Bagi Kawan Kledo yang pernah aktif di organisasi, pasti tidak asing lagi dengan laporan pertanggungjawaban.
Laporan pertanggungjawaban biasanya dibuat oleh panitia, setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
Laporan ini dibuat dalam bentuk tanggung jawab atas kegiatan atau acara yang telah diselenggarakan.
Dalam laporan pertanggungjawaban ini, terdapat berbagai komponen di dalamnya, mulai dari jalannya kegiatan atau acara hingga evaluasi dan hasil dari kegiatan.
Nah, kira-kira apa sih definisi formal dari laporan pertanggungjawaban ini? Apa saja unsur di dalamnya? Berikut ulasan lengkapnya:
Apa itu Laporan Pertanggungjawaban?

Laporan pertanggungjawaban merupakan bentuk tanggung jawab panitia atas kegiatan yang telah diselenggarakan dalam bentuk dokumen formal dan tertulis.
Laporan ini menjelaskan dengan detil tentang kegiatan yang telah dilaksanakan.
Di dalamnya ,dijelaskan tentang agenda kegiatan yang dilaksanakan, pemakaian dana kegiatan, serta pencapaian yang diperoleh dari kegiatan tersebut.
Laporan pertanggungjawaban atau lebih sering disebut LPJ, disusun oleh panitia pelaksana kegiatan, yang kemudian harus dilaporkan kepada unit lain yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi.
Hampir setiap organisasi memiliki LPJ untuk mempertanggungjawabkan target kegiatan, serta dana yang digunakan dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Sederhana dalam Bisnis
Apa Fungsi dari Laporan Pertanggungjawaban?
Beberapa fungsi dari LPJ adalah:
1. Sebagai bahan evaluasi
LPJ memuat detil kegiatan yang dilaksanakan berikut pemakaian dananya, dan dibuat setelah suatu kegiatan selesai dilaksanakan.
Dari LPJ, dapat dibuat evaluasi mengenai seluruh proses pelaksanaan kegiatan.
Dari sini dapat diketahui apakah dibutuhkan perbaikan atau peningkatan kualitas kegiatan untuk di masa yang akan datang.
LPJ juga dapat digunakan sebagai sebagai panduan untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya.
2. Sebagai dasar untuk mencatat di pembukuan organisasi
LPJ juga merinci dengan detail dari mana sumber dana kegiatan, dan bagaimana pemakaian dananya.
Setiap LPJ harus menyertakan semua bukti pemasukan dan pengeluaran dana sebagai lampirannya.
Dari sini, pemakaian dana dapat dijadikan dasar pencatatan di pembukuan organisasi.
3. Sebagai laporan keuangan setiap proyek yang dikerjakan
LPJ juga dapat berfungsi sebagai laporan keuangan atas proyek-proyek yang dikerjakan oleh unit organisasi atau kelompok kerja.
Di dalam LPJ terdapat rincian penggunaan dana yang digunakan selama proyek berjalan. Dari sini, dapat diketahui capaian target proyek berikut penggunaan dananya.
Baca juga: Pengertian Laporan Operasional, Jenis, Contoh, dan Tips Membuatnya
Apa Tujuan dari Laporan Pertanggungjawaban?
Pembuatan LPJ menjadi sangat penting karena fungsi-fungsi yang disebutkan di atas. Namun selain itu, LPJ juga memiliki beberapa tujuan tertentu, sehingga harus dibuat serinci dan seakurat mungkin.
Berikut beberapa tujuannya:
- Menjelaskan secara detil tentang seluruh proses kegiatan, mulai dari persiapan sebelum pelaksanaan kegiatan, ketika kegiatan berlangsung, dan setelah kegiatan selesai.
- Menjadi referensi dan pelajaran untuk kegiatan berikutnya. Hal ini karena di dalamnya dijelaskan beragam masalah yang muncul selama pelaksanaan kegiatan.
- Sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja tim dari pelaksana kegiatan di bidang keuangan. Di dalam laporan, dijelaskan semua pemasukan dan pengeluaran selama kegiatan. Di sini, akan terlihat apakah budget yang telah dibuat selaras dengan pengeluarannya. Dari sini, Anda bisa mengetahui apakah tim pelaksana kegiatan bertindak efisien dan efektif di dalam pelaksanaannya.
Baca juga: 11 Jenis Laporan Utang Usaha, Manfaat, dan Tips Mengelolanya
Prinsip dalam Pembuatan Laporan Pertanggungjawaban
Setiap LPJ yang baik harus memenuhi prinsip-prinsip berikut:
1. Prinsip sistematis
Prinsip sistematis maksudnya adalah laporan disusun secara berurutan sesuai format penyusunan yang benar.
Format tersebut sudah menjadi standar pembuatan LPJ, dan tidak boleh ada bagian yang dilewati.
