Cara Menyusun Laporan Keuangan Tahunan yang Benar

laporan keuangan tahunan banner

Salah satu kewajiban perusahaan (baik PT maupun perusahaan tertutup) adalah membuat laporan keuangan tahunan.

Laporan keuangan tahunan adalah dokumen penting yang memberikan gambaran mengenai posisi keuangan perusahaan selama satu tahun fiskal tertentu.

Dokumen ini umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan catatan penjelasan.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa saja komponen laporan keuangan tahunan, dasar hukumnya, serta bagaimana cara menyusunnya.

Dasar Hukum Laporan Keuangan Tahunan

Melansir Hukum Online, perusahaan (baik tertutup maupun terbuka) wajib melaporkan keuangan mereka setiap tahunnya sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab.

Perusahaan tertutup

Pasal 66 ayat (1) UU PT mengatur bahwa perusahaan tertutup wajib menyusun laporan tahunan dan melaporkannya kepada Rapat Umum Pemegang Saham.

Dengan kata lain, perusahaan tidak wajib mempublikasikan laporannya kepada masyarakat, cukup internal saja.

Laporan ini terdiri dari:

  • Neraca akhir tahun dan perbandingannya dengan tahun buku sebelumnya
  • Laporan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan
  • Laporan arus kas
  • Laporan perubahan ekuitas
  • Catatan atas laporan keuangan
  • Laporan kegiatan perseroan
  • Laporan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan

Perusahaan terbuka

Pasal 2 ayat (1) dan (2) POJK 14/POJK.04/2022 menyatakan bahwa perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada OJK dan mengumumkannya ke masyarakat lewat sistem pelaporan elektronik.

Laporan ini mencakup:

  • Laporan keuangan tahunan (neraca, laporan arus kas, laporan laba rugi)
  • Laporan keuangan tengah tahunan
kledo banner 3

Baca Juga: 5 Laporan Keuangan, Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Analisisnya

Apa Saja Komponen Laporan Keuangan Tahunan?

1. Neraca

Neraca menyajikan posisi keuangan perusahaan pada titik waktu tertentu. Setidaknya, harus ada

  • Aset: Termasuk aset lancar seperti persediaan, piutang, kas, dan setara kas serta aset Tidak Lancar seperti properti, pabrik dan peralatan, aset tidak berwujud, aset keuangan, aset yang dimiliki untuk dijual dan aset pajak tangguhan.
  • Liabilitas: Termasuk liabilitas keuangan, liabilitas pajak tangguhan, serta liabilitas lancar seperti utang usaha dan provisi.
  • Ekuitas: Termasuk modal saham, laba ditahan, dan kepentingan minoritas.

2. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi melaporkan kinerja keuangan perusahaan selama satu tahun.

Periode akuntansi dapat berupa tahun kalender atau tahun fiskal, tergantung pada kebijakan akuntansi yang perusahaan terapkan.

Laporan ini biasanya mencakup:

  • Pendapatan
  • Biaya Operasional
  • Laba sebelum Bunga dan Pajak
  • Biaya Keuangan
  • Beban Pajak
  • Laba rugi dari operasi yang dihentikan
  • Laba Bersih Setelah Pajak periode berjalan
  • Laba yang diatribusikan kepada kepentingan non pengendali
  • Laba yang diatribusikan kepada pemegang saham entitas

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas melaporkan perubahan kas dan setara kas selama tahun berjalan yang berasal dari aktivitas operasi, pendanaan, dan investasi.

4. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan ini mencakup hal-hal berikut:

  • Jumlah laba rugi yang diatribusikan kepada pemegang saham.
  • Transaksi dengan pemegang saham, termasuk penerbitan saham baru, jumlah dividen yang dibayarkan, serta saldo cadangan dan surplus.
  • Koreksi yang dilakukan terkait kesalahan pada periode sebelumnya.
  • Jika terdapat perubahan kebijakan akuntansi, harus diungkapkan dampak perubahan tersebut terhadap laporan keuangan.

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan adalah catatan kaki atas laporan keuangan perusahaan yang memuat informasi tambahan serta kebijakan akuntansi, rincian utang piutang, serta aset tetap.

Contoh laporan keuangan

Berikut ini adalah beberapa laporan keuangan perusahaan yang bisa Anda jadikan sebagai sumber bacaan tambahan atau referensi:

Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Proyek, Pengertian, dan Cara Membuatnya

Mengapa Laporan Keuangan Tahunan Penting?

laporan keuangan tahunan 1

1. Mengidentifikasi Profitabilitas Bisnis

Laporan laba rugi membantu menentukan apakah bisnis Anda untung atau rugi.

