Bagaimana cara memulai bisnis online yang menguntungkan? Masyarakat Indonesia sekarang banyak yang beralih ke belanja online sampai berkembang live shopping di e-commerce.
Memulai bisnis online itu cenderung lebih murah, punya potensi tumbuh dan berkembang lebih besar karena bisa menjangkau siapa saja, dan juga tidak perlu tutup seperti bisnis di toko fisik.
Tapi, tepatnya bisnis seperti apa yang bisa Anda bangun dan bagaimana cara memulainya?
Artikel ini akan membahas cara memulai bisnis online yang profitable, beberapa ide bisnisnya, dan kisah inspiratif untuk motivasi Anda.
Bagaimana Cara Memulai Bisnis Online yang Profitable?

Untuk memulai bisnis online yang menguntungkan, pertama pilih dulu niche dan tentukan idenya dulu.
1. Tentukan niche dan ide bisnis
Niche adalah segmen pasar dan target audiens yang ingin menjadi fokus Anda.
Setelah memilih niche, pastikan Anda menyasar target audiens yang tepat. Ini tips memilihnya:
- Cari suatu masalah yang belum ada penyedia solusinya
- Identifikasi kemauan dan kemampuan target pembeli dalam mengeluarkan uang untuk solusi tersebut
- Cari tahu apakah audiens memiliki pemasukan yang cukup untuk membeli solusi tersebut
Misalnya, Anda memilih untuk membuka toko online shop yang menjual biji kopi berkualitas.
2. Lakukan riset produk
Selanjutnya, Anda harus melakukan riset produk untuk mengetahui produk seperti apa yang bisa Anda jual.
- Produk Fisik: Produk yang harus diproduksi, disimpan di gudang, dan dikirim ke pelanggan. Penjualan produk fisik membutuhkan kehati-hatian dalam mengelola biaya operasional untuk menjaga margin keuntungan.
- Produk Digital: Merupakan kategori produk yang bisa pembeli unduh ke perangkatnya seperti eBook, audio file, podcast, online course, dll. Margin keuntungannya biasanya lebih tinggi daripada produk fisik, tapi biasanya nilai yang dipersepsikan lebih rendah. Selain itu, Anda perlu hati-hati dalam menangani isu pembajakan yang bisa saja terjadi.
- Jasa: Hampir semua jasa bisa dijual secara online. Tapi, menjual jasa berarti Anda menjual waktu Anda. Artinya, Anda hanya punya potensi penghasilan yang terbatas karena keterbatasan waktu juga.
3. Lakukan riset pasar
Riset pasar untuk bisnis online bisa dilakukan secara online juga dengan memeriksa SERP, riset kompetitor, dan melacak keyword dengan performa tinggi.
Analisis Search Engine Result Page (SERP)
Cari variasi produk/jasa yang ingin Anda jual di Google dan analisis halaman hasilnya.
Konten seperti apa yang muncul di halaman pertama? Bisnis seperti apa yang mengeluarkan uang untuk mengiklankan usaha mereka di bagian atas SERP?
Dengan cara ini, Anda bisa mengevaluasi kompetitor dan menyusun strategi digital marketing yang sesuai preferensi target audiens.
Misalnya dari pencarian kami dengan keyword “biji kopi premium”, Anda mengidentifikasi beberapa kompetitor seperti Koro Roasters dan Otten Coffee dan mengetahui apa saja yang mereka tawarkan.

Riset kompetitor
Selain dari SERP, Anda juga perlu mencari tahu lebih dalam tentang kompetitor Anda, seperti siapa kompetitor terbesar Anda? Seberapa besar penghasilan mereka? Apa keunggulan dan kelemahan mereka?
Dari sini, Anda bisa mengetahui apa saja yang bisa menjadi kelebihan Anda.
4. Tentukan target audiens
Tentukan target audiens Anda berdasarkan data demografis (usia, gender, etnis, pemasukan, pekerjaan) dan psikografis (nilai, kepercayaan, ketertarikan, opini).
Setelah profil audiens terbentuk, Anda dapat mengidentifikasi masalah (pain points), kebutuhan, dan keinginan mereka.
Misalnya, salah satu segmen audiens Anda adalah bapak-bapak usia 30-45 tahun yang ingin menyeduh kopi sendiri di rumah tanpa ribet.
Mereka ingin kopi dengan rasa dan aroma yang premium tapi tidak ingin menggunakan alat brewing manual.
Untuk segmen ini, Anda bisa meluncurkan produk kopi drip bag atau kopi instan premium single-origin.
