Download Template Contoh Buku Kas Koperasi Simpan Pinjam

contoh buku kas koperasi simpan pinjam banner

Koperasi simpan pinjam membutuhkan buku kas untuk merekam setiap transaksi maupun pinjaman anggota yang masuk atau cair.

Semua transaksi dalam koperasi harus dibukukan karena nantinya harus dipertanggungjawabkan kepada anggota di RAT.

Buku kas pun menjadi dasar proses pembukuan, yang nantinya menjadi bahan posting buku besar, dan juga untuk penyusunan laporan keuangan.

Artikel ini akan membahas contoh buku kas koperasi simpan pinjam, fungsi, contoh format, dan template yang bisa di-download.

Apa Itu Buku Kas Koperasi Simpan Pinjam?

Buku kas koperasi simpan pinjam adalah salah satu dokumen pembukuan yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi dalam operasional koperasi.

Buku ini mencatat setiap transaksi yang terjadi sesuai urutan kronologis agar bisa memantau pergerakan dana dan kondisi keuangan dengan mudah.

Bagi koperasi simpan pinjam, buku kas memiliki peran yang sangat penting karena berkaitan dengan pengelolaan dana anggota.

Di buku ini lah pengurus bsia mencatat transaksi seperti penerimaan simpanan wajib, simpanan sukarela, pencairan pinjaman, pembayaran angsuran, hingga biaya operasional.

Dari buku ini, pengurus bisa mempersiapkan penyusunan laporan keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan pada Rapat Anggota Tahunan nantinya.

kledo banner 1

Baca Juga: Manajemen Koperasi: Pengertian, Aspek, dan Prosesnya

Apa Fungsi Buku Kas dalam Koperasi Simpan Pinjam?

Berikut beberapa fungsi utama buku kas untuk koperasi simpan pinjam:

  1. Mencatat arus kas harian: Buku kas mencatat semua transaksi penerimaan dan pengeluaran uang tunai seperti setoran simpanan anggota, pencairan pinjaman, dan penerimaan angsuran pinjaman.
  2. Kontrol keuangan: Buku kas menunjukkan jumlah kas yang tersedia serta mencegah penyalahgunaan dana.
  3. Dasar penyusunan laporan keuangan: Data dari buku kas menjadi sumber utama untuk menyusun laporan arus kas, neraca, dan laporan Sisa Hasil Usaha.
  4. Bentuk kepatuhan regulasi: KSP di Indonesia diawasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM serta OJK (koperasi tertentu). Jadi, tertib mencatat transaksi dalam buku kas mendukung kepatuhan terhadap standar pelaporan.
  5. Memudahkan proses audit: Baik audit internal maupun eksternal memerlukan bukti transaksi yang lengkap. Buku kas menjadi salah satu dokumen utama yang digunakan auditor untuk memverifikasi arus keluar dan masuknya dana koperasi.

Baca Juga: Laporan Keuangan Koperasi: Jenis, Standar, dan Contohnya

Apa Perbedaan Buku Kas dengan Buku Besar?

contoh buku kas koperasi simpan pinjam 2

Banyak orang menganggap buku kas dan buku besar adalah dokumen yang sama, padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam proses pembukuan.

Buku kas berfokus pada transaksi yang melibatkan kas atau bank. Sementara itu, buku besar berisi seluruh akun dalam sistem akuntansi, seperti kas, piutang, simpanan anggota, pinjaman anggota, pendapatan bunga, biaya operasional, hingga modal koperasi.

Berikut perbedaannya:

Aspek Buku Kas Buku Besar
Fokus pencatatan Transaksi kas masuk dan kas keluar Seluruh akun akuntansi
Ruang lingkup Hanya transaksi yang memengaruhi kas Semua transaksi keuangan
Tujuan Memantau saldo kas Menyusun saldo setiap akun
Frekuensi penggunaan Dicatat setiap terjadi transaksi kas Diisi berdasarkan posting dari jurnal atau buku pembantu
Hasil akhir Informasi posisi kas Dasar penyusunan laporan keuangan

Dengan kata lain, buku kas merupakan salah satu sumber data yang nantinya digunakan untuk memperbarui akun kas di buku besar.