Anda tidak bisa melihat untung rugi perusahaan hanya dari saldo rekening saja, tapi harus mempertimbangkan seluruh pendapatan dan biaya overhead.

Selain itu, investor juga perlu menilai profitabilitas sebelum mereka berinvestasi pada bisnis Anda.

2. Meningkatkan Pengelolaan Utang

Pencatatan piutang usaha dan utang usaha yang akurat memastikan angka yang dihasilkan dapat memberikan gambaran yang tepat apakah bisnis Anda dapat terus beroperasi.

Pengelolaan yang buruk dapat melumpuhkan bisnis, sering kali karena keterlambatan penerimaan pendapatan sementara kewajiban pembayaran tetap harus dipenuhi.

Dengan data yang memadai dalam suatu periode, bisnis juga dapat menggunakannya sebagai acuan untuk memprediksi arus kas di masa depan secara lebih akurat.

3. Mengidentifikasi dan memitigasi kesalahan

Laporan keuangan yang akurat sangat penting untuk mendeteksi kesalahan yang merugikan (bahkan praktik yang tidak legal).

Ketidaksesuaian yang ditemukan saat rekonsiliasi angka dalam proses penyusunan laporan keuangan dapat segera ditangani.

4. Meningkatkan pengambilan keputusan

Jika Anda ingin mengembangkan bisnis dan berinvestasi kembali, laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan (neraca) dapat memberikan gambaran visual yang jelas untuk mengidentifikasi peluang investasi.

Selain itu, penggunaan laporan keuangan untuk peramalan dan perencanaan masa depan sangat penting agar bisnis siap menghadapi perubahan dalam lingkungan usaha.

5. Membantu proses benchmarking

Laporan keuangan yang akurat membantu Anda membandingkan kinerja bisnis dengan bisnis lain di industri yang sama.

Benchmark membantu Anda mengetahui posisi bisnis Anda dan apakah bisnis memerlukan perubahan atau penyesuaian.

Baca Juga: Syarat Laporan Keuangan Sesuai Standar Akuntansi

Pentingnya Menyusun Laporan Keuangan Tahunan dengan Transparan

Laporan keuangan tahunan yang transparan bisa meningkatkan kepercayaan investor dan publik kepada perusahaan Anda.

Tidak hanya itu saja, laporan keuangan yang transparan menunjukkan bahwa perusahaan Anda bertanggung jawab dan berkomitmen meminimalisir risiko kecurangan.

Namun tidak hanya itu, laporan keuangan tahunan yang transparan juga bisa menurunkan biaya utang perusahaan.

Penelitian berjudul The impact of annual reports transparency and comment letters on the cost of debt: Evidence for China (2023) menunjukkan bahwa transparansi laporan tahunan berperan penting dalam menurunkan biaya utang perusahaan.

Sebaliknya, ketika perusahaan menerima surat komentar dari regulator, kreditur cenderung menilai perusahaan lebih berisiko sehingga biaya utangnya meningkat.

Namun, dampak negatif tersebut dapat ditekan jika perusahaan memiliki tingkat transparansi yang tinggi.

Intinya: Semakin terbuka dan jelas laporan keuangan perusahaan, semakin besar kepercayaan pemberi pinjaman dan semakin kecil kemungkinan perusahaan dikenakan biaya utang yang mahal.

Baca Juga: Laporan Keuangan Proforma: Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya

Kapan Laporan Keuangan Tahunan Dipublikasikan?

laporan keuangan tahunan 2

Secara umum, laporan keuangan tahunan dipublikasikan setelah tahun buku perusahaan berakhir dan proses penyusunan serta audit selesai.

Namun, waktu pastinya tergantung pada jenis perusahaan dan regulasi yang berlaku.

1. Untuk perusahaan terbuka (Tbk)

Sesuai pasal 4 POJK 14/POJK.04/2022, Perusahaan terbuka wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada OJK dan mempublikasikannya pada masyarakat paling lambat di akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan.

Tujuannya agar investor mendapat informasi tepat waktu.

2. Untuk perusahaan tertutup

Perusahaan tertutup wajib menyusun laporan keuangan untuk RUPS maksimal 6 bulan setelah tahun buku berakhir.

Selain kepada RUPS, perusahaan juga wajib menyampaikan laporan tersebut kepada Menteri Perdagangan.