2. Prinsip terpadu
Prinsip terpadu artinya LPJ dibuat dengan urutan yang saling berkaitan. Antara satu bagian dengan bagian yang lain saling terkait, dan tidak berloncatan dalam pembahasannya.
3. Prinsip rinci
Prinsip rinci mengharuskan laporan memuat semua informasi tentang pelaksanaan kegiatan dan penggunaan dana secara terperinci.
Semua informasi dan data, baik tentang pelaksanaan kegiatan maupun penggunaan dananya harus dijelaskan dalam laporan.
4. Prinsip transparan
Prinsip transparan harus ada di dalam LPJ, terutama yang berkaitan dengan penggunaan dana.
Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran uang harus dilaporkan sesuai dengan apa yang terjadi.
Itulah sebabnya semua transaksi yang berkaitan dengan uang harus dilaporkan bersama dengan bukti valid, seperti kwitansi dan nota.
5. Prinsip komprehensif
Prinsip komprehensif artinya laporan pertanggungjawaban harus disusun secara menyeluruh, yang memuat semua informasi yang berkaitan dengan kegiatan dari awal hingga akhir.
Acuannya adalah sebuah LPJ harus bisa menjawab pertanyaan 5W1H, yakni What (Apa), Who (Siapa), Why (Mengapa), When (Kapan), Where (Dimana), dan How (Bagaimana).
Baca juga: 10 Laporan Piutang Utama yang Harus Ada dalam Setiap Bisnis
Format Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban

Mengapa dalam menyusun LPJ harus menggunakan format tertentu? Tujuannya adalah agar setiap laporan memiliki standar yang sama, dan dapat dipahami dengan lebih mudah oleh pembacanya.
Selain itu, tidak jarang laporan ini dibaca oleh publik, sehingga membutuhkan “bahasa” dan urutan yang sama agar mudah dipahami.
Secara umum penulisan dokumen formal menggunakan aturan penulisan sebagai berikut:
- Menggunakan kertas berukuran F4,
- Menggunakan ukuran margin atas, kanan, dan bawah 3, sedangkan kiri 4
- Menggunakan font Times New Roman ukuran 12, dengan spasi 1 dan paragraf 1.5, dan alignment justify
Adapun format penulisan LPJ yang umum adalah:
1. Bab I sebagai Pendahuluan
Bab Pendahuluan menjelaskan alasan yang melatarbelakangi diselenggarakannya sebuah kegiatan.
Anda bisa membagi bab ini ke dalam tiga sub-bab, yakni, latar belakang, nama kegiatan, maksud dan tujuan kegiatan.
2. Bab II sebagai Rencana Pelaksanaan Kegiatan
Bab Rencana Pelaksanaan Kegiatan menjelaskan tentang apa saja rencana pelaksanaan kegiatan.
Informasi yang harus dirinci adalah 5W1H, yakni apa saja agenda kegiatan yang akan diselenggarakan, kapan akan dilaksanakan, siapa target dari peserta kegiatan, bagaimana pelakanaan kegiatan akan berjalan, dan seterusnya.
Dalam bab ini dapat dirinci menjadi tiga sub-bab, yakni rencana kegiatan, rencana biaya, dan susunan panitia.
3. Bab III sebagai Pelaksanaan Kegiatan
Realisasi pelaksanaan kegiatan tentunya harus mengacu pada rencana kegiatan yang telah dijelaskan pada bab II.
Di bab ini, pembaca akan mengetahui apakah realisasi pelaksanaan kegitaan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.
Baca juga: Laporan Pembelian: Pengertian, Format, dan Cara Membuatnya
4. Bab IV sebagai Evaluasi dan Hasil Pelaksanaan
Bab Evaluasi dan Hasil Pelaksanaan menjelaskan tentang evaluasi pelaksanaan kegiatan.
Apa saja faktor sukses atau gagalnya kegiatan yang baru saja selesai diadakan? Apa saja yang dapat dipakai sebagai pembelajaran di kegiatan berikutnya?
Hal-hal yang berjalan sukses dapat menjadi masukan di kegiatan berikutnya. Sedangkan hal-hal yang berjalan tidak sesuai dapat diperbaiki di kegiatan berikutnya.
Dalam bab ini dapat dibagi menjadi dua sub-bab yakni hasil pelaksanaan kegiatan dan evaluasinya, serta kesimpulan dari kegiatan tersebut.
5. Bab V sebagai Penutup
Bab Penutup menjelaskan bahwa tim pelaksana kegiatan berterima kasih atas semua dukungan baik dari organisasi, peserta, dan sponsor (jika ada), yang turut menyukseskan kegiatan yang telah berlangsung.
Selain itu, bab ini biasanya juga memuat ucapan permohonan maaf apabila ada hal yang tidak berkenan dalam pelaksanaan kegiatan.
