Pengertian dan Jenis Laba yang Harus Anda Ketahui

jenis laba

Ada banyak jenis laba yang berbeda yang dapat diperoleh oleh perusahaan. Dalam dunia bisnis, laba adalah salah satu indikator utama kesuksesan.

Laba merupakan selisih antara pendapatan dan biaya suatu bisnis. Hasil laba dapat digunakan untuk membayar kewajiban, membayar dividen kepada pemegang saham, dan meningkatkan aset. Ada berbagai macam jenis laba yang tersedia untuk diperhitungkan.

Laba bersih, laba sebelum pajak, laba operasi, dan laba disajikan sebagai beberapa contoh. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan berbagai jenis laba dan berbagai pembahasan yang terkait dengan laba.

Pengertian Laba Menurut Beberapa Ahli

jenis laba
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90

Michael C. Thomsett

Laba adalah keuntungan yang diperoleh oleh suatu bisnis setelah dikurangi semua pengeluaran. Hal ini dapat diukur dengan mengambil perbedaan antara pendapatan total dan biaya total.

Robert N. Anthony

Laba adalah hasil akhir dari proses pengelolaan sumber daya dan pengeluaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.

Stephen Simpson

Laba adalah jumlah dari pendapatan bersih yang dibersihkan dari biaya operasi. Laba merupakan komponen penting dalam evaluasi kinerja, karena menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam mengelola pendapatannya.

Prof. Dr. J.B. Sumarlin

Laba adalah pendapatan yang tersisa setelah semua biaya dan beban dikurangkan dari pendapatan.

Prof. Dr. Adiwarman Karim

Laba adalah jumlah uang yang tersisa sebagai hasil dari aktivitas usaha yang telah dibayarkan kepada pemegang saham suatu perusahaan.

Baca juga: Customer Lifetime Value (CLV): Pengertian dan Cara Meningkatkannya

Ketahui Berbagai Unsur Laba

Unsur-unsur laba adalah komponen utama dalam sebuah laporan keuangan yang mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan atau organisasi.

Mengetahui unsur laba penting untuk memahami bagaimana laba ditentukan, karena laba menyajikan gambaran tentang keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam menghasilkan pendapatan.

Pada umumnya, unsur-unsur laba dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu pendapatan, biaya, dan keuntungan atau kerugian.

1. Pendapatan

Pendapatan adalah jumlah total uang yang diterima oleh suatu entitas selama periode akuntansi tertentu.

Pendapatan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti penjualan barang atau jasa, penerimaan pinjaman, bunga, dll. Pendapatan ini kemudian akan dikurangi dengan biaya untuk menentukan keuntungan bersih.

2. Biaya

Biaya adalah jumlah total uang yang dikeluarkan oleh suatu entitas selama periode akuntansi tertentu.

Biaya dapat berasal dari berbagai sumber, seperti gaji karyawan, biaya produksi, pembelian bahan baku, dll. Biaya ini kemudian akan dikurangi dari pendapatan untuk menentukan keuntungan bersih.

3. Keuntungan atau Kerugian

Keuntungan atau kerugian adalah perbedaan antara pendapatan dan biaya. Jika pendapatan lebih besar dari biaya, maka perusahaan menghasilkan keuntungan.

Sebaliknya, jika biaya lebih besar dari pendapatan, maka perusahaan mengalami kerugian. Keuntungan atau kerugian dapat juga disebut sebagai laba atau rugi.

Baca juga: Mengetahui Unsur Pajak dalam Sistem Perpajakan Indonesia

Banner 2 kledo

4 Jenis Laba dalam Akuntansi

Dalam akuntansi, laba diklasifikasikan menjadi 4 jenis yaitu laba bersih, laba kotor, laba operasi, dan laba bersih setelah pajak yang dijelaskan sebagai berikut:

1. Laba bersih (net income)

Laba bersih adalah laba yang dihasilkan setelah dikurangi biaya operasi, beban pajak, dan beban lainnya. Laba bersih merupakan jumlah total uang yang diterima perusahaan dari penjualan produk atau jasa selama periode tertentu.

Baca juga: Ini Panduan Cara Menghitung Laba Bersih di Excel

2. Laba kotor (gross income)

Laba kotor adalah laba yang dihasilkan setelah dikurangi biaya operasi. Laba kotor merupakan jumlah total dari penjualan produk atau jasa selama periode tertentu. Ini adalah total pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan sebelum dikurangi biaya operasi.

