7 Cara Efektif Menurunkan Churn Rate dan Studi Kasusnya

Churn rate merupakan salah satu metrik penting yang menunjukkan seberapa banyak pelanggan berhenti menggunakan produk atau layanan dalam periode tertentu.

Semakin tinggi churn rate, semakin besar pula potensi bisnis kehilangan pendapatan. Apalagi, biaya untuk memperoleh pelanggan baru umumnya jauh lebih tinggi dari mempertahankan pelanggan lama.

Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat memengaruhi stabilitas pendapatan dan pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, setiap bisnis perlu memahami penyebab pelanggan pergi dan menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan loyalitas mereka.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari berbagai cara efektif untuk menurunkan churn rate beserta studi kasus nyata sebagai referensi.

Apa Itu Churn Rate?

Churn rate adalah indikator yang mengukur jumlah pelanggan atau pengguna yang berhenti menggunakan suatu layanan dalam periode waktu tertentu.

Biasanya, metrik ini dinyatakan dalam bentuk persentase dan bisa dihitung dengan rumus berikut:

Churn Rate = (Jumlah pelanggan yang berhenti ÷ Jumlah pelanggan di awal) x 100

Misalnya, Anda menyediakan software manajemen persediaan dengan model berlangganan dan memiliki 200 pelanggan di bulan Januari. Jika di akhir bulan Anda kehilangan 8 pelanggan, maka churn rate-nya adalah:

(8÷200) x 100 = 4%

Artinya, bisnis Anda kehilangan 4% pelanggan dalam bulan Januari.

kledo banner 2

Baca Juga: Customer Retention: Pengertian, Cara Hitung dan Strategi Efektifnya

Berapa Rata-Rata Churn Rate di Berbagai Industri?

Churn rate adalah metrik yang digunakan dalam berbagai industri. Setiap industri memiliki angka churn rate yang berbeda-beda.

Menurut data yang kami rangkum dari CustomerGauge, berikut merupakan rata-rata churn rate di setiap industri:

IndustriRata-Rata Churn RateKeterangan
Energi11%Sebagian besar klien merupakan bisnis (B2B) yang jarang mengalami churn, kontrak biasanya lebih lama, dan interaksi penjual-pembeli tidak begitu sering
Layanan IT12%Ada persepsi bahwa perubahan layanan IT bisa mengakibatkan interupsi bisnis, sehingga churn relatif rendah
Software14%Industrinya terus bertumbuh karena digitalisasi, tapi kompetisinya juga tinggi
Industri jasa17%Industri jasa B2B lebih rendah churn-nya daripada B2C yang sekitar 50%
Jasa keuangan19%Sangat berpusat pada pengalaman pelanggan
Manufaktur35%Perlu fokus ke customer relationship untuk mendapat hasil yang baik
Grosir56%Pelanggan mudah berganti ke penyedia grosir lain untuk mencari harga yang lebih murah.

Baca Juga: 21 Financial KPI yang Harus Ada dalam Bisnismu

7 Cara Menurunkan Churn Rate

cara menurunkan churn rate 1

Kunci menurunkan churn rate adalah dengan memahami alasan pelanggan berhenti menggunakan produk atau layanan Anda, lalu melakukan perubahan untuk mengatasinya.

Berikut 7 cara menurunkan churn rate yang bisa Anda terapkan:

1. Tingkatkan layanan pelanggan

Tahukah Anda bahwa kualitas layanan pelanggan bahkan lebih berpengaruh pada churn rate daripada kualitas produk itu sendiri?

Pelanggan tentunya ingin bisa berinteraksi dengan agen layanan secepat mungkin dan mendapatkan pelayanan serta solusi yang baik.

Menurut data dari Statista, pelanggan yang puas dengan pengalaman mereka cenderung menghabiskan 140% uang lebih banyak dari mereka yang mengalami pengalaman kurang mengenakkan.

Jadi, pastikan Anda memberikan pelayanan dan pengalaman pelanggan terbaik.

2. Perkuat proses onboarding

Onboarding adalah proses membantu pelanggan menggunakan produk di awal. Tentu saja, onboarding berlaku untuk produk-produk tertentu seperti software.

Kebanyakan perusahaan besar yang berlangganan software tidak punya banyak waktu untuk melatih seluruh tim atau karyawan mereka.

Maka dari itu, Anda bisa memberikan layanan yang mempermudah proses tersebut, misalnya dengan menyediakan materi pelatihan seperti panduan penggunaan, video tutorial, atau sesi konsultasi.

3. Dengarkan dan terapkan masukan dari pelanggan

Salah satu cara paling efektif untuk menurunkan churn rate adalah mendengarkan dan menindaklanjuti masukan dari pelanggan.

Lakukan follow-up kepada pelanggan setelah mereka melakukan pembelian atau berinteraksi dengan layanan pelanggan untuk mengetahui pengalaman mereka, termasuk hal-hal yang sudah berjalan baik maupun yang masih perlu diperbaiki.

Menerapkan umpan balik pelanggan meningkatkan retensi pelanggan sekaligus mendorong mereka untuk kembali memberikan masukan di masa mendatang.

Baca Juga: 20 Cara Untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

4. Tingkatkan keterlibatan pelanggan secara proaktif

cara menurunkan churn rate 2

Jangan hanya menghubungi pelanggan ketika terjadi masalah. Sesekali kirimkan email untuk menanyakan kabar, memberikan informasi mengenai pembaruan produk, atau membagikan tips penggunaan.

Komunikasi proaktif seperti ini, jika dilakukan dalam frekuensi yang wajar, umumnya akan diapresiasi pelanggan dan membantu mereka mengingat bisnis Anda.

