Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang dan Tahap Membuatnya

laporan arus kas perusahaan dagang banner

Dalam pengelolaan keuangan dan akuntansi pada perusahaan dagang, mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kesehatan keuangan perusahaan sangatlah penting, termasuk memahami cara membuat laporan arus kas.

Namun seperti yang kita tahu, menguraikan seluk-beluk laporan keuangan bisa menjadi tugas yang memakan waktu, terlebih untuk orang awam. Di antara laporan-laporan keuangan dalam perusahaan dagang, laporan arus kas menonjol sebagai bagian penting dari pengelolaan keuangan bisnis.

Dalam artikel komprehensif ini, kami akan menjelaskan secara mendalam tentang cara membuat dan contoh laporan arus kas perusahaan dagang.

Disini, kami akan menjelaskan tujuan membuat laporan arus kas, menelaskan komponen-komponennya, memberikan wawasan tentang cara membacanya secara efektif, dan bahkan memandu Anda tentang cara menyiapkannya.

Jadi, baca terus artikel ini sampai selesai

Apa itu Laporan Arus Kas?

Sebelum mengetahui contoh laporan arus kas dalam perusahaan dagang, penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang apa sebenarnya laporan arus kas.

Pada dasarnya, dalam jenis bisnis apapun, laporan arus kas adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran menyeluruh tentang arus kas masuk dan keluar perusahaan selama periode tertentu.

Laporan ini sangat penting dalam hal memfasilitasi proyeksi kas, yang pada gilirannya memungkinkan perencanaan jangka pendek yang efektif.

Wawasan yang diperoleh dari laporan arus kas memainkan peran penting dalam membantu proses pengambilan keputusan manajemen, yang memungkinkan pengaturan operasi bisnis berdasarkan penilaian yang terinformasi dengan baik.

Pada umumnya, perusahaan dagang berusaha untuk mencapai arus kas yang positif untuk bisnis mereka.

Baca juga: Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Manufaktur dan Tips Mengelolanya

Banner 3 kledo

Tujuan Laporan Arus Kas dalam Perusahaan Dagang

Laporan arus kas memiliki peran penting dalam memberikan informasi keuangan yang komprehensif tentang likuiditas dan manajemen kas perusahaan.

Laporan ini berbeda dari laporan laba rugi dan neraca tradisional karena berfokus secara khusus pada pergerakan kas dalam periode tertentu, biasanya satu tahun fiskal.

Tujuan utama laporan arus kas adalah untuk menjelaskan bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan sumber daya kasnya, memberikan wawasan yang berharga tentang kesehatan keuangan dan efisiensi operasionalnya.

Berikut adalah beberapa tujuan laporan arus kas dalam perusahaan dagang yang harus Anda tahu:

Menilai likuiditas

Laporan arus kas memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, memberikan informasi penting tentang stabilitas keuangan.

Memahami arus kas masuk

Dengan mengelompokkan arus kas masuk ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, laporan arus kas memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana perusahaan menghasilkan kas.

Baca juga: Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Jasa dan Cara Membuatnya

Menganalisis pemanfaatan kas

Laporan arus kas merinci bagaimana perusahaan menggunakan sumber daya kasnya, sehingga memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi efisiensi manajemen kas dan peluang pertumbuhan potensial.

Mengidentifikasi tren keuangan

Dengan membandingkan laporan arus kas dari waktu ke waktu, para pemangku kepentingan dapat mengidentifikasi tren dan pola dalam dinamika arus kas perusahaan, sehingga dapat menilai kinerja dan stabilitas keuangan.

Memfasilitasi pengambilan keputusan

Laporan arus kas memberikan informasi berharga untuk pengambilan keputusan, memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi dampak keuangan dari investasi potensial, keputusan pembiayaan, dan inisiatif strategis.

Baca juga: Spend Management: Manfaat, Tahapan, dan Strategi Mengelolanya

Bagaimana Cara Menyiapkan Laporan Arus Kas dalam Perusahaan Dagang?

laporan arus kas perusahaan dagang 3

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menyiapkan laporan arus kas:

Tentukan periode pelaporan

Langkah pertama adalah menentukan periode waktu yang akan Anda gunakan untuk menyiapkan laporan arus kas. Periode ini bisa satu kuartal, satu tahun, atau periode lain yang relevan untuk bisnis Anda.

Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan arus kas masuk dan keluar
Selanjutnya, Anda perlu mengidentifikasi semua arus kas masuk dan keluar yang terjadi selama periode pelaporan.

Hal ini termasuk kas yang diterima dari penjualan, pembayaran kepada pemasok dan karyawan, bunga yang diterima atau dibayarkan, pajak yang dibayarkan, dan transaksi tunai lainnya yang terjadi.

Hitung arus kas bersih untuk setiap kategori

Setelah mengklasifikasikan arus kas, Anda perlu menghitung arus kas bersih untuk setiap kategori dengan mengurangkan arus kas keluar dari arus kas masuk.

Baca juga: 8 Masalah Dalam Pengelolaan Arus Kas dan 4 Cara Mengatasinya

Hitung total kenaikan atau penurunan bersih dalam kas

Setelah Anda menghitung arus kas bersih untuk setiap kategori, Anda perlu menjumlahkannya untuk mendapatkan total kenaikan atau penurunan kas bersih untuk periode pelaporan.

Menyesuaikan untuk item non-kas

Terakhir, Anda mungkin perlu melakukan penyesuaian untuk item non-kas yang dapat memengaruhi laporan.

Misalnya, jika Anda menjual aset jangka panjang selama periode pelaporan, Anda perlu menyesuaikan keuntungan atau kerugian dari penjualan tersebut, karena hal ini tidak termasuk dalam arus kas masuk atau keluar.

Baca juga: 3 Komponen dalam Laporan Arus Kas: Pembahasan Lengkap

Contoh Laporan Arus Kas dalam Perusahaan Dagang

laporan arus kas perusahaan dagang 2

Untuk benar-benar memahami laporan arus kas, mari kita lihat contoh praktis yang melibatkan PT ABC, sebuah perusahaan dagnag yang berspesialisasi dalam pakaian dan aksesori.

Dengan pendapatan yang konsisten dalam bisnis mereka, perusahaan ini bertujuan untuk memperluas operasinya dengan mendirikan toko-toko baru di berbagai lokasi.

Untuk mengevaluasi kelayakan finansial dan kesehatan keseluruhan dari rencana ekspansi ini, tim manajemen PT ABC. melakukan analisis arus kas secara menyeluruh dengan menggunakan laporan arus kas.

Sekarang, mari kita uraikan laporan arus kas untuk PT ABC sesuai tahun fiskal:

Laporan Arus Kas PT ABC
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2024

Aktivitas Operasi
Arus kas masuk dari penjualan10.000.000.000
Arus kas keluar untuk biaya operasional (misalnya gaji, sewa, peralatan)(4.000.000.000)
Arus kas bersih dari aktivitas operasional6.000.000.000
Aktivitas Investasi
Arus kas keluar untuk akuisisi toko di lokasi baru(2.500.000.000)
Arus kas masuk dari penjualan toko di lokasi lama500.000.000
Arus kas bersih dari aktivitas investasi(2.000.000.000)
Aktivitas Pendanaan
Arus kas masuk dari pinjaman dan jalur kredit2.500.000.000
Arus kas keluar untuk pembayaran pinjaman(500.000.000)
Arus kas keluar untuk pembayaran dividen(500.000.000)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan1.500.000.000
Perubahan Bersih Kas (Jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan)5.500.000.000
Kas Awal Tahun1.500.000.000
Kas Akhir Tahun (Kas awal tahun + Perubahan kas bersih)7.000.000.000

Baca juga: Contoh Jurnal Umum Perusahaan Dagang dan Cara Membuatnya

Sekarang, mari kita analisis laporan arus kas dan implikasinya:

Penilaian likuiditas

Perubahan bersih kas yang positif menunjukkan bahwa PT ABC telah menghasilkan kas dalam jumlah yang signifikan sepanjang tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki posisi likuiditas yang sehat, yang sangat penting untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan mendanai inisiatif pertumbuhan di masa depan.

