Jurnal Memorial: Cara Membuat dan Contohnya

jurnal memorial banner

Dalam proses akuntansi, setiap transaksi perlu dicatat agar kondisi keuangan bisnis dapat diketahui dengan jelas. Namun, tidak semua transaksi dapat langsung dicatat melalui jurnal khusus.

Ada transaksi tertentu, seperti penyusutan aset, koreksi kesalahan, dan penyesuaian, yang membutuhkan pencatatan melalui jurnal memorial.

Jurnal memorial membantu perusahaan mendokumentasikan transaksi-transaksi tersebut secara sistematis sehingga setiap perubahan pada akun dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.

Meski begitu, pencatatannya tetap membutuhkan ketelitian, terutama dalam menentukan akun, nominal, serta posisi debit dan kredit.

Lantas, apa yang dimaksud dengan jurnal memorial, apa fungsinya, dan bagaimana contoh pencatatannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Jurnal Memorial?

Jurnal memorial adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi atau kejadian ekonomi yang tidak dapat dicatat melalui jurnal khusus, seperti jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, atau jurnal pengeluaran kas.

Beberapa sumber menganggap jurnal memorial dan jurnal umum sama, tapi ada juga yang membedakannya.

Istilah memorial sendiri berarti catatan/pengingat, yang artinya tempat untuk “mengingat” atau mendokumentasikan transaksi yang perlu dicatat.

Konsep ini turut berkembang di Eropa ketika Luca Pacioli pada 1494 mempopulerkan sistem pembukuan double-entry dalam bukunya yang berjudul Summa de Arithmetica.

kledo banner 1

Baca Juga: Cara Membuat Jurnal Umum, Contoh Kasus, dan Jawabannya

Transaksi Apa yang Dicatat dalam Jurnal Memorial?

Jurnal memorial adalah tempat untuk “mengingat” atau mendokumentasikan transaksi yang perlu dicatat secara akuntansi tetapi tidak selalu menghasilkan penerimaan atau pengeluaran kas.

Misalnya, transaksi penyusutan dicatat dalam jurnal ini karena tidak melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas secara langsung.

Contoh transaksi yang bisa dicatat dalam jurnal memorial adalah sebagai berikut:

  • Penyesuaian akun pada akhir periode.
  • Penyusutan aset tetap, seperti kendaraan atau mesin.
  • Koreksi kesalahan pencatatan.
  • Pengakuan beban yang masih harus dibayar.
  • Pengakuan pendapatan yang masih harus diterima.
  • Penghapusan piutang tak tertagih.
  • Pemindahan atau reklasifikasi akun.
  • Transaksi lain yang tidak memiliki jurnal khusus.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Contoh Transaksi dalam Akuntansi

Bagaimana Cara Membuat Jurnal Memorial?

jurnal memorial 1

Cara menyusun jurnal memorial sama dengan menyusun jurnal pada umumnya, yaitu menggunakan sistem debit dan kredit, tapi tanpa akun kontra otomatis.

Format Dasar Jurnal Memorial

TanggalKeteranganRefDebit (Rp)Kredit (Rp)
Nama akun (debit)xxx
Nama akun (kredit)xxx
Keterangan transaksi

Berikut adalah langkah membuat jurnal memorial:

1. Identifikasi transaksi

Pastikan transaksi tersebut memang tidak bisa dicatat di jurnal khusus lainnya. Artinya, tidak melibatkan kas, penjualan, atau pembelian langsung.

2. Tentukan akun yang terpengaruh

Identifikasi akun mana yang bertambah dan berkurang akibat transaksi tersebut.

3. Terapkan aturan debit-kredit

Gunakan aturan dasar akuntansi, seperti jika aset bertambah maka dicatat di debit, atau jika kewajiban bertambah maka dicatat di kredit.

4. Tulis keterangan transaksi

Cantumkan deskripsi singkat untuk setiap transaksi agar mudah ditelusuri saat audit.

5. Posting ke buku besar

Setelah dicatat, pindahkan ke akun buku besar yang relevan.

Baca Juga: Memahami Rekapitulasi Jurnal dalam Akuntansi dan Contohnya

Apa Saja Contoh Jurnal Memorial?

