Apa yang dimaksud sistem pembukuan tunggal? Lalu apa itu sistem pembukuan ganda? Apa yang membedakan diantara keduanya?
Sering kali, usaha kecil sering gagal mempertahankan sistem akuntansi yang menyeluruh berdasarkan prinsip pembukuan ganda. Pengusaha biasanya puas dengan fakta-fakta minimal, seperti saldo kas dan rekening bank dan apakah dia telah mendapat untung atau rugi.
Mereka menyimpan catatan kasar atau samar yang fungsinya sangat terbatas. Sistem pembukuan yang tidak berdasarkan prinsip double entry ini biasa disebut dengan sistem pembukuan tunggal.
Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu sistem pembukuan tunggal, tujuan, bisnis yang cocok menggunakannya, dan perbedaannya dengan
Mengenal Apa Itu Sistem Pembukuan Tunggal
Sistem pembukuan tunggal adalah metode pencatatan transaksi bisnis dengan mencatat setiap transaksi satu kali, biasanya berdasarkan uang yang benar-benar masuk dan keluar dari usaha.
Karena itu, sistem ini sering disebut single entry atau pembukuan satu kali pencatatan.
Misalnya, ketika pelanggan membayar secara tunai sebesar Rp500.000, Anda mencatat penerimaan Rp500.000. Ketika bisnis membayar listrik Rp200.000, Anda mencatat pengeluaran tersebut.
Berbeda dengan pembukuan ganda (double-entry) yang mencatat satu transaksi ke dalam setidaknya dua akun, pembukuan tunggal lebih fokus pada arus kas dan transaksi sederhana.
Anda tidak harus memahami jurnal debit-kredit atau membuat pencatatan berpasangan untuk setiap transaksi.
Karena inilah, sistem ini relatif mudah diterapkan, terutama untuk usaha kecil yang transaksinya masih sedikit dan sederhana.
Namun kekurangannya, informasi keuangan juga menjadi lebih terbatas dan belum bisa memberi gambaran lengkap mengenai kondisi aset, liabilitas, serta ekuitas bisnis.
Baca Juga: Cara Lengkap Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Sederhana
Apa Tujuan dan Manfaat Pembukuan Tunggal?
Untuk usaha kecil yang baru ingin memulai pembukuan, mereka tidak perlu langsung melakukan pencatatan yang rumit.
Sistem pembukuan tunggal bisa menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan mencatat transaksi secara teratur.
Berikut beberapa tujuan dan manfaat utamanya:
1. Memantau arus kas masuk dan keluar dengan mudah
Pembukuan tunggal membantu Anda mengetahui berapa uang yang bisnis Anda terima dan keluarkan dalam periode tertentu.
Misalnya, total penerimaan dari penjualan sekaligus mengetahui pengeluaran untuk bahan baku, listrik, sewa, dan biaya operasional lainnya.
2. Mengetahui posisi keuangan bisnis
Dengan adanya catatan pemasukan dan pengeluaran, Anda bisa melihat kondisi kas tanpa harus mengolah laporan yang kompleks.
Anda dapat membandingkan total uang masuk dengan pengeluaran untuk mengetahui apakah bisnis memiliki surplus kas atau justru mengalami kekurangan.
3. Menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis sederhana
Data transaksi dapat membantu Anda menentukan keputusan sehari-hari.
Contohnya, ketika pengeluaran operasional meningkat sementara pemasukan relatif tetap, Anda dapat mengevaluasi biaya yang bisa dikurangi sebelum kondisi kas semakin tertekan.
4. Memudahkan pelaporan keuangan internal
Catatan transaksi yang rapi dapat digunakan sebagai dasar membuat laporan sederhana untuk mengevaluasi kinerja usaha.
Anda dapat mengetahui total pemasukan, pengeluaran, dan saldo kas tanpa harus menyusun pembukuan yang terlalu kompleks.
