Laporan Keuangan Laundry: Cara Membuat, Contoh, dan Format

laporan keuangan laundry banner

Bisnis laundry perlu membuat laporan keuangan yang merangkum seluruh aktivitas keuangan bisnis.

Laporan keuangan laundry mencatat dari mana uang masuk, ke mana uang keluar, berapa aset yang dimiliki, dan seberapa besar utang atau kewajiban yang harus diselesaikan.

Dengan laporan keuangan yang lengkap, Anda bisa mengevaluasi kinerja keuangan laundry, sampai mengontrol pengeluaran dengan lebih tepat.

Di artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu laporan keuangan laundry, komponennya, cara membuat, serta contohnya.

Apa Itu Laporan Keuangan Laundry?

Laporan keuangan laundry adalah catatan yang berisi data transaksi dan posisi finansial usaha.

Dalam praktiknya, laporan ini terdiri dari beberapa jenis dokumen utama:

  • Laporan laba rugi
  • Laporan arus kas
  • Neraca
  • Laporan perubahan modal

Meski bisnis laundry tergolong usaha skala kecil hingga menengah, prinsip pencatatan keuangannya tetap sama dengan bisnis lain. Yang membedakan hanyalah jenis transaksi dan skala angkanya.

Semua pelaku usaha laundry membutuhkan laporan keuangan, baik pemilik laundry rumahan, laundry kiloan, ataupun laundry franchise.

Misalnya, pemilik laundry rumahan yang punya usaha sendiri dengan satu atau dua mesin cuci perlu tahu apakah usahanya menghasilkan cukup uang untuk menutupi biaya operasional dan keuntungan yang layak.

Mereka ini cukup menyusun laporan keuangan sederhana, seperti tabel di spreadsheet

Ini juga berlaku untuk pemilik laundry kiloan dan pengelola franchise laundry. Laundry kiloan biasanya sudah punya karyawan dan perlu menyisihkan biaya untuk perawatan mesin. Laundry franchise juga perlu membuat laporan keuangan untuk pihak pusat.

Jadi intinya, semua pengusaha laundry membutuhkan laporan keuangan, baik itu yang sederhana maupun yang lengkap, tergantung kebutuhan bisnisnya.

kledo banner 2

Baca Juga: Peluang Usaha Laundry Koin, Rincian Modal, dan Plus Minusnya

Apa Manfaat Membuat Laporan Keuangan untuk Usaha Laundry?

Berikut ini merupakan manfaat membuat laporan keuangan untuk usaha laundry:

  1. Memenuhi kewajiban perpajakan: Usaha laundry yang sudah memiliki NPWP atau terdaftar sebagai wajib pajak membutuhkan catatan keuangan yang rapi untuk pelaporan pajak, baik PPh final UMKM maupun kewajiban pajak lainnya.
  2. Mendukung pengajuan pinjaman modal: Jika Anda berencana mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) atau pinjaman modal lainnya, pihak bank atau lembaga keuangan hampir pasti akan meminta laporan keuangan sebagai syarat.
  3. Kontrol pengeluaran yang lebih ketat: Dengan laporan keuangan, Anda bisa melihat detail setiap pos pengeluaran. Misalnya, biaya listrik ternyata jauh membengkak dari bulan kemarin.
  4. Evaluasi performa bisnis secara berkala: Laporan keuangan bulanan memungkinkan Anda membandingkan performa antar periode. Apakah bulan ini lebih baik dari bulan lalu? Di bulan apa biasanya pendapatan menurun? Data ini membantu Anda merencanakan promosi atau strategi operasional dengan lebih tepat.
  5. Meningkatkan kepercayaan mitra dan investor: Jika suatu saat Anda ingin bermitra, membuka cabang, atau mengajak investor masuk, Anda bisa menyertakan laporan keuangan sebagai bukti bahwa Anda mengelola bisnis dengan profesional.

Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Keuntungan Usaha Laundry

Apa Saja Komponen Laporan Keuangan Laundry?

laporan keuangan laundry 2

Seperti yang kami sebutkan tadi, laporan keuangan terdiri dari 5 komponen, yaitu:

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi (income statement) menjawab apakah bisnis laundry Anda menghasilkan keuntungan atau justru merugi dalam periode tertentu.

Laporan ini menyandingkan pendapatan dengan beban.

  • Pendapatan: Semua uang yang masuk dari jasa laundry, setrika, dry clean, dll.
  • Beban/biaya: Semua pengeluaran yang dikeluarkan untuk menjalankan operasional, mulai dari deterjen, listrik, air, gaji karyawan, hingga sewa tempat

Selisih antara pendapatan dan beban adalah laba bersih (jika pendapatan lebih besar) atau rugi (jika pengeluaran lebih besar).