Perbedaan Buku Kas dan Laporan Arus Kas

Buku kas dan laporan arus kas sama-sama berkaitan dengan pergerakan uang, tetapi keduanya memiliki tujuan dan bentuk yang berbeda.

Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang disusun secara periodik, misalnya setiap bulan atau setiap akhir tahun.

Laporan ini merangkum seluruh arus kas dan mengelompokkannya ke dalam tiga aktivitas utama, yaitu:

  • Aktivitas operasi
  • Aktivitas investasi
  • Aktivitas pendanaan

Perbedaan keduanya dapat dilihat pada tabel berikut:

Aspek Buku Kas Laporan Arus Kas
Bentuk Catatan transaksi harian Laporan keuangan periodik
Isi Rincian setiap transaksi kas Ringkasan arus kas berdasarkan aktivitas
Tujuan Mengontrol kas harian Menilai kemampuan koperasi menghasilkan dan menggunakan kas
Pengguna Pengurus, bendahara, bagian keuangan Pengurus, anggota, auditor, dan pihak eksternal
Waktu penyusunan Setiap terjadi transaksi Bulanan, triwulanan, atau tahunan

Baca Juga: Mengenal 5 Contoh Laporan Keuangan Koperasi Sederhana

Contoh Format Buku Kas Koperasi Simpan Pinjam

contoh buku kas koperasi simpan pinjam 1

Format buku kas koperasi simpan pinjam dapat disesuaikan dengan skala dan kebutuhan.

KSP skala kecil biasanya cukup menggunakan format sederhana di buku tulis atau spreadsheet, sedangkan koperasi yang memiliki transaksi lebih banyak umumnya menggunakan software akuntansi.

Berikut beberapa contoh format buku kas yang umum digunakan oleh koperasi simpan pinjam.

Contoh Buku Kas Harian

Buku kas harian berguna untuk mencatat setiap transaksi kas yang terjadi pada hari yang sama.

Formatnya terdiri dari kolom tanggal, nomor bukti transaksi, keterangan, kas masuk, kas keluar, dan saldo.

Berikut contohnya:

Tanggal No. Bukti Keterangan Kas Masuk (Rp) Kas Keluar (Rp) Saldo (Rp)
1 Januari KM-001 Saldo awal 5.000.000 5.000.000
1 Januari KM-002 Simpanan wajib anggota 1.000.000 6.000.000
2 Januari KK-001 Pencairan pinjaman anggota 2.500.000 3.500.000
2 Januari KM-003 Angsuran pinjaman 750.000 4.250.000
3 Januari KK-002 Pembayaran listrik kantor 250.000 4.000.000

Contoh Rekap Buku Kas Bulanan

Rekap ini merupakan rekapitulasi transaksi kas yang terjadi selama satu periode, biasanya satu bulan. Dokumen ini membantu pengurus melihat total penerimaan, total pengeluaran, dan saldo akhir kas.

Berikut contoh rekap buku kas bulanan:

Uraian Jumlah (Rp)
Saldo awal bulan 25.000.000
Total kas masuk 48.500.000
Total kas keluar 42.750.000
Saldo akhir bulan 30.750.000

Contoh Buku Kas Sederhana untuk Koperasi Kecil

Koperasi yang baru berdiri atau memiliki jumlah transaksi yang masih sedikit tidak memerlukan format pembukuan yang rumit.

Formatnya dapat dibuat menggunakan buku tulis, Microsoft Excel, atau Google Sheets dengan kolom sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Masuk (Rp) Keluar (Rp) Saldo (Rp)
1 Januari Saldo awal 3.000.000 3.000.000
2 Januari Simpanan anggota 500.000 3.500.000
3 Januari Pembelian ATK 150.000 3.350.000
4 Januari Angsuran pinjaman 400.000 3.750.000

Baca Juga: Contoh Pencatatan Akuntansi Koperasi Simpan Pinjam

Contoh Pengisian Buku Kas Koperasi Simpan Pinjam

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh pengisian buku kas berdasarkan transaksi yang umum terjadi dalam operasional koperasi simpan pinjam.

Setiap transaksi akan memengaruhi saldo kas, baik menambah maupun mengurangi jumlah uang yang dimiliki koperasi.

Dalam contoh berikut, diasumsikan koperasi memiliki saldo awal kas sebesar Rp10.000.000.

Contoh Transaksi Simpanan Pokok

Simpanan pokok adalah setoran yang wajib dibayarkan anggota saat pertama kali bergabung dengan koperasi. Umumnya, simpanan ini hanya dibayarkan satu kali selama menjadi anggota.

Misalnya, pada tanggal 2 Januari 2026, seorang anggota baru menyetor simpanan pokok sebesar Rp500.000.

Pencatatannya pada buku kas adalah sebagai berikut:

Tanggal No. Bukti Keterangan Kas Masuk (Rp) Kas Keluar (Rp) Saldo (Rp)
1 Januari SA-001 Saldo awal 10.000.000 10.000.000
2 Januari KM-001 Penerimaan simpanan pokok anggota 500.000 10.500.000

Karena transaksi ini merupakan penerimaan kas, jumlah tersebut dicatat pada kolom Kas Masuk sehingga saldo koperasi bertambah menjadi Rp10.500.000.

Contoh Transaksi Simpanan Wajib

Simpanan wajib adalah iuran yang dibayarkan anggota secara berkala, misalnya setiap bulan, sesuai ketentuan koperasi.

Misalnya, pada tanggal 5 Januari 2026, koperasi menerima pembayaran simpanan wajib dari beberapa anggota dengan total Rp1.500.000.

Pencatatannya menjadi:

Tanggal No. Bukti Keterangan Kas Masuk (Rp) Kas Keluar (Rp) Saldo (Rp)
5 Januari KM-002 Penerimaan simpanan wajib anggota 1.500.000 12.000.000

Saldo sebelumnya sebesar Rp10.500.000 bertambah menjadi Rp12.000.000 setelah transaksi dicatat.

Contoh Transaksi Simpanan Sukarela

Simpanan sukarela merupakan dana yang disimpan anggota secara sukarela di luar kewajiban simpanan pokok dan simpanan wajib. Jumlah maupun waktu penyetorannya biasanya tidak dibatasi selama mengikuti aturan koperasi.

Misalnya, pada tanggal 8 Januari 2026, seorang anggota menyetor simpanan sukarela sebesar Rp2.000.000.

Berikut contoh pencatatannya:

Tanggal No. Bukti Keterangan Kas Masuk (Rp) Kas Keluar (Rp) Saldo (Rp)
8 Januari KM-003 Penerimaan simpanan sukarela anggota 2.000.000 14.000.000

Karena merupakan penerimaan dana, transaksi ini juga dicatat pada kolom Kas Masuk, sehingga saldo koperasi meningkat menjadi Rp14.000.000.

Contoh Pencairan Pinjaman Anggota

Berbeda dengan transaksi sebelumnya, pencairan pinjaman kepada anggota merupakan pengeluaran kas karena koperasi menyerahkan dana kepada peminjam.

Sebagai contoh, pada tanggal 10 Januari 2026, koperasi mencairkan pinjaman kepada salah satu anggota sebesar Rp5.000.000.

Pencatatannya adalah sebagai berikut:

Tanggal No. Bukti Keterangan Kas Masuk (Rp) Kas Keluar (Rp) Saldo (Rp)
10 Januari KK-001 Pencairan pinjaman kepada anggota 5.000.000 9.000.000

Karena dana keluar dari kas koperasi, nilai transaksi dicatat pada kolom Kas Keluar, sehingga saldo kas berkurang dari Rp14.000.000 menjadi Rp9.000.000.

Contoh Pembayaran Angsuran

Pembayaran angsuran pinjaman merupakan salah satu transaksi yang paling sering terjadi pada koperasi simpan pinjam. Umumnya, angsuran terdiri dari pembayaran pokok pinjaman dan bunga.

Pada buku kas, keduanya dapat dicatat secara terpisah agar lebih mudah dalam penyusunan laporan keuangan.

Sebagai contoh, pada tanggal 15 Januari 2026 seorang anggota membayar angsuran pokok pinjaman sebesar Rp1.000.000.

Pencatatannya pada buku kas adalah sebagai berikut:

Tanggal No. Bukti Keterangan Kas Masuk (Rp) Kas Keluar (Rp) Saldo (Rp)
15 Januari KM-004 Penerimaan angsuran pokok pinjaman 1.000.000 10.000.000

Karena koperasi menerima pembayaran dari anggota, transaksi tersebut dicatat pada kolom Kas Masuk sehingga saldo kas bertambah.

Contoh Pembayaran Bunga Pinjaman

Selain mengembalikan pokok pinjaman, anggota juga membayar bunga sesuai ketentuan koperasi. Bunga pinjaman merupakan salah satu sumber pendapatan koperasi sehingga perlu dicatat secara terpisah dari angsuran pokok.

Misalnya, pada tanggal yang sama anggota membayar bunga pinjaman sebesar Rp150.000.

Pencatatannya adalah sebagai berikut:

Tanggal No. Bukti Keterangan Kas Masuk (Rp) Kas Keluar (Rp) Saldo (Rp)
15 Januari KM-005 Penerimaan bunga pinjaman 150.000 10.150.000

Dengan memisahkan pencatatan bunga dari pokok pinjaman, koperasi dapat lebih mudah menghitung total pendapatan bunga selama satu periode dan menyusun laporan sisa hasil usaha (SHU).

Contoh Biaya Operasional Koperasi

Selain menerima kas, koperasi juga mengeluarkan dana untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari. Pengeluaran ini dapat berupa pembayaran listrik, internet, alat tulis kantor (ATK), gaji karyawan, biaya administrasi bank, hingga biaya pemeliharaan kantor.

Sebagai contoh, pada tanggal 18 Januari 2026 koperasi membayar tagihan listrik dan internet sebesar Rp450.000.

Pencatatan dalam buku kas dilakukan sebagai berikut:

Tanggal No. Bukti Keterangan Kas Masuk (Rp) Kas Keluar (Rp) Saldo (Rp)
18 Januari KK-002 Pembayaran biaya listrik dan internet 450.000 9.700.000

Karena transaksi tersebut merupakan pengeluaran, jumlahnya dicatat pada kolom Kas Keluar, sehingga saldo kas berkurang.

Baca Juga: Akuntansi Koperasi: Pengertian, Jenis Transaksi, dan Pencatatannya

Download Template Buku Kas Koperasi Simpan Pinjam

contoh buku kas koperasi simpan pinjam 3

Berikut adalah template buku kas koperasi simpan pinjam yang bisa di-download:

Atau Anda juga bisa menggunakan versi sheet di bawah ini:

Gunakan Versi Sheet

Cukup buat salinan file-nya dan Anda bisa langsung menggunakannya.

Baca Juga: 10 Software Akuntansi untuk Kelola Keuangan Koperasi

Kesimpulan

Buku kas koperasi simpan pinjam merupakan dokumen pembukuan yang berfungsi mencatat seluruh transaksi penerimaan dan pengeluaran kas secara kronologis.

Melalui buku kas, pengurus dapat memantau saldo kas setiap saat, mengontrol arus kas, mempermudah penyusunan laporan keuangan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kepada seluruh anggota koperasi.

Untuk membantu proses pembukuan, Anda bisa memanfaatkan software akuntansi seperti Kledo yang memiliki berbagai fitur mulai dari mencatat kas masuk dan kas keluar secara otomatis, pembaruan saldo kas secara real-time, serta penyusunan laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Jika Anda ingin mengelola pembukuan koperasi dengan lebih efisien, akurat, dan sesuai standar akuntansi, Anda dapat mencoba Kledo secara gratis lewat tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

sixteen − 2 =