Perbedaan Revenue dan Income Beserta Contohnya

perbedaan revenue dan income banner

Revenue dan income adalah dua istilah yang berkaitan dengan pendapatan dan sering dianggap memiliki arti yang sama.

Padahal, keduanya adalah konsep yang berbeda. Revenue menunjukkan total pendapatan yang diperoleh perusahaan dari aktivitas operasional utama sebelum dikurangi biaya apa pun.

Sementara itu, income menggambarkan keuntungan atau laba yang tersisa setelah berbagai biaya, beban, pajak, dan pengeluaran lainnya diperhitungkan.

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian revenue dan income, manfaat mengetahuinya, perbedaan utama, serta contohnya.

Apa Itu Revenue dan Income?

Pengertian revenue

Revenue adalah jumlah uang yang dihasilkan perusahaan sebelum dikurangi biaya apa pun.

Ini sering disebut juga “top line” karena letaknya di baris paling atas pada laporan laba rugi (income statement).

Dalam PSAK 72 yang mengatur pengakuan pendapatan di Indonesia, revenue diakui ketika kewajiban pelaksanaan kepada pelanggan telah dipenuhi.

Contoh: Jika sebuah toko menjual barang senilai Rp100 juta dalam satu bulan, maka revenue-nya adalah Rp100 juta, tanpa memperhitungkan berapa biaya produksi, gaji karyawan, sewa toko, atau pajak.

Revenue biasanya terdiri dari:

  • Pendapatan operasional (dari penjualan produk/jasa utama)
  • Kadang juga mencakup pendapatan non-operasional, tergantung bagaimana perusahaan menyusun laporannya

Pengertian income

Income adalah jumlah yang tersisa setelah semua biaya, beban, dan pajak dikurangkan dari revenue. Ini disebut “bottom line” karena posisinya di baris paling bawah laporan laba rugi.

Seperti revenue, income juga dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

1. Gross Income (Laba Kotor)

Gross income adalah total pendapatan yang dicatat sebelum dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP) atau biaya langsung untuk memproduksi barang/jasa.

Istilah lainnya adalah laba kotor (gross profit) atau margin kotor (gross margin). Nilai ini biasanya dapat ditemukan pada laporan laba rugi.

2. Net Income (Laba Bersih)

Net income dihitung dengan mengurangi revenue dengan berbagai biaya operasional dan non-operasional, seperti penyusutan, bunga, pajak, serta beban lainnya.

Laba bersih atau bottom line menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam mengelola pengeluaran dan biaya operasionalnya.

Angka ini tercantum dalam laporan laba rugi dan menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur profitabilitas perusahaan.

Income dapat digunakan untuk menganalisis dan menilai apakah suatu perusahaan beroperasi secara efisien serta mampu menghasilkan keuntungan dari aktivitas bisnisnya.

Contoh

Misalnya, sebuah toko elektronik memperoleh penjualan sebesar Rp100 juta dalam satu bulan. Angka Rp100 juta tersebut merupakan revenue.

Setelah dikurangi HPP sebesar Rp40 juta, perusahaan memperoleh gross income sebesar Rp60 juta. Kemudian, setelah dikurangi biaya operasional sebesar Rp30 juta, laba operasi yang diperoleh adalah Rp30 juta.

Terakhir, setelah dikurangi bunga dan pajak sebesar Rp5 juta, perusahaan mencatat net income atau laba bersih sebesar Rp25 juta.

AspekRevenueIncome
DefinisiTotal uang yang diterima dari aktivitas usaha utama, sebelum dikurangi biayaJumlah yang tersisa setelah semua biaya, beban, dan pajak dikurangkan
Posisi di laporan keuanganBaris paling atas (“top line”)Baris paling bawah (“bottom line”)
Sebutan lainPendapatan, sales, turnoverLaba, profit, earnings
Rumus dasarJumlah unit terjual × harga jualRevenue − semua biaya & pajak
Memperhitungkan biaya?TidakYa
Bisa lebih besar dari yang lain?Selalu ≥ income (kecuali income negatif/rugi)Selalu ≤ revenue
Jenis turunannyaOperating revenue, non-operating revenueGross income, operating income, net income
Contoh nilai (toko dengan penjualan Rp100 juta, biaya total Rp75 juta)Rp100 jutaRp25 juta
Menunjukkan apa bagi bisnisSkala/volume penjualanEfisiensi & profitabilitas sebenarnya
Tabel perbandingan revenue dan income
kledo banner 1

Baca Juga: Apa Perbedaan Revenue dan Profit? + Cara Menghitungnya

Apa Pentingnya Memahami Perbedaan Revenue dan Income?

perbedaan revenue dan income 3

Memahami perbedaan kedua istilah ini membantu Anda untuk melihat gambaran kesehatan keuangan perusahaan yang sebenarnya dan juga dalam proses menyusun dan membaca laporan keuangan.

1. Mengetahui kondisi bisnis yang sebenarnya

Banyak pemilik bisnis merasa usahanya berjalan baik karena revenue atau omzet terus meningkat.

