6 Tips Mencapai Financial Wellness untuk Pemilik Bisnis

financial wellness banner

Financial wellness atau kesejahteraan finansial adalah kondisi di mana keuangan Anda sudah nyaman dalam mengelola pengeluaran, utang, bisa menghadapi keadaan darurat keuangan yang tidak terduga, serta bisa merencanakan tujuan keuangan jangka panjang seperti menabung untuk pensiun.

Menariknya, untuk mencapai financial wellness, memiliki pendapatan yang besar bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan.

Hal lainnya adalah seberapa efektif Anda bisa mengelola dan memanfaatkan sumber daya untuk membangun masa depan keuangan yang aman.

Artinya, siapa pun bisa mencapai kondisi kesejahteraan keuangan ini, tidak peduli di mana posisi mereka atau seberapa banyak uang yang mereka miliki.

Artikel ini akan membahas tips mencapai financial wellness secara umum dan untuk pemilik bisnis yang bisa diaplikasikan segera.

Apa Bedanya Financial Wellness dan Financial Literacy?

Financial wellness (kesejahteraan keuangan) tidak sama dengan financial literacy (literasi keuangan). Financial literacy dapat membantu Anda membangun kesejahteraan keuangan, tetapi tidak menjaminnya.

Berikut ini adalah

Financial Wellness

Kesejahteraan keuangan adalah kondisi di mana Anda bisa memenuhi kewajiban keuangan saat ini dengan nyaman, merasa aman terhadap masa depan keuangan, serta mampu membuat keputusan yang memungkinkan Anda menikmati hidup.

Financial Literacy

Financial literacy adalah pengetahuan dan pelatihan yang dibutuhkan untuk mengelola keuangan pribadi.

Misalnya, seperti mempelajari cara membuat dan mengelola anggaran rumah tangga, menginvestasikan uang untuk pensiun, atau mengikuti sesi konseling untuk menentukan cara membeli rumah atau memulai bisnis.

Singkatnya, literasi keuangan adalah seperangkat keterampilan, pengetahuan, dan alat yang dapat Anda gunakan untuk mencapai financial wellness.

Semakin tinggi literasi keuangan Anda, semakin baik kesejahteraan keuangan Anda.

kledo banner 2

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Literasi Keuangan Sebagai Pemilik Bisnis

Mengenal 4 Prinsip Financial Wellness

Ada 4 prinsip yang harus Anda terapkan jika ingin mencapai kondisi kesejahteraan keuangan:

1. Budgeting (Penganggaran)

Mampu membuat dan mematuhi anggaran adalah dasar untuk membangun kesejahteraan keuangan Anda.

Hal ini memungkinkan Anda mengelola keuangan sehari-hari, mempersiapkan keadaan darurat keuangan, dan merencanakan masa depan.

2. Utang

Mengelola utang, termasuk menghapus utang konsumen berbunga tinggi, bisa meningkatkan kemampuan Anda secara drastis untuk menabung, berinvestasi, dan mengakumulasi kekayaan.

Hal ini juga dapat membantu meningkatkan skor kredit Anda, sehingga memberi akses ke suku bunga pinjaman yang lebih baik untuk KPR, kredit kendaraan, dan pembelian besar lainnya.

3. Menabung dan berinvestasi

Menabung dan berinvestasi sangat penting untuk membangun keamanan keuangan dan pensiun dengan nyaman.

Tabungan jangka pendek memberikan likuiditas untuk menutup perbaikan rumah, liburan, atau biaya tidak rutin lainnya, sementara investasi jangka panjang menjadi sarana untuk menumbuhkan kekayaan.

4. Mengelola risiko

Menumbuhkan kekayaan adalah tujuan jangka panjang yang penting, tetapi melindungi kekayaan Anda juga sama pentingnya.

Polis asuransi dan dana darurat adalah dua cara umum untuk melindungi keuangan Anda.

Asuransi adalah langkah untuk menanggulangi risiko kejadian yang tidak diharapkan, seperti bencana kebakaran, banjir, dan penyakit serius.

Sementara itu, dana darurat membantu Anda menghindari penambahan utang atau penggunaan investasi jangka panjang ketika menghadapi kesulitan keuangan sementara, seperti kesulitan membayar tagihan setelah kehilangan pekerjaan.

Baca Juga: Manajemen Risiko Keuangan dan Strategi Implementasinya

Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Financial Wellness?

financial wellness 1

Menurut Journal of Financial Planning dari Elizabeth Jetton, ada tiga faktor yang memengaruhi kesejahteraan keuangan manusia, yaitu:

1. Kepuasan keuangan

Kepuasan keuangan mencerminkan bagaimana individu memandang kondisi keuangan mereka.

Ini berhubungan positif dengan perilaku keuangan sehat seperti menabung dan budgeting serta menjadi indikator penting kesejahteraan finansial.

