9 Cara Menggunakan ChatGPT untuk Akuntansi yang Efisien

chatgpt untuk akuntansi banner

Dengan bertumbuhnya artificial intelligence (AI), alat seperti ChatGPT mulai digunakan dalam berbagai bidang, termasuk akuntansi dan pembukuan.

ChatGPT membuat proses akuntansi yang tadinya sangat repetitif dan memakan waktu menjadi lebih cerdas, cepat, dan tepat.

ChatGPT sudah banyak membantu mengotomatiskan berbagai tugas, mengurangi kesalahan manusia, dan memberikan informasi tambahan untuk keperluan pengambilan keputusan.

Artikel ini akan membahas bagaimana Anda bisa menggunakan ChatGPT untuk proses akuntansi yang lebih baik dan akurat.

Mengenal Manfaat ChatGPT Untuk Akuntansi

Menurut laporan dari datasnipper, sebanyak 66% pekerja profesional di bidang keuangan dan audit sudah menggunakan AI dalam pekerjaan mereka sehari-hari.

Adopsi AI yang semakin meningkat ini bukan tanpa sebab. ChatGPT dan alat AI lainnya memang sangat bermanfaat untuk alasan berikut:

  • Menjawab pertanyaan yang mudah dengan cepat, misalnya untuk pertanyaan terkait definisi pajak atau format jurnal
  • Membuat draft teks dasar, seperti email, surat, dan dokumen onboarding
  • Harga yang terjangkau
  • Bisa membantu proses brainstorming dan pengujian ide
kledo banner 1

Baca Juga: Perkembangan AI dan Akuntansi dalam Pengembangan Bisnis

Cara Menggunakan ChatGPT untuk Akuntansi yang Lebih Mudah dan Cepat

1. Otomatisasi data entry

ChatGPT bisa memproses data keuangan mulai dari struk, invoice, dan rekening koran serta mengubah mereka menjadi tabel yang rapi untuk keperluan akuntansi seperti Excel.

Anda cukup mengunggah gambar dokumen yang Anda inginkan dan minta ChatGPT untuk mengekstrak detailnya ke format yang bisa digunakan.

chatgpt untuk akuntansi 1

Contoh prompt:

  • Ekstrak informasi penting dari struk berikut: (Tambahkan teks struk)

2. Mengelompokkan transaksi

ChatGPT bisa membantu Anda mengelompokkan transaksi untuk pengeluaran dan pemasukan.

Misalnya, untuk transaksi ‘beli bensin’ bisa langsung dimasukkan ke dalam kategori ‘biaya transportasi’.

Contoh prompt:

  • Identifikasi dan kategorikan pengeluaran dari laporan rekening bank di bawah ini (tambahkan teks laporan rekening bank)
  • Berikut daftar transaksi yang perlu Anda alokasikan ke akun yang sesuai: [Daftar Transaksi]
  • Kategorikan pengeluaran yang belum dikategorikan dalam catatan keuangan berikut

3. Mengurutkan data

Mengatur informasi adalah salah satu keahlian ChatGPT. Selama data yang Anda masukkan tidak berisi nomor rekening bank atau informasi pribadi lainnya, ChatGPT dapat membantu dalam menggabungkan beberapa sumber data ke dalam satu file yang lengkap.

Anda dapat menyalin dan menempelkan beberapa input, mengidentifikasi kolom mana yang perlu dihasilkan, dan meminta ChatGPT untuk menghasilkan file .CSV dari data tersebut.

4. Memproses invoice

Anda juga bisa menggunakan ChatGPT untuk melakukan beberapa hal dalam invoice, seperti misalnya membuat template dan memasukkan datanya.

Namun, fitur ini kurang seefisien dan akurat jika dibandingkan dengan invoice generator ataupun aplikasi akuntansi yang bisa membuat invoice secara otomatis dan mengintegrasikannya dengan laporan keuangan.