2. Neraca (Laporan Posisi Keuangan)

Neraca menjelaskan posisi keuangan laundry Anda dengan menunjukkan aset apa yang bisnis miliki, kewajiban, dan berapa besar modal untuk mendanai operasional bisnisnya.

3 elemen neraca adalah:

  • Aset: Semua yang dimiliki bisnis laundry Anda, baik berupa uang tunai, piutang pelanggan, mesin cuci, mesin pengering, kendaraan untuk antar-jemput, hingga stok deterjen dan pewangi.
  • Liabilitas (utang/kewajiban): Semua yang menjadi kewajiban bisnis Anda kepada pihak lain: cicilan pembelian mesin, utang ke supplier, atau pinjaman modal usaha.
  • Ekuitas (modal): Selisih antara aset dan liabilitas, yang mencerminkan nilai bersih bisnis yang menjadi hak pemilik.

Neraca membantu Anda memahami apakah aset yang dimiliki cukup untuk menanggung kewajiban yang ada.

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menjelaskan seberapa banyak uang tunai yang benar-benar tersedia di tangan Anda.

Misalnya, Anda sudah mencatat pendapatan dari pelanggan yang belum membayar. Secara akuntansim itu sudah masuk sebagai pendapatan, tapi uangnya belum ada di tangan Anda.

Laporan arus kas dibagi menjadi tiga bagian:

  • Arus kas operasional: Aliran kas dari kegiatan bisnis sehari-hari: penerimaan dari pelanggan dan pembayaran biaya operasional
  • Arus kas investasi: Kas yang keluar untuk pembelian aset (misalnya beli mesin cuci baru) atau masuk dari penjualan aset lama
  • Arus kas pendanaan: Kas yang masuk dari pinjaman atau tambahan modal, dan kas yang keluar untuk pembayaran cicilan atau pengambilan modal oleh pemilik

Untuk laundry skala kecil, laporan arus kas yang paling krusial adalah bagian operasional, karena ini yang menentukan apakah Anda mempunyai cukup uang untuk membayar gaji karyawan dan tagihan bulan depan.

4. Laporan Perubahan Modal

Laporan ini mencatat bagaimana posisi modal pemilik berubah dari awal hingga akhir periode. Perubahannya bisa disebabkan oleh:

  • Penambahan modal: Misalnya Anda menyetor uang pribadi ke bisnis untuk membeli mesin baru
  • Laba ditahan: Keuntungan dari periode berjalan yang tidak diambil dan dibiarkan mengendap di bisnis
  • Pengambilan pribadi (prive): Uang yang Anda ambil dari kas bisnis untuk keperluan pribadi

Laporan perubahan modal penting terutama untuk memastikan Anda tidak mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis, karena kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah di kemudian hari.

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan adalah penjelasan tambahan yang melengkapi angka-angka di laporan utama.

Contohnya seperti metode pencatatan apa yang digunakan, penjelasan tentang nilai aset, atau keterangan tentang utang jangka panjang dan syaratnya.

Untuk UMKM laundry, komponen ini bersifat opsional, terutama jika laporan keuangan hanya digunakan untuk keperluan internal.

Namun jika Anda berencana mengajukan pinjaman ke bank atau bermitra dengan investor, catatan atas laporan keuangan bisa menambah kepercayaan pihak eksternal.

Ringkasan Fungsi Setiap Jenis Laporan Keuangan

Jenis LaporanPertanyaan yang DijawabKegunaan Utama
Laporan Laba RugiApakah bisnis untung atau rugi?Evaluasi profitabilitas dan efisiensi biaya operasional
NeracaSeberapa sehat kondisi keuangan bisnis saat ini?Melihat posisi aset, utang, dan modal secara keseluruhan
Laporan Arus KasApakah ada cukup uang tunai untuk operasional?Mencegah krisis kas dan merencanakan pembayaran kewajiban
Laporan Perubahan ModalBagaimana modal pemilik berubah?Memisahkan keuangan bisnis dan pribadi pemilik
Catatan atas Laporan KeuanganApa konteks di balik angka-angka ini?Melengkapi laporan untuk pengajuan pinjaman atau kemitraan

Baca Juga: 10 Peralatan untuk Membuka Usaha Laundry Kiloan

Data Apa yang Harus Dikumpulkan Sebelum Membuat Laporan Keuangan Laundry?

laporan keuangan laundry 3

Kualitas laporan keuangan sangat bergantung pada kelengkapan dan ketepatan data yang sudah dikumpulkan sebelumnya.