Wawasan menghasilkan kas

Arus kas masuk dari penjualan sebesar 10.000.000.000 mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dari operasi perdagangan intinya.

Informasi ini meyakinkan para pemangku kepentingan bahwa PT ABC memiliki model bisnis yang menguntungkan.

Analisis pemanfaatan kas

Arus kas keluar untuk biaya operasional sebesar 6.000.000.000 menunjukkan bahwa perusahaan telah mengelola biaya sehari-hari secara efektif.

Selain itu, arus kas keluar untuk mengakuisisi lokasi toko baru menunjukkan komitmen perusahaan untuk ekspansi dan investasi dalam aset jangka panjang.

Baca juga: Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Retail dan Komponennya

Identifikasi tren keuangan

Dengan membandingkan laporan arus kas dengan laporan tahun-tahun sebelumnya, para pemangku kepentingan dapat mengidentifikasi tren dan pola.

Misalnya, jika perubahan bersih kas secara konsisten meningkat selama bertahun-tahun, hal ini menandakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan stabilitas keuangan.

Baca juga: Contoh Buku Besar Perusahaan Dagang dan Templatenya

Fasilitasi pengambilan keputusan

Analisis arus kas membantu manajemen PT ABC mengambil keputusan yang tepat. Misalnya, mereka dapat mengevaluasi apakah kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi cukup untuk menutupi arus kas keluar dari aktivitas investasi dan pendanaan.

Analisis ini juga membantu dalam menilai kelayakan pembukaan lokasi toko baru, karena memberikan wawasan tentang kemampuan perusahaan untuk mendanai rencana ekspansi tanpa mengorbankan likuiditas.

Cara Membaca Laporan Arus Kas dalam Perusahaan Dagang

laporan arus kas perusahaan dagang 1

Laporan arus kas dalam perusahaan dagang mengikuti struktur dan format tertentu untuk menyajikan arus kas masuk dan keluar perusahaan secara efektif.

Memahami struktur ini sangat penting untuk menginterpretasikan informasi secara akurat dan mendapatkan wawasan tentang posisi keuangan perusahaan.

Komponen laporan arus kaas

Laporan arus kas terdiri dari tiga bagian utama: aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

Bagian-bagian ini memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan kas dalam operasi, investasi, dan aktivitas keuangan sehari-hari.

Kegiatan operasi:

Aktivitas operasi adalah arus kas masuk dan arus keluar yang berkaitan dengan operasi inti perusahaan, seperti penerimaan kas dari pelanggan dan pembayaran kepada pemasok.

Mereka mempunyai dampak yang signifikan terhadap arus kas perusahaan secara keseluruhan.

Contoh kegiatan operasi:

  • Uang yang diterima dari penjualan barang atau jasa.
  • Uang dibayarkan kepada pemasok untuk persediaan atau bahan mentah.
  • Uang dibayarkan kepada karyawan sebagai upah atau gaji.
  • Uang dibayarkan untuk bunga pinjaman atau diterima sebagai pendapatan bunga.

Dampak terhadap arus kas:

Arus kas operasional yang positif menandakan keuangan yang sehat, karena operasi inti menghasilkan lebih banyak kas daripada yang digunakan.

Arus kas operasi yang negatif mungkin mengindikasikan adanya masalah, seperti penurunan penjualan atau pengelolaan modal kerja yang tidak efisien.

Aktivitas investasi:

Aktivitas investasi melibatkan arus kas yang berkaitan dengan aset dan investasi jangka panjang, seperti properti, pabrik, dan peralatan, serta saham atau obligasi.

Contoh kegiatan investasi:

  • Uang yang dibayarkan untuk pembelian peralatan atau mesin baru
  • Uang yang yang diterima dari penjualan properti atau investasi
  • Uang yang digunakan untuk akuisisi perusahaan lain
  • Uang yang yang diterima dari pembayaran kembali pinjaman yang diberikan kepada orang lain

Dampak terhadap arus kas:

Aktivitas investasi dapat berdampak signifikan terhadap arus kas perusahaan. Membeli aset mengurangi uang tunai, sementara menjualnya meningkatkan cadangan uang tunai.