5. Buat toko ecommerce
Untuk memasarkan produk Anda, Anda bisa mendirikan toko ecommerce di platform seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada.
Dari ketiga platform di atas, Shopee adalah e-commerce yang paling banyak digunakan di Indonesia dengan proporsi mencapai 53,22% berdasarkan data tahun 2025.
Dominasi Shopee ini diikuti oleh TikTok Shop dengan 27,37%, lalu Tokopedia (9,57%), Lazada (9,09%), Blibli (0,29%), dan Facebook Marketplace (0,25%).
Baca Juga: 10 Cara Memasarkan Produk secara Online Paling Efektif
Apa Saja Ide Bisnis Online yang Menguntungkan?
Berikut adalah 8 ide bisnis online yang menguntungkan, mulai dari berjualan produk fisik produk digital, hingga jasa.
1. Aksesoris kustom
Aksesoris atau perhiasan kustom adalah salah satu produk yang banyak dicari karena produknya membuat pemakai merasa spesial.
Pembeli bisa membuat pesanan, menulis detail aksesoris seperti apa yang mereka inginkan, lalu Anda bisa membuat sendiri atau outsource produknya sebelum mengirimkannya.
Bisnis seperti ini bisa sangat menguntungkan karena nilai jualnya adalah ‘personalisasi’ yang biasa dihargai lebih tinggi.
2. Alat tulis kantor
Alat tulis kantor mencakup perlengkapan seperti buku, kalender, pensil, bolpoin, desk organizer, dan sebagainya.
Agar alat tulis yang Anda jual punya pembeda dari alat tulis lainnya yang tersedia di e-commerce, Anda bisa membuat desain dan kemasan yang unik lalu menciptakan branding yang berbeda.

3. Produk eco-friendly
Produk eco-friendly adalah produk yang digunakan setiap hari, tetapi didesain agar bisa dipakai kembali atau sustainable. Misalnya adalah sedotan, botol minum, botol makan, sampai tas belanja.
Sekarang, banyak orang yang mencari produk eco-friendly karena kesadaran untuk menjaga lingkungan. Mereka bahkan mau membayar 15-30% lebih mahal untuk produk ramah lingkungan.
Baca Juga: Pahami Faktor Eksternal dalam Mencari Peluang Usaha Maksimal
4. Jasa coaching/tutoring
Anda punya keahlian di suatu bidang? Coba buka sesi tutoring untuk mengajari orang lain terkait keahlian Anda.
Keahlian ini bisa seperti kemampuan berbahasa asing, coaching untuk interview kerja, atau skillset tertentu yang Anda kuasai.
Semua ini bisa Anda berikan secara privat atau dengan grup dan secara online melalui Zoom. Untuk membantu Anda mendapat klien, kuncinya adalah personal branding yang kuat.
5. Membuat dan menjual template Canva
Canva adalah salah satu platform desain terpopuler karena mudah digunakan siapa saja dengan sistemnya yang drag and drop.
Anda bisa mendesain template Canva atau aset seperti logo, desain untuk post media sosial, website, atau planner dan menjualnya.
Untuk memulai bisnis online ini, yang Anda butuhkan hanyalah kemampuan desain dan laptop.
Canva sendiri juga mendukung bisnis ini dengan program Canva Creator.
6. Affiliate
Tentunya Anda pernah mendengar mengenai affiliate. Ini adalah usaha di mana Anda mempromosikan produk atau layanan milik pihak lain (perusahaan/seller) menggunakan tautan unik (affiliate link).
Ketika audiens melakukan pembelian, pendaftaran, atau tindakan tertentu melalui tautan Anda, Anda akan menerima komisi berupa persentase atau nominal tetap.
Performa afiliasi tertinggi sekarang datang dari video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts serta fitur live streaming seperti Shopee Live.
Namun perlu Anda perhatikan bahwa sekarang sedang terjadi fenomena de-influencing dalam dunia affiliate di mana audiens mulai jenuh dengan promosi yang berlebihan.
Jika ingin menjadi affiliate yang sukses, Anda perlu memberikan ulasan jujur dan sebisa mungkin berasal dari produk yang pernah Anda coba sendiri.
Baca Juga: Affiliate Marketing: Pengertian dan Tips Sukses Menjalankannya
7. Micro SaaS
Micro SaaS adalah produk perangkat lunak berbasis berlangganan (subscription) yang dibuat untuk menyelesaikan satu masalah spesifik pada niche market yang sangat sempit.
