Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Bedanya dengan Usaha Dagang

siklus akuntansi perusahaan jasa banner

Akuntansi adalah cara mendasar untuk melacak dan memahami transaksi keuangan bisnis. Tidak hanya pada bisnis yang menjual produk atau bisnis dagang, siklus akuntansi perusahaan jasa dimulai dengan pencatatan awal dan pengorganisasian semua layanan bisnis yang disediakan.

Meskipun mirip, siklus akuntansi untuk perusahaan jasa memiliki perbedaan dengan siklus akuntansi perusahaan dagang, dan hal ini penting untuk diketahui oleh para pemilik bisnis atau Anda seorang akuntan.

Pada artikel kali ini kami akan membahas, tahapan dalam siklus akuntansi perusahaan jasa dan perbedaannya dengan perusahaan dagang secara detail.

Jadi baca terus sampai selesai.

Apa itu Siklus Akuntansi?

Proses pencatatan dan pemrosesan transaksi keuangan perusahaan dikenal sebagai siklus akuntansi. Siklus akuntansi menguraikan proses langkah demi langkah yang memastikan keakuratan dan keseragaman laporan keuangan.

Proses ini dimulai ketika transaksi terjadi dan berakhir dengan dimasukkannya transaksi tersebut ke dalam laporan keuangan perusahaan. Meskipun semua jenis perusahaan menerapkan proses siklus akuntansi dalam mencatat transaksi mereka, rincian transaksi tersebut dapat berbeda antara bisnis yang berorientasi pada jasa dan perusahaan dagang.

Banner 1 kledo

Cari tahu apa yang bisa Kledo bantu dalam proses pengelolaan akuntansi usaha jasa Anda melalui tautan ini.

Siklus akuntansi perusahaan jasa

Perusahaan jasa menentukan laba bersihnya dengan mengurangi biaya operasional dari pendapatannya. Siklus akuntansi untuk perusahaan jasa dimulai ketika pelanggan membayar layanan.

Namun, perusahaan jasa sering kali harus menunggu beberapa minggu atau bulan antara saat mereka menagih pelanggan dan saat mereka menerima pembayaran.

Saldo yang belum dibayar pada faktur ini merupakan “piutang usaha”, yang berpotensi menjadi pendapatan tetapi tidak dihitung dalam siklus akuntansi.

Lebih jauh, mari kita bahas tahapan siklus akuntansi untuk perusahaan jasa.

Baca juga: 10 Contoh Proposal Usaha dan Cara Membuatnya

Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

siklus akuntansi perusahaan jasa 2

Siklus akuntansi perusahaan jasa sering digambarkan sebagai proses yang mencakup tahapan berikut:

1. Mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menganalisis dokumen dan transaksi

Dalam siklus akuntansi perusahaan jasa, langkah pertama yang penting adalah mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menganalisis dokumen dan transaksi. Ini adalah tahap awal yang kritis dalam proses akuntansi. Berikut penjelasan lebih lanjut:

Identifikasi dokumen dan transaksi:

Identifikasi dokumen dan transaksi yang terkait dengan kegiatan perusahaan jasa. Dokumen ini dapat mencakup faktur layanan yang diberikan kepada pelanggan, kontrak layanan, catatan biaya operasional, bukti pembayaran, dan dokumen lain yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.

Mengumpulkan dokumen dan transaksi:

Setelah identifikasi, selanjutnya adalah mengumpulkan semua dokumen yang terkait. Ini bisa berarti mengumpulkan faktur dari pelanggan, mencatat biaya operasional yang dikeluarkan, dan mengumpulkan semua dokumen yang relevan untuk transaksi bisnis.

Menganalisis dokumen dan transaksi:

Analisis dokumen dan transaksi adalah langkah penting untuk memahami apa yang terjadi dalam perusahaan. Ini mencakup:

  • Pemeriksaan Faktur: Memeriksa faktur yang diterima dari pelanggan untuk memastikan keakuratannya dan mengidentifikasi layanan apa yang telah diberikan.
  • Perbandingan dan Kesesuaian: Memeriksa kesesuaian antara dokumen dan transaksi yang tercatat dengan perjanjian kontrak dan peraturan akuntansi yang berlaku.