Dengan demikian, tujuan pembukuan tunggal bukan hanya mencatat transaksi, tetapi membantu pemilik usaha memahami pergerakan uang dan mengelola bisnis dengan lebih terarah.
Baca Juga: Sistem Pencatatan Akuntansi: Pengertian dan Pembahasan Lengkapnya
Siapa yang Cocok Menggunakan Pembukuan Tunggal?

Pembukuan tunggal cocok untuk usaha kecil yang masih memiliki transaksi sederhana dan belum membutuhkan pencatatan akuntansi yang kompleks.
Sistem ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mulai mencatat keuangan tanpa harus langsung memahami sistem pembukuan ganda.
Beberapa kriteria bisnis yang umumnya sesuai dengan single entry antara lain:
- Usaha mikro atau kecil dengan skala operasional dan jumlah transaksi yang masih terbatas.
- Transaksi harian relatif sederhana, misalnya sebagian besar penjualan dilakukan secara tunai dan pengeluaran mudah diidentifikasi.
- Belum memiliki staf atau tenaga akuntansi khusus, sehingga pencatatan keuangan masih dilakukan langsung oleh pemilik usaha.
- Belum memiliki kebutuhan pelaporan atau audit yang kompleks, sehingga pencatatan arus kas sederhana masih memadai untuk kebutuhan internal.
Contohnya, warung makan dapat menggunakan pembukuan tunggal untuk mencatat penjualan harian dan pembelian bahan baku.
Toko kelontong dapat mencatat penerimaan dari penjualan serta pengeluaran untuk belanja stok.
Freelancer juga dapat menggunakannya untuk mencatat pembayaran dari klien dan biaya operasional.
Namun, semakin besar bisnis dan semakin kompleks transaksinya, semakin terlihat juga keterbatasan sistem sederhana itu.
Pada tahap tersebut, sebaiknya Anda beralih ke sistem pembukuan ganda agar bisa memantau kondisi keuangan bisnis dengan lebih lengkap.
Baca Juga: Pembahasan Lengkap Sistem Pembukuan Double Entry dalam Akuntansi
Bagaimana Cara Membuat Pembukuan Tunggal?

Membuat pembukuan tunggal tidak membutuhkan proses yang rumit.
Yang terpenting, Anda harus mencatat setiap transaksi secara konsisten untuk mengetahui pergerakan kas bisnis.
Berikut langkah yang dapat Anda terapkan:
- Siapkan buku kas atau spreadsheet: Gunakan buku kas, spreadsheet, atau aplikasi pencatatan keuangan. Buat kolom sederhana seperti tanggal, keterangan, pemasukan, pengeluaran, dan saldo.
- Catat modal awal: Masukkan jumlah uang yang pertama kali digunakan untuk menjalankan bisnis sebagai modal awal. Ini membantu Anda mengetahui titik awal saldo kas usaha.
- Catat setiap pemasukan: Setiap kali bisnis menerima uang, catat tanggal, sumber pemasukan, dan nominalnya. Misalnya, penjualan produk sebesar Rp750.000 dicatat sebagai pemasukan pada tanggal transaksi.
- Catat setiap pengeluaran: Catat seluruh uang yang digunakan untuk kebutuhan bisnis, seperti pembelian bahan baku, biaya listrik, sewa, transportasi, atau biaya operasional lainnya.
- Hitung saldo akhir secara berkala: Jumlahkan saldo awal dan total pemasukan, dikurangi dengan pengeluaran. Hitung setiap hari atau setidaknya setiap minggu agar kondisi kas mudah dipantau.
- Pisahkan transaksi bisnis dan pribadi: Jika Anda mengambil uang bisnis untuk kebutuhan pribadi, catat secara terpisah agar tidak dianggap sebagai biaya operasional.
- Rekonsiliasi dengan mutasi bank setiap bulan: Jika bisnis menggunakan rekening bank, cocokkan catatan pembukuan dengan mutasi rekening setiap akhir bulan. Periksa apakah ada transaksi yang belum tercatat atau nominal yang berbeda.