Padahal, revenue yang tinggi belum tentu menghasilkan keuntungan yang besar. Jika biaya operasional juga meningkat, laba yang diperoleh bisa tetap kecil atau bahkan mengalami kerugian.

Karena itu, saat menyusun laporan keuangan, perusahaan tidak hanya perlu mencatat seluruh revenue yang diperoleh, tetapi juga harus memperhatikan berbagai biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis.

Beberapa biaya yang umumnya memengaruhi income antara lain:

  • Harga pokok penjualan (HPP)
  • Gaji karyawan
  • Biaya sewa
  • Biaya pemasaran
  • Biaya administrasi
  • Bunga pinjaman
  • Pajak

Setelah seluruh biaya tersebut dikurangi dari revenue, barulah perusahaan dapat mengetahui berapa income atau laba yang sebenarnya diperoleh.

Jika selisih antara revenue dan income terlalu besar, hal ini bisa menjadi tanda bahwa biaya operasional perusahaan perlu dievaluasi.

Misalnya, perusahaan mungkin mengeluarkan biaya sewa yang terlalu tinggi, memiliki pengeluaran operasional yang tidak efisien, atau mengeluarkan biaya pemasaran yang belum memberikan hasil optimal.

2. Membantu perencanaan bisnis yang lebih baik

Selain menunjukkan kinerja keuangan saat ini, revenue dan income juga berperan penting dalam membantu perusahaan merencanakan masa depan.

Misalnya, ketika revenue meningkat, perusahaan perlu mengetahui apakah peningkatan tersebut juga diikuti oleh kenaikan income.

Jika tidak, berarti ada biaya yang perlu dikendalikan agar pertumbuhan penjualan benar-benar menghasilkan keuntungan.

Informasi ini juga membantu perusahaan membuat perkiraan kinerja bisnis pada periode berikutnya. Dengan melihat tren revenue dan income, manajemen dapat memperkirakan:

  • Potensi penjualan di masa depan
  • Target laba yang realistis
  • Dampak kenaikan biaya operasional
  • Kebutuhan investasi untuk mengembangkan bisnis

Baca Juga: Total Revenue: Pengertian, Rumus, dan Contoh Penghitungannya

3. Membantu proses perpajakan

perbedaan revenue dan income 1

Memahami perbedaan revenue dan income juga penting dalam proses perpajakan. Banyak pemilik bisnis mengira bahwa seluruh revenue yang diperoleh merupakan keuntungan yang dapat langsung digunakan atau dikenakan pajak.

Padahal, sebelum menghitung kewajiban pajak, perusahaan harus terlebih dahulu mengurangi berbagai biaya usaha untuk mengetahui income atau laba yang sebenarnya.

Dengan pencatatan revenue dan income yang akurat, perusahaan dapat menghitung pajak dengan lebih tepat dan menghindari kesalahan dalam pelaporan.

Selain itu, dokumentasi keuangan yang rapi juga akan memudahkan perusahaan ketika menghadapi pemeriksaan atau audit pajak.

Oleh karena itu, setiap bisnis perlu memahami biaya apa saja yang dapat dikurangkan, bagaimana menghitung laba sebelum pajak, serta berapa besar kewajiban pajak yang harus dibayarkan.

Setelah pajak dikurangi, barulah perusahaan mengetahui laba bersih yang sesungguhnya.

4. Penting untuk menarik investor

Bagi investor, pertumbuhan revenue memang menarik untuk diperhatikan. Namun, yang paling menjadi fokus biasanya adalah income atau laba yang berhasil dihasilkan perusahaan.

Revenue yang tinggi menunjukkan bahwa produk atau jasa perusahaan diminati pasar. Namun, income menunjukkan apakah perusahaan mampu mengelola biaya secara efisien dan mengubah penjualan tersebut menjadi keuntungan.

Karena itu, investor cenderung melihat keduanya. Sebuah perusahaan dengan pertumbuhan revenue yang pesat tetapi laba yang terus menurun mungkin dianggap memiliki masalah dalam pengelolaan biaya.

Sebaliknya, perusahaan yang mampu mempertahankan profitabilitas menunjukkan bahwa model bisnisnya lebih sehat dan berkelanjutan.

Investor biasanya menganalisis revenue, margin laba, dan net income untuk menilai kinerja perusahaan. Informasi tersebut dapat ditemukan dalam laporan keuangan emiten yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Pendapatan dan Penjualan: Pengertian dan Perbedaanya dalam Akuntansi

Contoh Perbedaan Revenue dan Income

perbedaan revenue dan income 2

Perusahaan yang dikelola dengan baik umumnya memiliki revenue yang tinggi (menunjukkan keberhasilan dalam menghasilkan penjualan) sekaligus income yang proporsional (menunjukkan kemampuan mengendalikan biaya operasional).

Besarnya margin laba kotor yang ideal dapat berbeda-beda antar perusahaan, tergantung pada jenis produk atau jasa yang dijual serta biaya yang diperlukan untuk memproduksi atau menyediakannya.