Berbeda dengan perusahaan SaaS besar yang membutuhkan tim raksasa dan investor (Venture Capital), Micro SaaS biasanya dijalankan oleh satu orang (solo founder) atau tim sangat kecil (2–3 orang) dengan biaya operasional yang rendah.
Contoh micro SaaS adalah ekstensi browser Chrome untuk membalas email LinkedIn otomatis, atau alat otomatisasi pembuat invoice untuk freelancer.
Kehadiran platform no-code (seperti Bubble) dan API kecerdasan buatan (seperti OpenAI API) membuat pembuatan Micro SaaS jauh lebih cepat, bahkan bagi orang yang hanya punya pengalaman minim dalam coding.
Karena membuat Micro SaaS semakin mudah, persaingan juga menjadi sangat ketat. Karena itu, agar berhasil, kuncinya adalah distribusi yang terbuka di publik seperti platform media sosial dan memiliki akses langsung ke komunitas targetnya.
8. Clipping
Model bisnis ini berfokus pada mengambil konten berdurasi panjang yang sudah ada (seperti podcast, live stream, seminar, atau acara TV) kemudian memotongnya (clipping) menjadi klip-klip pendek berdurasi 15–60 detik yang menarik, lalu mengunggahnya kembali ke platform video pendek.
Banyak influencer atau podcaster menyewa clipper dan membayar komisi berdasarkan jumlah views atau penjualan produk yang dihasilkan dari klip tersebut.
Dulu pemotongan seperti ini harus dilakukan manual. Namun sekarang, banyak alat AI (seperti Opus Clip, Descript, atau Munch) yang mampu mendeteksi hook terbaik, memotong video, membuat transkrip, hingga menambahkan caption otomatis dalam hitungan menit.
Baca Juga: 8 Ide Usaha Sampingan untuk Penghasilan Tambahan
Contoh Kisah Memulai Bisnis Online yang Sukses
Sebenarnya, membangun bisnis online tidak perlu dibuat rumit. Anda bisa memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar Anda.
Misalnya, Riyang Gati (26), pemuda asal Moyudan, Sleman, menciptakan peluang usaha unik bernama Bakul Suket yang menjual rumput pakan ternak secara online melalui TikTok, Instagram, Facebook, dan marketplace.
Melansir Suarajogja.id, usaha ini lahir karena lahan sawah keluarganya sering gagal panen padi, sementara rumput yang ditanam di lahan tersebut jumlahnya melimpah melebihi kebutuhan ternaknya sendiri.
Ia pun punya ide untuk menjual suket tersebut seharga Rp25.000 per karung (gratis ongkir jarak tertentu untuk area Sleman, Bantul, hingga Kota Jogja).
Untuk pengiriman luar daerah (seperti Tangerang), rumput dikeringkan dan dijual Rp30.000 per karung.
Dampaknya, usaha yang berawal dari pesanan unik untuk pakan marmut ini kini laku 5–6 karung per hari. Riyang berencana menyewa lahan tambahan untuk ekspansi dan merekrut tenaga kerja lokal untuk membantunya mengarit.
Baca Juga: Prediksi 25 Bisnis Menguntungkan di 2026 dan Tips Suksesnya
Kesimpulan
Itulah penjelasan kami mengenai cara memulai bisnis online, ide bisnis yang bisa Anda mulai, serta kisah inspiratifnya.
Memulai bisnis online memang membutuhkan keberanian, keberlanjutan strategi, dan kejelian dalam melihat peluang pasar.
Agar bisnis online Anda dapat bertahan jangka panjang dan terus berkembang, jangan melupakan pengelolaan keuangan.
Pencatatan finansial yang jelas akan membantu Anda mengetahui berapa keuntungan bersih yang didapat, berapa stok barang yang tersisa, hingga ke mana aliran kas bisnis Anda mengalir.
Software pembukuan Kledo bisa membantu Anda mengotomatiskan pencatatan transaksi, memantau laporan keuangan secara real-time, hingga mengelola stok barang tanpa rumit.
Dengan memercayakan urusan pembukuan pada Kledo, Anda bisa menghemat waktu operasional dan fokus sepenuhnya pada bisnis Anda.
Coba Kledo sekarang juga untuk pengelolaan keuangan bisnis yang lebih baik.
- Cara Memulai Bisnis Online Menguntungkan: Langkah dan Idenya - 3 September 2026
- Stakeholder Communication: Pengertian, Manfaat, & Strateginya - 3 September 2026
- Cara Membuat Laporan Perubahan Modal dan Contohnya - 3 September 2026
