Cara Mencatat Aset Coffee Shop dan Menghitung Penyusutannya

cara mencatat aset coffee shop banner

Coffee shop membutuhkan berbagai aset untuk menjalankan operasional, mulai dari mesin espresso, grinder, chiller, furniture, hingga perangkat kasir dan POS.

Seiring bisnis berkembang, jumlah aset yang dimiliki juga semakin banyak sehingga pencatatannya perlu dilakukan secara teratur.

Tanpa pencatatan yang rapi, pemilik coffee shop dapat kesulitan mengetahui nilai aset yang dimiliki, menghitung penyusutan, atau melacak keberadaan peralatan di setiap outlet. Karena itu, memahami cara mencatat aset coffee shop penting agar pengelolaan aset dan laporan keuangan bisnis tetap akurat.

Lantas, apa saja yang termasuk aset coffee shop dan bagaimana cara mencatat serta menghitung penyusutannya? Simak panduan lengkapnya berikut ini.

Apa Saja yang Termasuk Aset Coffee Shop?

Aset adalah sumber daya yang bisnis coffee shop Anda miliki dan memiliki manfaat ekonomi untuk mendukung kegiatan operasional, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Beberapa aset yang umum dimiliki coffee shop antara lain:

  • Mesin espresso: biasanya merupakan peralatan utama dengan masa manfaat lebih dari satu periode.
  • Coffee grinder: dapat dicatat sebagai aset tetap jika nilai dan masa manfaatnya memenuhi kebijakan kapitalisasi.
  • Mesin brewing: seperti brewer atau mesin seduh komersial.
  • Chiller dan freezer: digunakan untuk menyimpan susu, bahan makanan, dan bahan lain yang membutuhkan suhu tertentu.
  • Oven dan peralatan dapur: oven komersial, mixer, atau peralatan produksi yang memiliki masa manfaat jangka panjang.
  • Furniture: meja, kursi, rak, kabinet, dan perlengkapan interior yang digunakan dalam operasional.
  • Peralatan kasir dan POS: tablet, komputer, printer struk, scanner, dan perangkat pendukung lainnya.
  • Peralatan elektronik: AC, CCTV, speaker, televisi, dan perangkat elektronik lain yang digunakan untuk operasional.
  • Renovasi dan perlengkapan outlet: instalasi listrik, interior permanen, atau renovasi yang memberikan manfaat selama periode tertentu.

Sebagai seorang pebisnis, penting untuk mencatat aset coffee shop Anda agar Anda tahu berapa banyak modal yang tertanam dalam bisnis dan kondisi sumber daya yang digunakan untuk beroperasi.

Catatan aset juga berguna untuk memantau kondisi dan usia peralatan, menghitung penyusutan aset secara tepat, sampai menentukan kapan mesin atau peralatan perlu diganti.

kledo banner 1

Baca Juga: Ingin Buka Coffee Shop? Ini Daftar Lengkap Peralatannya

Apakah Bahan Baku Coffee Shop Termasuk Aset?

Ya, bahan baku seperti biji kopi, susu, sirup, kemasan, dan bahan makanan yang masih tersedia pada dasarnya merupakan aset berupa persediaan, bukan aset tetap.

Perbedaannya dengan aset tetap adalah persediaan biasanya akan digunakan atau dijual dalam siklus operasi bisnis, sedangkan aset tetap digunakan untuk menunjang operasional dalam jangka lebih panjang.

Misalnya, coffee shop membeli 10 kg biji kopi. Selama biji kopi masih tersimpan, nilainya dicatat sebagai persediaan.

Ketika digunakan untuk membuat minuman yang terjual, biaya bahan tersebut kemudian masuk ke perhitungan HPP.

Sebaliknya, mesin espresso Rp50 juta tidak langsung menjadi biaya pada saat dibeli jika memenuhi kriteria sebagai aset tetap.

Nilainya dicatat sebagai aset dan kemudian dialokasikan melalui penyusutan selama masa manfaatnya.