Baca juga: Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang dan Bedanya dengan Usaha Jasa

2. Mencatat transaksi dalam jurnal

Langkah kedua dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah mencatat transaksi dalam jurnal. Ini merupakan langkah penting dalam proses pencatatan keuangan yang akurat. Berikut penjelasannya:

Pemilihan jurnal yang tepat:

Pilih jurnal yang sesuai dengan jenis transaksi yang akan dicatat. Jurnal umum adalah jurnal yang umumnya digunakan untuk mencatat berbagai jenis transaksi. Namun, ada juga jurnal khusus seperti jurnal penjualan, jurnal pembelian, dan lain-lain yang dapat digunakan sesuai dengan jenis transaksi yang ada.

Tanggal transaksi:

Catat tanggal transaksi sesuai dengan tanggal sebenarnya ketika transaksi terjadi. Tanggal ini penting karena akan memengaruhi periode pelaporan dalam laporan keuangan.

Deskripsi transaksi

Tuliskan deskripsi yang jelas mengenai transaksi yang dicatat. Deskripsi ini harus mencakup informasi yang memadai untuk memahami sifat transaksi tersebut.

Debit dan kredit

Bagi transaksi menjadi dua bagian, yaitu debit dan kredit. Debit digunakan untuk mencatat penambahan aset atau pengurangan kewajiban, sedangkan kredit digunakan untuk mencatat penambahan kewajiban atau pengurangan aset.

Nominal transaksi

Catat nominal transaksi dengan benar dalam kolom debit dan kredit. Pastikan jumlah debit sama dengan jumlah kredit, sehingga neraca akhir tetap seimbang.

Referensi dokumen

Cantumkan referensi dokumen yang mendukung transaksi, seperti nomor faktur, nomor kontrak, atau nomor penerimaan pembayaran. Ini membantu dalam pelacakan dan verifikasi transaksi di kemudian hari.

Baca juga: Pengertian Siklus Akuntansi, Tahapan dan Contohnya

3. Memposting jumlah yang dijurnal ke akun-akun di buku besar umum dan buku besar pembantu

Selanjutnya adalah memposting jumlah yang telah dijurnal ke akun-akun di buku besar umum dan buku besar pembantu. Ini merupakan proses penting dalam mengorganisir dan merinci informasi keuangan perusahaan. Berikut penjelasannya:

Penyediaan buku besar:

Sebelum memulai proses posting, pastikan bahwa buku besar umum dan buku besar pembantu sudah tersedia dan terorganisasi dengan baik. Buku besar umum digunakan untuk mencatat transaksi umum perusahaan, sedangkan buku besar pembantu adalah buku yang berisi detail transaksi untuk akun tertentu.

Identifikasi akun yang akan diposting:

Tentukan akun-akun yang akan diposting berdasarkan jurnal yang telah dibuat sebelumnya. Setiap transaksi dalam jurnal memiliki setidaknya satu akun yang terkait dengan debit dan satu akun terkait dengan kredit.

Pemindahan data:

Salin jumlah debit dan kredit dari jurnal ke buku besar sesuai dengan akun yang sesuai. Jumlah debit akan dicatat dalam kolom debit di buku besar, sedangkan jumlah kredit dicatat dalam kolom kredit.

4. Mempersiapkan neraca saldo yang belum disesuaikan dan mungkin menyiapkan neraca lajur

Mempersiapkan neraca saldo yang belum disesuaikan dan mungkin menyiapkan neraca lajur adalah langkah penting untuk mengorganisir dan mengevaluasi informasi keuangan.

Neraca saldo yang belum disesuaikan adalah laporan yang menampilkan saldo akun-akun perusahaan pada akhir periode akuntansi, sebelum adanya jurnal penyesuaian.

Neraca ini mencerminkan kondisi keuangan perusahaan tanpa mempertimbangkan penyesuaian yang mungkin diperlukan.

Langkah-langkah dalam mempersiapkan neraca saldo yang belum disesuaikan:

  • Ambil saldo dari buku besar perusahaan untuk setiap akun pada akhir periode akuntansi.
  • Susun saldo-saldo tersebut dalam format neraca dengan dua kolom: satu untuk saldo debit dan satu untuk saldo kredit.
  • Jumlahkan saldo-saldo debit dan kredit untuk setiap akun dan tampilkan saldo akhirnya di neraca tersebut.