Baca Juga: Contoh Pencatatan Keuangan Sederhana di Excel
Contoh Format Pembukuan Tunggal
Agar lebih mudah diterapkan, Anda dapat membuat format pembukuan tunggal dalam bentuk buku kas sederhana.
Misalnya, Anda menjalankan toko perlengkapan kantor dan ingin mencatat seluruh transaksi kas selama satu minggu.
| Tanggal | Keterangan | Pemasukan (Rp) | Pengeluaran (Rp) | Saldo (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 1 September | Modal awal usaha | 5.000.000 | – | 5.000.000 |
| 2 September | Penjualan alat tulis | 750.000 | – | 5.750.000 |
| 3 September | Pembelian stok kertas dan tinta | – | 1.200.000 | 4.550.000 |
| 4 September | Penjualan perlengkapan kantor | 900.000 | – | 5.450.000 |
| 5 September | Biaya listrik dan internet | – | 350.000 | 5.100.000 |
| 6 September | Penjualan alat tulis | 650.000 | – | 5.750.000 |
| 7 September | Biaya transportasi | – | 150.000 | 5.600.000 |
Cara Membaca Tabel
Pada 1 September, bisnis memiliki kas sebesar Rp5.000.000 yang dicatat sebagai saldo awal.
Selanjutnya, setiap pemasukan akan menambah saldo kas. Pada 2 September, bisnis menerima Rp750.000 dari penjualan sehingga saldo meningkat menjadi Rp5.750.000.
Kemudian, pada 3 September terdapat pengeluaran Rp1.200.000 untuk membeli stok. Saldo pun berkurang menjadi Rp4.550.000.
Lakukan proses yang sama untuk transaksi berikutnya. Pada akhir periode, saldo terakhir menunjukkan bahwa kas yang tercatat dalam pembukuan adalah Rp5.600.000.
Dari tabel tersebut, Anda dapat melihat pergerakan kas secara berurutan: saldo bertambah ketika ada pemasukan dan berkurang ketika terjadi pengeluaran.
Catatan: Saldo akhir tidak otomatis menunjukkan laba bersih. Gunakan sistem pembukuan tunggal hanya untuk memantau transaksi dan posisi kas.
Baca Juga: 12 Tips Pembukuan UMKM yang Mudah Dilakukan
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pembukuan Tunggal
Sistem pembukuan tunggal memiliki keunggulan dari sisi kemudahan, tetapi juga keterbatasan ketika bisnis membutuhkan informasi keuangan yang lebih lengkap.
Berikut perbandingannya:
1. Kelebihan Sistem Pembukuan Tunggal
| Kelebihan | Penjelasan | Dampak bagi Bisnis |
|---|---|---|
| Sederhana | Pencatatan fokus pada transaksi pemasukan dan pengeluaran tanpa perlu pencatatan berpasangan. | Lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh pemilik bisnis. |
| Menghemat waktu | Setiap transaksi cukup dicatat satu kali sehingga proses pembukuan relatif cepat. | Cocok bagi pemilik usaha yang mengelola pembukuan sendiri di sela-sela kegiatan operasional. |
| Tidak membutuhkan keahlian akuntansi khusus | Tidak harus memahami jurnal, debit-kredit, atau proses akuntansi yang kompleks untuk memulai pencatatan. | Usaha kecil dapat mulai memiliki catatan keuangan tanpa harus langsung mempekerjakan akuntan. |
2. Kekurangan Sistem Pembukuan Tunggal
| Kekurangan | Penjelasan | Risiko bagi Bisnis |
|---|---|---|
| Sulit melacak aset dan kewajiban | Sistem ini hanya fokus pada kas sehingga pencatatan aset, piutang, utang, dan kewajiban tidak selengkap pembukuan ganda. | Anda mungkin mengetahui jumlah kas, tetapi tidak ada gambaran lengkap mengenai kondisi keuangan bisnis. |
| Lebih rawan kesalahan | Tidak adanya pencatatan berpasangan membuat transaksi yang terlewat atau salah catat lebih sulit diketahui. | Saldo pembukuan dapat berbeda dengan kondisi sebenarnya. |
| Kurang sesuai untuk audit | Informasi yang ada lebih terbatas daripada sistem pembukuan ganda. | Kurang lengkap untuk audit. |
| Pelaporan keuangan terbatas | Data yang dihasilkan belum memberikan informasi keuangan selengkap laporan berbasis pembukuan ganda. | Anda dapat mengalami kesulitan ketika membutuhkan laporan keuangan untuk pengajuan pinjaman, investor, atau analisis bisnis yang lebih mendalam. |
Jadi, kelebihan pembukuan tunggal adalah mudah diterapkan, sedangkan kekurangannya mulai terlihat ketika bisnis membutuhkan informasi keuangan yang lebih lengkap.
