Ini Cara Tutup Buku bagi Bisnis Anda, Dijamin Mudah!

cara tutup buku

Hingga saat ini, masih banyak pebisnis yang kebingungan bagaimana cara tutup buku di akhir periode akuntansi.

Sebenarnya, hal tersebut sangat lumrah terjadi tidak semua pebisnis mempunyai latar belakang akuntansi yang kuat.

Namun, bukan berarti Anda menyerah begitu saja, ya. Tutup buku ini sangat penting, supaya siklus akuntansi di bisnis Anda berjalan lancar.

Untuk itu, artikel ini akan membagikan pada cara tutup buku yang bisa Anda praktikkan langsung di bisnis Anda. Dijamin mudah!

Apa Sih yang Dimaksud Tutup Buku?

cara tutup buku

Perlu diketahui, bahwa di ilmu akuntansi tutup buku bukan berarti Anda menutup sebuah buku ya.

Tutup buku disini diartikan sebagai bagian dari siklus akuntansi yang dilakukan dengan cara membuat jurnal penutup.

Jurnal penutup sendiri merupakan jurnal yang digunakan untuk memindahkan saldo akun penghasilan dan laba rugi ke akun modal perusahaan.

Sederhananya, jurnal penutup ini dibuat untuk memindahkan rekening akun sementara ke rekening akun permanen.

Semua jenis usaha pasti akan membuat jurnal penutup untuk kepentingan bisnis mereka.

Dalam menyusun tutup buku ini, akuntan akan membuat rekenening sementara yang baru yakni rekening laba rugi atau ikhtisar laba rugi. Di mana, rekening ini hanya akan digunakan untuk penutupan di periode akhir akuntansi.

Penutupan buku ini bertujuan untuk agar para stakeholder mengetahui bagaimana kinerja perusahaan selama periode tertentu. Tak hanya itu, penutupan ini juga bertujuan agar stakeholders bisa membandingkan bagaimana kinerja perusahaan dari masa ke masa.

Di dalam laporan keuangan sendiri, penutupan dilakukan agar jumlah modal yang sama seperti ditunjukkan di dalam neraca.

Seorang pemilik bisnis dapat menutup buku dengan meniadakan akun pendapatan dan pengeluaran mereka dan kemudian memasukkan laba atau rugi ke dalam neraca.

Baca juga: 8 Jenis Jurnal Akuntansi Ini Wajib untuk Dipahami, Apa Saja?

Apa Tujuan Tutup Buku dalam Bisnis?

Tujuan dari tutup buku adalah untuk memastikan bahwa pendapatan atau pengeluaran dari periode akuntansi sebelumnya tidak terbawa ke periode akuntansi saat ini, yang akan membuat angkanya tidak akurat.

Menutup pembukuan setiap tahun memungkinkan bisnis menyusun laporan keuangan yang bisa memberi informasi tentang kondisi finansial bisnis.

Bisnis kecil biasanya menghasilkan laporan seperti neraca dan laporan laba rugi pada akhir tahun untuk melihat keadaan keuangan bisnis mereka sehingga bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan.

Pemilik usaha perlu menutup pembukuanmereka pada akhir tahun agar bisa menghitung pajak penghasilan dengan benar.

Menutup pembukuan dengan benar juga memastikan bahwa sistem pembukuan Anda dalam keadaan baik dan menghasilkan angka yang akurat.

Menutup buku setiap bulan juga merupakan praktik umum. Proses ini memudahkanuntuk melakukan tugas bulanan seperti merekonsiliasi laporan bank Anda, mengirimkan laporan pajak penjualan, membayar pemasok Anda, dan membuat laporan pelanggan.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi Untuk Pemula Bisnis

Mengapa Penutupan Buku Sangat Penting?