3. Laba operasi (operating income)

Laba operasi adalah laba yang dihasilkan setelah dikurangi biaya operasi dan pengeluaran lainnya. Ini adalah jumlah pendapatan bersih yang dihasilkan oleh perusahaan sebagai hasil dari operasi bisnis.

4. Laba bersih setelah pajak (net income after tax)

Laba bersih setelah pajak adalah jumlah total pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan setelah dikurangi biaya operasi dan pajak. Ini adalah jumlah yang disimpan setelah mengurangi pengeluaran pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah.

Pembagian Jenis Laba Menurut Sifatnya

Selain dari sudut pandang akuntansi, laba juga bisa dibagi berdasarkan sifatnya yakni sebagai berikut:

1. Laba psikis (psychic income)

Laba psikis adalah jenis laba yang berkaitan dengan suatu kepuasan mental yang diperoleh dari suatu aktivitas. Laba psikis adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktivitas yang tidak memerlukan pembayaran atau pengembalian uang.

Laba psikis ini dapat diperoleh dari kegiatan seperti mengajar anak atau menyumbangkan waktu dan usaha bagi suatu komunitas.

Beberapa contoh lain laba psikis adalah kepuasan mental atau harga diri yang diperoleh dari membantu orang lain, menerima penghargaan atau pengakuan, atau bahkan hanya dari melakukan sesuatu yang benar.

2. Laba riil (real income)

Laba riil adalah jenis laba yang diperoleh melalui pembayaran atau pengembalian uang.

Laba ini dapat diperoleh dari berbagai aktivitas ekonomi, seperti menjual produk atau jasa, menyewakan aset, menerima pembayaran untuk pekerjaan, atau melakukan investasi.

Laba riil ini dapat meningkatkan kekayaan seseorang dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

3. Laba uang (money income)

Laba uang adalah jenis laba yang diperoleh melalui pembayaran atau pengembalian uang. Laba uang dapat diperoleh dari berbagai macam kegiatan, seperti mengambil pinjaman, menginvestasikan dana, menjual produk atau jasa, atau mengambil dividen.

Laba uang ini dapat meningkatkan kekayaan seseorang dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Baca juga: Mengenal Kewajiban Lancar (Current Liablities) dalam Akuntansi

Bagaimana Pelaporan Laba dalam Akuntansi?

Pelaporan laba adalah proses untuk mengungkapkan informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan. Laba adalah pengukuran keuntungan yang didapat oleh perusahaan sepanjang periode akuntansi tertentu.

Pelaporan laba merupakan bagian penting dari pelaporan keuangan karena memungkinkan para pemegang saham, investor, dan pihak lain menilai kinerja perusahaan.

Pelaporan laba diatur oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK), yang merupakan aturan dan pedoman yang digunakan oleh perusahaan untuk menyusun laporan keuangan. SAK memastikan bahwa laporan laba dibuat dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pelaporan laba dilakukan dalam laporan laba rugi. Laporan ini menyediakan informasi tentang pendapatan bersih perusahaan selama suatu periode akuntansi, dan juga menyoroti item-item yang mempengaruhi laba bersih.

Laporan laba rugi mencakup pendapatan, biaya, beban, dan pajak yang diterima atau dibayarkan oleh perusahaan. Pendapatan dan biaya adalah item-item yang paling penting dalam laporan laba rugi.

Beberapa item lain yang termasuk dalam laporan laba rugi adalah pengembalian pajak, penyisihan, dan amortisasi.

Pelaporan laba adalah bagian penting dari pelaporan keuangan karena memungkinkan pemegang saham, investor, dan pihak lain untuk menilai kinerja perusahaan.

Dengan laporan laba rugi, mereka dapat memastikan bahwa perusahaan menghasilkan keuntungan yang cukup untuk mengembalikan modal dan membayar dividen.

Baca juga: Mengenal Berbagai Akun Pengeluaran dalam Akuntansi

Berbagai Faktor yang Mempengaruhi Laba

Penjualan

Laba yang dihasilkan oleh perusahaan dipengaruhi langsung oleh penjualan.

Penjualan merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan laba bersih yang diperoleh perusahaan. Perusahaan yang memiliki tingkat penjualan yang lebih tinggi akan memiliki laba yang lebih tinggi.

Harga jual

Harga jual adalah biaya yang dikenakan pada pelanggan perusahaan untuk membeli produk atau jasa.

