Jangan Lakukan 10 Hal Ini Saat Menulis Proposal Bisnis

menulis proposal bisnis

Proposal bisnis merupakan sebuah media yang di dalamnya menjelaskan profil bisnis yang sedang dikembangkan oleh pengusaha. Proposal bisnis memuat semua unsur yang ada di dalam bisnis baik internal ataupun eksternal dalam bentuk dokumen tertulis. Tujuan dari penulisan proposal bisnis adalah untuk menarik investor agar mau berinvestasi di perusahaan tersebut. Makanya, kamu nggak boleh sembarangan dalam menulis proposal bisnis.

Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam menulis bisnis proposal, seperti gaya bahasa, pengetikan sampai perhitungan perencanaan keuangan. Untuk lebih lanjutnya kamu bisa membacanya di bawah ini.

Unsur-unsur dalam Proposal Bisnis

proposal bisnis

1. Pendahuluan

Pendahuluan memuat perkenalan dirimu dan juga bisa yang kamu buat. Penjelasan secara rinci akan menjadi nilai lebih untuk proposal bisnismu. Kamu bisa menjelaskan visi dan misi bisnis yang akan atau sedang kamu jalankan, latar belakang bisnis, dan juga menjelaskan keadaan pasar saat ini agar investor tahu peluang bisnismu.

Selain hal-hal di atas, kamu juga harus cermat dalam penulisan pendahuluan dalam proposal bisnis. Jangan sampai kata-kata yang kamu tulis terkesan bertele-tele ataupun tanpa tujuan yang jelas. Kamu bisa mendeskripsikannya dari umum ke khusus.

2. Profil Bisnis

Profil bisnis menjelaskan jenis usaha yang sedang kamu jalani. Ada beberapa jenis usaha yang bisa kamu pilih dan sesuaikan dengan usahamu, seperti usaha kreatif, usaha perdagangan, usaha jasa, usaha makanan dan minuman, usaha tranportasi, usaha teknologi dan lain-lain.Apa saja yang ada di dalam profil bisnis? Selain jenis usaha, kamu juga bisa menambahkan nama bisnis dan juga lokasi bisnis. Untuk nama kamu bisa menceritakan filosofi dari dipilihnya nama tersebut dan juga perjalanan sampai nama tersebut terbentuk.

3. Struktur Organisasi Perusahaan

Setiap perusahaan harus memiliki struktur organisasi. Struktur organisasi terdiri dari owner atau pendiri perusahaan, manager atau pengelola, pemasaran, HR, dan divisi lainnya. Investor melihat struktur organisasi bukan hanya untuk melihat siapa saja yang terlibat, tetapi juga untuk melihat bagaimana manajemen perusahaan tersebut.

4. Produk Perusahaan

Produk perusahaan merupakan sesuatu yang harus ada dalam proposal bisnis. Produk perusahaan dibagi dalam beberapa jenis yaitu

  • Jenis produk
  • Proses produksi
  • Keunggulan produk

5. Target Pasar

Dalam proposal bisnis, kamu juga harus menuliskan target pasar. Mulai dari tempat dimana target pasarmu sampai siapa saja target pasar yang ingin kamu tuju.

6. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan rincian strategi yang dilakukan untuk menjual yang kamu miliki. Strategi ini harus disesuaikan dengan produk yang kamu jual, manfaat dari produk tersebut, dan siapa pasar yang dituju.

7. Keuangan

Keuangan berisi alokasi dana, perhitungan laba, dan juga perhitungan bagi hasil yang ada dalam bisnis. Dalam penulisan keuangan ini kamu harus benar-benar teliti. Buat kamu yang memang tidak memiliki pengalaman dalam pengelolaan keuangan, kamu bisa menggunakan software akuntansi untuk membantumu mengelola keuangan. Salah satu software akuntansi yang bisa kamu gunakan adalah software akuntansi dari Kledo. Kledo memiliki kelebihan kamu bisa menggunakannya tanpa harus mendownload dan menginstal terlebih dahulu. Kamu bisa mengakses Kledo di sini.