Kegiatan pendanaan:

Aktivitas pendanaan berkaitan dengan memperoleh atau membayar kembali dana untuk operasi dan pertumbuhan.

Diantaranya adalah penerimaan uang dari dari penerbitan atau peminjaman dana dan pembayaran pelunasan utang atau pembagian dividen.

Contoh kegiatan pendanaan:

  • Uang yang yang diterima dari penerbitan saham baru.
  • Uang yang diterima dari peminjaman melalui pinjaman atau penerbitan obligasi.
  • Uang yang dibayarkan untuk pembayaran kembali pinjaman atau obligasi.
  • Uang yang dibayarkan sebagai dividen kepada pemegang saham.

Dampak terhadap arus kas

Aktivitas pendanaan mempengaruhi posisi kas perusahaan secara signifikan.

Arus masuk menyediakan modal, sedangkan arus keluar mengurangi uang tunai. Menganalisisnya mengevaluasi ketergantungan pada pendanaan eksternal dan komitmen kepada pemegang saham.

Baca juga: Cara Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Dagang dan Contohnya

Penyusunan Laporan Arus Kas dalam Perusahaan Dagang

Sekarang setelah Anda mengetahui contoh dan mempelajari cara membaca laporan arus kas, mari kita pelajari proses pembuatannya. Ada beberapa langkah penting yang harus diikuti.

Pertama, kumpulkan informasi keuangan yang diperlukan, termasuk laporan laba rugi, neraca, dan dokumen pendukung.

Selanjutnya, klasifikasikan setiap item arus kas ke dalam salah satu dari tiga bagian: aktivitas operasi, aktivitas investasi, atau aktivitas pendanaan.

Dalam proses persiapan, ketelitian adalah hal yang terpenting. Penting untuk memastikan bahwa setiap item arus kas diklasifikasikan dengan benar untuk memberikan gambaran yang tepat tentang sumber dan penggunaan arus kas perusahaan.

Arus kas metode langsung dan tidak langsung

Ada dua metode yang biasa digunakan untuk menyusun laporan arus kas: metode langsung dan metode tidak langsung.

Metode langsung:

Metode langsung melibatkan pelaporan langsung arus kas masuk dan arus keluar dari aktivitas operasi, seperti kas yang diterima dari pelanggan dan kas yang dibayarkan kepada pemasok.

Meskipun metode langsung memberikan transparansi lebih besar, metode ini memerlukan informasi transaksional yang terperinci, sehingga lebih memakan waktu untuk diterapkan.

Baca juga: COA Perusahaan Dagang: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

Metode tidak langsung:

Metode tidak langsung dimulai dengan laba bersih dari laporan laba rugi dan melakukan penyesuaian untuk mengubahnya dari basis akrual menjadi basis kas.

Ini menambah atau mengurangi item non-kas, seperti penyusutan, perubahan persediaan, dan piutang, untuk mendapatkan arus kas dari aktivitas operasi.

Metode tidak langsung lebih umum digunakan karena tidak terlalu rumit dan bergantung pada laporan keuangan yang tersedia.

Baca juga: Contoh Laporan Arus Kas Tidak Langsung dan Cara Membuatnya

Kesimpulan

Singkatnya, laporan arus kas dalam perusahaan dagang adalah laporan keuangan yang menunjukkan arus kas masuk dan keluar, dan merupakan alat penting untuk memahami kesehatan keuangan perusahaan dan membuat keputusan investasi yang tepat.

Laporan ini membantu dunia usaha memantau kesehatan keuangan mereka, memperkirakan arus kas masa depan, dan membuat keputusan investasi yang tepat.

Tujuannya adalah untuk memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan arus keluar perusahaan, membantu menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas, memperkirakan arus kas masa depan, membantu dalam pengambilan keputusan investasi, dan membantu perencanaan dan penganggaran keuangan.

Membuat laporan arus kas secara manual sangat memakan waktu dan rentan kesalahan. Sebagai solusi, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur pembuatan laporan keuangan lengkap seperti Kledo.

Kledo adalah software akuntansi online buatan Indonesia yang sudah digunakan oleh lebih dari 75 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis di Indonesia.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari atau selamanya melalui tautan ini.

Annisa Herawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − three =