Waktu pelaporan di perusahaan tertutup memang lebih fleksibel, tergantung kebutuhan internal dan kewajiban perpajakan.

Mengapa perusahaan harus menyampaikan laporan keuangan tahunan tepat waktu?

Ada 4 alasan:

  • Menghindari sanksi (untuk perusahaan terbuka)
  • Menjaga kepercayaan investor dan kreditur
  • Memenuhi kewajiban hukum
  • Membantu manajemen mengambil keputusan cepat

Baca Juga: Laporan Keuangan Perusahaan Jasa dan Bedanya dengan Perusahaan Dagang

Cara Menyusun Laporan Keuangan Tahunan

laporan keuangan tahunan 3

Agar laporan keuangan mudah dipahami, ada beberapa informasi penting yang harus dicantumkan:

1. Identitas dasar laporan

Cantumkan nama perusahaan, jenis laporan (laporan sendiri atau konsolidasi), periode laporan, mata uang yang digunakan, dan pembulatan angka (misalnya ribuan atau jutaan).

Jika perusahaan memiliki anak usaha, maka harus membuat dua laporan: laporan sendiri dan laporan konsolidasi (gabungan induk + anak).

2. Sertakan data tahun sebelumnya

Anda perlu membandingkan angka tahun lalu sebagai pembanding. Ini membantu melihat apakah kinerja perusahaan membaik atau menurun.

3. Tentukan periode akuntansi

Laporan dibuat untuk satu tahun akuntansi. Periode ini bisa mengikuti tahun kalender (Jan–Des) atau tahun fiskal sesuai kebijakan perusahaan.

4. Gunakan nilai wajar (fair value)

Aset dan liabilitas umumnya dilaporkan berdasarkan nilai wajarnya agar mencerminkan kondisi yang lebih realistis.

Baca Juga: Cara Membaca Laporan Keuangan untuk Pemula

5. Gunakan asumsi kelangsungan usaha

Laporan dibuat dengan asumsi bisnis akan terus berjalan. Jika ada risiko serius seperti bisnis bisa berhenti, manajemen wajib mengungkapkannya di laporan.

6. Gunakan basis akrual

Selain laporan arus kas, perusahaan harus menyusun laporan keuangan dengan basis akrual.

Artinya, pendapatan dan beban dicatat saat terjadi, bukan saat kas diterima atau dibayar.

7. Ungkapkan pos yang material secara terpisah

Jika ada transaksi yang nilainya besar atau penting, harus ditampilkan terpisah, misalnya:

  • Operasi yang dihentikan
  • Penjualan aset atau investasi besar
  • Biaya restrukturisasi
  • Penyelesaian kasus hukum

Tujuannya agar pembaca tidak salah menilai kondisi perusahaan.

8. Lengkapi dengan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)

Bagian ini berisi:

  • Kebijakan akuntansi yang dipakai
  • Pengungkapan yang diwajibkan
  • Penjelasan tambahan atas angka-angka di laporan

CALK ini penting karena memberi penjelasan lebih lanjut mengenai angka-angka yang ada di laporan.

9. Patuhi kewajiban publikasi (untuk perusahaan terbuka)

Perusahaan yang terdaftar di bursa harus mempublikasikan laporan tepat waktu dan menyerahkan laporan ke bursa efek. Ini bagian dari kepatuhan hukum.

Baca Juga: Isi dan Elemen dalam Dalam Laporan Keuangan yang Harus Anda Tahu

Kesimpulan

Laporan keuangan tahunan adalah kewajiban perusahaan. Namun, bukan cuma sebatas kewajiban saja, laporan ini membantu menilai kesehatan bisnis, mengambil keputusan strategis, dan membangun kepercayaan investor maupun kreditur.

Bahkan, menyampaikan laporan keuangan tahunan yang transparan juga bisa membantu perusahaan mendapatkan utang dengan biaya yang menguntungkan.

Namun, menyusun laporan keuangan tahunan secara manual sering kali memakan waktu dan rawan kesalahan.

Software akuntansi Kledo memiliki fitur pencatatan otomatis, laporan real-time, dan penyusunan laporan keuangan yang terstruktur, sehingga membantu menghasilkan laporan keuangan tahunan yang rapi, akurat, dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

Buat laporan keuangan Anda dengan lebih efisien, cepat, dan akurat dengan Kledo. Coba sekarang lewat tautan ini.

sugi priharto

Tinggalkan Komentar

four × three =