Hal-hal yang Jangan Dilakukan Saat Menulis Proposal Bisnis

bisnis proposal

Mengetahui unsur-unsur yang ada dalam proposal bisnis merupakan sesuatu yang sangat penting. Bisa dibilang unsur merupakan isi dari proposal bisnis yang kamu tulis sehingga kulitas bisnismu dapat diukur dari cara kamu menuliskan proposal bisnis. Namun tidak hanya unsur-unsur dalam penulisan proposal yang penting, ternyata ada berapa kesalahan yang dilakukan saat menulis proposal bisnis. Buat kamu yang ingin berhasil mendapatkan investasi dari investor, jangan lakukan kesalahan-kesalahan berikut ya!

1. Penulisan Proposal Bisnis yang Buruk

Hal pertama yang dilihat investor pada saat membaca bisnis proposal bukanlah apa yang kamu tulis tentang target pasar atau tentang strategi pemasaran. Hal pertama yang dilihat investor adalah penulisan dari bisnis proposal tersebut, seperti ejaan, tata bahasa, tanda baca, dan gaya tulisan. Untuk itu kamu harus benar-benar teliti dalam menulis bisnis proposal, jangan sampai terdapat banyak typo dalam bisnis proposalmu.

Selain tulisan yang berhubungan dengan typo, kamu juga harus memperhatikan gaya bahasa yang kamu gunakan saat menulis bisnis proposal. Jika gaya bahasa yang kamu gunakan menggambarkan sikap percaya diri, berwibawa, sopan, dan formal dapat menarik investor. Namun jika tulisanmu menggambarkan sikap yang sombong, ceroboh, angkuh, dan kurang sopan akan membuat bisnis proposalmu langsung ditolak.

2. Kurangnya Riset Pasar

Riset pasar merupakan sesuatu yang sangat penting dalam memulai suatu bisnis. Salah sati tujuannya adalah untuk mengetahui keadaan pasar secara langsung, karena bisnis yang cocok untuk hari ini belum tentu cocok untuk besok. Hal ini juga berlaku dalam penulisan proposal bisnis. Untuk bisa memasatikan pasar produk yang akan kamu jual dapat bersaing dalam waktu yang lama, diperlukan riset pasar. Riset pasar bisa dilakukan selama satu bulan. Jika kamu sendiri tidak mengetahui pasar produkmu, bagaimana investor akan yakin dengan proposal yang kamu ajukan.

3. Segmentasi Pasar yang Asal

Sebelum penentuan segmentasi pasar yang akan kamu tuju, kamu harus melakukan riset terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar kedepannya produk yang kamu jual tepat sasaran dengan pasar yang dituju. Namun, ternyata masih banyak calon pengusaha yang kebingungan menentukan segmentasi pasar yang akan dituju. Padahal hal itu sangatlah penting karena produk yang unik, inovatif dan kreatif tidak cukup untuk dapat bersaing di pasaran karena tidak dibutuhkan.

4. Rencana Tidak Realistis

Faktor realistis merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bisnis. Kamu boleh memiliki ide sekreatif mungkin namun jangan sampai lupakan kerealistisan pada ide tersebut. Ide sebuah bisnis tidak bisa asal kreatif, namun harus memperhatikan beberapa faktor seperti regional dan juga faktor budaya. Apakah produkmu akan diterima oleh masyarakat tersebut berdasarkan kondisi masyarakat dan juga budaya masyrakat tersebut. Kamu juga harus memperhatikan kondisi prilaku masyarakat tersebut. Jangan sampai kamu menjual produk yang tidak tidak dibutuhkan.

5. Merasa Tidak Memiliki Risiko

Bisnis tidak bisa dilepaskan dari yang namanya risiko. Maka jika kamu menuliskan di proposal bahwa bisnismu tidak memiliki risiko itu sangat tidak masuk akal. Jika kamu menuliskan tidak ada risiko untuk bisnismu, maka besar kemungkinan investor tidak akan mempercayainya. Kamu harus menuliskan risiko-risiko apa yang dimiliki bisnismu dan juga antisipasi atau solusi yang akan kamu lakukan untuk menghadapi risiko-risiko tersebut.