Berikut adalah semua jenis data yang perlu Anda siapkan:

1. Pendapatan jasa

Ini adalah sumber pemasukan utama bisnis laundry, yang biasanya mencakup:

  • Total berat cucian yang diproses dalam periode berjalan (dalam kilogram), karena ini menjadi dasar penghitungan pendapatan laundry kiloan
  • Jumlah transaksi harian beserta tanggal dan nomor nota atau kwitansi
  • Harga per kilogram yang berlaku, termasuk jika ada perbedaan harga untuk jenis cucian tertentu seperti selimut, jas, atau sepatu
  • Pembayaran yang sudah diterima (tunai, transfer, atau QRIS) dan yang masih belum dilunasi pelanggan

Pastikan untuk mencatat setiap transaksi, termasuk transaksi kecil yang terasa sepele. Transaksi kecil yang tidak tercatat namun terus menumpuk bisa menghasilkan selisih yang cukup besar di akhir bulan.

2. Pendapatan layanan tambahan

Selain jasa cuci utama, banyak laundry yang menawarkan layanan tambahan dengan tarif tersendiri. Setiap jenis layanan ini harus dicatat secara terpisah karena margin keuntungannya bisa berbeda-beda.

Contoh layanan tambahan adalah setrika, dry cleaning, laundry express, atau layanan delivery.

3. Biaya operasional

Biaya operasional adalah pengeluaran yang bisnis keluarkan secara rutin untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.

Dalam usaha laundry, biaya operasional bisa mencakup:

  • Deterjen
  • Pewangi
  • Plastik kemasan untuk membungkus pakaian
  • Listrik
  • Air
  • Internet untuk menerima order online, mengelola admin via WhatsApp, atau menggunakan aplikasi kasir berbasis cloud
  • Gaji karyawan
  • Sewa tempat
  • Perawatan mesin
  • Transportasi

4. Aset usaha

Sebelum membuat neraca, Anda perlu mendaftar semua aset yang dimiliki bisnis laundry, beserta estimasi nilainya saat ini.

Aset laundry umumnya terdiri dari:

  • Aset lancar: Kas di tangan, saldo rekening bisnis, dan piutang dari pelanggan yang belum membayar
  • Aset tetap: Mesin cuci, mesin pengering, setrika uap, rak penyimpanan, meja pelipat, kendaraan antar-jemput, komputer atau tablet kasir
  • Stok bahan: Deterjen, pewangi, plastik kemasan yang masih tersisa di gudang

Untuk aset tetap, catat juga tahun pembelian dan harga beli awalnya karena nilai aset ini menyusut seiring waktu (depresiasi) dan penyusutan ini sebenarnya juga termasuk biaya yang perlu diperhitungkan dalam laporan laba rugi.

4. Utang dan Piutang

Utang adalah semua kewajiban finansial bisnis yang belum diselesaikan, seperti sisa cicilan pembelian mesin cuci atau pinjaman modal usaha dari bank.

Piutang adalah uang yang seharusnya sudah masuk ke bisnis, tapi belum Anda terima. Misalnya, tagihan dari pelanggan yang menggunakan sistem laundry bayar bulanan.

5. Modal pemilik

Modal pemilik adalah dana yang Anda tanamkan ke dalam bisnis laundry.

Anda perlu mengumpulkan data seperti prive, modal awal saat memulai usaha, dan tambahan setoran modal di tengah jalan.

Baca Juga: Tertarik Membuka Bisnis Laundry? Ikuti 10 Tips Ini

Cara Membuat Laporan Keuangan Laundry

laporan keuangan laundry 1

Berikut merupakan langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk menyusun laporan keuangan laundry Anda:

1. Mencatat setiap transaksi harian

Catat setiap transaksi pada hari yang sama saat transaksi terjadi. Jangan menunda ke hari berikutnya karena detailnya bisa terlupa atau tercampur.

Yang perlu Anda catat:

  • Tanggal dan jenis transaksi
  • Nominal dan keterangan singkat
  • Metode pembayaran

2. Mengelompokkan transaksi berdasarkan kategori

Setelah pencatatan, kelompokkan transaksi ke dalam kategori yang konsisten seperti pemasukan, pengeluaran operasional, dan non-operasional.

3. Menghitung total pendapatan dan pengeluaran

Jumlahkan semua pemasukan dan pengeluaran dari setiap kategori yang sudah dibuat.

Sertakan bukti transaksi untuk setiap pos pengeluaran, dan pisahkan pengeluaran bisnis dari pengeluaran pribadi.

4. Menentukan laba atau rugi

Setelah mengetahui total pendapatan dan pengeluaran, hitung laba/ruginya dengan rumus berikut:

Laba / Rugi = Total Pendapatan − Total Pengeluaran

5. Menyusun laporan bulanan dan tahunan

Laporan bulanan disusun setiap akhir bulan, mencakup laporan laba rugi dan ringkasan arus kas. Ini berguna untuk pengambilan keputusan operasional sehari-hari.

