Pembukuan Freelancer: Cara Mudah Mencatat Keuangan

pembukuan freelancer banner

Freelancer yang sibuk sering kali melupakan pembukuan, terutama karena merasa jumlah klien atau proyek yang dikerjakan masih sedikit dan bisa diingat di dalam kepala.

Padahal, tanpa pembukuan yang rapi, Anda akan kesulitan mengetahui berapa pendapatan yang sebenarnya diperoleh, berapa biaya operasional yang telah dikeluarkan, hingga berapa keuntungan yang berhasil didapatkan setiap bulan.

Selain membantu mengelola arus kas, pembukuan juga memudahkan Anda melacak invoice yang belum dibayar, menyiapkan kewajiban pajak, serta membuat keputusan keuangan yang lebih tepat.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari pembukuan untuk freelancer, manfaat, cara membuat, contoh pembukuan sederhana, hingga laporan keuangan yang sebaiknya dimiliki.

Apa Itu Pembukuan Freelancer?

Pembukuan adalah proses mencatat dan mengelola transaksi keuangan dari kegiatan freelancing Anda, mulai dari menerima pembayaran dari klien sampai mencatat pengeluaran.

Jika dibandingkan dengan pembukuan di bisnis atau korporat, pembukuan freelancer memang jauh lebih sederhana.

Tapi, proses ini tetaplah penting untuk membantu Anda mengetahui pendapatan, kondisi keuangan, dan juga untuk keperluan perpajakan.

Biasanya, kegiatan pembukuan freelancer mencakup hal-hal berikut:

  • Pencatatan keuangan dari berbagai klien
  • Mencatat pengeluaran
  • Mengelola invoice yang dikirim ke klien
  • Rekonsiliasi akun untuk mencocokkan catatan keuangan dengan bank
  • Persiapan perpajakan
kledo banner 3

Baca Juga: Contoh Pembukuan Keuangan dan Download Templatenya

Apa Saja yang Harus Dicatat dalam Pembukuan Freelancer?

Berikut merupakan komponen apa saja yang harus Anda catat dalam pembukuan:

1. Pendapatan proyek

Catat semua pemasukan yang Anda peroleh dari klien secara rinci. Anda bisa mencatat informasi seperti:

  • Nama klien
  • Nama atau jenis proyek
  • Tanggal invoice
  • Nilai proyek
  • Tanggal penerimaan pembayaran
  • Metode pembayaran
  • Status pembayaran

Jika Anda memiliki banyak klien, pencatatan seperti ini akan memudahkan Anda mengetahui klien mana yang memberikan kontribusi pendapatan terbesar dan proyek mana yang paling menguntungkan.

2. Pembayaran yang belum diterima

Tidak semua klien langsung membayar setelah pekerjaan selesai.

Banyak freelancer menggunakan sistem termin atau memberikan tempo pembayaran 14 hingga 30 hari. Oleh karena itu, invoice yang belum dibayar harus dicatat sebagai piutang.

Pencatatan piutang membantu Anda mengingatkan kapan invoice jatuh tempo dan juga kapan harus melakukan follow up.

3. Pengeluaran operasional

Pengeluaran operasional freelancer yang umum antara lain:

  1. Internet: Catat biaya paket data atau WiFi rumah yang digunakan, karena internet digunakan untuk berkomunikasi dengan klien, mengirim file, melakukan meeting online, hingga mengakses berbagai platform kerja.
  2. Laptop dan perangkat kerja: Biaya perawatan laptop, pembelian mouse, keyboard, monitor tambahan, webcam, hard disk eksternal, maupun aksesori lainnya untuk menunjang produktivitas.
  3. Langganan software: Jika Anda menggunakan aplikasi berbayar seperti Adobe Creative Cloud, Canva Pro, Figma Professional, Microsoft 365, Google Workspace, Notion, atau aplikasi akuntansi, catat juga seluruh biaya langganannya.
  4. Transportasi: Jika Anda harus bertemu klien, menghadiri workshop, atau bekerja di lokasi tertentu, biaya transportasi seperti bensin, parkir, tol, transportasi umum, maupun ojek online juga perlu dicatat.
  5. Coworking Space: Kadang, freelancer merasa suntuk bekerja di rumah dan ingin pergi ke coworking space. Catat biaya sewa harian, mingguan, maupun bulanannya.
  6. Pendidikan dan Pelatihan: Mengikuti kursus online, webinar, sertifikasi, membeli buku, atau mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan profesional juga merupakan investasi.
  7. Biaya administrasi bank: Catat biaya administrasi rekening, biaya transfer, biaya pembayaran melalui payment gateway, maupun potongan transaksi dari platform freelance.
  8. Investasi alat kerja: Selain biaya operasional rutin, freelancer juga sering membeli aset yang digunakan dalam jangka panjang, seperti laptop baru, kamera, smartphone, printer, tablet gambar, atau perangkat pendukung lainnya. Pembelian ini sebaiknya dicatat secara terpisah dari biaya operasional harian karena termasuk investasi alat kerja.
  9. Pajak: Catat pembayaran pajak maupun dana yang disisihkan untuk pajak.