Karena itu, sistem ini bisa digunakan di awal, tetapi tetap perlu dievaluasi kembali seiring pertumbuhan bisnis.
Baca Juga: Mengenal Berbagai Contoh Transaksi dalam Akuntansi
Perbedaan Pembukuan Tunggal dan Pembukuan Ganda
Pembukuan single entry dan double entry berbeda dari cara pencatatan transaksinya dan seberapa lengkap informasi keuangan yang dihasilkan.
Berikut perbandingannya:
| Aspek | Pembukuan Tunggal (Single Entry) | Pembukuan Ganda (Double Entry) |
|---|---|---|
| Cara pencatatan | Setiap transaksi dicatat satu kali, umumnya berdasarkan pemasukan dan pengeluaran kas. | Setiap transaksi dicatat pada minimal dua akun dengan sisi debit dan kredit yang seimbang. |
| Kompleksitas | Lebih sederhana dan mudah dipelajari oleh pemilik usaha non-akuntan. | Lebih kompleks karena membutuhkan pemahaman akun, debit-kredit, dan pencatatan berpasangan. |
| Cocok untuk bisnis | Usaha mikro dan kecil dengan transaksi yang masih sederhana, seperti warung, freelancer, atau toko kecil. | Bisnis yang lebih berkembang dengan transaksi lebih banyak dan kompleks serta membutuhkan informasi keuangan yang lebih lengkap. |
| Deteksi kesalahan | Lebih sulit mendeteksi transaksi yang terlewat atau salah catat karena tidak ada pencatatan berpasangan sebagai pembanding. | Lebih mudah mendeteksi kesalahan karena pencatatan debit dan kredit harus tetap seimbang. |
| Laporan keuangan formal | Informasi yang dihasilkan terbatas sehingga kurang sesuai untuk kebutuhan laporan keuangan yang kompleks. | Mendukung penyusunan laporan keuangan yang lebih lengkap dan kebutuhan pelaporan formal. |
Baca Juga: 13 Rekomendasi Software Laporan Keuangan yang Wajib Anda Coba
Apakah Pembukuan Tunggal Diterima untuk Pelaporan Pajak di Indonesia?

Untuk keperluan pajak, tidak semua pelaku usaha harus menggunakan pembukuan yang lengkap.
Dalam kondisi tertentu, Wajib Pajak dapat melakukan pencatatan yang lebih sederhana untuk menghitung penghasilan yang akan dilaporkan.
Salah satunya adalah Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau freelance dan memenuhi ketentuan untuk menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN).
NPPN adalah pedoman dari DJP untuk menghitung penghasilan neto tanpa harus melakukan pembukuan yang lengkap.
Batas peredaran bruto yang berlaku adalah Rp4,8 miliar dalam satu tahun.
Namun, bukan berarti semua usaha dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar otomatis boleh hanya menggunakan pembukuan sederhana.
Ada persyaratan dan ketentuan lain yang harus dipenuhi, termasuk kewajiban melakukan pencatatan sesuai aturan pajak yang berlaku.
