Salah satu keputusan terpenting yang harus Anda ambil selaku pemilik bisnis adalah memilih metode akuntansi yang tepat.
Bagi banyak pelaku usaha, akuntansi cash basis adalah pilihan yang pas karena metodenya sederhana dan efektif untuk melacak pendapatan dan pengeluaran bisnis.
Namun, apakah metode ini betul-betul sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda? Pelajari lebih lanjut mengenai akuntansi cash basis di sini.
Kami akan membahas lengkap mengenai pengertian, cara kerja, kelebihan dan kekurangannya, hingga contoh penerapan dalam bisnis.
Apa Itu Akuntansi Cash Basis?
Akuntansi berbasis kas, yang juga dikenal sebagai cash basis accounting, adalah metode pencatatan transaksi keuangan di mana pendapatan dan beban hanya diakui ketika kas benar-benar diterima atau dibayarkan.
Sistem ini berbeda dengan akuntansi akrual (accrual accounting), yang mencatat pendapatan dan beban pada saat diperoleh atau terjadi, tanpa memperhatikan kapan kas diterima atau dibayarkan.
Akuntansi cash basis lebih mudah dipahami dibandingkan metode akuntansi lainnya karena hanya berfokus pada transaksi kas.
Selain itu, metode ini juga membutuhkan lebih sedikit jurnal pencatatan dalam buku akuntansi.
Baca Juga: Cara Membuat Jurnal Penyesuaian, Jenis, dan Contohnya
Bagaimana Cara Kerja Akuntansi Cash Basis?
Dalam akuntansi berbasis kas, Anda mencatat arus uang berdasarkan pergerakan kas yang benar-benar masuk dan keluar dari rekening.
Berikut cara kerjanya:
- Pencatatan pendapatan: Pendapatan dicatat hanya ketika pembayaran benar-benar diterima. Sebagai contoh, jika Anda mengirimkan invoice pada bulan Juni tetapi baru menerima pembayaran pada bulan Juli, maka pendapatan tersebut dicatat pada bulan Juli.
- Pencatatan beban: Beban dicatat hanya ketika Anda melakukan pembayaran. Misalnya, jika Anda menerima tagihan perlengkapan kantor pada bulan April tetapi membayarnya pada bulan Mei, maka beban tersebut dicatat pada bulan Mei.
Sistem ini berfokus pada arus kas. Akuntansi berbasis kas tidak memperhitungkan piutang usaha (uang yang masih harus diterima) maupun utang usaha (uang yang masih harus dibayar).
Metode ini dapat membuat gambaran kondisi keuangan bisnis menjadi kurang menyeluruh.
Baca Juga: Mengenal Berbagai Contoh Transaksi dalam Akuntansi
Kelebihan dan Kekurangan Akuntansi Cash Basis
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari akuntansi cash basis:
Kelebihan
1. Sederhana dan mudah digunakan
Akuntansi berbasis kas mudah diterapkan karena prosesnya lebih sederhana dan tahapannya lebih sedikit daripada metode akuntansi akrual.
Anda tidak perlu melacak piutang maupun utang, serta tidak perlu melakukan penyesuaian atas pendapatan dan beban yang belum diterima atau dibayarkan.
Karena itu, metode ini sangat cocok untuk pemilik usaha kecil, karena waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pembukuan menjadi lebih singkat.
2. Fokus pada arus kas
Dengan berfokus pada kas yang benar-benar diterima dan dibayarkan, metode ini memberikan gambaran yang jelas tentang arus kas perusahaan.
Gambaran yang jelas ini sangat penting bagi usaha kecil dan startup yang harus memantau posisi kas, karena mereka harus memastikan ketersediaan dana untuk menutupi biaya operasional dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Software akuntansi yang Anda gunakan juga dapat membantu dalam pelaporan arus kas, misalnya dengan menghasilkan laporan arus kas secara otomatis.
Kelemahan
Meskipun mudah dan sederhana, akuntansi cash basis juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu Anda perhatikan:
1. Informasi keuangan terbatas
Karena berfokus pada arus kas, akuntansi berbasis kas tidak bisa selalu memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan bisnis.
Sebuah bisnis bisa terlihat menguntungkan secara pencatatan, tetapi tetap mengalami masalah likuiditas jika pembayaran dari pelanggan tidak diterima tepat waktu atau jika terdapat banyak tagihan yang belum dibayar.
Metode ini tidak mencerminkan nilai piutang dan utang usaha, padahal keduanya penting untuk menilai stabilitas keuangan jangka panjang.