Baik pada akhir bulan maupun akhir tahun, proses penutupan buku memiliki beberapa fungsi penting. Prosedur ini membantu Anda:

Memenuhi Kewajiban Hukum

Di sebagian besar negara, perusahaan memiliki kewajiban untuk membagikan kondisi keuangan akhir mereka untuk setiap tahunnya.

Penutupan tahunan juga penting untuk proses audit. Dan, pembukuan yang konsisten dan akurat sangat penting agar bisnis Anda bisa berhasil.

Laporan kepada Investor

Bagi perusahaan publik, penyampaian laporan tahunan bagi investor merupakan kewajiban hukum.

Dan, pada perusahaan yang didukung dana ventura, investor perlu memastikan bahwa mereka dipergunakan dengan baik.

Memastikan Manajamene Keuangan Berjalan Secara Efektif

Secara teratur, memeriksa pembukuan perushaan akan meminimalisisr kesalahan dalam pengelolaan keuangan.

Penutupan buku juga bisa memberikan kesempatan kepada Anda untuk memastikan bahwa perusahaan telah diatur dengan baik di masa depan.

Akun Apa Saja yang Harus Ditutup?

Ada tiga akun yang harus ditutup di akhir periode akuntansi:

  • Akun pendapatan
  • Akun Pengeluaran
  • Akun dividen

Akun-akun di atas merupakan akun-akun sementara atau nominal yang harus dinolkan dengan cara membuat jurnal penutup.

Jurnal penutup akan mengatur ulang akun ini sehingga tidak memengaruhi periode akuntansi berikutnya. Sementara saldo awal akun mereka akan dipindah ke akun laba ditahan.

Kadang-kadang, pendapatan dan beban ditransfer ke akun perantara yang disebut ikhtisar laba rugi. Sedangkan dividen akan ditransfer langsung ke laba ditahan.

Perlu Anda ketahui, bahwa di akuntansi terdapat dua jenis akun yaitu:

Akun Nominal

Akun nominal atau akun sementara merupakan akun yang digunakan untuk mengakumulasikan berbagai transaksi selama satu periode akuntansi. Saldo akun ini pada akhirnya akan digunakan untuk menyusul laporan laba rugi di akhir tahun.

Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang menggambarkan kinerja dan aktivitas keuangan perusahaan selama satu tahun akuntansi. Karena alasan inilah, baris tanggal di laporan laba rugi tahunan umum ditulis per 31 Desember 2XXX.

Adapun yang termasuk ke dalam akun nominal yakni akun pendapatan dan beban.

Akun Riil

Akun riil atau permanen merupakan akun yang menunjukkan posisi keuangan lama sebuah perusahaan. Akun ini akan meneruskan saldo mereka ke beberapa periode akuntansi.

Contoh dari akun rill yaitu akun pada aset, modal, dan kewajiban.

Baca Juga: Akun Riil: Pengertian Lengkap dan Perbedaannya dengan Akun Nominal

8 Cara Tutup Buku, Mudah!

cara tutup buku

Tutup buku merupakan proses akuntansi yang biasanya dilakukan oleh akuntan. Tapi, pemilik usaha bisa menyusun tutup buku secara mandiri dengan menggunakan software keuangan.

Namun, Anda tetap harus mengetahui langkah-langkah dasar dalam menyusun penutupan buku. Apa saja ya?

Langkah 1: Memindahkan Jurnal Umum ke Buku Besar

Jurnal umum merupakan dokumen awal akuntansi yang mencatat semua transaksi bisnis.

Untuk menutup pembukuan, Anda harus memindahkan semua akun penjualan, pendapatan, dan beban ke buku besar. Hal yang saman juga berlaku untuk jurnal penerimaan kas, meskipun jurnal ini melacak arus kas masuk.

Sebagian besar perusahaan kecil menutup pembukuan mereka setiap bulan, meskipun beberapa dari mereka melakukannya di akhir tahun.