Menyiapkan neraca lajur (Jika diperlukan):

Neraca lajur adalah alat tambahan yang dapat digunakan untuk mencatat setiap transaksi secara rinci dalam bentuk tabel. Ini memungkinkan perusahaan untuk melacak perubahan dalam setiap akun selama periode akuntansi tertentu.

Namun, penyusunan neraca lajur biasanya terkait dengan perusahaan yang memiliki volume transaksi yang besar atau memerlukan pemantauan yang sangat rinci.

Baca juga: Akuntansi Manufaktur: Arti, Siklus, dan Bedanya dengan Akuntansi Umum

5. Menentukan dan mencatat jurnal penyesuaian

Jurnal penyesuaian digunakan untuk mengoreksi ketidaksesuaian atau kesalahan dalam pencatatan akuntansi sepanjang periode akuntansi tertentu.

Penentuan jurnal penyesuaian dilakukan setelah neraca saldo yang belum disesuaikan disiapkan. Tujuannya adalah untuk mengoreksi kesalahan dalam pencatatan atau mengakui transaksi tertentu yang belum tercatat sepanjang periode.

Pencatatan jurnal penyesuaian

Setelah penyesuaian yang dibutuhkan telah diidentifikasi, catat jurnal penyesuaian untuk setiap penyesuaian tersebut. Jurnal penyesuaian biasanya mencakup dua bagian: debit dan kredit.

Debit digunakan untuk mengurangkan akun yang salah dicatat, sedangkan kredit digunakan untuk menambah akun yang tidak mencerminkan transaksi yang sesungguhnya.

Contoh jurnal penyesuaian:

Beberapa contoh jurnal penyesuaian termasuk:

  • Penyesuaian akun penyusutan untuk mengurangkan nilai aset tetap.
  • Penyesuaian akun piutang ragu-ragu untuk mencerminkan piutang yang tidak tertagih.
  • Penyesuaian pendapatan yang belum direalisasi untuk mencatat pendapatan yang akan diterima di masa depan.
  • Penyesuaian biaya yang belum dicatat untuk mencatat biaya yang terlewat selama periode akuntansi.

Baca juga: Siklus Akuntansi Bisnis Manufaktur dan Bedanya dengan Bisnis Lain

6. Mempersiapkan neraca saldo yang telah disesuaikan

Neraca saldo yang telah disesuaikan adalah laporan keuangan yang mencerminkan saldo akun-akun perusahaan setelah dilakukan jurnal penyesuaian.

Langkah-langkah dalam mempersiapkan neraca saldo yang telah disesuaikan:

  • Ambil saldo dari buku besar perusahaan setelah jurnal penyesuaian telah dicatat.
  • Susun saldo-saldo ini dalam format neraca dengan dua kolom: satu untuk saldo debit dan satu untuk saldo kredit.
  • Jumlahkan saldo-saldo debit dan kredit untuk setiap akun dan tampilkan saldo akhirnya di neraca tersebut.

Manfaat neraca saldo yang telah disesuaikan:

Neraca saldo yang telah disesuaikan memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan setelah adanya penyesuaian yang diperlukan. Ini adalah gambaran yang lebih akurat tentang keadaan finansial perusahaan daripada neraca saldo yang belum disesuaikan.

Baca juga: Mengetahui Dasar Akuntansi: Rumus, Siklus dan Prinsipnya

7. Mempersiapkan laporan keuangan

Langkah berikutnya dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah mempersiapkan laporan keuangan.

Laporan keuangan adalah dokumen penting yang merangkum informasi keuangan perusahaan dan memberikan gambaran tentang kinerja keuangan selama periode tertentu.

Laporan keuangan terdiri dari beberapa komponen, yang paling umum adalah laporan laba rugi (income statement), neraca (balance sheet), dan laporan arus kas.

Untuk mempersiapkan laporan keuangan, data yang diperlukan harus dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk buku besar perusahaan yang telah disesuaikan, jurnal penyesuaian, dan catatan transaksi lainnya.

Penghitungan hasil keuangan

Laporan laba rugi menghitung laba bersih atau rugi bersih perusahaan dengan mengurangkan semua biaya dari pendapatan. Ini mencakup biaya operasional, biaya bunga, pajak penghasilan, dan elemen-elemen lain yang relevan.

