AFAA adalah organisasi untuk akuntan dan auditor di seluruh negara Arab. Mendorong pengembangan dan harmonisasi standar akuntansi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
- EICPA (Eurasian Institute of Certified Public Accountants): EICPA adalah organisasi yang menyatukan lembaga CPA nasional di kawasan Eurasia.
Baca Juga: Apa itu FASB? Memahami Fungsinya dalam Dunia Akuntansi
Kesimpulan
International Federation of Accountants (IFAC) adalah salah satu lembaga akuntansi internasional yang bertujuan meningkatkan kompetensi akuntan dan menetapkan standar akuntansi untuk mempermudah audit dan meningkatkan kepercayaan terhadap akuntansi.
Selain IFAC, ada juga lembaga akuntansi lainnya seperti AICPA, EICPA, AFA, dan IAI jika di Indonesia.
Standar-standar yang ditetapkan lembaga-lembaga ini membantu memastikan bahwa setiap laporan keuangan disusun secara konsisten, transparan, dan dapat dipercaya.
Untuk menerapkan akuntansi yang sudah terstandar, gunakan software akuntansi Kledo yang mampu membantu pelaku usaha dapat mencatat transaksi secara otomatis, menyusun laporan keuangan dengan lebih akurat, serta meminimalisir kesalahan pencatatan manual.
Klik tautan ini untuk mencoba Kledo dan mempermudah akuntansi bisnis Anda.
- 20 Peluang Bisnis Era AI yang Menguntungkan & Minim Modal - 11 Mei 2026
- Apa Akuntan Masih Relevan di Era Digital dan AI? Ini Jawabannya - 11 Mei 2026
- 10 Cara Menjadi Solopreneur Sukses & Ide Bisnisnya - 11 Mei 2026