4. Tabungan dan dana darurat

Pendapatan freelancer umumnya tidak tetap sehingga Anda perlu memiliki tabungan dan dana darurat.

Idealnya, freelancer memiliki dana darurat yang dapat menutup biaya hidup selama beberapa bulan ketika proyek sedang sepi atau terjadi kondisi yang tidak terduga.

Baca Juga: Cadangan Kas dalam Bisnis: Pengertian dan Cara Membuatnya

Cara Membuat Pembukuan untuk Freelancer

pembukuan freelancer 1

Berikut langkah-langkah membuat pembukuan yang bisa Anda terapkan sebagai seorang freelancer:

1. Pisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis

Pisahkan rekening yang digunakan untuk kebutuhan pribadi dan rekening khusus untuk menerima pembayaran dari klien maupun membayar biaya operasional.

Dengan rekening yang terpisah, Anda akan lebih mudah melacak seluruh pemasukan dari klien dan menghitung laba bersih.

Anda tidak perlu menggunakan rekening bisnis khusus. Rekening tabungan biasa pun sudah cukup selama digunakan hanya untuk aktivitas freelance.

2. Pilih alat pembukuan yang tepat

Menggunakan alat seperti software pembukuan bisa membantu Anda mengotomatiskan tugas-tugas pembukuan yang repetitif.

Dengan alat yang tepat, Anda bisa menghemat waktu berjam-jam dan mengurangi kemungkinan kesalahan dari pencatatan manual.

Jika Anda berniat menggunakan software pembukuan, kami sarankan Anda untuk memilih yang membawa fitur-fitur ini:

  • Akses berbasis cloud: Agar bisa diakses kapan saja dan melalui perangkat apa saja
  • Integrasi feed bank: Mengimpor transaksi secara otomatis agar tidak perlu input secara manual
  • Aplikasi mobile: Agar bisa diakses lewat HP dengan cepat
  • Invoice: Membuat, mengirim, dan mengelola invoice profesional dari sistem langsung
  • Dashboard pelaporan: Menunjukkan arus kas, kondisi keuangan, dan laba dalam satu tampilan

Software pembukuan memang rata-rata berbayar, akan tetapi manfaat yang didapatkan sejalan dengan biaya yang dikeluarkan.

Namun, jika Anda adalah freelancer baru yang menangani proyek dalam jumlah sedikit dan masih ingin mencatat semuanya secara manual, Anda bisa menggunakan alternatif software pembukuan yang gratis seperti Excel atau Spreadsheet.

3. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran

Segera catat semua detail terkait pemasukan, pengeluaran, dan pekerjaan Anda di hari yang sama.

Jangan lupa untuk mencatat tarif per jalam untuk setiap klien, serta jam yang Anda habiskan untuk mengerjakan tugas.

4. Simpan bukti transaksi

Catat semua transaksi dengan bukti yang lengkap, seperti invoice, kuitansi, nota pembelian, bukti transfer, maupun e-receipt.

Menyimpan bukti transaksi akan membantu memudahkan Anda dalam proses pencocokan data pembukuan, serta membantu dalam proses pelaporan pajak.

Saat ini Anda tidak harus menyimpan dokumen dalam bentuk fisik. Bukti transaksi dapat dipindai atau disimpan dalam format digital menggunakan cloud storage agar lebih aman dan mudah ditemukan saat dibutuhkan.

5. Rekonsiliasi saldo secara rutin

Rekonsiliasi adalah proses mencocokkan catatan pembukuan dengan saldo rekening bank atau dompet digital yang digunakan untuk menerima maupun mengeluarkan dana.

Tujuannya adalah memastikan seluruh transaksi sudah tercatat dengan benar dan tidak ada pembayaran yang terlewat atau salah nominal.

Idealnya, rekonsiliasi dilakukan setiap minggu atau minimal setiap akhir bulan. Dengan kebiasaan ini, Anda dapat menemukan kesalahan lebih cepat sehingga tidak menumpuk dan menyulitkan saat membuat laporan keuangan.

6. Buat laporan keuangan setiap bulan

Langkah terakhir adalah menyusun laporan keuangan secara berkala, minimal satu kali setiap bulan. Laporan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi keuangan bisnis freelance Anda.