Baca Juga: 7 Tips dan Ide Desain Coffee Shop yang Menarik

Bagaimana Cara Mencatat Aset Coffee Shop?

cara mencatat aset coffee shop 1

Untuk mencatat aset, sebaiknya buat daftar aset, nilai perolehan, masa manfaat, penyusutan, lokasi, hingga perubahan kondisi aset agar nilai aset dalam laporan keuangan tetap akurat.

Berikut langkah yang bisa dilakukan:

  1. Identifikasi seluruh aset yang dimiliki: Buat inventaris seluruh aset, mulai dari mesin espresso, grinder, chiller, furniture, perangkat POS, hingga aset lain yang digunakan untuk operasional.
  2. Kelompokkan aset berdasarkan jenisnya: Pisahkan aset tetap, persediaan, dan aset lainnya. Untuk aset tetap, pengelompokan juga dapat dibuat berdasarkan jenis, seperti peralatan coffee shop, furniture, kendaraan, atau peralatan elektronik.
  3. Catat tanggal dan harga perolehan: Masukkan tanggal pembelian dan harga perolehan setiap aset. Harga perolehan dapat mencakup biaya yang secara langsung diperlukan hingga aset siap digunakan, sesuai kebijakan akuntansi yang diterapkan.
  4. Tentukan umur manfaat aset: Tentukan estimasi berapa lama aset akan digunakan. Umur manfaat ini menjadi salah satu dasar dalam menghitung penyusutan aset tetap.
  5. Hitung penyusutan aset tetap: Untuk aset yang dapat disusutkan, hitung beban penyusutan menggunakan metode yang sesuai dengan kebijakan akuntansi, misalnya metode garis lurus.
  6. Perbarui nilai buku aset secara berkala: Nilai buku dapat dipantau dengan mengurangi harga perolehan dengan akumulasi penyusutan. Pemeriksaan berkala membantu memastikan catatan aset sesuai dengan kondisi sebenarnya.
  7. Catat penjualan, kerusakan, atau penghapusan aset: Ketika aset dijual, rusak, hilang, atau tidak lagi digunakan, lakukan pembaruan pada catatan aset. Jangan membiarkan aset yang sudah tidak dimiliki tetap tercatat dalam daftar aset.

Tips: Untuk coffee shop dengan banyak peralatan, gunakan kode aset seperti ESP-001 untuk mesin espresso atau GRD-001 untuk grinder. Tambahkan label fisik ke aset untuk mempermudah pencatatan dan pengecekan.

cara mencatat aset coffee shop 3

Data Apa Saja yang Perlu Dicatat?

Setidaknya, setiap aset sebaiknya memiliki data berikut:

Data Aset Fungsi Pencatatan
Nama aset Mengidentifikasi barang
Kategori Mengelompokkan aset berdasarkan jenis
Tanggal pembelian Menentukan periode perolehan
Harga perolehan Menentukan nilai awal aset
Umur manfaat Menjadi dasar perhitungan penyusutan
Metode penyusutan Menentukan cara alokasi nilai aset selama masa manfaat
Akumulasi penyusutan Menunjukkan total penyusutan yang telah dicatat
Nilai buku Menunjukkan nilai tercatat aset setelah penyusutan
Lokasi aset Memudahkan kontrol, terutama jika memiliki beberapa outlet
Kondisi aset Memantau kelayakan dan kebutuhan perawatan atau penggantian

Jika coffee shop Anda memiliki beberapa outlet, tambahkan nama outlet, penanggung jawab, nomor seri, dan tanggal pemeriksaan terakhir.

Data ini membuat register aset tidak hanya berguna untuk akuntansi, tetapi juga untuk kontrol operasional dan perencanaan penggantian peralatan.

Baca Juga: 10 Tips Sukses Membangun Bisnis Cafe yang Menguntungkan

Bagaimana Mengelompokkan Aset Coffee Shop?

cara mencatat aset coffee shop 2

Setelah mengidentifikasi seluruh aset, kelompokkan berdasarkan sifat, fungsi, dan jangka waktu manfaatnya. Ini karena setiap jenis aset dapat memiliki perlakuan akuntansi yang berbeda dalam laporan keuangan.