6. Lampiran
Semua dokumen pendukung dari LPJ harus dilampirkan dalam bab ini.
Umumnya lampiran berisi rincian penggunaan dana beserta bukti-bukti validnya, semua surat masuk dan keluar yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan, serta dokumentasi selama kegiatan berlangsung.
Baca juga: Tahapan dan Urutan Membuat Laporan Keuangan
Bagaimana Cara Membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)
Berikut adalah penjelasan lima langkah untuk membuat laporan pertanggungjawaban:
1. Penetapan tujuan laporan
Sebelum memulai, jelasakan tujuan laporan pertanggungjawaban kegiatan.
Apakah untuk memonitor progres, mengevaluasi efektivitas kegiatan, atau menyampaikan pencapaian kepada pihak terkait?
Penetapan tujuan ini akan membantu dalam merancang struktur laporan.
2. Deskripsi kegiatan yang dilaporkan
- Pendahuluan: Ringkasan tujuan kegiatan dan konteksnya.
- Rincian Kegiatan: Jelaskan secara terperinci kegiatan yang dilakukan, mulai dari perencanaan awal, alokasi anggaran, sumber daya yang digunakan, proses pelaksanaan, hingga hasil yang dicapai.
- Pencapaian dan Hasil: Evaluasi pencapaian terhadap tujuan awal kegiatan. Tinjau sejauh mana kegiatan berhasil, serta dampaknya terhadap target yang ingin dicapai.
- Analisis dan Evaluasi: Berikan analisis mendalam mengenai proses kegiatan. Identifikasi faktor keberhasilan, kendala yang dihadapi, serta pembelajaran yang diperoleh dari kegiatan tersebut.
3. Sertakan data pendukung
Gunakan visualisasi data seperti grafik, tabel, atau statistik yang relevan untuk mengilustrasikan pencapaian dan dampak kegiatan secara lebih jelas.
Hal ini membantu pembaca dalam memahami informasi yang disampaikan.
4. Penyampaian yang jelas dan komprehensif
Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan jelas dalam menyampaikan informasi. Hindari istilah teknis yang sulit dipahami oleh orang yang tidak terbiasa dengan kegiatan tersebut.
Pastikan laporan bisa dipahami oleh berbagai pihak yang membacanya.
5. Rekomendasi dan tindak lanjut
Sarankan langkah-langkah perbaikan atau rencana tindak lanjut berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan.
Ini bisa termasuk saran untuk meningkatkan efisiensi kegiatan atau rencana pengembangan di masa depan.
6. Review dan koreksi
Setelah penyusunan, lakukan review menyeluruh untuk memastikan laporan bebas dari kesalahan, dan perbaiki bagian-bagian yang mungkin memerlukan klarifikasi atau perbaikan.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, laporan pertanggungjawaban kegiatan akan menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan, pencapaian, serta langkah-langkah untuk meningkatkan efektivitas kegiatan di masa mendatang.
Baca juga: Download Contoh Laporan Stok Barang Gudang Excel Di Sini!
Tips Menyusun Laporan Pertanggungjawaban
1. Pahami tujuan dan format laporan
Sebelum menulis, pahami dulu siapa yang akan menerima laporan Anda, apakah itu atasan, sponsor, instansi pemerintah, dll.
Lalu, cari tahu apakah ada format baku yang bisa Anda gunakan. Biasanya, instansi/lembaga memiliki template LPJ tersendiri.
Namun, jika tidak ada, gunakan format umum atau template yang ada di artikel ini.
2. Tulis dengan bahasa resmi dan objektif
Gunakan bahasa formal dan hindari memasukkan opini pribadi. Fokus pada fakta, data, dan hasil yang terukur.
Contoh kalimatnya seperti: Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang sesuai daftar hadir (terlampir).
3. Dokumentasikan secara lengkap
Sertakan semua bukti fisik:
- Foto kegiatan (beri keterangan waktu dan lokasi)
- Nota, invoice, tanda terima
- Daftar hadir yang ditandatangani peserta
4. Periksa akurasi data dan angka
Pastikan semua angka (terutama di bagian keuangan) sudah benar, transparan, dan sesuai bukti. Jika ada selisih, berikan penjelasan yang logis.
5. Minta tinjauan pihak terkait sebelum dikirim
Sebelum diserahkan ke pihak yang berwenang, mintalah atasan, bendahara, atau rekan kerja untuk membaca ulang.
Lalu, jangan lupa untuk koreksi jika ada bagian yang kurang lengkap.