Dengan meninjau laporan keuangan setiap bulan, Anda dapat mengevaluasi performa bisnis, mengendalikan pengeluaran, menetapkan target pendapatan bulan berikutnya, serta mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat berdasarkan data yang akurat.

Baca Juga: Contoh Pembukuan Usaha Jasa & Laporan Keuangan Lengkap

Apa Metode Pembukuan yang Cocok untuk Freelancer?

pembukuan freelancer 3

Metode pembukuan yang cocok untuk freelancer adalah akuntansi berbasis kas, di mana Anda mencatat pemasukan hanya ketika uang benar-benar diterima atau dibayarkan.

Metode ini berbeda dari akuntansi berbasis akrual, yang mencatat pendapatan dan beban saat kesepakatan terjadi, tanpa memperhatikan kapan uangnya berpindah tangan.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

Metode berbasis kas

Freelancer lebih cocok menggunakan metode basis kas karena lebih sederhana dan membantu mengetahui pergerakan uang yang sebenarnya.

Misalnya, jika Anda menyelesaikan proyek pada bulan Januari tetapi klien baru membayar pada bulan Februari, maka pendapatan tersebut dicatat pada bulan Februari.Metode cash basis memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  • Cocok untuk freelancer dan UMKM, terutama yang baru memulai usaha atau memiliki transaksi yang relatif sederhana.
  • Pencatatan lebih sederhana, karena Anda hanya mencatat transaksi yang benar-benar terjadi di rekening atau kas.
  • Lebih mudah memantau arus kas, karena laporan keuangan menunjukkan uang yang benar-benar masuk dan keluar.

Metode akrual

Metode accrual mencatat pendapatan saat jasa telah diberikan, meskipun pembayaran belum diterima. Sebaliknya, pengeluaran dicatat ketika kewajiban muncul, meskipun pembayarannya dilakukan di kemudian hari.

Sebagai contoh, jika Anda menerbitkan invoice kepada klien pada bulan Januari dengan jatuh tempo 30 hari, pendapatan tetap dicatat pada bulan Januari meskipun uang baru diterima pada bulan Februari.

Beberapa kelebihan metode akrual adalah:

  • Memberikan gambaran keuangan yang lebih akurat, karena seluruh pendapatan dan beban dicatat pada periode saat transaksi terjadi.
  • Memudahkan pengelolaan piutang dan utang, sehingga Anda dapat memantau invoice yang belum dibayar maupun tagihan yang masih harus dilunasi.
  • Lebih sesuai untuk freelancer dengan banyak klien atau proyek jangka panjang, karena dapat menunjukkan kinerja bisnis secara lebih realistis.
  • Mendukung penyusunan laporan keuangan yang lebih komprehensif, sehingga memudahkan analisis profitabilitas dan perencanaan bisnis.
  • Menghemat waktu administrasi, karena Anda tidak perlu mencatat piutang maupun utang secara detail.

Metode ini lebih cocok untuk bisnis skala menengah ke atas yang membutuhkan laporan keuangan yang lebih akurat untuk pengajuan pinjaman bisnis.

Baca Juga: Sedang Mencari Freelance Akuntan? Perhatikan 10 Hal Ini

Apa Saja Laporan Keuangan yang Perlu Dimiliki Freelancer?

pembukuan freelancer 2

Laporan keuangan yang perlu disusun freelancer mencakup laporan pemasukan dan pengeluaran, laporan laba rugi, laporan arus kas, rekap piutang klien, dan rekap utang.

1. Laporan pemasukan dan pengeluaran

Laporan ini berisi seluruh uang yang masuk dari klien dan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan pekerjaan.

Dokumen ini juga menjadi dasar untuk menyusun laporan keuangan lainnya, seperti laporan laba rugi dan arus kas.

Tanggal Keterangan Kategori Tipe Jumlah (Rp)
01 Jul 2026 Proyek web klien A Proyek klien Pemasukan 4.500.000
03 Jul 2026 Langganan Figma Langganan tools Pengeluaran 180.000
05 Jul 2026 Konsultasi SEO bulanan Konsultasi Pemasukan 2.000.000
08 Jul 2026 Internet & listrik Operasional Pengeluaran 350.000
10 Jul 2026 Proyek copywriting klien B Proyek klien Pemasukan 1.800.000
Total Pemasukan 8.300.000
Total Pengeluaran 530.000
Selisih Bersih 7.770.000

2. Laporan laba rugi

Laporan laba rugi menunjukkan apakah bisnis freelance Anda menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian dalam suatu periode, misalnya bulanan atau tahunan.