Secara umum, aset coffee shop dapat dikelompokkan menjadi aset lancar, aset tetap, dan aset tidak berwujud.

Aset Tetap

Aset tetap adalah aset berwujud yang digunakan untuk kegiatan operasional dan umumnya memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi.

Contoh aset tetap di coffee shop meliputi adalah mesin espresso, grinder, perabotan, peralatan dapur, peralatan elektronik, atau kendaraan operasional.

Aset tetap yang memenuhi kriteria pengakuan biasanya dicatat berdasarkan harga perolehan dan kemudian disusutkan selama masa manfaatnya. Tanah adalah pengecualian karena umumnya tidak disusutkan.

Tips: jangan otomatis memasukkan semua peralatan sebagai aset tetap. Barang bernilai kecil/yang masa manfaatnya pendek bisa termasuk beban atau perlengkapan.

Aset Lancar

Aset lancar adalah aset yang harapannya bisa direalisasikan, digunakan, atau dikonversikan menjadi kas dalam siklus operasi normal atau dalam jangka pendek.

Contohnya adalah kas, saldo rekening bisnis, piutang usaha, dan persediaan bahan baku.

Persediaan perlu Anda perhatikan karena nilainya akan berubah seiring bahan digunakan untuk membuat produk yang dijual.

Ketika persediaan digunakan atau produk terjual, biayanya akan diperhitungkan dalam HPP sesuai sistem dan kebijakan akuntansi yang digunakan.

Aset Tidak Berwujud

Aset tidak berwujud merupakan aset nonmoneter yang tidak memiliki bentuk fisik tetapi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi bisnis.

Dalam coffee shop, contohnya dapat mencakup lisensi software yang digunakan atau aset digital yang digunakan.

Baca Juga: Contoh Jurnal Pertukaran Aset Tetap dan Cara Membuatnya

Bagaimana Cara Menghitung Penyusutan Aset Coffee Shop?

Penyusutan adalah cara untuk membagi biaya pembelian aset ke beberapa tahun selama aset tersebut digunakan.

Misalnya, coffee shop membeli mesin espresso seharga Rp60 juta dan memperkirakan mesin tersebut dapat digunakan selama 6 tahun.

Biaya mesin tidak langsung dianggap sebagai beban Rp60 juta pada tahun pembelian. Sebaliknya, biayanya dialokasikan secara bertahap selama masa manfaat mesin.

Contoh penyusutan mesin espresso dengan metode garis lurus dan asumsi tidak ada nilai residu: Rp60 juta ÷ 6 tahun = Rp10 juta per tahun

Artinya, coffee shop mencatat beban penyusutan sebesar Rp10 juta setiap tahun selama 6 tahun.

Catatan: Metode garis lurus bukan satu-satunya metode untuk mencatat penyusutan. Tapi, contoh ini menggunakan metode tersebut karena mudah dipahami.

Anda bisa memeriksa metode penyusutan lain di artikel 4 Rumus Metode Penyusutan, Contoh, dan Cara Hitungnya

Baca Juga: Pencatatan Aset Berwujud dan Tidak Berwujud dalam Akuntansi

Bagaimana Contoh Jurnal Pencatatan Aset Coffee Shop?

Pencatatan aset coffee shop tidak hanya dilakukan ketika aset dibeli.

Jika aset tersebut termasuk aset tetap, pencatatan berlanjut melalui penyusutan selama masa manfaat dan perlu diperbarui ketika aset dijual, rusak, atau dihentikan penggunaannya.

Berikut contoh jurnal sederhananya.

Jurnal Saat Membeli Mesin Espresso

Misalnya coffee shop membeli mesin espresso seharga Rp60.000.000 secara tunai.

Jurnal yang dibuat:

Akun Debit Kredit
Aset Tetap – Mesin Espresso Rp 60.000.000
Kas Rp 60.000.000

Pencatatan ini menunjukkan bahwa kas berkurang, sementara coffee shop memperoleh aset yang akan digunakan dalam operasional.

Jika pembelian dilakukan secara kredit, akun Kas diganti dengan Utang.