Baca Juga: Laporan Mingguan: Definisi, Manfaat, dan Tahapan Membuatnya
Kesalahan Umum dalam Menulis Laporan Pertanggungjawaban
Berikut adalah beberapa kesalahan umum dalam menulis laporan pertanggungjawaban (LPJ) beserta cara menghindarinya:
1. Tidak mengikuti format yang ditetapkan
Menulis LPJ tanpa mengikuti struktur atau format resmi dari instansi/sponsor dapat membuat laporan sulit dibaca atau bahkan ditolak.
Cara menghindari:
- Pastikan Anda menanyakan dan memahami format LPJ yang diminta (bisa berupa template Word, PDF, atau Excel).
- Jika tidak ada format baku, gunakan struktur umum: Pendahuluan – Rincian Kegiatan – Rincian Keuangan – Evaluasi – Penutup – Lampiran.
2. Laporan keuangan tidak rinci atau tidak sesuai bukti
Kesalahan ini bisa berupa menyajikan totalan biaya tanpa merinci item per item serta tidak melampirkan bukti pengeluaran seperti nota, invoice, atau tanda terima.
Cara menghindarinya:
- Buat tabel pemasukan dan pengeluaran lengkap (jumlah, sumber, keterangan).
- Simpan bukti transaksi sejak awal kegiatan dan lampirkan pada laporan.
- Gunakan aplikasi scanner (misalnya CamScanner) untuk membuat bukti lebih rapi.
3. Bahasa terlalu kasual atau tidak formal
Kesalahan ketiga adalah menggunakan kata-kata tidak baku, opini pribadi, atau bahasa obrolan dalam laporan. Ingat, laporan adalah dokumen formal. Jadi, gunakan bahasa yang formal dan objektif.
Hindari kata seperti:
- “Menurut saya…”
- “Kami merasa acara ini sangat seru banget!”
Gantilah dengan:
- “Kegiatan berjalan sesuai jadwal dan mendapat respon positif dari peserta.”
4. Tidak menyertakan dokumentasi kegiatan
Kesalahan lain adalah tidak adanya foto, daftar hadir, atau bukti pelaksanaan kegiatan.
Cara menghindarinya:
- Ambil foto kegiatan dari awal hingga akhir.
- Cetak dan kumpulkan daftar hadir yang ditandatangani.
- Simpan file digital dokumentasi untuk dilampirkan dalam laporan.
5. Tanggal atau data tidak konsisten
Kadang, tanggal kegiatan di halaman depan berbeda dengan isi laporan. Atau, jumlah dana di tabel berbeda dengan penjelasan naratif.
Cara menghindarinya:
- Baca ulang dan cocokkan setiap bagian.
- Buat checklist verifikasi sebelum menyerahkan LPJ.
6. Tidak menyampaikan evaluasi atau kendala
Seharusnya, LPJ tidak hanya memuat informasi positif, tapi juga menjelaskan kendala atau evaluasi kegiatan.
Cara menghindarinya:
- Sertakan bagian evaluasi meliputi hal apa yang berhasil, dan hal apa saja yang masih memerlukan peningkatan.
Baca Juga: Contoh Laporan Kegiatan Usaha untuk Berbagai Bisnis dan Cara Buatnya
Contoh Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Sederhana
Di bawah ini merupakan contoh laporan pertanggungjawaban (LPJ) sederhana:







Baca juga: Laporan Manajemen dan Laporan Keuangan: Pengertian dan Perbedaannya
Download Template Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)
Untuk memudahkan pembuatan laporan pertanggungjawaban, pada bagian ini kami bagikan template laporan pertanggungjawaban keuangan yang dapat Anda download secara gratis:
Baca juga: Laporan Anggaran (Budget Report): Fungsi, Format, dan Cara Buatnya
Kesimpulan
Laporan pertanggungjawaban menjelaskan secara detail tentang pelaksanaan kegiatan, serta sebagai bentuk tanggung jawab panitia dalam bentuk dokumen formal dan tertulis.
Laporan pertanggungjawaban sendiri merupakan salah satu jenis laporan yang sering digunakan dalam acara atau kegiatan, termasuk kegiatan bisnis.
Selain LPJ acara, dalam bisnis sendiri ada juga laporan keuangan yang dibuat setiap akhir periode.
Buat Kawan Kledo yang ingin membuat laporan keuangan dengan mudah, Kawan Kledo bisa menggunakan software akuntansi dari Kledo.
Kledo merupakan software akuntansi yang dilengkapi berbagai fitur yang akan membuat pengelolaan keuangan menjadi semakin mudah, termasuk untuk membuat laporan keuangan.
Yuk daftar Kledo sekarang juga dan nikmati semua kemudahan pengelolaan keuangan bisnis.

- Contoh Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan Cara Membuatnya - 20 Mei 2025
- Contoh Riset Pasar, Jenis, dan Cara Membuatnya - 6 Mei 2025
- Bikin Ramadhan Bahagia dengan Diskon 30% dari Kledo - 4 Maret 2025