Cara Menghitung Saldo Piutang dan Contoh Kasusnya

SALDO PIUTANG

Piutang merupakan salah satu komponen penting dari sebuah perusahaan. Dalam dunia akuntansi, saldo piutang menjadi salah satu unsur yang harus diperhatikan, karena merupakan ukuran kesehatan finansial dari sebuah perusahaan.

Oleh karena itu, mengetahui pengertian saldo piutang dalam akuntansi dan cara menghitungnya adalah sangat penting bagi para profesional akuntansi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai definisi saldo piutang, cara menghitungnya, dan juga pentingnya memahami piutang dalam mengelola keuangan bisnis.

Definisi Saldo Piutang dalam Akuntansi

Saldo Piutang

Saldo piutang adalah jumlah uang yang harus dibayar kepada perusahaan oleh pelanggan atas barang atau jasa yang telah diberikan. Piutang adalah jenis aset yang diharapkan dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam jangka waktu tertentu.

Jika jumlah piutang meningkat, berarti perusahaan memiliki banyak pelanggan yang belum membayar pembelian yang mereka lakukan. Hal ini dapat mengurangi kas perusahaan dan mengurangi kemampuan perusahaan untuk mengatur keuangan mereka.

Sebaliknya, jika total piutang menurun, artinya pelanggan cepat membayar tagihan piutang mereka, yang mana dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan likuiditasnya.

Baca juga: Download Template Akuntansi Excel Gratis untuk UMKM

Cara Menghitung Saldo Piutang

Untuk menghitung berapa total piutang pada akhir periode, Anda harus menghitung berapa total piutang di awal periode, kemudian ditambahkan dengan penjualan baru yang telah dilakukan selama periode tersebut, dan dikurangi pembayaran yang telah diterima dari pelanggan.

Berikut adalah rumusnya:

Saldo Piutang Akhir = Total Piutang Awal + Penjualan Baru – Pembayaran Diterima

  • Total piutang awal adalah jumlah total uang yang terhutang kepada perusahaan oleh pelanggan pada awal periode.
  • Penjualan baru adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan baru yang dilakukan selama periode tersebut.
  • Pembayaran yang diterima adalah jumlah total uang yang telah diterima dari pelanggan sebagai pembayaran atas saldo terutang mereka selama periode tersebut.

Dengan menjumlahkan ketiga jumlah ini, Anda bisa mengetahui berapa total piutang akhir, yang merupakan jumlah total uang yang terhung kepada perusahaan oleh pelanggannya pada akhir periode.

Penting juga untuk dicatat, selain 3 komponen perhitungan di atas, banyak perusahaan yang membuat estimasi piutang tak tertagih yang mengurangi nilai piutang.

Berapa besar piutang tak tertagih dapat dihitung berdasarkan pengalaman masa lalu.

Misalnya, setelah mengevaluasi akun piutang tak tertagih pada periode sebelumnya, perusahaan memutusakan ada kemungkinan 10% piutang tidak akan dilunasi pelanggan.

Jadi, jika ada piutang sebesar Rp. 100 juta, maka estimasi pelunasan piutang yang diterima perusahaan sebesar Rp. 90 juta.

Baca juga: Tahapan Business Process Management dan Contohnya

Pentingnya Saldo Piutang dalam Bisnis

Saldo piutang merupakan salah satu aset yang paling penting bagi perusahaan, karena merupakan indikator kondisi keuangan perusahaan dan kualitas hubungan dengan pelanggan.

Piutang mempengaruhi cash flow perusahaan karena piutang akan menjadi kas ketika dikumpulkan.

Hal ini berarti bahwa kinerja perusahaan secara keseluruhan akan mempengaruhi jumlah uang yang diterima perusahaan melalui pelanggan.

Sehingga, manajemen harus berhati-hati dalam mengawasi dan mengelola piutang untuk memastikan bahwa jumlah cash flow yang diharapkan tercapai dan juga untuk meminimalkan risiko yang terkait dengan pengumpulan uang.

Total piutang juga membantu perusahaan dalam mengelola risiko. Perusahaan dapat memeriksa piutang untuk menentukan seberapa banyak risiko yang mereka alami dan bagaimana risiko tersebut dapat dikendalikan.

Misalnya, jika piutang meningkat secara drastis dalam jangka waktu tertentu, perusahaan dapat menentukan apakah hal itu disebabkan oleh pelanggan yang merasa kesulitan untuk membayar atau alasan lainnya. Dengan demikian, perusahaan dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengurangi risiko.

Piutang juga mempengaruhi keputusan bisnis yang diambil oleh perusahaan. Jika jumlah piutang tinggi, perusahaan dapat menggunakan jumlah yang tersedia untuk membiayai pertumbuhan bisnis.

Selain itu, perusahaan juga dapat menggunakan informasi piutang untuk mengukur kinerja pelanggan dan memutuskan apakah mereka harus menawarkan pembayaran lebih lanjut atau jenis kredit lainnya.