Contoh prompt:

  • Ekstrak detail faktur dari informasi faktur ini (tambahkan teks faktur)
  • Buat template invoice dengan gaya seperti ini (tambahkan invoice) namun dengan data perusahaan yang baru (masukkan informasi baru)

Baca Juga: Bagaimana AI Membantu Proses Otomatisasi Audit pada Bisnis?

5. Menghapus data

ChatGPT bisa menghapus data akuntansi seperti nama pelanggan, angka dan huruf yang keliru, serta nama duplikat di spreadsheet sebelum mengimpornya ke software akuntansi Anda.

6. Membuat forecast untuk anggaran dan keuangan

ChatGPT dapat digunakan untuk membuat prediksi permintaan awal, prakiraan keuangan, dan anggaran.

Namun, alat ini tidak cukup akurat untuk melakukan hal tersebut secara mandiri. Tetap saja, Anda masih harus mengawasi dan mengoreksi kesalahan yang mungkin ada.

Anda dapat menggunakan penilaian dan informasi Anda untuk menyesuaikan dan meningkatkan prakiraan dan anggaran keuangan awal ini.

Contoh prompt:

  • Berikut adalah proyeksi laporan keuangan saya. Buat perkiraan anggaran dan keuangan untuk bisnis saya.

7. Membantu komunikasi bisnis

Anda dapat menggunakan ChatGPT untuk bertukar pikiran dan membuat email, laporan, dan komunikasi bisnis lainnya.

Berikan petunjuk kepada ChatGPT tentang gaya penulisan, konteks, nada, dan informasi lain yang Anda butuhkan.

Lalu, periksa keakuratan dari setiap konten yang ChatGPT hasilkan dan minta revisi untuk memperbaikinya.

Anda juga dapat menggunakan bot pengeditan untuk membuat konten yang lebih ringkas atau mendeteksi perubahan yang akan meningkatkan konten.

Contoh prompt:

  • “Beri ide untuk menulis email yang merangkum pendapatan dan pengeluaran triwulanan klien saya, serta membahas peluang pertumbuhan berdasarkan [detail spesifik namun tidak bersifat pribadi]”
  • “Saya menyediakan (layanan) kepada (klien ideal), buatlah strategi untuk membina prospek lewat email untuk perusahaan saya”

8. Riset kepatuhan pajak dan perundang-undangan

Meskipun ChatGPT saat ini belum siap untuk menyiapkan laporan pajak yang akurat, aplikasi ini bisa membantu melakukan riset pajak.

Jika undang-undang, seperti undang-undang pajak atau jenis undang-undang pemerintah lainnya, sudah diperkenalkan atau sudah berlaku, Anda dapat menggunakan ChatGPT untuk meringkas undang-undang tersebut.

Proses analisis undang-undang ini mungkin memerlukan penggunaan fitur Pencarian ChatGPT untuk pencarian internet atau dokumen PDF dengan konten undang-undang sebagai masukan untuk ChatGPT jika ukurannya sesuai dengan batasan ukuran file untuk lampiran.

Contoh prompt:

  • “Bagaimana cara saya mengurangi pengeluaran di atas garis dari data pajak klien saya?”
  • “Pembaruan pajak apa saja yang perlu diperhatikan oleh wajib pajak di Indonesia tahun ini?”
  • “Bagaimana sebaiknya saya menyarankan klien saya untuk menangani pengembalian pajak mereka?”

9. Membuat narasi dan catatan laporan

Anda bisa menggunakan ChatGPT untuk menambahkan narasi, catatan, dan visualisasi ke laporan dan pernyataan keuangan.

ChatGPT juga dapat menganalisis peningkatan atau penurunan drastis dalam saldo akun pada neraca atau laporan laba rugi, pendapatan, pengeluaran, dan profitabilitas saat membandingkan laporan pada dua periode akuntansi yang berbeda.

Selain itu, ChatGPT juga dapat menambahkan saran untuk meningkatkan profitabilitas dalam laporan yang kurang formal atau internal.

Jika Anda menggunakan ChatGPT untuk menyiapkan Catatan atas Laporan Keuangan formal sesuai dengan standar akuntans, Anda harus memeriksa faktanya dan memastikan bahwa Anda melengkapi informasi (yang diberikan kepada ChatGPT sebagai input) untuk memasukkan standar terbaru yang berlaku.

