Mengenal Ambient Marketing, Strategi Promosi Kreatif yang Unik

ambient marketing banner

Ambient marketing adalah teknik pemasaran kreatif yang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media untuk menyampaikan pesan brand. Jadi, ini adalah jenis pemasaran yang terjadi secara tradisional atau offline.

Dengan beriklan di lingkungan sekitar, Anda bisa menciptakan pengalaman yang mengejutkan, menarik perhatian, dan membuat brand lebih mudah diingat. Apalagi, penelitian menyebutkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kualitas iklan tradisional lebih baik daripada iklan digital.

Ambient marketing adalah cara untuk tampil yang berbeda di tengah banyaknya pesan pemasaran yang bersaing untuk mendapatkan perhatian audiens.

Jika Anda adalah seorang pengiklan yang ingin menangkap perhatian orang-orang di jalanan, maka ambient marketing bisa menjadi kunci kesuksesan Anda. Bagaimana bisa? Simak artikel ini untuk penjelasan lengkapnya!

Apa itu Ambient Marketing?

Ambient marketing adalah bentuk strategi pemasaran yang memanfaatkan elemen lingkungan fisik sehari-hari sebagai media untuk menyampaikan pesan merek secara kreatif. Contoh elemennya adalah bangku taman, lantai, jalan, tangga, halte, atau fasilitas publik lain yang sering dijumpai audiens.

Misalnya, ada coffee shop yang membuat desain kreatif pada bangku di area publik yang menyerupai cangkir kopi, lengkap dengan identitas mereknya. Orang yang melewati bangku tersebut mungkin berhenti untuk memperhatikan, memotretnya, atau membagikannya di media sosial.

Dengan cara ini, iklan terasa menyatu dengan lingkungan dan berbeda dari iklan lainnya. Pengiklan biasanya memilih strategi kreatif ini untuk membentuk koneksi yang lebih kuat dan lebih awet dengan konsumen.

Karena jenis publisitasnya yang unik dan tidak terduga ini, maka ambient marketing pun termasuk ke dalam guerilla marketing (pemasaran yang menggunakan taktik yang tidak konvensional).

kledo banner 2

Baca Juga: Experiential Marketing: Pengertian, Manfaat, Jenis dan Cara Membuatnya

Asal-Usul Istilah Ambient Marketing

Istilah ambient dalam konteks periklanan mulai digunakan pada 1996 oleh Concord Advertising, agensi periklanan luar ruang asal Inggris.

Gagasan ini muncul karena ada klien yang meminta pendekatan iklan yang lebih kreatif dan berbeda dari media konvensional. Saat itu, persaingan iklan sangatlah ketat, sehingga brand membutuhkan cara baru untuk menarik perhatian audiens.

Concord Advertising menggunakan istilah ambient untuk mengelompokkan berbagai peluang periklanan nonkonvensional di luar rumah. Pendekatan ini kemudian berkembang melalui pemanfaatan lokasi dan benda sehari-hari sebagai media promosi. Istilah ambient media juga mulai banyak dibahas dalam publikasi industri periklanan pada akhir 1990-an.

Seiring perkembangannya, ambient marketing tidak lagi sekadar menempatkan iklan di lokasi yang tidak biasa. Strategi ini juga menekankan hubungan antara pesan brand, lingkungan, dan pengalaman audiens.

Baca Juga: Apa itu Holistic Marketing? Cara Menerapkan dan Contohnya

Bagaimana Cara Kerja Ambient Marketing?

Ambient marketing bekerja dengan menempatkan pesan brand di lingkungan yang tidak terduga agar audiens lebih tertarik untuk memperhatikannya. Strategi ini bisa efektif tergantung dari kreativitas pesan, konteks lokasi, dan pengalaman orang yang melihatnya.

Alurnya dimulai ketika audiens menemukan iklan di tempat yang tidak biasa. Misalnya, mereka melihat promosi restoran pada desain tangga yang menyerupai susunan makanan.

Karena berbeda dari tampilan lingkungan di sekitarnya, iklan tersebut dapat memicu efek kejutan dan membuat mereka berhenti sejenak untuk memperhatikan.

Perhatian tersebut adalah peluang bagi brand untuk menyampaikan pesan yang berkesan.

Jika desainnya mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan audiens, pengalaman tersebut dapat membantu memperkuat brand di ingatan mereka. Tapi jika desainnya membingungkan atau tidak sesuai konteks, maka risikonya adalah pesan tersebut gagal tersampaikan.