Itu artinya Anda harus memilih periode waktu yang ingin ditutup. Misalnya Anda bisa memilih semua jurnal di tahun 2021 atau bisa juga hanya untuk bulan Maret 2022.

Langkah 2: Menjumlahkan Saldo Akun Buku Besar

Jumlahkan semua transaksi di setiap akun buku besar. Misalnya, menjumlahkan akun piutang. Ini akan memberi Anda informasi berapa total saldo akhir piutang.

Langkah 3: Membuat Neraca Saldo Awal

Setelah Anda menjumlahkan saldo setiap akun di buku besar, selanjutnya pindahkan setiap akun dari buku besar ke neraca saldo awal.

Neraca saldo awal merupakan laporan yang menjumlahkan semua kredit dan debit dalam bisnis Anda.

Neraca yang benar akan menunjukkan sisi debit dan kredit yang mempunyai jumlah saldo yang sama. Apabila saldo sisi debit dan sisi kredit tidak sama, Anda perlu melakukan penghitungan ulang.

Jika sisi kredit dan debit sudah sama, saldo akun Anda akan diproses ke langkah berikutnya.

Langkah 4: Membuat Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian mencatat item transaksi yang tidak dicatat dalam transaksi harian.

Item ini termasuk akumulasi atau dikenal sebagai sistem akrual dalam akuntansi.

Contoh akun yang harus dibuat penyesuaian yaitu penyusutan, asuransi dibayar di muka, dan sewa.

Langkah 5: Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Jumlahkan akun buku besar Anda lagi untuk memperhitungkan entri yang disesuaikan kemudian tambahkan semuanya untuk membuat neraca saldo yang baru.

Pastikan bahwa sisi debit dan kredit sama. Jika tidak sama, periksa kembali penghitungan Anda.

Langkah 6: Menyusun Laporan Keuangan

Setelah memastikan total debit dan kredit dalam neraca saldo sama, selanjutnya Anda bisa membuat neraca dan laporan laba rugi. Sebenarnya, laporan tersebut bisa Anda buat secara otomatis dengan menggunakan software keuangan.

Langkah 7: Membuat Jurnal Penutup

Setelah menyusun laporan keuangan, selanjutnya Anda harus membuat jurnal penutup yang bertujuan agar akun pendapatan, beban, dan prive bersaldo nol di periode akuntansi selanjutnya.

Jurnal penutup ini akan mentransfer saldo akun sementara ke kaun permanen. Misalnya akun pendapatan dinolkan dan dipindah ke akun laba ditahan.

Langkah 8: Membuat Neraca Percobaan Akhir

Laporan neraca percobaan akhir ini hanya akan memiliki akun dari neraca dikarenakan semua akun pendapatan dan beban Anda bersaldo nol.

Laporan ini akan dijadikan sebagai saldo awal untuk periode akuntansi selanjutnya.

Sekali lagi, pastikan bahwa total debit dan kredit harus cocok. Jika sudah cocok, berarti saldo akun buku besar Anda sudah benar dan siap untuk periode akuntansi selanjutnya!

Baca juga: Ingin Tahu Cara Menyusun Laporan Keuangan? Berikut Pembahasannya

Kesimpulan

Banner 2 kledo

Kini tak ada alasan lagi bagi Anda untuk enggan melakukan tutup buku. Anda bisa menggunakan software keuangan untuk memudahkan penutupan buku bisnis Anda.

Kledo merupakan software akuntansi yang Anda gunakan untuk memudahkan proses pencatatan akuntansi bisnis Anda.

Mengapa harus Kledo?

Sebab, Kledo menawarkan beragam fitur akuntansi yang lengkap yang sangat bermanfaat bagi bisnis Anda.

Hanya dengan 120-an ribu, Anda sudah bisa menikmati paket layanan Kledo guna pembukuhan yang tepat, akurat, dan hemat.

Jika Anda ingin mencoba Kledo secara gratis selama 14 hari Anda bisa mengunjungi link ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen + ten =