Penyusunan neraca

Neraca disusun dengan menyusun semua aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan. Aset dan kewajiban dibagi menjadi dua kategori: lancar (current) dan tidak lancar (non-current). Neraca mencerminkan keseluruhan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode.

Laporan arus kas

Selain laporan laba rugi dan neraca, perusahaan juga dapat mempersiapkan laporan tambahan seperti laporan arus kas (cash flow statement) yang menunjukkan aliran kas masuk dan keluar selama periode tertentu. Ini memberikan wawasan tambahan tentang kesehatan keuangan perusahaan.

Baca juga: Pengertian Teori Akuntansi, Jenis, Prinsip, dan Konsepnya

8. Mencatat dan memposting jurnal penutupan

Jurnal penutupan adalah proses yang digunakan untuk menutup sementara semua akun pendapatan dan biaya sehingga perusahaan dapat memulai periode akuntansi baru dengan akun yang bersih dan siap digunakan. Berikut penjelasan lebih lanjut:

Penentuan akun yang akan ditutup:

Identifikasi semua akun pendapatan dan biaya yang terbuka selama periode akuntansi. Ini mencakup semua akun yang digunakan untuk mencatat pendapatan dari penjualan jasa, biaya operasional, dan akun-akun lain yang terkait.

Pencatatan pendapatan dan biaya bersih:

Hitung selisih antara total pendapatan dan total biaya selama periode akuntansi. Jika pendapatan lebih besar dari biaya (menghasilkan laba bersih), catat jumlah tersebut dalam akun “Laba Bersih” (atau “Pendapatan Bersih”).

Jika biaya lebih besar dari pendapatan (menghasilkan rugi bersih), catat jumlah tersebut dalam akun “Rugi Bersih” (atau “Beban Bersih”).

Penutupan akun pendapatan dan biaya:

  • Tutup semua akun pendapatan dengan mencatat jumlah yang sama sebagai kredit ke dalam masing-masing akun pendapatan.
  • Tutup semua akun biaya dengan mencatat jumlah yang sama sebagai debit ke dalam masing-masing akun biaya.

Baca juga: Akuntansi Perusahaan Jasa: Definisi, Karakteristik dan Siklusnya

9. Mempersiapkan neraca saldo setelah penutupan

Neraca saldo setelah penutupan adalah laporan keuangan yang menyajikan saldo akun-akun perusahaan setelah semua akun pendapatan dan biaya telah ditutup. Ini memberikan gambaran posisi keuangan perusahaan setelah adanya penutupan akun sementara.

Neraca saldo setelah penutupan memberikan gambaran yang akurat tentang posisi keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi. Ini adalah informasi penting yang digunakan oleh manajemen dan pemangku kepentingan untuk mengukur kesehatan finansial perusahaan.

Langkah-langkah dalam mempersiapkan neraca saldo setelah penutupan:

  • Ambil saldo dari buku besar perusahaan setelah semua jurnal penutupan telah dicatat. Ini mencakup saldo akun-akun neraca seperti aset, kewajiban, dan ekuitas.
  • Susun saldo-saldo ini dalam format neraca dengan dua kolom: satu untuk saldo debit dan satu untuk saldo kredit.
  • Jumlahkan saldo-saldo debit dan kredit untuk setiap akun dan tampilkan saldo akhirnya di neraca saldo setelah penutupan.

10. Mencatat jurnal pembalik

Langkah terakhir dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah mencatat jurnal pembalik. Jurnal pembalik adalah jurnal khusus yang digunakan pada awal periode akuntansi berikutnya untuk membatalkan atau membalikkan jurnal penyesuaian tertentu yang dibuat pada akhir periode sebelumnya.

Tujuan utama dari jurnal pembalik adalah untuk memastikan bahwa efek dari jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode sebelumnya tidak mempengaruhi laporan keuangan periode baru.

Dengan kata lain, jurnal pembalik memastikan bahwa perusahaan memulai periode baru dengan akun-akun yang bersih dan tanpa pengaruh dari penyesuaian yang lalu.

Pencatatan jurnal pembalik:

Catat jurnal pembalik dengan jumlah yang sama, tetapi arah yang berlawanan dari jurnal penyesuaian yang akan dibalikkan.