Baca Juga: Grassroot Marketing: Pengertian, Cara Memulai, dan Contoh

Prinsip Psikologi di Balik Ambient Marketing

Ambient marketing dapat dipahami melalui dua konsep psikologi yang membantu menjelaskan mengapa iklan yang tidak biasa berpotensi menarik perhatian: Von Restorff effect dan pattern interrupt.

1. Von Restorff Effect

Dalam Von Restorff Effect—A Psychological Impact of the Customers, Von Restorff effect (efek isolasi) adalah fenomena ketika suatu objek yang menonjol dan berbeda dari hal-hal di sekitarnya lebih mudah diingat.

Misalnya, jika Anda membuat to-do-list, lalu tugas yang di-higlight dengan warna hijau terang cenderung lebih mudah diingat daripada kata-kata lain yang berwarna hitam.

Dalam ambient marketing, prinsip ini dapat diterapkan dengan membuat iklan yang kontras dengan lingkungan tanpa mengorbankan kejelasan pesan.

2. Pattern Interrupt

Pattern interrupt adalah pendekatan untuk memutus pola perhatian atau kebiasaan yang sedang berlangsung melalui rangsangan yang tidak terduga. Istilah ini digunakan dalam berbagai konteks dan tidak merujuk pada satu mekanisme psikologis yang selalu menghasilkan respons tertentu.

Dalam ambient marketing, pendekatan ini dapat diterapkan dengan menghadirkan iklan yang mengubah cara audiens memandang objek sehari-hari. .

Kuncinya adalah menciptakan kejutan yang relevan dengan pesan brand. Jika hanya mengejutkan saja tanpa menyampaikan informasi yang jelas, kampanye mungkin bisa menarik perhatian, tapi gagal membuat orang mengasosiasikannya dengan brand.

Baca juga: Internal Marketing: Pengertian dan Cara Menyusunnya

Apa Saja Jenis-Jenis Ambient Marketing?

Ambient marketing terdiri dari beberapa jenis yang bisa dibedakan berdasarkan lokasi, objek media, dan cara iklan berinteraksi dengan lingkungan.

Berikut beberapa bentuk ambient marketing berdasarkan media dan penerapannya.

Jenis Definisi dan contoh
Ambient marketing berbasis fasilitas publik Memanfaatkan fasilitas yang digunakan sehari-hari sebagai media iklan. Contohnya, bangku taman yang didesain menyerupai produk minuman.
Ambient marketing berbasis transportasi Menempatkan pesan kreatif pada kendaraan atau area transportasi. Contohnya, iklan produk pembersih pada bagian luar bus dengan visual yang menyatu dengan bentuk kendaraan.
Ambient marketing berbasis arsitektur Memanfaatkan bentuk atau struktur bangunan untuk menciptakan iklan yang tidak biasa. Contohnya, tangga pusat perbelanjaan yang dihias menyerupai tumpukan produk.
Ambient marketing berbasis objek sehari-hari Mengubah benda yang biasa dijumpai menjadi media promosi. Contohnya, pegangan troli belanja yang didesain menyerupai kemasan produk.
Ambient marketing berbasis ilusi visual Menggunakan manipulasi visual untuk membuat objek atau lingkungan tampak berbeda dari biasanya. Contohnya, gambar tiga dimensi di lantai yang membuat produk terlihat seolah-olah muncul dari permukaan.

Sebenarnya dalam penerapannya, satu kampanye dapat menggabungkan beberapa jenis sekaligus. Jadi, pilihlah media berdasarkan karakter audiens, relevansi lokasi, izin penggunaan tempat, dan anggaran kampanye.

Baca Juga: Digital Branding: Pembahasan Lengkap dan Strateginya untuk Bisnis Anda

Apa Manfaat Ambient Marketing untuk Bisnis?

ambient marketing 1

Ambient marketing membantu bisnis menarik perhatian melalui media dan lokasi yang tidak biasa. Jika dirancang sesuai karakter audiens, strategi ini dapat membantu memperkenalkan brand kepada publik, memperluas jangkauan promosi, dan membuka peluang interaksi tanpa selalu mengandalkan iklan biasa.

1. Meningkatkan Brand Awareness

Ambient marketing dapat meningkatkan brand awareness dengan menghadirkan pesan brand yang berbeda. Efek kejutannya membantu memperkuat brand di ingatan masyarakat.