Kepuasan keuangan juga terbukti memperkuat hubungan antara perilaku keuangan dan kesejahteraan secara umum, yang menunjukkan bahwa rasa puas secara finansial merupakan bagian dari kepuasan hidup secara keseluruhan

2. Kesehatan fisik

Stres keuangan dapat memperburuk kesehatan mental dan fisik dan sebaliknya, menciptakan siklus yang memengaruhi stabilitas keuangan.

Seseorang yang perlu mengeluarkan banyak biaya untuk keperluan kesehatan otomatis harus mengurangi tabungan lainnya secara drastis, sehingga tekanan finansial mereka pun lebih tinggi.

Karena itu, orang yang lebih sehat secara jasmani dan rohani memiliki financial wellness yang jauh lebih tinggi dibanding mereka yang memiliki disabilitas.

3. Faktor demografis dan kontekstual

Faktor demografis dan kontekstual mencakup gender, usia, pendapatan, pendidikan, dan kondisi sosial-ekonomi yang turut menentukan tingkat financial wellness.

Orang dengan pendapatan dan pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki kondisi keuangan yang lebih sehat, sementara perempuan dan dewasa muda sering menghadapi tantangan finansial lebih besar.

Selain faktor pribadi dan demografis, kesejahteraan keuangan juga dipengaruhi faktor kontekstual seperti sosialisasi keuangan, indikator ekonomi negara, dan budaya.

Baca Juga: 15 Cara Menghemat Pengeluaran Bisnis

7 Cara Meningkatkan Financial Wellness Secara Umum

Mungkin saat ini Anda belum memenuhi definisi kesejahteraan keuangan. Namun, itu tidak berarti Anda tidak bisa mencapainya.

Berikut 7 langkah yang bisa Anda terapkan untuk mencapai kesejahteraan dan keamanan keuangan Anda, baik saat ini maupun jangka panjang.

1. Tetapkan tujuan keuangan yang jelas

Untuk membangun kesejahteraan keuangan, Anda perlu strategi untuk mengelola pengeluaran, tabungan, dan investasi.

Namun sebelum itu, sebenarnya yang paling penting adalah memahami kondisi keuangan Anda saat ini dan tujuan yang ingin Anda capai dalam beberapa bulan atau tahun ke depan.

Anda bisa menuliskan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang, spesifik, dan realistis.

Misalnya seperti liburan dalam tiga bulan, membeli rumah dalam dua tahun, atau pensiun di masa depan.

2. Buat dan patuhi anggaran

financial wellness 2

Untuk mencapai tujuan, Anda perlu menyusun anggaran yang realistis dengan mempertimbangkan pendapatan dan pengeluaran bulanan, serta mengalokasikan dana untuk tabungan dan pembayaran utang (lebih dari minimum) setiap bulan.

Anggaran pada dasarnya adalah rencana pengalokasian dana ke seluruh aspek keuangan Anda, seperti kebutuhan pokok, pengeluaran discretionary (hiburan), pembayaran utang, tujuan tabungan pribadi, dan investasi pensiun.

Ada banyak metode budgeting, yang terbaik adalah yang bisa Anda jalankan secara konsisten.

Salah satu metode yang sederhana dan populer adalah aturan 50/30/20, yaitu membagi pendapatan bersih bulanan menjadi:

  • 50% untuk kebutuhan
  • 30% untuk keinginan
  • 20% untuk tabungan dan pembayaran utang tambahan

3. Bayar diri Anda dulu

Cara sederhana untuk memastikan target tabungan bulanan tercapai adalah dengan otomatis mentransfer sejumlah dana ke rekening tabungan setiap kali Anda menerima gaji, atau membayar diri Anda sendiri dulu.

Jika Anda menunggu sisa uang setelah membayar tagihan dan belanja, kemungkinan tidak akan ada banyak dana tersisa untuk ditabung.

Anda bisa membuka rekening tabungan khusus lalu mengatur transfer otomatis bulanan dari rekening utama (idealnya segera setelah gajian).

Besaran transfer bisa Anda sesuaikan dengan target tabungan dalam anggaran Anda.

Tips: Jika ingin mendapatkan bunga lebih tinggi dan biaya admin yang lebih rendah, Anda bisa menyimpan dana di bank digital, karena bank digital biasanya menawarkan imbal hasil lebih kompetitif daripada bank konvensional.

Baca Juga: Memahami Penggunaan Transaksi Digital dalam Bisnis di Indonesia

4. Simpan dana darurat

Jika belum punya, sebaiknya simpan dana darurat yang mencakup minimal tiga hingga enam bulan biaya hidup. (Jika Anda bekerja freelance atau berpenghasilan tidak tetap, targetkan enam hingga dua belas bulan.)

Dana ini menjadi bantalan jika Anda kehilangan pekerjaan atau tiba-tiba ada pengeluaran besar tak terduga, seperti biaya medis.

Idealnya, simpan dana ini terpisah dari rekening harian dalam akun yang mudah diakses namun tetap memberikan imbal hasil yang kompetitif.

5. Lindungi aset Anda

Dana darurat memberi perlindungan dasar, tetapi asuransi memberikan perlindungan yang lebih luas. Pastikan Anda memiliki perlindungan yang memadai untuk asuransi kesehatan, rumah, dan kendaraan.

Asuransi membantu mengurangi dampak pengeluaran besar yang tiba-tiba dan tak terduga, serta menurunkan risiko terjerat utang.

Untuk asuransi kesehatan, Anda mungkin mendapatkannya dari perusahaan tempat bekerja. Namun untuk asuransi rumah dan kendaraan, sebaiknya bandingkan beberapa pilihan untuk mendapatkan penawaran terbaik.

6. Lunasi utang berbunga tinggi

Beberapa utang memiliki bunga tinggi yang akan mencegah Anda untuk menyimpan lebih banyak uang.

Sehingga, prioritaskan melunasi utang seperti ini dulu.

Beberapa strategi yang bisa digunakan:

  • Debt avalanche: memprioritaskan pelunasan utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu, sambil tetap membayar minimum pada utang lain.
  • Debt snowball: melunasi utang dari saldo terkecil ke terbesar, sambil tetap membayar minimum pada yang lain.

7. Mulai berinvestasi

Kunci membangun dana pensiun yang cukup adalah mulai berinvestasi secara rutin sedini mungkin.

Bahkan jika penghasilan Anda masih rendah dan hanya bisa menyisihkan sedikit setiap periode gajian, memulai sekarang akan memberi dampak besar.

Hal ini didukung oleh kekuatan compound interest (bunga berbunga), yaitu bunga yang terus bertambah dari bunga sebelumnya.

Jika perusahaan Anda menyediakan program pensiun atau program sejenis, pertimbangkan untuk berkontribusi dari setiap gaji.

Baca Juga: Cara Investasi Saham Ini Sangat Mudah bagi Pemula, Coba Sekarang!

6 Tips Financial Wellness untuk Pemilik Bisnis

financial wellness 3

Sebagai pemilik bisnis kecil, Anda juga bisa mengikuti hal-hal di bawah ini agar keuangan bisnis Anda bisa mencapai kondisi sejahtera:

  1. Daftar Asuransi dan Periksa Polisnya: Daftarkan bisnis Anda ke asuransi yang menyediakan perlindungan yang Anda butuhkan. Namun, selalu luangkan waktu untuk meninjau polis Anda terlebih dahulu.
  2. Cari Area untuk Mengurangi Biaya: Meskipun bisnis Anda sedang berjalan baik dan tidak mengalami tekanan finansial, tetap penting untuk meninjau pengeluaran dan melihat potensi penghematan yang bisa Anda lakukan. Kadang, ada hal-hal yang tidak diperlukan namun memakan biaya.
  3. Tinjau Laporan Laba Rugi: Tinjau laporan laba rugi Anda setiap kuartal. Dengan memantau laporan laba rugi secara rutin, Anda dapat menyusun anggaran dengan lebih tepat dan merencanakan pengeluaran di masa depan. Anda juga bisa segera melihat jika ada biaya yang mulai tidak terkendali.
  4. Pertimbangkan Potensi Keuntungan Pajak: Selalu evaluasi potensi keuntungan pajak untuk tahun berjalan. Penting untuk melakukannya sejak awal agar tidak terburu-buru menjelang akhir tahun. Jika Anda ragu manfaat pajak apa yang bisa dimanfaatkan, hubungi konsultan pajak Anda untuk mendapatkan insight.
  5. Buat Rencana Investasi Masa Depan: Cepat atau lambat, Anda perlu berinvestasi dalam bisnis, baik untuk biaya operasional, mesin baru, maupun rencana pemasaran baru. Setiap tahun, luangkan waktu untuk menentukan arah bisnis Anda dan daftar investasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Setelah itu, rencanakan sumber dana untuk investasi tersebut.
  6. Tinjau Tren Arus Kas: Periksa arus kas selama satu tahun terakhir dan identifikasi periode ketika arus kas tidak sesuai harapan. Setelah menemukan polanya, susun rencana agar kondisi tersebut tidak terulang pada tahun berikutnya.

Baca Juga: 10 Tips dalam Mengelola Arus Kas Bisnis Agar Lebih Efektif

Kesimpulan

Mencapai financial wellness bukanlah proses instan, melainkan hasil dari kebiasaan finansial yang disiplin dan keputusan yang berbasis data.

Mulai dari menyusun anggaran, mengelola utang, menabung, berinvestasi, hingga melindungi aset, semuanya perlu dijalankan secara konsisten dan terukur.

Tentunya akan lebih mudah bagi Anda untuk membuat keputusan keuangan berbasis data jika Anda memiliki alat yang mampu menghasilkan laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.

Fitur-fitur laporan keuangan ini tersedia di software akuntansi Kledo, bersama fitur lainnya seperti manajemen persediaan, pengelolaan transaksi, dan invoice yang bisa Anda coba lewat tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

four − 1 =