Namun, banyak orang melihat revenue yang terus meningkat dan beranggapan bahwa pertumbuhan penjualan tersebut secara otomatis akan menghasilkan laba yang besar.

Asumsi ini sering kali mengabaikan jenis dan besarnya biaya operasional yang harus ditanggung perusahaan.

Sebuah perusahaan bisa saja sukses menjual produknya, tetapi jika pengelolaan operasionalnya tidak efisien, selisih revenue dan income-nya mungkin menjadi besar.

Studi Kasus Walmart

Pada tahun 2018, Walmart tercatat sebagai perusahaan dengan revenue tertinggi di dunia dengan total revenue mencapai 515 miliar dolar AS.

Namun setelah seluruh biaya dan beban dikurangkan, net income yang diperoleh Walmart hanya sebesar 6,67 miliar dolar AS. Dengan kata lain, laba bersih perusahaan tersebut hanya sedikit di atas 1% dari total revenue yang dihasilkan.

Tentu saja, kedua angka tersebut tetap menunjukkan kondisi keuangan yang sangat sehat. Namun, perbedaan yang signifikan antara revenue dan laba bersih Walmart menggambarkan betapa besarnya pengaruh total biaya terhadap hasil akhir perusahaan.

Baca Juga: Net Interest Income: Pengertian, Cara Hitung, Rumus, dan Contohnya

Studi Kasus Telkom Indonesia

Perbedaan antara revenue dan income juga dapat dilihat pada laporan keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Sepanjang tahun 2024, Telkom membukukan pendapatan (revenue) konsolidasi sebesar sekitar Rp150 triliun.

Namun, setelah dikurangi berbagai biaya operasional, biaya karyawan, penyusutan, bunga, pajak, dan beban lainnya, laba bersih (net income) yang diperoleh perusahaan tercatat sebesar Rp23,6 triliun.

Artinya, dari setiap Rp100 pendapatan yang diperoleh Telkom, sekitar Rp15,8 menjadi laba bersih perusahaan.

Sisanya digunakan untuk menutupi berbagai biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis telekomunikasi yang kompleks dan padat modal.

Baca Juga: Pengertian Disposable Income, Cara Hitung, dan Manfaatnya

Frequently Asked Questions

Apakah bisnis bisa punya revenue tinggi tapi income rendah?

Ya, bisa. Hal ini terjadi ketika biaya operasional, produksi, atau beban lain (gaji, sewa, bahan baku, bunga, pajak) juga tinggi sehingga menggerus sebagian besar pendapatan.

Contohnya, bisnis dengan revenue Rp500 juta tapi biaya operasionalnya Rp480 juta hanya akan menyisakan income Rp20 juta, meskipun revenue-nya terlihat besar.

Apakah omzet termasuk income?

Tidak. Omzet secara umum sama artinya dengan revenue, yaitu total nilai penjualan sebelum dikurangi biaya apa pun, sementara income adalah hasil setelah omzet/revenue tersebut dikurangi seluruh biaya dan pajak.

Jadi omzet bukan bagian dari income, melainkan dasar perhitungan sebelum income didapat.

Apakah perusahaan bisa rugi meski revenue tinggi?

Ya, bisa. Jika total biaya (produksi, operasional, bunga, pajak) lebih besar daripada revenue yang diperoleh, perusahaan akan mengalami net loss (kerugian bersih) meskipun revenue-nya besar.

Ini sering terjadi pada perusahaan startup yang fokus mengejar pertumbuhan penjualan sambil masih menanggung biaya ekspansi yang besar.

Mengapa revenue penting meskipun belum tentu untung?

Revenue penting karena mencerminkan skala bisnis, permintaan pasar, dan kemampuan perusahaan menjual produk/jasanya.

Investor dan analis sering menggunakan tren revenue untuk menilai potensi pertumbuhan jangka panjang, meskipun income (laba) belum tinggi, terutama untuk bisnis yang masih dalam fase ekspansi.

Mana yang lebih besar, revenue atau income?

Secara umum, revenue selalu lebih besar atau sama dengan income, karena income dihitung dari revenue dikurangi biaya-biaya. Income hanya bisa sama dengan revenue jika perusahaan tidak memiliki biaya sama sekali, yang pada praktiknya hampir tidak pernah terjadi.

Kesimpulan

Revenue dan income adalah dua istilah keuangan yang menggambarkan dua hal berbeda, tetapi sama-sama penting untuk Anda ketahui.

Anda perlu terus melacak dan memantau metrik-metrik ini bersama dengan metrik keuangan lainnya.

Akan lebih mudah untuk melacak metrik keuangan seperti ini dengan Kledo, software akuntansi yang bisa mencatat transaksi secara otomatis, menyusun laporan laba rugi secara real-time, serta memantau revenue, profit, dan berbagai metrik keuangan penting lainnya dengan lebih akurat.

Dengan Kledo, Anda bisa melihat revenue dan profit Anda dalam laporan keuangan serta melihat bagaimana keduanya memengaruhi bisnis Anda.

Coba Kledo sekarang dan rasakan manfaatnya lewat tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

10 − nine =