2. Menjangkau Audiens di Tempat yang Tidak Terduga

Ambient marketing memanfaatkan tempat-tempat yang sering dijumpai audiens, seperti halte, pusat perbelanjaan, kendaraan, atau fasilitas publik. Tidak seperti iklan brosur, papan reklame, spanduk, dan poster yang berdiri sendiri, iklan ambient mengintegrasikan pesan ke dalam lingkungan sehari-hari.

3. Menjembatani Dunia Offline dan Online

Kampanye ambient yang unik dapat mendorong audiens mengambil foto atau video untuk dibagikan di media sosial. Konten tersebut berpotensi menjadi user-generated content (UGC) yang memperluas jangkauan kampanye secara organik.

Namun, tidak semua UGC tentunya akan menjadi viral, karena semua itu tergantung pada kemauan audiens dan apakah iklan tersebut sesuai dengan lingkungannya.

4. Memiliki Potensi Biaya Lebih Efisien

Biasanya, iklan ambient cenderung lebih murah karena penerapannya membutuhkan ide kreatif untuk memanfaatkan media yang sudah ada.

Tapi, biaya iklan ambient ini juga bisa meningkat tergantung desain, perizinan, pemasangan, dan pemeliharaannya juga.

5. Mudah Diingat

Iklan televisi, iklan media sosial, billboard, hingga iklan majalah, konsumen sudah biasa melihatnya. Jadi, memasang iklan-iklan di sini tidak lagi mudah membuat mereka merasa ‘wah’.

Namun, iklan ambient memungkinkan orang melihat merek Anda dari sisi yang benar-benar baru. Kampanye ini membangkitkan emosi yang kuat, sehingga konsumen dapat dengan mudah mengingat suatu merek.

Baca Juga: Jenis Teknik Marketing Berdasarkan Jenis Bisnis dan Tips Melakukannya

Contoh Media Ambient Marketing

Beberapa contoh kreatif media ikan ambient meliputi:

Stiker

Jenis pemasaran ambient yang umum dan murah adalah menggunakan stiker. Meski murah, tapi stiker dapat membantu menciptakan kesadaran merek.

Misalnya, Anda dapat menempelkan logo mereka di tempat-tempat yang tidak biasa seperti di halte bus atau di pegangan kereta belanja di toko kelontong lokal.

Contoh lainnya yang lebih rumit adalah menciptakan ilusi optik yang menarik.

Misalnya, pada tahun 2006, Folgers coffee menggunakan stiker yang terlihat seperti cangkir kopi mengepul di atas tutup lubang got. Meski menarik secara visual, tapi banyak kritik terhadap iklan ini karena membuat masyarakat jadi mengasosiasikan aroma kopi dengan aroma got yang kurang sedap.

folgers coffee ambient marketing

Instalasi

Instalasi biasanya berupa karya seni besar yang dipasang ke suatu lingkungan untuk menarik perhatian dari masyarakat yang lewat.

Lokasi ini sering kali berada di area yang ramai, seperti distrik perbelanjaan, trotoar yang ramai, atau taman.

Instalasi mungkin bersifat statis dan tidak akan berubah, atau interaktif sehingga konsumen bisa bermain dengan bagian-bagian dari struktur tersebut.

Contohnya adalah mesin penjual otomatis yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembelian dari suatu merek di lokasi yang tidak terduga atau tidak biasa, seperti taman, halte bus, atau bandara.

Coca-Cola pernah menjalankan iklan ambient semacam ini di sebuah halte bus di Swedia.

Mereka meletakkan mesin soda spesial dan ketika konsumen berinteraksi dengannya, lampu-lampu dan layar di belakangnya akan menyala, memberikan kejutan pada konsumen.

Toko pop-up

Toko pop-up adalah toko yang bertujuan untuk memamerkan produk atau layanan dalam waktu yang terbatas.

Contohnya seperti toko pop-up dari Adidas ini. Mereka mendirikan toko dengan bentuk persis seperti kotak sepatu.

Bentuk yang unik ini tentu membuat orang-orang penasaran dan ingin mengunjunginya.

ambient marketing 2

Papan reklame

Papan reklame merupakan jenis iklan yang umum. Meskipun lebih tradisional, tapi Anda dapat menggunakan papan reklame sebagai iklan ambient dengan memasangnya di tempat yang tidak terduga.

Atau, Anda dapat membuat desain papan reklame yang berinteraksi dengan lingkungan. Penggunaan papan reklame dengan cara ini dapat lebih berkesan daripada menggunakan papan reklame biasa saja.