Misalnya, jika pada periode sebelumnya Anda membuat jurnal penyesuaian untuk mengakui pendapatan yang belum direalisasi dengan mencatatnya sebagai kredit, maka pada jurnal pembalik Anda akan mencatatnya sebagai debit.

Baca juga: Jenis Utang dan Piutang dalam Akuntansi dan Perbedaannya

Apa Perbedaan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dengan Perusahaan Dagang?

siklus akuntansi perusahaan jasa 1

Siklus akuntansi perusahaan jasa memiliki beberapa perbedaan dengan siklus akuntansi perusahaan dagang. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

Sifat transaksi:

  • Perusahaan Jasa: Perusahaan jasa biasanya terlibat dalam penyediaan layanan kepada pelanggan. Transaksi utama mereka adalah pemberian layanan, seperti konsultasi, perawatan kesehatan, atau jasa hukum. Transaksi ini cenderung tidak melibatkan persediaan barang fisik.
  • Perusahaan Dagang: Perusahaan dagang, di sisi lain, terlibat dalam jual-beli barang fisik. Mereka membeli barang dari pemasok dan menjualnya kepada pelanggan. Transaksi utama mereka adalah pembelian, penjualan, dan pengelolaan persediaan barang.

Akun persediaan:

  • Perusahaan Jasa: Perusahaan jasa biasanya tidak memiliki akun persediaan. Mereka fokus pada akun-akun yang berkaitan dengan pendapatan jasa, biaya operasional, dan akun-akun lain yang sesuai dengan layanan yang mereka berikan.
  • Perusahaan Dagang: Perusahaan dagang memiliki akun persediaan yang mencatat nilai persediaan barang yang dimiliki. Ini mencakup akun-akun seperti “Persediaan Barang Dagang” dan “Biaya Barang Terjual.”

Metode penilaian persediaan:

  • Perusahaan Jasa: Perusahaan jasa tidak memerlukan metode penilaian persediaan seperti metode FIFO (First-In, First-Out), LIFO, atau Average karena mereka biasanya tidak memiliki persediaan barang fisik.
  • Perusahaan Dagang: Perusahaan dagang harus memilih metode penilaian persediaan yang sesuai, seperti FIFO atau LIFO, yang akan memengaruhi nilai persediaan yang dicatat dalam laporan keuangan.

Pengukuran pendapatan:

  • Perusahaan Jasa: Pendapatan perusahaan jasa biasanya diukur berdasarkan layanan yang diberikan kepada pelanggan. Ini bisa mencakup biaya konsultasi, honorarium medis, atau tarif layanan lainnya.
  • Perusahaan Dagang: Pendapatan perusahaan dagang diukur berdasarkan penjualan barang fisik. Pendapatan ini berasal dari harga jual barang yang dijual kepada pelanggan.

Laporan keuangan:

  • Perusahaan Jasa: Laporan keuangan perusahaan jasa akan mencakup laporan laba rugi (income statement) dan neraca (balance sheet), tetapi komposisinya akan berfokus pada pendapatan jasa dan biaya operasional.
  • Perusahaan Dagang: Laporan keuangan perusahaan dagang juga akan mencakup laporan laba rugi dan neraca, tetapi akan menyoroti pendapatan dari penjualan dan biaya yang berkaitan dengan persediaan barang.

Baca juga: 10 Kursus Akuntansi Online yang Cocok bagi Calon Akuntan

Kesimpulan

Itulah pembahasan lengkap mengenai tahapan siklus akuntansi perusahaan jasa dan juga perbedaannya dengan perusahaan dagang.

Jika Anda adalah salah satu pemilik bisnis usaha jasa, sangat penting bagi Anda mengetahui proses akuntansi dan siklus akuntansi yang terjadi dalam bisnis supaya Anda bisa mendapatkan data keuangan yang faktual untuk pengambilan keputusan penting.

Jika Anda kesulitan dengan proses pembukuan manual, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan seperti seperti software akuntansi Kledo.

Kledo adalah software akuntansi online yang sudah banyak digunakan oleh pemilik bisnis jasa dan dagang di Indonesia. Sampai saat ini, tercatat sudah lebih dari 60 ribu pengguna menggunakan Kledo untuk mempermudah proses pencatatan akuntansi untuk bisnis mereka.

Jika Anda tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui tautan ini.

sugi priharto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 + 18 =