Berikut ini adalah contoh jurnal memorial:

1. Jurnal memorial penyusutan aset

Misalnya, perusahaan memiliki kendaraan senilai Rp120.000.000. Setiap bulan perusahaan mencatat penyusutan sebesar Rp2.000.000.

Perusahaan mengakui beban penyusutan, tetapi tidak ada uang yang keluar pada saat transaksi tersebut dicatat. Karena itu, pencatatan dapat dilakukan melalui jurnal memorial.

Maka pencatatannya:

TanggalKeteranganDebitKredit
31 Agustus 2026Beban Penyusutan KendaraanRp2.000.000
Akumulasi Penyusutan KendaraanRp2.000.000

2. Jurnal memorial koreksi kesalahan

Misalnya, perusahaan sebelumnya salah mencatat beban listrik Rp1.000.000 sebagai beban telepon. Untuk memperbaikinya, perusahaan membuat jurnal koreksi:

TanggalKeteranganDebitKredit
31 Agustus 2026Beban ListrikRp1.000.000
Beban TeleponRp1.000.000

Jadi, jurnal ini tidak mencatat transaksi baru, melainkan memperbaiki kesalahan klasifikasi akun yang sudah terjadi.

3. Jurnal memorial beban yang masih harus dibayar

Misalnya, pada akhir Agustus perusahaan belum membayar gaji karyawan Rp5.000.000 yang sebenarnya sudah menjadi beban bulan tersebut.

Jadi, beban sebenarnya sudah terjadi, tetapi perusahaan belum melakukan pembayaran. Karena itu, perusahaan mengakui beban dan utang melalui jurnal memorial.

Jurnalnya:

TanggalKeteranganDebitKredit
31 Agustus 2026Beban GajiRp5.000.000
Utang GajiRp5.000.000

4. Jurnal memorial pendapatan yang masih harus diterima

Misalnya, perusahaan telah menyelesaikan pekerjaan senilai Rp3.000.000, tetapi pelanggan belum membayar dan perusahaan belum menerima kas.

Dalam situasi ini, perusahaan sudah memperoleh hak atas pendapatan, tetapi belum menerimanya.

Karena tidak ada penerimaan kas saat pencatatan, transaksi ini dapat dicatat melalui jurnal memorial.

TanggalKeteranganDebitKredit
31 Agustus 2026Piutang UsahaRp3.000.000
Pendapatan JasaRp3.000.000

5. Jurnal memorial penghapusan piutang

Misalnya, terdapat piutang pelanggan sebesar Rp1.500.000 yang diputuskan tidak dapat ditagih. Perusahaan pun memilih menggunakan metode penghapusan langsung.

Jurnalnya:

TanggalKeteranganDebitKredit
31 Agustus 2026Beban Piutang Tak TertagihRp1.500.000
Piutang UsahaRp1.500.000

Jurnal tersebut digunakan untuk mencatat penghapusan piutang, bukan transaksi penerimaan atau pengeluaran kas.

Baca Juga: Debit dan Kredit dalam Akuntansi: Pahami Pengertian dan Penggunaannya

Apa Perbedaan Jurnal Memorial dan Jurnal Khusus?

jurnal memorial 3

Jurnal memorial sebenarnya adalah bagian dari jurnal khusus.

Jurnal khusus (special journal) adalah kategori besar yang mencakup semua jurnal dirancang untuk mencatat transaksi sejenis yang berulang dan bervolume tinggi (jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, dan jurnal memorial itu sendiri).

Jurnal memorial memiliki peran unik di antara jurnal khusus lainnya: ia menampung transaksi yang tidak bisa dicatat di jurnal khusus manapun, yaitu transaksi yang tidak melibatkan arus kas, penjualan, atau pembelian secara langsung.

Istilah “jurnal memorial” sendiri berasal dari tradisi akuntansi Belanda (memoriaal), yang masuk ke sistem akuntansi Indonesia melalui pengaruh kolonial.

Karena fungsinya sebagai “jurnal sisa” yang menampung transaksi di luar jurnal khusus lainnya, jurnal memorial kadang juga disamakan dengan jurnal umum.

Namun dalam sistem akuntansi yang sudah menggunakan jurnal khusus lengkap, jurnal memorial tetap dihitung sebagai bagian dari sistem jurnal khusus, sementara jurnal umum berdiri di luar sistem tersebut.