Jurnal Saat Mencatat Penyusutan

Berdasarkan contoh sebelumnya, mesin espresso memiliki beban penyusutan Rp750.000 per bulan.

Jurnal penyusutan setiap bulan:

Akun Debit Kredit
Beban Penyusutan: Mesin Espresso Rp 750.000
Akumulasi Penyusutan: Mesin Espresso Rp 750.000

Beban penyusutan masuk ke laporan laba rugi, sedangkan akumulasi penyusutan menjadi akun kontra-aset yang mengurangi nilai tercatat mesin dalam neraca.

Jurnal Saat Menjual Aset

Misalnya setelah beberapa tahun ke depan, Anda ingin menjual mesin espresso. Saat pelepasan aset, Anda perlu:

  1. Mencatat kas yang diterima dari pembeli.
  2. Menghapus harga perolehan aset.
  3. Menghapus akumulasi penyusutannya.
  4. Membandingkan nilai tercatat aset dengan harga jual.
  5. Mengakui laba atau rugi pelepasan aset.

Misalnya, mesin memiliki:

  • Harga perolehan: Rp60.000.000
  • Akumulasi penyusutan: Rp36.000.000
  • Nilai buku: Rp24.000.000
  • Harga jual: Rp28.000.000

Karena harga jual lebih tinggi daripada nilai buku, coffee shop memperoleh laba Rp4.000.000.

Jurnalnya:

Akun Debit Kredit
Kas Rp 28.000.000
Akumulasi Penyusutan – Mesin Espresso Rp 36.000.000
Aset Tetap – Mesin Espresso Rp 60.000.000
Laba Pelepasan Aset Rp 4.000.000

Jika mesin dijual di bawah nilai bukunya, selisihnya dicatat sebagai rugi pelepasan aset, bukan laba.

Baca Juga: Jurnal Aset Tetap: Cara Membuat, Jenis, dan Contohnya

Bagaimana Contoh Daftar Aset Coffee Shop?

Daftar aset atau register aset membantu pemilik coffee shop mengetahui aset yang dimiliki, nilai perolehannya, masa manfaat, dan nilai tercatatnya.

Untuk bisnis yang memiliki lebih dari satu outlet, daftar ini juga membantu Anda melacak lokasi setiap aset.

Contoh sederhana:

No. Aset Kategori Harga Perolehan Umur Manfaat Akumulasi Penyusutan Nilai Buku
1 Mesin espresso Peralatan Rp 60.000.000 6 tahun Rp 9.000.000 Rp 51.000.000
2 Grinder Peralatan Rp 12.000.000 5 tahun Rp 2.400.000 Rp 9.600.000
3 Chiller Peralatan Rp 15.000.000 5 tahun Rp 3.000.000 Rp 12.000.000
4 Meja dan kursi Furniture Rp 20.000.000 5 tahun Rp 4.000.000 Rp 16.000.000

Ilustrasi di atas menggunakan asumsi metode garis lurus dan nilai residu nol.

Perhitungan penyusutan yang aktual harus disesuaikan dengan transaksi, estimasi umur manfaat, nilai residu, dan kebijakan akuntansi coffee shop.

Baca Juga: Nilai Residu: Pengertian, Cara Hitung, Contoh, dan Dampaknya dalam Akuntansi

Penutup

Sebagai pemilik bisnis coffee shop, mencatat aset secara rutin akan membantu Anda mengetahui nilai peralatan, kondisi aset, hingga jumlah investasi yang sudah ditanamkan dalam bisnis.

Pencatatan ini juga memudahkan Anda menentukan kapan peralatan perlu dirawat, diperbaiki, atau bahkan diganti.

Ketika jumlah transaksi dan aset semakin banyak, pencatatan manual bisa membuat proses pengelolaan keuangan menjadi kurang efisien.

Software akuntansi Kledo dapat membantu Anda mencatat aset tetap, mendepresiasi aset secara otomatis, dan mendapat laporan aset secara real-time.

Coba Kledo lewat tautan ini dan mudahkan pencatatan aset bisnis Anda.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

12 − four =