Laporan tahunan merangkum seluruh laporan bulanan menjadi gambaran besar performa bisnis sepanjang tahun dan mencakup laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.

Laporan ini yang paling sering dibutuhkan untuk keperluan eksternal seperti pengajuan pinjaman atau pelaporan pajak.

Baca Juga: 9 Aplikasi Kasir Laundry Terbaik untuk Bisnis Anda

Contoh Laporan Keuangan Laundry Sederhana

1. Contoh laporan laba rugi laundry

KeteranganJumlah
PENDAPATAN
Jasa cuci kiloanRp 11.000.000
Jasa setrikaRp 1.500.000
Express laundryRp 800.000
Layanan antar-jemputRp 700.000
Total PendapatanRp 14.000.000
HARGA POKOK JASA
Deterjen & pewangiRp 1.500.000
Plastik kemasanRp 300.000
Air & gasRp 650.000
Total Harga Pokok JasaRp 2.450.000
Laba KotorRp 11.550.000
BEBAN OPERASIONAL
Gaji karyawan (2 orang)Rp 5.000.000
Sewa tempatRp 2.000.000
ListrikRp 2.800.000
TransportasiRp 350.000
Perawatan mesinRp 200.000
InternetRp 150.000
Total Beban OperasionalRp 10.500.000
LABA BERSIHRp 1.050.000

2. Contoh laporan arus kas laundry

KeteranganJumlah
KAS MASUK
Penerimaan dari pelanggan tunaiRp 12.500.000
Penerimaan dari pelanggan transfer/QRISRp 1.500.000
Total Kas MasukRp 14.000.000
KAS KELUAR
Pembelian deterjen & pewangiRp 1.500.000
Pembelian plastik kemasanRp 300.000
Pembayaran listrikRp 2.800.000
Pembayaran air & gasRp 650.000
Gaji karyawanRp 5.000.000
Sewa tempatRp 2.000.000
TransportasiRp 350.000
Perawatan mesinRp 200.000
InternetRp 150.000
Total Kas KeluarRp 12.950.000
Saldo Kas Awal (1 Juli 2025)Rp 3.000.000
Selisih Kas Masuk & KeluarRp 1.050.000
Saldo Kas Akhir (31 Juli 2025)Rp 4.050.000

3. Contoh neraca laundry

KeteranganJumlah
ASET
Kas & setara kasRp 4.050.000
Piutang pelangganRp 750.000
Stok bahan cuciRp 400.000
Mesin cuci (2 unit)Rp 12.000.000
Mesin pengering (1 unit)Rp 7.000.000
Kendaraan antar-jemputRp 5.500.000
Peralatan setrikaRp 600.000
Deposit sewa tempatRp 400.000
Total AsetRp 30.700.000
LIABILITAS
Utang supplier bahan cuciRp 500.000
Sisa cicilan mesin cuciRp 3.000.000
Total LiabilitasRp 3.500.000
EKUITAS
Modal awal pemilikRp 20.000.000
Laba ditahanRp 6.750.000
Laba bulan berjalanRp 1.050.000
Pengambilan pribadi (prive)(Rp 600.000)
Total EkuitasRp 27.200.000
TOTAL LIABILITAS & EKUITASRp 30.700.000

4. Contoh laporan perubahan modal sederhana

KeteranganJumlah
Modal awal (1 Juli 2025)Rp 26.750.000
Penambahan
Laba bersih bulan JuliRp 1.050.000
Total PenambahanRp 1.050.000
Pengurangan
Pengambilan pribadi (prive)(Rp 600.000)
Total Pengurangan(Rp 600.000)
Modal Akhir (31 Juli 2025)Rp 27.200.000

Baca Juga: Isi dan Elemen dalam Dalam Laporan Keuangan yang Harus Anda Tahu

Kesimpulan

Mengelola laporan keuangan laundry secara konsisten membantu Anda memahami kondisi bisnis, mengontrol biaya operasional, dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Jika pencatatan masih dilakukan secara manual, prosesnya dapat memakan waktu dan berisiko menimbulkan kesalahan.

Menggunakan software akuntansi seperti Kledo dapat membantu mengotomatiskan pencatatan transaksi, menyusun laporan keuangan secara real-time, serta memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai performa bisnis..

Kledo menyediakan fitur pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pembuatan laporan laba rugi, neraca, arus kas, pengelolaan piutang dan utang, hingga berbagai laporan keuangan yang dapat diakses kapan saja.

Jika Anda ingin membuat laporan keuangan laundry dengan lebih cepat, rapi, dan akurat, Anda dapat mencoba Kledo melalui masa uji coba gratis dan menilai sendiri apakah fiturnya sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

3 × 1 =