6. Merasa Tidak Memiliki Pesaing

Sama seperti risiko, sebuah bisnis juga tidak mungkin tidak memiliki pesaing. Meskipun kamu sudah membuat produk sedemikian rupa sehingga tidak memiliki pesaing, tetap saja ada saja hal yang dikaitkan antara bisnismu dengan bisnis lainnya. Meskipun awalnya kamu memiliki sedikit pesaing, jika bisnismu laris, bisa jadi ada banyak orang yang membuka bisnis yang sama untuk menyaingi bisnismu.

7. Terlalu Optimis

Meskipun memiliki sifat optimis merupakan sesuatu yang positif, namun jika kamu terlalu optimis terhadap proposal bisnis yang kamu tulis tentu itu tidak baik. Kamu harus menuliskan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada bisnismu. Jangan terlalu optimis karena dalam dunia bisnis banyak hal dapat terjadi di luar perkiraan. Kamu bisa menggunakan analisis SWOT (strenght, weakness, opportunity, treat) untuk menilai kualitas bisnismu. Selain itu kamu bisa sharing dengan orang yang lebih berpengalaman dalam berbisnis.

8. Tidak Membuat Bisnis Model Kanvas

Bisnis model kanvas memiliki fungsi untuk memetakan poin-poin yang akan menyukseskan bisnis yang akan dijalankan. Banyak dari calon pengusaha yang lupa untuk membuat bisnis modal kanvas dengan berbagai alasana, seperti malas atau merasa bisnis model kanvas tidak begitu dibutuhkan. Padahal bisnis model kanvas merupakan sesuatu yang penting, terlebih untuk menarik investor.

9. Rencana Keuangan Tidak Realistis

Rencana keuangan merupakan sesuatu yang tidak kalah penting, namun sayangnya masih banyak calon pengusaha yang melakukan perencanaan keuangan yang salah. Biasanya hal ini terjadi karena harapan yang terlalu tinggi dalam penghitungan keuntungan. Padahal tidak ada yang bisa menjamin kamu selalu mendapatkan keuntungan yang sama setiap hari atau setiap bulan.

10. Tidak Melampirkan Dokumen Pendukung

Dokumen pendukung terdiri atas legalitas berdirinya perusahaan, surat perjanjian, hasil riset pasar, dan juga surat izin mendirikan perusahaan. Meskipun dokumen-dikumen ini tidak terlalu penting buat kamu yang akan membangun UKM, namun buat kamu yang akan membangun usaha dalam skala besar, jangan lupa untuk melampirkan dokumen tersebut. Untuk lebih lengkap tentang dokumen pendukung pada bisnis proposal, kamu bisa membacanya di sini.

Contoh Proposal Bisnis yang Benar

bisnis proposal

Judul Proposal: Tas RajutKu

1. Pendahuluan

Latar Belakang:

Salah satu cara memanfaatkan waktu luang agar lebih bermafaat adalah dengan cara melakukan sesuatu yang disukai atau hobi. Bagi sebagian orang, hobi bisa dijadikan cara untuk refreshing dari penatnya pekerjaan sehari-hari. Dengan menyalurkan hobi, selain bisa refreshing beberapa hobi juga bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan juga bernilai jual. Tak ayal, saat ini banyak orang yang menginginkan bisa mendapatkan penghasilan dari menekuni hobi. Sudah melakukan sesuatu yang disukai, mendapatkan penghasilan pula.

Salah satu hobi yang kembali nge-trend adalah merajut. Merajut merupakan kegiatan mengubah benang menjadi suatu barang. Ada beberapa teknik dalam merajut yaitu croching dan knitting. Beberapa puluh tahun yang lalu merajut merupakan pekerjaan wanita lanjut usia, namun seiring berkembangnya teknologi, wanita muda mulai tertarik dengan kerajinan merajut. Memiliki hobi merajut selain bisa menyalurkan kegiatan yang disukai, juga bisa mengasah keterampilan dan dari barang yang dihasilkan bisa dijadikan penghasilan.