Harga jual yang lebih tinggi akan membawa lebih banyak keuntungan bagi perusahaan, sehingga laba bersih yang dihasilkan juga akan lebih tinggi.

Biaya operasional

Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menjalankan operasinya. Biaya operasional yang tinggi dapat menurunkan laba bersih yang dihasilkan.

Perusahaan harus memastikan bahwa biaya operasional mereka terjaga agar laba bersih yang dihasilkan tetap tinggi.

Baca juga: Pengertian Current Ratio, Rumus, dan Contohnya Pada Sebuah Bisnis

Pengeluaran modal

Pengeluaran modal adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melakukan investasi di masa depan. Pengeluaran modal yang tinggi dapat mengurangi laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan.

Perusahaan harus memastikan bahwa pengeluaran modal mereka terjaga agar laba bersih yang dihasilkan tetap tinggi.

Hutang dan ekuitas

Perusahaan dapat menggunakan hutang atau ekuitas untuk mendanai operasinya. Hutang dapat menyebabkan biaya bunga yang tinggi, yang dapat menurunkan laba bersih yang dihasilkan perusahaan.

Sebaliknya, ekuitas dapat meningkatkan laba bersih karena tidak ada biaya bunga yang harus dibayar.

Baca juga: Pengertian dan Cara Menghitung Nilai Aset Bersih Bisnis

Tips Meningkatkan Laba Bisnis

jenis laba

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perolehan laba bisnis:

Meningkatkan volume penjualan

Salah satu cara termudah dan efektif untuk meningkatkan laba bisnis adalah dengan meningkatkan volume penjualan. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan promosi untuk meningkatkan kesadaran merek dan meningkatkan volume pembelian.

Mengurangi biaya produksi

Mengurangi biaya produksi adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan laba. Usahakan untuk membeli bahan baku dengan harga yang lebih murah, menggunakan sumber daya yang lebih efisien, dan menghindari kerugian biaya produksi lainnya.

Meningkatkan harga jual

Meningkatkan harga jual adalah cara lain untuk meningkatkan laba. Ini tidak selalu berarti meningkatkan harga secara drastis, tetapi bisa juga meningkatkan harga secara bertahap dengan menyesuaikan harga dengan inflasi.

Menambah produk

Menambah produk baru atau layanan baru adalah cara lain untuk meningkatkan laba. Ini akan membantu untuk menarik pelanggan baru dan pelanggan yang sudah ada yang ingin mencoba produk baru.

Memperluas jangkauan pasar

Memperluas jangkauan pasar adalah cara lain untuk meningkatkan laba. Ini dapat dilakukan dengan berpartisipasi dalam acara atau pameran, meningkatkan promosi melalui iklan digital, dan mencari peluang baru untuk memperluas jangkauan pasar.

Mengurangi biaya pemasaran

Mengurangi biaya pemasaran adalah cara lain untuk meningkatkan laba. Ini dapat dilakukan dengan mengurangi biaya iklan, menggunakan strategi pemasaran digital yang lebih efektif, dan mencari cara lain untuk mempromosikan produk atau layanan.

Baca juga: Rumus dan Contoh Rasio Margin Kontribusi (Margin Contribution Ratio)

Kesimpulan

Laba merupakan salah satu komponen penting dalam menilai kesehatan keuangan suatu perusahaan. Laba dapat dibagi menurut perspektif akuntansi dan berdasarkan sifat laba itu sendiri.

Semua jenis laba ini memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda dalam menilai kinerja perusahaan. Dengan demikian, memahami semua jenis laba ini adalah penting bagi semua investor dan pemilik usaha untuk memastikan keuangan perusahaan mereka dalam kondisi yang sehat.

Agar bisa menghitung dan mengelola keuangan bisnis dengan baik, Anda bisa memanfaatkan software akuntansi seperti Kledo.

Kledo akan memudahkan manajemen keuangan bisnis Anda karena dilengkapi dengan berbagai fitur mulai dari otomatisasi 30 jenis laporan keuangan, manajemen stok dan aset, hitung pajak, dan masih banyak lagi.

Mulai dari 139 ribu per bulannya, Anda sudah bisa menikmati layanan dengan fitur terlengkap dari Kledo. Nah, tunggu apalagi? Yuk, gunakan Kledo gratis sekarang juga melalui tautan ini.

Annisa Herawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + 19 =