5. Pantau penggunaan produk

Sebenarnya, tanda-tanda pelanggan yang hendak churn itu sudah terlihat sejak lama, salah satunya adalah ketika mereka mulai jarang login atau menggunakan produk Anda.

Jadi, jika Anda bisa mengidentifikasi pelanggan yang mulai berada di fase tersebut, Anda bisa melakukan pendekatan untuk mencegah mereka benar-benar berhenti berlangganan.

Namun, lakukan pendekatan tersebut secara bijak agar tidak terkesan terlalu mengawasi pelanggan.

6. Hargai pelanggan setia Anda

Program loyalitas adalah salah satu cara terbaik untuk menurunkan churn rate pelanggan. Melalui program loyalitas, Anda bisa menawarkan berbagai insentif kepada pelanggan dan mencegah mereka beralih ke kompetitor.

Insentif ini bisa berbentuk diskon khusus, poin yang bisa ditukar dengan hadiah, atau akses lebih awal ke fitur baru.

Saat ini, bukan hanya perusahaan besar yang menerapkan program loyalitas. UMKM sampai bisnis menengah pun bisa menggunakan program loyalitas untuk menjaga pelanggan mereka.

7. Lakukan exit interview

Exit interview adalah metode untuk mencari tahu kelemahan produk Anda yang menyebabkan pengguna berhenti menggunakannya.

Anda bisa melakukan ini melalui wawancara langsung, mengajak pengguna mengisi survei, atau memberikan beberapa pertanyaan singkat.

Baca Juga: 12 Indikator Loyalitas Pelanggan, Rumus, dan Cara Meningkatkannya

Studi Kasus: Menurunkan Churn Rate di Perusahaan Telekom

cara menurunkan churn rate 3

Berikut ini adalah studi kasus seorang manajer SaaS dari perusahaan AI yang berusaha menurunkan churn rate klien mereka: sebuah perusahaan telekom besar di Polandia.

Penjelasan berikut kami rangkum dari studi kasus di web Amazon.

Masalah yang dihadapi

Perusahaan telecom mengalami churn tinggi karena beberapa hal yang saling terkait: strategi retensi yang tidak efektif (menghubungi pelanggan secara acak tanpa personalisasi), data yang berlimpah tapi tidak dimanfaatkan, dan tim yang tidak memiliki kapabilitas AI.

Ironisnya, strategi “asal hubungi” justru sering meningkatkan churn karena mengganggu pelanggan yang sebetulnya tidak berniat pergi.

Solusi yang diterapkan

Mereka membangun predictive model berbasis AI yang bekerja dalam 5 tahap:

  1. Prototype: Model awal untuk memprediksi pelanggan mana yang berpotensi churn
  2. Model kedua: Menilai preferensi pembelian, sehingga konsultan tahu produk apa yang perlu ditawarkan ke pelanggan yang berisiko churn
  3. Ekspansi data: Model dilatih dengan 150+ juta data pelanggan dan 75 juta metrik eksternal, mampu memproses seluruh database dalam kurang dari 24 jam
  4. Pilot: Diuji ke seluruh basis pelanggan bersama tim Sales
  5. Transfer knowledge: Tim klien dilatih agar bisa membangun dan melatih model sendiri.

Hasil

Dalam waktu kurang dari 6 bulan, churn turun 20%. Konsultan yang menggunakan data dari model ini mampu mempertahankan 5% lebih banyak pelanggan yang sudah ingin berhenti.

Padahal, target awal hanya 2 poin persentase per tahun, sehingga hasilnya melampaui ekspektasi lebih dari dua kali lipat.

Pelajaran yang bisa dipetik

Studi kasus ini memang spesifik tentang perusahaan telekom raksasa yang berhasil menurunkan churn rate dengan AI. Tapi, ada beberapa pelajaran yang bisa Anda petik meski bisnis Anda berada di industri berbeda:

  • Data yang banyak tidak berguna tanpa kemampuan mengolahnya. Perusahaan telecom tersebut sudah memiliki data jutaan pelanggan, tapi tidak tahu cara memanfaatkannya.
  • Strategi retensi yang salah sasaran malah bisa memperburuk churn. Menghubungi pelanggan secara acak tanpa data yang tepat justru bisa membuat mereka merasa terganggu dan ingin beralih ke kompetitor.
  • Personalisasi adalah kunci retensi. Pelanggan cenderung bertahan ketika merasa dipahami, bukan ketika dispam email generik.
  • Churn bisa diukur dan diprediksi. Churn bukanlah sesuau yang harus diterima begitu saja, tapi bisa Anda prediksi dan cegah dengan data dan pendekatan yang tepat.

Baca Juga: Apa itu Customer Insight? Berikut Pembahasan Lengkapnya

Kesimpulan

Churn adalah sesuatu yang nyaris mustahil dihindari, tapi bisa Anda turunkan. Kunci mengatasi churn rate adalah memahami penyebab pelanggan berhenti menggunakan produk dan mengambil tindakan yang tepat.

Tindakan ini bisa berupa meningkatkan kualitas layanan, mengoptimalkan proses onboarding, sampai melakukan exit interview. Anda bisa menurunkan churn rate dengan membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.

Selain itu, jangan lupa bahwa strategi retensi pelanggan perlu didukung oleh pengelolaan keuangan yang sehat.

Software akuntansi Kledo membantu Anda memantau pendapatan berulang, arus kas, piutang, hingga profitabilitas bisnis secara real time.

Dengan laporan keuangan yang akurat, Anda dapat mengevaluasi dampak churn terhadap kinerja bisnis dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Coba Kledo sekarang lewat tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

10 − six =