Baca Juga: Masa Depan Akuntansi di Tengah Perkembangan Teknologi

Keterbatasan ChatGPT dalam Akuntansi

chatgpt untuk akuntansi 2

Bukan berarti ChatGPT merupakan alat yang bisa melakukan semuanya dan menggantikan pekerjaan akuntan begitu saja.

Kenyataannya, ChatGPT juga memiliki keterbatasan seperti:

  • Pemahaman yang terbatas: ChatGPT tidak bisa memahami konteks, sehingga tidak bisa menginterpretasikan metode audit, risiko klien, atau kontrol internal.
  • Masalah keamanan: Ketika Anda memasukkan data ke alat AI, maka Anda membagikan data Anda kepada pemilik alat tersebut. Tapi, bagaimana jika terjadi kebocoran data? Keamanan data klien Anda yang penting pun terancam.
  • Tidak selalu akurat: ChatGPT menjawab berdasarkan data latihan yang diberikan pada mereka. Jika datanya sudah jadul, tidak akurat, atau tidak lengkap, maka jawabannya juga bisa tidak akurat.
  • Tidak bisa melakukan pengujian finansial: ChatGPT tidak bisa melakukan tes audit atau kontrol review.
  • Risiko ketergantungan: Tim yang terlalu bergantung pada GenAI mengalami 19% penurunan kecepatan kerja, menurut penelitian dari METR.
  • Risiko salah interpretasi: Kadang, ChatGPT salah menafsirkan istilah keuangan atau skenario yang kompleks, sehingga menghasilkan respons yang kurang akurat. Jadi, selalu tinjau hasil ChatGPT dengan cermat. Untuk keputusan keuangan yang krusial, pastikan ada ahli manusia yang memvalidasi data atau insight yang dihasilkan AI.
  • Ketidakmampuan menangani penilaian subjektif: Meskipun ChatGPT sangat baik untuk tugas yang repetitif dan berbasis logika, teknologi ini tidak dapat menggantikan penilaian manusia untuk situasi yang ambigu. Misalnya, ChatGPT tidak dapat menentukan strategi keuangan yang bersifat subjektif atau interpretatif.
  • Keterbatasan konteks: ChatGPT hanya dapat menangani jumlah data yang terbatas (sekitar 3.000 kata) dalam satu interaksi. Artinya, jika Anda ingin memproses dataset keuangan yang besar atau dokumen panjang, mungkin Anda perlu memecahnya dulu menjadi beberapa bagian yang lebih kecil.
  • Ketergantungan pada prompt yang jelas: Kualitas respons ChatGPT sangat bergantung pada kejelasan instruksi yang Anda berikan. Prompt yang samar atau kurang terstruktur dapat menghasilkan output yang keliru atau tidak lengkap.

Baca Juga: Tren dan Teknologi Akuntansi Terbaru 2026, Apa Saja?

Tips Menggunakan ChatGPT untuk Akuntansi yang Lebih Baik

chatgpt untuk akuntansi 3

1. Percayai, tapi tetap verifikasi

Keunggulan ChatGPT adalah kecepatannya dan kemampuannya menyaring banyak informasi, bahkan pada topik yang tampak sangat niche.

Sayangnya, kadang ChatGPT memberikan informasi yang keliru di tengah jawaban yang sebenarnya tampak sesuai.

Para pengembang menyebut fenomena ini sebagai halusinasi. Meskipun hal ini tidak seharusnya sepenuhnya meruntuhkan kepercayaan terhadap AI atau khususnya LLM, orang tetap perlu menyadari bahwa ChatGPT masih terus berkembang dalam mengenali celah pengetahuan mereka sendiri.

Hal ini tidak berbeda dengan manusia. Jika bahkan para ahli pun kadang bisa keliru, maka wajar jika komputer juga demikian.

2. Kurangi halusinasi dengan sumber yang lebih spesifik

ChatGPT, meskipun sangat kuat, tetap rentan memberikan informasi yang kurang akurat dalam skala besar.