Akibatnya, bisa terjadi distorsi laba dan menyulitkan perencanaan serta pengambilan keputusan keuangan jangka panjang.
2. Potensi masalah kepatuhan
Akuntansi cash basis tidak sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang Indonesia ikuti, IFRS.
Hal ini dapat menjadi kendala jika Anda ingin menarik investor atau mengajukan pinjaman.
3. Tidak cocok untuk perusahaan besar
Akuntansi cash basis cocok untuk usaha kecil dengan transaksi yang sederhana serta jumlah piutang dan utang yang terbatas.
Namun, metode ini kurang ideal untuk perusahaan besar atau bisnis dengan transaksi keuangan yang kompleks.
Perusahaan berskala besar umumnya memiliki operasional keuangan yang lebih rumit, seperti pengelolaan persediaan dan kontrak jangka panjang, sehingga membutuhkan akuntansi akrual agar pencatatan lebih akurat.
Selain itu, akuntansi berbasis kas juga menyulitkan analisis tren keuangan serta pengambilan keputusan yang tepat terkait pertumbuhan dan profitabilitas bisnis di masa depan.
Baca Juga: Akuntansi Bisnis: Pengertian Lengkap dan Tugasnya
Bisnis Apa yang Cocok Menggunakan Akuntansi Cash Basis?
Akuntansi cash basis sangat cocok untuk bisnis-bisnis yang memiliki transaksi keuangan sederhana serta tidak perlu menangani persediaan dalam jumlah besar atau invoice.
- Usaha kecil
- Usaha perorangan
- Startup
- Organisasi nirlaba kecil
- UMKM makanan
- Freelancer (self-employed), karena jenis bisnis ini
Jika Anda memprioritaskan pencatatan keuangan yang sederhana, metode ini bisa menjadi solusi yang sangat membantu, terutama bagi pelaku usaha yang tidak memiliki latar belakang akuntansi yang mendalam.
Namun, jika bisnis Anda memiliki banyak persediaan, hutang usaha, atau perlu informasi keuangan yang lebih detail, Anda bisa menggunakan metode akrual saja.
Baca Juga: 14 Prinsip Dasar Akuntansi yang Harus Anda Ketahui
Contoh Penerapan Akuntansi Menggunakan Cash Basis
Contoh penerapan akuntansi berbasis kas adalah pada usaha retail skala kecil yang membeli bahan baku dari pemasok.
Dalam metode ini, biaya baru diakui ketika pembayaran benar-benar dilakukan, bukan saat bahan baku diterima.
Contoh lainnya adalah pada bisnis jasa yang memberi layanan pada pelanggan secara kredit. Dalam kondisi ini, pendapatan baru diakui ketika pembayaran dari pelanggan sudah diterima.
Sekarang, anggaplah Anda menjalankan usaha katering kecil:
- Pada 1 Juni, Anda menerima pembayaran sebesar Rp5.000.000 dari klien untuk jasa katering sebuah acara.
- Pada tanggal yang sama, Anda membayar sewa dapur atau tempat usaha sebesar Rp1.200.000.
- Pada 10 Juni, Anda membeli bahan baku katering (beras, daging, sayuran, dan bumbu) senilai Rp500.000 secara tunai.
- Pada 15 Juni, Anda membayar gaji karyawan sebesar Rp3.000.000.
- Pada 1 Juli, Anda menerima pembayaran Rp2.500.000 dari pesanan katering pelanggan lain.
Dalam akuntansi cash basis, seluruh transaksi tersebut dicatat berdasarkan tanggal uang benar-benar diterima atau dibayarkan.
Dengan demikian, pencatatan jurnal dalam pembukuan usaha akan mencerminkan arus kas aktual, bukan berdasarkan kapan pesanan dibuat atau produk diserahkan.
Berikut contoh jurnal pencatatan bisnis katering di atas:
| Tanggal | Akun | Debit (Rp) | Kredit (Rp) |
|---|---|---|---|
| 1 Juni | Kas | 5.000.000 | – |
| Pendapatan Jasa Katering | – | 5.000.000 | |
| Beban Sewa | 1.200.000 | – | |
| Kas | – | 1.200.000 | |
| 10 Juni | Beban Bahan Baku | 500.000 | – |
| Kas | – | 500.000 | |
| 15 Juni | Beban Gaji | 3.000.000 | – |
| Kas | – | 3.000.000 | |
| 1 Juli | Kas | 2.500.000 | – |
| Pendapatan Jasa Katering | – | 2.500.000 |
Selain itu, bisnis yang menggunakan akuntansi berbasis kas akan memiliki laporan laba rugi yang lebih sederhana juga.
Ini contohnya:
Contoh Laporan Laba Rugi Berbasis Kas
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Pendapatan | |
| Pendapatan Jasa Katering | 7.500.000 |
| Total Pendapatan | 7.500.000 |
| Beban Usaha | |
| Beban Sewa | 1.200.000 |
| Beban Bahan Baku | 500.000 |
| Beban Gaji | 3.000.000 |
| Total Beban | 4.700.000 |
| Laba Bersih (Cash Basis) | 2.800.000 |
Baca Juga: Aturan PSAK 23 dalam Pengakuan Pendapatan Akuntansi
Bagaimana Bisnis Beralih dari Akuntansi Cash Basis ke Akrual?
Anda sedang menggunakan akuntansi berbasis kas, namun bisnis Anda terus berkembang sehingga pengelolaan keuangannya semakin kompleks? Atau Anda ingin meminjam dana dari investor?
Pada titik ini, lebih baik Anda beralih ke akuntansi akrual yang menyajikan informasi keuangan lebih lengkap, meskipun lebih rumit juga. Tapi, bagaimana caranya?
1. Buat pencatatan baru
Pastikan seluruh pencatatan berbasis kas Anda sudah akurat. Setelah itu, susun neraca awal dengan mencakup akun-akun berikut:
- Piutang usaha: Uang yang masih harus diterima
- Utang usaha: Kewajiban yang harus dibayar
- Beban dibayar di muka: Biaya yang sudah dibayar tetapi manfaatnya belum sepenuhnya digunakan
- Pendapatan diterima di muka: Pembayaran yang sudah diterima untuk barang atau jasa yang belum diserahkan
2. Tingkatkan tools yang digunakan
Pastikan software akuntansi Anda mampu menangani pencatatan berbasis akrual. Sebagian besar software akuntansi sudah mendukung metode ini, tetapi mungkin perlu penyesuaian pengaturan.
Jika pembukuan masih dilakukan secara manual, ini adalah waktu yang tepat untuk beralih ke software akuntansi agar proses transisi menjadi lebih mudah.
3. Libatkan tenaga profesional
Akuntan dapat menjadi mitra penting dalam proses peralihan ini. Mereka akan membantu menyesuaikan laporan keuangan, memahami dampak pajak, serta menyiapkan sistem akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
4. Rencanakan aspek pajak
Peralihan ke akuntansi akrual dapat memengaruhi besarnya penghasilan kena pajak. Oleh karena itu, lakukan perencanaan sejak awal dengan akuntan atau konsultan pajak agar tidak ada perbedaan saat pelaporan pajak.
5. Beri pemahaman kepada tim
Jika Anda memiliki tim yang menangani keuangan, pastikan mereka memahami proses dan alur kerja baru, termasuk pencatatan piutang dan utang usaha.
6. Komunikasikan perubahan
Apabila Anda membagikan laporan keuangan kepada investor, pemberi pinjaman, atau pemangku kepentingan lainnya, informasikan bahwa bisnis Anda telah beralih dari akuntansi cash basis ke akuntansi akrual.
Baca Juga: 70+ Istilah Akuntansi dalam Bahasa Inggris
Kesimpulan
Akuntansi cash basis merupakan metode pencatatan yang sederhana, praktis, dan sangat cocok untuk usaha kecil maupun UMKM yang memiliki transaksi keuangan relatif sederhana.
Dengan berfokus pada kas yang benar-benar masuk dan keluar, metode ini membantu pemilik usaha memantau arus kas secara lebih mudah dan mengambil keputusan keuangan harian dengan lebih cepat.
Agar penerapan akuntansi berjalan lebih rapi dan minim kesalahan, gunakan software akuntansi Kledo. Kledo membantu Anda mencatat transaksi kas masuk dan kas keluar, serta menghasilkan laporan keuangan dengan cepat dan bisa Anda pantau secara real-time.
Menggunakan software akuntansi Kledo tidak hanya menghemat waktu pembukuan, tetapi juga membantu Anda fokus pada pengembangan bisnis.
Yuk, coba Kledo sekarang juga lewat tautan ini!
- 7 Rekomendasi Software HRIS Terbaik di Indonesia - 30 Januari 2026
- Download Template Budgeting Excel Gratis Siap Pakai - 30 Januari 2026
- Strategi Meningkatkan Penjualan Online Shop agar Omzet Naik - 30 Januari 2026