Misalnya, seperti yang dilakukan Friends of the Earth, organisasi lingkungan hidup dengan papan reklame kreatif ini.

ambient marketing 3

Pada tahun 1994, mereka mendirikan beberapa papan reklame untuk menunjukkan permasalahan hujan asam dan mendesak pemerintah untuk segera bertindak mengurangi emisi karbon.

Di papan tersebut, tertulis “Ini kertas litmus, ketika hujan asam turun, warnanya akan menjadi merah”. Dan benar saja, warnanya pun berubah ketika hujan turun, menandakan bahwa emisi karbon sudah merusak lingkungan dan menciptakan hujan asam.

Baca Juga: Visual Marketing: Definisi, Manfaat, Jenis, & Tips Menggunakannya

Interactive marketing

Pemasaran interaktif dalam bentuk acara-acara dapat membantu menciptakan hubungan yang kuat dengan calon pelanggan. Ada sejumlah opsi berbeda untuk membuat acara interaktif.

Misalnya, perusahaan suplemen dapat menyelenggarakan acara kuis edukasi langsung di pusat perbelanjaan tentang suplemen dan nutrisi. Mereka juga dapat memilih untuk menawarkan hadiah agar peserta dan penonton berkesempatan mencoba produk mereka.

Contoh lain dari tampilan interaktif adalah uji rasa langsung oleh perusahaan makanan dan minuman. Mereka mungkin menyertakan contoh produk pesaing mereka dan meminta peserta untuk mengidentifikasi perbedaan di antara keduanya.

Street art

Street art adalah jenis iklan ambien yang menggunakan ruang publik untuk memajang karya seni.

Seni jalanan sering digunakan untuk mempromosikan merek atau produk, dan komentar politik atau sosial.

Salah satu kelebihan seni jalanan adalah seni ini sangat menarik perhatian dan dapat menjangkau khalayak luas. Namun, seni jalanan juga dapat menimbulkan kontroversi, dan sering dianggap sebagai bentuk vandalisme.

McDonald’s pernah menggunakan iklan ini di Switzerland. Saat itu, sedang diadakan festival publik, dan untuk menarik perhatian, McDonald’s pun melukis zebra cross dengan bentuk kentang goreng mereka yang unik.

zebra-cross-mcd

Baca Juga: Marketing Mix: Pengertian, Manfaat, Komponen, dan Strateginya

Strategi Menjalankan Ambient Marketing untuk UMKM

UMKM juga bisa menjalankan ambient marketing dengan memilih ide kreatif yang sesuai dengan audiens, lokasi, dan anggaran. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda terapkan:

1. Tentukan Tujuan dan Audiens

Tentukan hasil yang ingin dicapai, seperti meningkatkan brand awareness, menarik pengunjung ke toko, atau memperkenalkan produk baru. Kenali juga karakter audiens, termasuk kebiasaan dan lokasi aktivitas mereka.

2. Pilih Lokasi dan Media yang Relevan

Pilih media ambient yang sesuai dengan pesan dan kondisi lokasi seperti jendela toko, meja, bangku, atau objek sehari-hari yang relevan dengan produknya.

Pastikan media mudah terlihat oleh audiens sasaran, tidak mengganggu fungsi fasilitas, dan jika perlu, memiliki izin penggunaan.

3. Susun Anggaran Kampanye

Hitung dan catat seluruh biaya kampanye, termasuk desain, bahan, produksi, pemasangan, perizinan, dan pemeliharaan. Pisahkan biaya produksi awal dari biaya operasional agar evaluasi lebih akurat.

Jika kampanye bertujuan menghasilkan penjualan, gunakan kode promo atau tautan khusus untuk membantu mengidentifikasi transaksi yang berasal dari kampanye tersebut. Data ini menjadi dasar untuk menghitung return on investment (ROI) dan menilai apakah biaya kampanye sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Baca Juga: Tips Endorsement Marketing dan Contoh Suksesnya

Bagaimana Cara Mengukur Efektivitas Ambient Marketing?

Anda bisa mengukur seberapa efektif ambient marketing Anda dengan melihat perubahan perhatian audiens, interaksi dengan merek, dan hasil bisnis setelah kampanye berjalan.

Beberapa metrik yang bisa Anda gunakan meliputi:

  • Brand awareness dan recall: Tanyakan kepada pelanggan apakah mereka melihat kampanye dan masih mengingat mereknya. Bandingkan hasil sebelum dan sesudah kampanye jika data awal tersedia.
  • Engagement media sosial: Catat jumlah foto, unggahan, mention, dan konten buatan audiens (user-generated content) yang berkaitan dengan kampanye.
  • Kunjungan ke toko: Bandingkan jumlah pengunjung selama kampanye dengan periode tertentu, sambil mempertimbangkan faktor lain seperti hari libur atau promosi bersamaan.
  • Konversi melalui kode promo: Gunakan kode khusus berdasarkan lokasi kampanye untuk melacak transaksi yang terkait dengan promosi.
  • ROI kampanye: Bandingkan keuntungan tambahan yang dapat dikaitkan dengan kampanye dengan total biaya pelaksanaannya.

Untuk menghitung ROI, bisnis dapat menggunakan rumus berikut:

[ROI=Keuntungan tambahan−Biaya kampanyeBiaya kampanye×100% [ \text{ROI}=\frac{\text{Keuntungan tambahan}-\text{Biaya kampanye}}{\text{Biaya kampanye}}\times100\%

Baca Juga: Marketing Automation: Fungsi dan Contohnya

Risiko dan Hal yang Perlu Diwaspadai dari Ambient Marketing

Ambient marketing akan membawa risiko sendiri jika kreativitas kampanye sampai mengabaikan konteks sosial, keselamatan, atau aturan penggunaan lokasi.

  • Perizinan lokasi: Pastikan Anda memperoleh izin dari pemilik tempat atau pihak berwenang jika diperlukan. Ketentuan reklame berbeda menurut daerah dan bentuk pemasangannya. Sebagai contoh, Perda Kota Surakarta Nomor 3 Tahun 2023 mengatur jenis reklame, perizinan, larangan, serta aspek ketertiban dan keselamatan.
  • Risiko salah tafsir: Desain yang terlalu abstrak atau menyerupai benda berbahaya bisa membuat publik khawatir. Jadi, buatlah agar media ambient tersebut tetap bisa dikenali sebagai promosi, terutama jika dipasang di fasilitas transportasi atau infrastruktur umum.
  • Keselamatan audiens: Jangan memasang iklan di tempat yang menghalangi jalan, mengganggu pandangan pengendara, merusak fasilitas, atau menciptakan risiko kecelakaan.
  • Reputasi merek: Jika ambient media terlalu mengejutkan, publik justru bisa lebih mengingat kontroversinya, bukan produk yang dipromosikan.

Misalnya, kasus Boston Mooninite pada 31 Januari 2007 membuktikan bahwa ambient marketing yang tidak direncanakan dengan biak justru bisa membuat pesan brand jadi gagal tersampaikan.

Awalnya, Turner Broadcasting memasang 30-40 perangkat lampu LED di jalanan Boston untuk mempromosikan film Aqua Teen Hunger Force. Namun, masyarakat yang tidak mengetahui film tersebut mengira lampu itu sebagai benda berbahaya.

Akibatnya, terjadi kepanikan dan Boston bahkan harus menutup akses ke berbagai jalan dan memberangkatkan polisi untuk menjinakkan benda yang dikira berbahaya itu.

Iklan yang awalnya dimaksudkan untuk mmepromosikan film justru membuat perusahaan harus menanggung ganti rugi dalam jumlah yang tidak sedikit.

Baca Juga: Multichannel Marketing: Kelebihan, Tantangan, dan Strateginya

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya, ambient marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan iklan di tempat-tempat yang tidak biasa, dengan tujuan menarik perhatian konsumen dan membuat mereka teringat dengan produk atau layanan yang dipromosikan.

Ambient marketing sangat menjanjikan, karena jika eksekusinya sukses, dapat membuat orang-orang lebih mudah mengingat brand Anda dan meningkatkan penjualan juga.

Tentunya proses penjualan tersebut harus Anda catat dengan akurat lewat tools modern seperti aplikasi kasir.

Kledo POS merupakan aplikasi kasir yang bisa Anda gunakan baik secara online maupun offline, dengan berbagai fitur lengkap untuk membantu Anda mengelola pencatatan transaksi, pengelolaan inventaris, dan membuat laporan penjualan.

Kledo POS bisa Anda gunakan secara gratis dengan menggunakan software akuntansi Kledo, bahkan tanpa paket berbayarnya sekali pun.

Coba Kledo gratis lewat tautan ini dan rasakan integrasinya yang mulus dengan Kledo POS.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

4 × 1 =