Risiko ketidakakuratan ini meningkat ketika Anda memberikan topik yang terlalu luas atau parameter pertimbangan yang terlalu banyak.

Untuk mengurangi risiko tersebut, sebaiknya batasi ruang lingkup prompt Anda. Salah satu strategi yang efektif adalah mengunggah dokumen, tabel, atau gambar spesifik yang ingin Anda jadikan referensi langsung oleh ChatGPT.

Misalnya, jika Anda membutuhkan bantuan menyusun kebijakan akuntansi sewa, pertimbangkan untuk mengunggah PDF kebijakan yang sudah ada di perusahaan Anda.

Dengan cara ini, Anda memberi ChatGPT informasi yang tepat dan relevan untuk digunakan.

3. Gunakan model untuk membaca, menulis, dan memformat data tabel

Mintalah ChatGPT memformat keluaran data dalam bentuk tabel, fungsi yang sangat cocok untuk menggabungkan atau memindahkan data antar software.

Demikian pula, jika Anda memberikan tabel, Anda dapat meminta ChatGPT melakukan analisis pada dataset di dalam sel yang tercantum.

Fitur ini dapat menyederhanakan proses akuntansi seperti analisis varians dengan membuat draf awalnya dulu.

Selain itu, fitur ini juga membantu membuat awal yang baik untuk proses peramalan bulan-bulan berikutnya.

Baca Juga: AI dalam Financial Forecasting: Manfaat, Tantangan, Studi Kasus

4. Manfaatkan kemampuan coding & formatting ChatGPT

ChatGPT sangat terlihat juga memiliki kemampuan coding dan matematika yang mengesankan, mulai dari menghasilkan kode dalam berbagai bahasa pemrograman hingga melakukan analisis data dengan cepat.

Untuk perhitungan, baik sederhana maupun kompleks, ChatGPT jauh lebih unggul daripada kalkulator.

5. Simpan semuanya untuk jejak audit

Saat menggunakan ChatGPT, terapkan prinsip ini: dokumentasikan setiap prompt, skrip, dan respons yang digunakan untuk menghasilkan konten yang mendukung tugas dan proses akuntansi.

Dengan menjaga audit trail/jejak audit yang lengkap, tim Anda dapat memastikan kepatuhan, mempermudah proses peninjauan, dan menyediakan bukti yang jelas saat audit berlangsung.

6. Jangan memasukkan informasi sensitif

ChatGPT belajar dari dan dilatih menggunakan berbagai input informasi. Singkatnya, sistem dapat menyimpan apa pun yang Anda masukkan.

Pernah ada kasus pekerja Samsung yang dilarang menggunakan ChatGPT karena sebagian kode sumber perusahaan ditemukan di server.

Ini karena AI tidak dapat membedakan mana informasi yang bersifat rahasia perusahaan dan mana yang merupakan pengetahuan umum.

Pastikan semua data yang Anda gunakan sudah dihilangkan identitasnya dan dianonimkan.

Baca Juga: 10 Contoh Aplikasi AI dalam Bisnis dan Manfaatnya

Kesimpulan

ChatGPT adalah alat yang sangat bermanfaat untuk keperluan akuntansi. Alat ini bisa merangkum data, membuat draf laporan, hingga membantu analisis awal.

Namun, penting untuk memahami bahwa penggunaan ChatGPT perlu tetap dilakukan di bawah pengawasan manusia. Sebab, ChatGPT masih tetap memiliki keterbatasan dan berpotensi menghasilkan informasi yang kurang akurat.

Untuk hasil yang lebih andal, dukung tim akuntansi Anda dengan sistem pencatatan yang akurat dan terstruktur seperti software akuntansi Kledo.

Kledo memiliki fitur pembukuan otomatis, laporan keuangan real-time, dan pengelolaan transaksi yang rapi, sehingga membantu memastikan data keuangan bisnis Anda valid dan siap diaudit.

Yuk, coba Kledo sekarang juga lewat tautan ini!

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

7 + nine =