Mudahnya, laporan ini menghitung selisih antara total pendapatan dengan seluruh beban atau pengeluaran yang berkaitan dengan pekerjaan.

Contoh laporan laba rugi freelancer:

Laporan Laba Rugi Freelancer Juli 2026
PENDAPATAN
Proyek klienRp6.300.000
KonsultasiRp2.000.000
Retainer bulananRp3.000.000
Total PendapatanRp11.300.000
BEBAN OPERASIONAL
Langganan tools (Figma, Notion, dll.)Rp180.000
Internet & listrikRp350.000
TransportasiRp120.000
Biaya admin & transferRp15.000
PPh 21 / pajak freelanceRp500.000
Total BebanRp1.165.000
LABA BERSIHRp10.135.000
Margin laba89,7%

3. Laporan arus kas

Tidak sedikit freelancer yang memperoleh laba tetapi tetap mengalami kesulitan keuangan karena arus kas yang kurang baik. Oleh sebab itu, laporan arus kas menjadi salah satu laporan yang penting.

Laporan ini mencatat seluruh pergerakan uang masuk dan keluar selama periode tertentu sehingga Anda dapat mengetahui apakah kas yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Contoh laporan arus kas freelancer:

Laporan Arus Kas Freelancer Juli 2026
Saldo Awal (1 Juli 2026)Rp5.000.000
KAS MASUK
Pembayaran proyek klien ARp4.500.000
Pembayaran proyek klien BRp1.800.000
Honor konsultasi SEORp2.000.000
Retainer bulananRp3.000.000
Total Kas MasukRp11.300.000
KAS KELUAR
Langganan tools (Figma, Notion, dll.)(Rp180.000)
Internet & listrik(Rp350.000)
Transportasi(Rp120.000)
Biaya admin & transfer(Rp15.000)
PPh 21 / pajak freelance(Rp500.000)
Total Kas Keluar(Rp1.165.000)
Arus Kas Bersih Bulan IniRp10.135.000
Saldo Akhir (31 Juli 2026)Rp15.135.000

4. Rekap piutang klien

Freelancer sering kali memberikan tempo pembayaran kepada klien, sehingga tidak semua invoice langsung dibayar setelah pekerjaan selesai. Oleh karena itu, Anda perlu memiliki rekap piutang klien.

Laporan ini berisi daftar seluruh tagihan yang belum diterima pembayarannya, lengkap dengan informasi seperti:

  • Nama klien.
  • Nomor invoice.
  • Nilai tagihan.
  • Tanggal penerbitan invoice.
  • Jatuh tempo pembayaran.
  • Status pembayaran.

Contoh rekap piutang klien:

Rekap Piutang Klien Freelancer Juli 2026
No.Nama KlienDeskripsi ProyekTgl InvoiceJatuh TempoNilai (Rp)Status
1PT Maju BersamaPembuatan website company profile01 Jun 202601 Jul 20264.500.000Terlambat
2CV Kreatif NusantaraCopywriting 10 artikel blog10 Jun 202610 Jul 20261.800.000Jatuh tempo
3Toko Online SejahteraDesain banner & konten media sosial01 Jul 202631 Jul 20262.200.000Belum jatuh tempo
4Startup DigitalkuKonsultasi SEO 3 bulan05 Jul 202605 Agu 20266.000.000Belum jatuh tempo
5UD Berkah JayaFoto produk & editing10 Jul 202625 Jul 20261.500.000Lunas
Total Piutang Terlambat4.500.000
Total Piutang Jatuh Tempo1.800.000
Total Piutang Belum Jatuh Tempo8.200.000
Total Sudah Lunas1.500.000
Total Piutang Keseluruhan16.000.000

Baca Juga: Solopreneur adalah: Model Bisnis dan Kisah Suksesnya

Kesimpulan

Sebagai seorang freelancer, pembukuan menjadi kegiatan penting untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran serta mengelola keuangan secara lebih profesional.

Meski pada awalnya pembukuan bisa dilakukan menggunakan spreadsheet, cara ini akan semakin sulit dikelola seiring bertambahnya jumlah klien dan transaksi.

Jika Anda ingin mengelola keuangan bisnis freelance dengan lebih mudah dan efisien, software akuntansi Kledo dapat menjadi pilihan yang tepat.

Dengan fitur pembukuan otomatis, pembuatan invoice, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, rekonsiliasi bank, serta lebih dari 50 laporan keuangan, Kledo membantu freelancer menghemat waktu administrasi sehingga Anda bisa lebih fokus mengembangkan karier dan melayani klien.

Coba Kledo gratis lewat tautan ini sekarang juga.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

nine + fourteen =