Karena aturan perpajakan dapat berubah, pastikan Anda mengecek ketentuan terbaru melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Jika masih ragu mengenai metode yang harus digunakan, Anda juga dapat berkonsultasi dengan konsultan pajak atau kantor pajak.
Baca Juga: Apa Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung?
Kapan Harus Beralih dari Pembukuan Tunggal ke Ganda?
Anda bisa memulai pencatatan dengan sistem pembukuan tunggal saat bisnis masih kecil dan transaksinya sederhana.
Namun, ketika bisnis mulai berkembang, kebutuhan pencatatan keuangan juga ikut berubah. Anda sebaiknya mulai mempertimbangkan beralih dari single entry ke double entry ketika:
- Transaksi bisnis semakin kompleks. Misalnya, bisnis mulai memiliki penjualan kredit, piutang, utang, persediaan, atau transaksi antar-cabang yang membutuhkan pencatatan lebih detail.
- Ada investor atau kreditur yang membutuhkan laporan keuangan formal. Pembukuan ganda dapat menghasilkan informasi keuangan yang lebih lengkap untuk menilai kondisi dan kinerja bisnis.
- Bisnis mulai memiliki banyak aset dan utang. Ketika bisnis memiliki kendaraan, peralatan, mesin, pinjaman, atau kewajiban lainnya, pembukuan tunggal akan semakin sulit memberikan gambaran kondisi keuangan secara menyeluruh.
- Omzet dan kewajiban pajak meningkat. Jika bisnis tidak lagi memenuhi ketentuan untuk menggunakan pencatatan sederhana dalam perpajakan, Anda perlu menyesuaikan sistem pembukuan dengan kewajiban yang berlaku.
- Bisnis mulai membutuhkan audit atau pemeriksaan keuangan. Sistem pembukuan yang lebih lengkap akan membantu menyediakan jejak transaksi dan informasi yang dibutuhkan.
Intinya, Anda tidak harus menunggu bisnis menjadi besar untuk menggunakan pembukuan ganda untuk bisnis berkembang.
Ketika pencatatan sederhana mulai membuat Anda kesulitan memahami kondisi keuangan, itu bisa menjadi tanda bahwa sudah waktunya menggunakan sistem yang lebih lengkap.
Pada tahap ini, Anda juga bisa menggunakan aplikasi akuntansi untuk membantu proses transisi sekaligus membuat pencatatan keuangan lebih rapi.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Sistem Keuangan Bisnis yang Layak Dicoba
Kesimpulan
Sistem pembukuan tunggal dan sistem pembukuan ganda adalah dua metode untuk menyimpan catatan. Sistem entri tunggal memang lebih sederhana, menghemat waktu dan juga biaya, tetapi tidak lengkap karena ada beberapa transaksi yang hanya dicatat sebagian atau bahkan tidak dicatat sama sekali.
Sistem pembukuan ganda (double-entry) lebih lengkap dan juga lebih banyak diadopsi oleh perusahaan besar. Apalagi untuk bisnis yang butuh meminjam modal dari bank, bank pasti membutuhkan informasi keuangan lengkap yang hanya ada di sistem entri ganda.
Menyusun pembukuan akan lebih mudah dan cepat dengan menggunakan software akuntansi seperti Kledo. Dengan Kledo, Anda bisa melakukan pembuatan 50+ jenis laporan keuangan secara otomatis.
Kledo juga memiliki beragam fitur akuntansi terbaik lainnya seperti pembuatan invoice secara gratis, penagihan invoice, purchase, sampai manajemen stok barang.
Coba Kledo sekarang juga, tersedia free trial selama 14 hari atau versi gratis yang bisa Anda manfaatkan selamanya.
- Sistem Pembukuan Tunggal dan Bedanya dengan Sistem Ganda - 14 September 2026
- Jurnal Pelunasan Piutang dalam Akuntansi dan Contoh Kasusnya - 10 September 2026
- Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang dan Tahap Membuatnya - 2 September 2026