AspekJurnal KhususJurnal Memorial
DefinisiKategori jurnal untuk mencatat transaksi sejenis yang berulang dan bervolume tinggiSalah satu jenis jurnal khusus yang menampung transaksi di luar jurnal khusus lainnya
PosisiKategori indukBagian dari jurnal khusus
Jenis transaksiTransaksi rutin seperti penjualan, pembelian, penerimaan/pengeluaran kasTransaksi non-kas, penyesuaian, dan koreksi
ContohJurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kasPenyusutan aset tetap, jurnal koreksi, jurnal penyesuaian
Asal istilahBahasa Inggris (special journal)Belanda (memoriaal), masuk via pengaruh kolonial
Hubungan dengan jurnal umumTerpisah dari jurnal umumKadang disamakan dengan jurnal umum, tapi dalam sistem jurnal khusus lengkap keduanya berbeda

Baca Juga: Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Serta Pembahasan Lengkapnya

Apa Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Jurnal Memorial?

jurnal memorial 2

Kesalahan dalam jurnal memorial dapat menyebabkan saldo akun tidak sesuai dan memengaruhi laporan keuangan.

Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi saat membuat jurnal memorial:

1. Salah menentukan akun

Kesalahan pertama adalah memilih akun yang tidak sesuai dengan transaksi. Misalnya, perusahaan mencatat penyusutan kendaraan sebagai Beban Kendaraan, padahal akun yang seharusnya digunakan adalah Beban Penyusutan Kendaraan dan Akumulasi Penyusutan Kendaraan.

Kesalahan pemilihan akun dapat membuat klasifikasi transaksi dalam laporan keuangan menjadi tidak tepat.

2. Salah menentukan debit dan kredit

Setiap transaksi harus dicatat berdasarkan aturan debit dan kredit yang benar. Kesalahan menentukan posisi debit dan kredit dapat membuat saldo akun menjadi tidak sesuai.

Contohnya, ketika perusahaan mencatat beban penyusutan, Beban Penyusutan seharusnya berada di sisi debit, sedangkan Akumulasi Penyusutan berada di sisi kredit.

3. Salah memasukkan nominal

Periksa juga nominal transaksi sebelum mencatat jurnal. Sebaiknya, cocokkan nominal transaksi dengan dokumen atau bukti transaksi yang menjadi dasar pencatatan.

Karena itu, Anda juga harus menyimpan semua bukti transaksi yang ada.

4. Tidak memberikan keterangan yang jelas

Setiap jurnal memorial sebaiknya dilengkapi keterangan mengenai transaksi yang dicatat. Keterangan yang jelas akan memudahkan pihak lain memahami tujuan pencatatan tanpa harus mencari informasi dari dokumen lain.

Misalnya, daripada hanya menulis “Penyesuaian”, perusahaan dapat menuliskan “Penyesuaian penyusutan kendaraan bulan Agustus 2026”.

5. Tidak memeriksa keseimbangan debit dan kredit

Jumlah debit dan kredit dalam jurnal harus selalu seimbang. Kesalahan perhitungan atau salah memasukkan nominal dapat menyebabkan total debit tidak sama dengan total kredit.

Memeriksa sebelum memposting jurnal dapat membantu menemukan kesalahan lebih awal.

Baca Juga: Mengenal Jurnal Transaksi Dalam Akuntansi Beserta Contohnya

Kesimpulan

Jurnal memorial merupakan bagian penting dalam proses pencatatan akuntansi, terutama untuk mencatat transaksi yang tidak termasuk dalam jurnal khusus, seperti penyusutan aset, koreksi kesalahan, penyesuaian, maupun pengakuan beban dan pendapatan yang masih harus dicatat.

Pencatatan yang tepat perlu memperhatikan pemilihan akun, posisi debit dan kredit, nominal transaksi, serta bukti pendukungnya.

Semakin banyak transaksi yang harus dicatat, semakin besar pula risiko terjadinya kesalahan dalam membuat dan memposting jurnal memorial.

Karena itu, menggunakan software akuntansi seperti Kledo dapat membantu proses pencatatan Anda, menghasilkan laporan keuangan, dan melakukan pembukuan yang lebih rapi.

Coba Kledo gratis lewat tautan ini.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

5 − 5 =