2. Profil Usaha

Tas RajutKu merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kreatif yaitu desain dan fashion. Tas RajutKu terdiri dari beberapa produk yaitu sling bag, pouch, handbag, clutch, tas rajut karakter, boneka rajut atau amigurumi, kalung rajut dan asesoris lainnya. untuk proses produksi, saat ini Tas RajutKu sedang melakukan pelatihan untuk mendapatkan mitra di Desa Pujodadi Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Lampung. Sedangkan untuk proses pemasaran, Tas RajutKu memiliki toko online di instagram yaitu @tasrajutku dan akun page facebook Tas RajutKu. Selain secara online, Tas RajutKu juga telah menjalin kerja sama dengan toko-toko yang ada di Bandar Lampung seperti Hijab Mafza Kampung Baru dan Toko Maritza. Tas RajutKu memiliki omzet Rp 1.200.000,00 per bulan dengan produksi hanya dilakukan oleh tim Tas RajutKu. Jika ditambah kontribusi mitra, Tas RajutKu diyakini dapat menambah omzetnya.

3. Struktur Organisasi Perusahaan

Dalam proses produksi dan pemasaran kami membuat budaya kerja sebagai berikut:

  1. Aulia Sarah, sebagai manager Tas RajutKu yang mengkoordinasi bahan, keuangan dan juga desainer produk.
  2. Novi Puspita, sebagai desainer produk.
  3. Ahmad Yani, sebagai koordinasi pemasaran produk Tas RajutKu, pembelian bahan dan juga koordinasi mitra Tas RajutKu baik untuk produksi maupun pemasaran

4. Produk Usaha

Deskripsi Produk

Tas RajutKu memiliki produk-produk rajut dengan teknik merajut croching yang terdiri dari sling bag rajut, handbag rajut, tas karakter rajut, amigurumi atau boneka rajut, bra rajut, pouch, clutch, bros rajut dan pada tahun 2018 Tas RajutKu melebarkan produksi ke produk-produk berbahan kanvas untuk menjangkau konsumen yang tidak berminat dengan rajutan dan dengan harga lebih terjangkau. Produk kanvas dari Tas RajutKU yaitu totebag kanvas, handbag kanvas, tas make-up, pouch dan juga tempat pensil.

Keunggulan Produk

Tas RajutKu memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Dapat custom sesuai dengan keinginan, baik itu motif, warna maupun ukuran
  • Tas RajutKu selalu mengutamakan menggunakan komponen rajut baik untuk handle tas ataupun pernak-perniknya
  • Harga lebih terjangkau

Analisis Pasar

Target Pasar

Tas RajutKu memiliki target pasar perempuan muda mulai dari pelajar, mahasiswa maupun yang sudah bekerja. Namun tidak menutup kemungkinan bagi selain perempuan untuk memesan karena Keramat Rajut selalu membuka untuk custom pesanan.

Kompetitor

Tas RajutKu memiliki kompetitor rajutan yang berasal dari Pulau Jawa (Dowa, Kaay, Demes) namun untuk segi harga Tas RajutKu jauh lebih terjangkau, sedangkan untuk rajutan dengan harga murah, Tas RajutKu memiliki bahan yang lebih baik dan berkualitas. Di Lampung sendiri lebih banyak rajut dari tali kur dimana berbeda bahan dengan produk Tas RajutKu.

Strategi Pemasaran
  • Penggunakaan Hastag (#) pada setiap postingan di Instagram dan Facebook
  • Menawarkan orang-orang di sekitar untuk menjadi reseller dengan potongan harga
  • Posting produk setiap hari
  • Melakukan inovasi produk agar pembeli tertarik untuk membeli lagi.

Proyeksi Keuntungan Usaha

Tas RajutKu memiliki proyeksi keuntungan sebagai berikut:

Untuk setiap produksi Tas RajutKu kami membaginya dalam persentasi sebagai berikut: HARGA = bahan (25%) + upah (35%) + operasional (20%) + laba (10%) + pemasaran (10%). Misal dalam satu produk sling bag dengan harga Rp 75.000,00 pembagian persentasi produksi sebagai berikut: 75.000 = 18.750 (modal) + 26,250 (upah rajut) + 15.000 (operasional) + 7.500 (laba) + 7.500 (pemasaran).

Kesimpulan

Proposal bisnis ditulis dengan tujuan untuk menarik investor agar bersedia berinvestasi di bisnis yang kamu miliki. Oleh karena itu kamu nggak boleh asal menulisnya. Perhatikan unsur-unsur yang ada dalam penulisan proposal bisnis dan juga hindari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *