Laporan Keuangan Klinik: Contoh dan Cara Menyusunnya

Laporan keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan klinik, baik klinik umum, klinik gigi, maupun klinik spesialis.

Melalui laporan keuangan, Anda bisa mengetahui kondisi finansial klinik, mengevaluasi kinerja operasional, mengendalikan biaya, hingga mengambil keputusan yang tepat untuk pengembangan layanan di masa depan.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu laporan keuangan klinik, jenis-jenis laporan yang perlu disusun, dan langkah-langkah pembuatannya.

Kami juga akan membahas standar akuntansi yang berlaku, contoh laporan keuangan klinik, hingga bagaimana software akuntansi dapat membantu mengelola keuangan klinik secara lebih efisien.

Apa Itu Laporan Keuangan Klinik?

Laporan keuangan klinik adalah dokumen yang berisi ringkasan kondisi keuangan dan hasil operasional klinik dalam periode tertentu.

Laporan ini menunjukkan keuntungan yang dihasilkan klinik, kondisi arus kas, dan kesehatan keuangannya.

Fungsi laporan keuangan klinik sama dengan laporan keuangan usaha pada umumnya, yaitu menunjukkan gambaran kondisi finansialnya.

Namun, tentu saja isi laporannya disesuaikan dengan karakteristik transaksi industri layanan kesehatan.

Contoh transaksi di klinik meliputi:

  • Penerimaan pembayaran pasien
  • Pembelian obat
  • Pembayaran gaji tenaga medis
  • Pembelian peralatan kesehatan.
kledo banner 3

Baca Juga: 20 Ide Bisnis Wellness dan Tips Sukses Memulainya

Apa Saja Jenis Laporan Keuangan Klinik?

Laporan keuangan yang lengkap terdiri 3 laporan utama (laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas) serta 2 laporan tambahan (laporan perubahan ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan).

Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

1. Laporan laba rugi

Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan, pengeluaran, dan biaya klinik selama periode tertentu.

Ini adalah laporan yang penting untuk memahami profitabilitas dan efisiensi bisnis. Pencatatan transaksi di klinik sedikit berbeda karena harganya bisa dinegosiasikan dengan asuransi atau diatur pemerintah.

Dari laporan laba rugi, Anda dapat menganalisis tren dalam aliran pendapatan yang bisa digunakan untuk mencari tahu peluang pertumbuhan bisnis untuk dimanfaatkan.

Contoh laporan laba rugi klinik:

contoh laporan laba rugi klinik

Baca Juga: Laporan Laba Rugi Klinik: Struktur, Format, dan Contoh

2. Neraca (laporan posisi keuangan)

Neraca atau laporan posisi keuangan menggambarkan kondisi aset, kewajiban, dan ekuitas klinik pada tanggal tertentu.

Anda perlu menganalisis neraca untuk mengetahui kemampuan klinik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjangnya.

Neraca yang kuat mengindikasikan likuiditas dan kestabilan, yang penting untuk keefektifan operasional, terutama dalam ketidakpastian finansial.

Contoh neraca klinik:

contoh neraca klinik

3. Laporan arus kas

Laporan arus kas menunjukkan aliran masuk dan keluar kas selama periode tertentu.

Arus kas dibagi menjadi tiga aktivitas:

  • Aktivitas operasi, seperti penerimaan pembayaran pasien, pembelian obat, pembayaran gaji, dan biaya operasional.
  • Aktivitas investasi, misalnya pembelian alat medis, renovasi gedung, atau penjualan aset.
  • Aktivitas pendanaan, seperti penerimaan pinjaman bank, pembayaran cicilan, maupun penambahan modal pemilik.

Laporan ini penting untuk menilai likuiditas klinik dan memastikan usaha bisa memenuhi kebutuhan operasional yang bersifat mendesak.

Manajemen arus kas sangatlah penting untuk usaha klinik, karena siklus pembayaran bisa jadi panjang atau tidak terprediksi.

Contoh laporan arus kas klinik:

contoh laporan arus kas klinik

4. Laporan perubahan ekuitas

Laporan perubahan ekuitas menjelaskan perubahan modal pemilik selama satu periode akuntansi.

Perubahan tersebut dapat berasal dari beberapa faktor, antara lain:

  • Penambahan modal oleh pemilik.
  • Laba bersih yang diperoleh klinik.
  • Kerugian usaha.
  • Pengambilan dana oleh pemilik (prive) pada klinik perseorangan.
  • Pembagian dividen apabila klinik berbentuk badan usaha yang membagikan keuntungan kepada pemegang saham.

Laporan ini memberikan gambaran mengenai perkembangan nilai kepemilikan dalam bisnis dari waktu ke waktu.

Contoh laporan perubahan ekuitas klinik:

contoh laporan perubahan ekuitas klinik

5. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

Catatan atas laporan keuangan (CaLK) merupakan bagian yang menjelaskan informasi tambahan yang tidak dapat dijabarkan secara rinci dalam laporan utama.

Isi CaLK biasanya meliputi:

  • Kebijakan akuntansi yang digunakan.
  • Metode penyusutan aset tetap.
  • Rincian persediaan obat dan alat kesehatan.
  • Penjelasan mengenai piutang dan utang.
  • Informasi mengenai komitmen, kontinjensi, atau risiko tertentu.
  • Penjelasan akun-akun yang nilainya material.

Baca Juga: Syarat Laporan Keuangan Sesuai Standar Akuntansi

Bagaimana Cara Membuat Laporan Keuangan Klinik?

Untuk membuat laporan keuangan klinik, Anda memerlukan pencatatan transaksi yang lengkap dan akurat.

Proses pencatatan dan penyusunan laporan keuangan bisa Anda lakukan secara manual, namun banyak klinik kini menggunakan software akuntansi untuk mengurangi risiko kesalahan pencatatan dan mempercepat prosesnya.

Berikut tahapan dalam membuat laporan keuangan klinik.

1. Mengumpulkan seluruh transaksi

Langkah pertama adalah mengumpulkan seluruh bukti transaksi yang terjadi selama periode akuntansi.

Transaksi pada klinik bisa meliputi pembayaran layanan kesehatan, penjualan obat, penerimaan pembayaran dari perusahaan asuransi, hingga pembayaran biaya operasional.

Yang penting, simpan dan jaga semua bukti transaksi (nota, faktur, invoice, dll) untuk memudahkan proses pencatatan dan membantu audit.

2. Mengelompokkan akun

Kelompokkan transaksi yang sudah Anda tulis ke akun-akun berbeda.

Umumnya, akun dalam klinik dibagi menjadi lima kelompok utama, yaitu:

  • Aset, seperti kas, bank, piutang pasien, persediaan obat, serta alat kesehatan.
  • Liabilitas, seperti utang usaha, utang pajak, dan pinjaman bank.
  • Ekuitas, yaitu modal pemilik dan laba ditahan.
  • Pendapatan, misalnya pendapatan jasa pemeriksaan, konsultasi dokter, tindakan medis, laboratorium, dan penjualan obat.
  • Beban, seperti gaji tenaga medis, pembelian obat, biaya operasional, penyusutan alat kesehatan, serta biaya administrasi.

3. Menyusun jurnal umum

Setelah mengelompokkan akun, catat seluruh transaksi ke dalam jurnal umum menggunakan sistem debit dan kredit sesuai prinsip akuntansi.

Sebagai contoh:

TanggalKeteranganDebitKredit
5 JanuariKasRp2.000.000
Pendapatan Jasa MedisRp2.000.000

Contoh di atas menunjukkan penerimaan pembayaran pasien secara tunai sebesar Rp2.000.000.

Apabila seluruh transaksi dicatat secara konsisten, proses penyusunan laporan keuangan pada akhir periode akan menjadi jauh lebih mudah.

4. Membuat buku besar

Pindahkan data dari jurnal umum ke buku besar untuk mengelompokkan seluruh transaksi berdasarkan akun, sehingga Anda bisa mengetahui saldo masing-masing akunnya.

Melalui buku besar, manajemen dapat melihat perubahan saldo setiap akun selama periode berjalan.

5. Menyusun neraca saldo

Setelah memperoleh saldo dari buku besar, langkah berikutnya adalah menyusun neraca saldo.

Neraca saldo berisi daftar seluruh akun beserta saldo debit dan kreditnya. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa total debit sama dengan total kredit sehingga proses pencatatan telah dilakukan dengan benar.

Jika terdapat selisih antara jumlah debit dan kredit, berarti masih ada kesalahan pencatatan yang perlu Anda perbaiki sebelum menyusun laporan keuangan.

6. Membuat jurnal penyesuaian

Jurnal penyesuaian bertujuan untuk memperbarui saldo akun agar mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.

Hal ini dilakukan untuk memastikan penerapan basis akrual dan prinsip pengaitan (matching principle) berjalan dengan benar.

7. Menyusun laporan keuangan

Tahap terakhir adalah menyusun laporan keuangan berdasarkan saldo setelah penyesuaian.

Setelah menyusun laporan keuangan, Anda bisa menggunakannya untuk mengevaluasi kinerja keuangan, mengendalikan biaya operasional, merencanakan anggaran, hingga mengambil keputusan strategis seperti investasi alat kesehatan baru atau pengembangan layanan klinik.

Baca Juga: Cara Menyusun Laporan Keuangan Tahunan yang Benar

Apa Standar Akuntansi yang Berlaku untuk Klinik?

Penyusunan laporan keuangan harus mengikuti standar akuntansi yang berlaku di Indonesia, yaitu:

1. PSAK yang relevan

Bagi klinik yang menyusun laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) umum, terdapat beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang sering diterapkan, antara lain:

  • PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan, yang mengatur struktur dan penyajian laporan keuangan agar konsisten, dapat dibandingkan, dan mudah dipahami.
  • PSAK 2: Laporan Arus Kas, yang mengatur penyajian arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
  • PSAK 16: Aset Tetap, yang mengatur pengakuan, pengukuran, penyusutan, dan penghentian aset tetap seperti gedung, kendaraan operasional, serta peralatan medis.
  • PSAK 23 atau ketentuan pengakuan pendapatan yang berlaku dalam kerangka standar terbaru, untuk mengatur kapan pendapatan jasa pelayanan kesehatan diakui dalam laporan keuangan.
  • PSAK 14 : Persediaan, yang mengatur pencatatan persediaan obat, bahan medis habis pakai, dan perlengkapan lainnya.

Penerapan PSAK membantu memastikan bahwa transaksi keuangan dicatat secara konsisten sehingga laporan keuangan dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan.

2. SAK ETAP dan SAK EMKM

Tidak semua klinik wajib menggunakan PSAK umum. Untuk klinik berskala kecil dan menengah, standar akuntansi yang digunakan dapat disesuaikan dengan karakteristik usahanya.

  • SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) ditujukan bagi entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan, tetapi membutuhkan laporan keuangan untuk pihak eksternal seperti bank atau investor.
  • SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah) dirancang khusus untuk usaha mikro, kecil, dan menengah dengan transaksi yang relatif sederhana. Standar ini lebih mudah diterapkan karena memiliki persyaratan pelaporan yang lebih ringkas dibandingkan PSAK umum.

Pilihlah standar yang sesuai dengan skala usaha, kebutuhan pelaporan, serta ketentuan yang berlaku bagi badan usaha klinik.

3. Ketentuan perpajakan untuk klinik

Selain mengikuti standar akuntansi, klinik juga harus memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia.

Beberapa kewajiban pajak yang umumnya dimiliki klinik meliputi:

  • Pajak Penghasilan (PPh) Badan atau PPh sesuai bentuk dan skema perpajakan yang digunakan.
  • PPh Pasal 21 atas gaji dan imbalan yang diterima dokter, tenaga medis, serta karyawan.
  • PPh Pasal 23, apabila melakukan pembayaran atas jasa tertentu yang menjadi objek pemotongan.
  • PPN, apabila terdapat penyerahan barang atau jasa yang dikenai Pajak Pertambahan Nilai sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Karena perlakuan pajak dapat berbeda tergantung jenis layanan kesehatan, bentuk badan usaha, maupun status Pengusaha Kena Pajak (PKP), klinik perlu memahami ketentuan yang berlaku agar terhindar dari kesalahan pelaporan maupun sanksi administrasi.

Kepatuhan terhadap regulasi Kementerian Kesehatan

Selain aspek akuntansi dan perpajakan, pengelolaan keuangan klinik juga harus mendukung kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, klinik diwajibkan memiliki administrasi yang tertib, termasuk dokumentasi transaksi yang berkaitan dengan pelayanan medis, pengelolaan obat dan alat kesehatan, serta pengadaan barang dan jasa.

Pencatatan keuangan yang rapi juga memudahkan klinik ketika menghadapi proses audit internal maupun pemeriksaan oleh instansi berwenang.

Selain itu, laporan keuangan yang akurat dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses perizinan, kerja sama dengan perusahaan asuransi atau BPJS Kesehatan, pengajuan pembiayaan ke lembaga keuangan, hingga pengembangan layanan kesehatan di masa mendatang.

Baca Juga: 5 Format Laporan Keuangan, Fungsi, dan Contohnya

Menyusun Laporan Keuangan Lebih Mudah dengan Software Akuntansi

Apakah Anda kesulitan mengelola keuangan dan menyusun laporan secara manual karena banyaknya transaksi yang harus dicatat dan tugas yang harus dikerjakan?

Permasalahan ini sangat umum di klinik, karena itu mereka beralih menggunakan software akuntansi untuk mengotomatiskan proses administrasi keuangan.

Salah satu solusi yang dapat Anda gunakan adalah Kledo, software akuntansi untuk klinik berbasis cloud yang membantu mengelola transaksi, persediaan, hingga laporan keuangan secara lebih efisien.

1. Software akuntansi membantu mengotomatiskan pencatatan transaksi

Dengan software akuntansi, pencatatan transaksi dapat dilakukan secara otomatis sehingga setiap pemasukan dan pengeluaran langsung tercatat ke akun yang sesuai. Hal ini membuat proses pembukuan menjadi lebih cepat sekaligus mengurangi human error.

Selain itu, jurnal akuntansi dapat terbentuk secara otomatis sehingga staf administrasi tidak perlu membuat jurnal satu per satu secara manual.

2. Integrasi dengan sistem kasir dan rekam medis

Kledo dapat diintegrasikan dengan aplikasi kasir (POS) sehingga setiap transaksi pembayaran pasien dapat langsung masuk ke sistem akuntansi tanpa perlu dicatat ulang. Integrasi ini membantu memastikan data penjualan layanan maupun obat selalu sesuai dengan laporan keuangan.

3. Manajemen persediaan obat

Software akuntansi seperti Kledo menyediakan fitur manajemen persediaan yang memungkinkan bisnis untuk:

  • Memantau jumlah stok obat secara real-time.
  • Mencatat setiap pembelian dan penggunaan obat secara otomatis.
  • Mengetahui nilai persediaan yang tersimpan di gudang.
  • Mengelola stok di lebih dari satu gudang atau cabang
  • Mengurangi risiko kehabisan maupun penumpukan stok.

4. Menyediakan dashboard laporan keuangan real-time

Salah satu keunggulan software akuntansi berbasis cloud adalah kemampuan menyajikan laporan keuangan secara real-time.

Di Kledo, pemilik maupun manajemen klinik dapat mengakses berbagai laporan keuangan kapan saja tanpa harus menunggu akhir bulan. Laporan yang tersedia bervariasi, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Laporan laba rugi.
  • Neraca (laporan posisi keuangan).
  • Laporan arus kas.
  • Buku besar.
  • Neraca saldo.
  • Laporan piutang dan utang.
  • Laporan persediaan.

5. Kemudahan audit dan pelaporan pajak

Audit dan pelaporan pajak akan jauh lebih mudah apabila seluruh transaksi telah terdokumentasi dengan baik.

Kledo menyimpan riwayat transaksi secara sistematis sehingga setiap perubahan data dapat ditelusuri kembali.

Hal ini memudahkan proses pemeriksaan internal maupun audit eksternal karena seluruh dokumen dan pencatatan tersedia dalam satu sistem.

Baca Juga: 9 Software Akuntansi Terbaik untuk Bisnis Kesehatan

Kesimpulan

Pengelolaan keuangan yang baik merupakan kunci operasional klinik yang baik pula.

Dengan menyusun laporan keuangan seperti yang kami jelaskan di atas, Anda bisa memantau kinerja bisnis, mengendalikan pengeluaran, sampai memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi dan peraturan perpajakan yang berlaku.

Jika Anda ingin mengelola keuangan klinik secara lebih efisien dan profesional, coba Kledo gratis dan rasakan kemudahan menyusun laporan keuangan tanpa proses manual yang rumit.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

16 + 17 =