Baca juga: 10 Strategi Efisiensi dalam Bisnis Tanpa Harus PHK

Metode Manajemen Saldo Piutang

Berikut adalah beberapa jenis metode manajemen piutang:

Faktur discounting

Metode ini dilakukan dengan cara menjual faktur perusahaan kepada pihak ketiga, seperti bank, yang telah didiskon. Sehingga perusahaan bisa segera memperoleh dana tanpa menunggu pelanggan membayar piutang.

Factoring

Metode ini mirip dengan faktur discounting, namun memiliki beberapa perbedaan. Factoring dilakukan perusahaan dengan cara menjual faktur kepada pihak ketiga dan memastikan pembayaran piutang dilakukan secara tepat waktu.

Penagihan proaktif

Metode ini dilakukan dengan cara upaya aktif guna memastikan pembayaran piutang dilakukan tepat waktu.

Contohnya, perusahaan dapat mengirimkan pengingat pembayaran atau menghubungi pelanggan secara berkala untuk memastikan piutang dibayar tepat waktu.

Pencatatan piutang

Metode ini melibatkan pencatatan piutang dan pembayaran secara teratur dalam software akuntansi. Hal ini dapat membantu perusahaan memantau total piutang dan memastikan setiap pembayaran diterima tepat waktu.

Baca juga: Balanced Scorecard: Pengertian Lengkap dan Cara Membuatnya

Pola kredit yang baik

Penerapan kebijakan pola kredit yang baik memastikan setiap pelanggan memenuhi persyaratan kredit. Sehingga dapat meminimalisir risiko piutang buruk.

Analisis piutang

Analisis piutang dilakukan secara berkala untuk memastikan saldo piutang tetap stabil dan memprioritaskan pembayaran piutang yang paling penting.

Semua metode manajemen piutang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perusahaan harus mempertimbangkan jenis metode yang paling sesuai dengan bisnis mereka dan memastikan metode tersebut efektif dalam manajemen piutang.

Baca juga: Berbagai Jenis Software Pengembangan Bisnis yang Harus Anda Miliki

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Saldo Piutang

Di bawah ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi saldo piutang:

  1. Lama waktu tunggakan: Semakin lama waktu tunggakan, semakin besar kemungkinan pelanggan tidak akan membayar utang mereka. Hal ini bisa meningkatkan risiko yang terkait dengan piutang.
  2. Risiko kredit: Risiko kredit mengacu pada kemampuan pelanggan untuk membayar utang mereka. Pelanggan dengan riwayat kredit yang buruk atau keuangan yang tidak stabil memiliki risiko kredit yang lebih tinggi.
  3. Kebijakan pembayaran: Kebijakan pembayaran perusahaan, seperti jangka waktu pembayaran, dapat mempengaruhi piutang. Kebijakan pembayaran yang longgar dapat mengakibatkan piutang yang lebih tinggi karena pelanggan memiliki lebih banyak waktu untuk membayar utang mereka.
  4. Permintaan pasar: Fluktuasi permintaan pasar dapat mempengaruhi piutang. Saat permintaan pasar menurun, pelanggan mungkin mengalami kesulitan untuk membayar utang mereka.
  5. Konkurensi: Persaingan dalam industri dapat mempengaruhi piutang. Perusahaan yang memiliki persaingan yang kuat dapat memperpanjang jangka waktu pembayaran untuk mempertahankan pelanggan mereka, yang dapat meningkatkan piutang.
  6. Pertumbuhan perusahaan: Pertumbuhan perusahaan dapat mempengaruhi piutang. Perusahaan yang tumbuh dengan cepat kemungkinan mempunyai piutang yang tinggi karena mereka menerima lebih banyak pesanan.

Ini hanya beberapa faktor yang mempengaruhi piutang. Kemampuan perusahaan untuk mengelola dan memantau piutang secara efektif sangat penting untuk memastikan piutang tetap baik dan risiko kredit tetap terkendali.

Baca juga: Berbagai Jenis Software Pengembangan Bisnis yang Harus Anda Miliki

Pencatatan Saldo Piutang dalam Laporan Keuangan

Saldo piutang akan mempengaruhi laporan keuangan perusahaan, termasuk bagaimana hal tersebut dicatat dalam neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Neraca mencerminkan jumlah aset yang dimiliki perusahaan, pada saat tertentu. Pada neraca, piutang akan dicatat sebagai aset, yang mencerminkan bahwa perusahaan memiliki jumlah uang diharapkan akan diterima dari pelanggannya.

Laporan laba rugi mencerminkan pendapatan bersih yang dihasilkan perusahaan pada periode tertentu.

Pendapatan bersih akan dihitung dengan mengurangi biaya dari pendapatan bersih. Piutang akan dihitung sebagai pendapatan, karena itu adalah jumlah uang yang diharapkan akan diterima oleh perusahaan.

Laporan arus kas mencerminkan jumlah uang yang masuk dan keluar dari perusahaan pada periode tertentu. Piutang akan dihitung sebagai arus kas masuk, karena itu adalah jumlah uang yang diharapkan akan diterima oleh perusahaan.

Baca juga: Trial Balance: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Tips Membuatnya

Contoh Kasus Saldo Piutang

Contoh kasus 1

Berikut adalah contoh soal perhitungan saldo piutang:

  • Perusahaan ABC memiliki saldo awal piutang sebesar Rp 50.000.000 pada tanggal 1 Januari 2023.
  • Pada tanggal 15 Januari 2023, perusahaan menerima pembayaran sebesar Rp 20.000.000 dari salah satu pelanggan.
  • Pada tanggal 25 Januari 2023, perusahaan memberikan diskon sebesar 10% dari piutang yang belum dibayar sebesar Rp 10.000.000.

Berapakah saldo piutang perusahaan pada tanggal 25 Januari 2023?

Jawab:

Saldo piutang pada tanggal 15 Januari 2023 = Rp 50.000.000 – Rp 20.000.000 = Rp 30.000.000

Saldo piutang setelah diskon = Rp 30.000.000 – (Rp 10.000.000 x 10%) = Rp 29.000.000

Jadi, saldo piutang perusahaan pada tanggal 25 Januari 2023 adalah Rp 29.000.000.

Contoh kasus 2

  • Perusahaan Cantik memiliki saldo awal piutang sebesar Rp 100.000.000 pada tanggal 1 Februari 2023.
  • Pada tanggal 13 Februari 2023, perusahaan menerima pembayaran sebesar Rp 35.000.000 dari Tuan Adi,
  • Pada tanggal 20 Februari 2023, perusahaan memberikan diskon 10% dari saldo piutang yang belum dibayar sebesar Rp 10.000.000.
  • Pada tanggal 28 Februari 2023, perusahaan menilai bahwa salah satu piutang sebesar Rp 10.000.000 tidak dapat diterima.

Berapakah saldo piutang perusahaan setelah penyisihan piutang tak tertagih pada tanggal 28 Februari 2023?

Jawab:

Saldo piutang pada tanggal 15 Januari 2023 = Rp 100.000.000 – Rp 35.000.000 = Rp 65.000.000

Saldo piutang setelah diskon = Rp 65.000.000 – Rp 10.000.000 x 10% = Rp 64.000.000

Saldo piutang setelah penyisihan piutang tak tertagih = Rp 64.000.000 – Rp 10.000.000 = Rp 54.000.000

Jadi, saldo piutang perusahaan setelah penyisihan piutang tak tertagih pada tanggal 28 Februari 2023 adalah Rp 54.000.000.

Baca juga: 12 Tips Pembukuan UMKM yang Mudah Dilakukan

Tips Mengelola Saldo Piutang

gambar 2

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengelola piutang:

Terapkan sistem pemantauan yang efektif

Buat sistem untuk memantau pelanggan yang memiliki tanggungan kewajiban untuk membayar tagihan. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan software atau aplikasi pemantauan saldo piutang.

Jaga hubungan baik dengan pelanggan

Jangan biarkan pelanggan merasa terabaikan. Pastikan bahwa pelanggan merasa dihargai dan memiliki komunikasi yang baik dengan perusahaan Anda.

Sediakan opsi pembayaran yang fleksibel

Berikan pelanggan beberapa pilihan untuk membayar tagihan mereka, seperti cicilan, kartu kredit, atau pembayaran tunai.

Tangani keterlambatan pembayaran dengan baik

Jika pelanggan mengalami keterlambatan dalam membayar tagihan, tangani masalah tersebut dengan profesional dan cepat.

Tentukan jadwal pembayaran yang realistis

Bantu pelanggan dengan memberikan jadwal pembayaran yang realistis dan sesuai dengan kemampuan mereka.

Buat rencana pemulihan saldo piutang

Buat rencana pemulihan saldo piutang untuk membantu mengatasi masalah keterlambatan pembayaran.

Sistem diskon untuk pembayaran tepat waktu

Berikan diskon kepada pelanggan yang membayar tagihan mereka tepat waktu sebagai insentif.

Kerja sama dengan pihak ketiga

Kerja sama dengan perusahaan kolektor utang atau agen pemulihan piutang untuk membantu mengatasi masalah pembayaran tagihan yang tertunggak.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, Anda dapat meminimalkan risiko piutang dan mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan Anda.

Baca juga: Kenali Berbagai Istilah Audit dalam Laporan Keuangan Berikut Ini

Kesimpulan

Banner 2 kledo

Itulah pembahasan mengenai saldo piutang dalam akuntansi mulai dari pengertian, cara menghitung, contoh kasus, dan pembahasan penting lainnya.

Menggunakan software akuntansi merupakan salah satu tips untuk mempermudah manajemen piutang bisnis Anda. Kledo merupakan software akuntansi online berbasis cloud yang bisa menjadi solusi bisnis Anda.

Dengan menggunakan Kledo, Anda bisa melacak piutang per kontak dan per tagihan secara real time. Secara otomatis, Kledo bisa mengirimkan notifikasi kepada pelanggan yang jatuh tempo pembayaran piutangnya sudah dekat.

Selain itu, Kledo masih mempunyai fitur lainnya yang mendukung operasional bisnis Anda.

Nah, tunggu apalagi nih? Jangan lewatkan kesempatan free trial Kledo selama 14 hari atau selamanya melalui tautan ini.

Annisa Herawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − ten =