Sarbanes Oxley Act: Undang-Undang Anti Fraud Akuntansi

sarbanes oxley act banner

Kepercayaan investor merupakan salah satu faktor utama yang menentukan stabilitas pasar modal. Namun, pada awal tahun 2000-an, kepercayaan tersebut sempat terguncang akibat serangkaian skandal akuntansi besar yang melibatkan perusahaan besar di Amerika Serikat.

Manipulasi laporan keuangan yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut menyebabkan kerugian miliaran dolar bagi investor.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, pemerintah Amerika Serikat mengesahkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) pada tahun 2002 sebagai undang-undang untuk mencegah fraud akuntansi dan laporan keuangan.

Lalu, apa sebenarnya Sarbanes-Oxley Act, apa saja isinya, bagaimana dampaknya terhadap proses audit laporan keuangan, dan biaya implementasinya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel berikut.

Apa Itu Sarbanes Oxley Act?

Sarbanes-Oxley Act (SOX) adalah undang-undang federal Amerika Serikat yang disahkan pada 30 Juli 2002 akibat dari banyaknya skandal seperti Enron, WorldCom, Tyco International, dan Adelphia.

Enron adalah perusahaan penghasil energi terbesar di Amerika, namun manajemen mereka berkolusi untuk melakukan penipuan laporan keuangan. Laporan tersebut menyajikan laba yang lebih tinggi dan utang yang lebih rendah dari seharusnya.

Skandal seperti ini terus terjadi di perusahaan besar hingga mengakibatkan investor kehilangan kepercayaan.

Maka dari itu, SOX pun disahkan untuk melindungi investor dengan membuat pengungkapan laporan keuangan menjadi lebih akurat dan pasti.

SOX dinamai berdasarkan dua sponsor utamanya, yaitu Senator Paul Sarbanes (D–MD) dan Anggota DPR Michael G. Oxley (R–OH).

Tujuan utama Sarbanes-Oxley Act

  1. Memulihkan kepercayaan publik terhadap pasar modal Amerika Serikat.
  2. Melindungi investor dengan meningkatkan akurasi dan keandalan pengungkapan informasi perusahaan.
  3. Meningkatkan akuntabilitas perusahaan melalui persyaratan pelaporan keuangan yang lebih ketat.
  4. Mencegah terjadinya kecurangan (fraud) di perusahaan dengan menetapkan sanksi baru dan mekanisme pengawasan yang lebih kuat.
  5. Memperkuat sistem pengendalian internal atas pelaporan keuangan.

Siapa yang Wajib Mematuhi Sarbanes-Oxley Act?

Sarbanes-Oxley Act berlaku bagi seluruh perusahaan publik di Amerika Serikat. Undang-undang ini tidak berlaku bagi perusahaan tertutup (private companies).

Namun, beberapa perusahaan swasta secara sukarela menerapkan praktik terbaik (best practices) SOX atau terdampak secara tidak langsung, misalnya karena persyaratan dari investor, mitra bisnis, atau pihak lain.

kledo banner 3

Baca Juga: Akuntansi Forensik: Pengertian, Fungsi, Jenis, Dan Cara Menjadi Akuntan Forensik

Apa Isi Sarbanes Oxley Act?

Sebenarnya, SOX terdiri dari beberapa bagian. Namun pada artikel ini, kami hanya akan membahas 5 bagian terpentingnya yaitu:

1. Pembentukan Publick Company Accounting Oversight Board (PCAOB)

SOX memerintahkan pembentukan PCAOB sebagai organisasi nirlaba yang bertugas mengawasi audit perusahaan publik.

PCAOB mengemban 4 tanggung jawab berikut:

  • Melakukan investigasi serta menjatuhkan sanksi disiplin kepada kantor akuntan publik yang melanggar hukum atau standar profesi.
  • Mendaftarkan kantor akuntan publik (KAP) yang mengaudit perusahaan publik di pasar modal Amerika Serikat.
  • Melakukan inspeksi terhadap kantor akuntan publik yang telah terdaftar.
  • Menetapkan standar audit, pengendalian mutu, dan etika profesi bagi kantor akuntan publik yang terdaftar.

2. Independensi auditor

Ketentuan kedua dari SOX melarang audior eksternal untuk layanan non-audit tertentu kepada perusahaan publik yang menjadi klien auditnya.

Undang-undang juga mengatur bahwa partner kantor akuntan banyak bisa memberikan jasa audit pada klien yang sama untuk maksimal 7 tahun berturut-turut.

Karena jika lebih dari itu, dikhawatirkan akan muncul benturan kepentingan yang merusak sikap objektif dan independen auditor.

3. Tanggung jawab perusahaan

Bagian ketiga dari SOX mewajibkan pejabat perusahaan (corporate officers), seperti CEO dan CFO, untuk memberikan sertifikasi atas laporan tahunan dan laporan triwulanan.

Sertifikasi ini menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas keakuratan dan kelengkapan laporan keuangan yang disampaikan kepada publik.

Aturan ini muncul karena para direktur utama yang sebelumnya terlibat skandal mengakui bahwa mereka tidak mengerti laporan keuangan dan hanya bergantung pada akuntannya.

4. Peningkatan transparansi pelaporan keuangan

Peraturan keempat mengatur mengenai peningkatan pengungkapan dalam pelaporan keuangan, termasuk transaksi yang melibatkan manajemen dan pemegang saham utama.

Selain itu, aturan ini jugakewajiban perusahaan untuk memiliki pengendalian internal atas pelaporan keuangan

5. Komite audit

Undang-undang mewajibkan pembentukan komite audit sebagai bagian dari dewan direksi. Anggota komite ini haruslah anggota independen dan harus ada yang mengerti dalam hal keuangan.

Mereka bertugas menentukan auditor perusahaan dan juga mereview pekerjaan auditor.

Penyebabnya karena, sebelum undang-undang, pihak perusahaan punya wewenang besar terhadap auditor eksternalnya seperti menunjuk mereka, mengatur, membayar, dan memengaruhi independensi auditor.

Baca Juga: Mengetahui Proses Audit Keuangan dan Tahapannya dalam Bisnis

Apa Dampak dari Sarbanes Oxley Act?

Sarbanes Oxley Act 1

Menurut John C. Coates dalam jurnalnya yang berjudul “The Goal and Promise of The Sarbanes-Oxley Act”, SOX memberikan dampak yang nyata, walaupun sulit diukur dampaknya secara empiris karena undang-undang ini disahkan di tengah kondisi keuangan, ekonomi, dan politik yang tengah mengalami perubahan besar.

Dampak positif dari Sarbanes Oxley Act, yaitu:

  • Praktik earnings management (manajemen laba) menurun setelah pemberlakuan SOX.
  • Kasus fraud yang berujung pada gugatan juga mengalami penurunan.
  • Independensi auditor meningkat, ditunjukkan dengan menghilangnya hubungan ketergantungan tidak wajar auditor terhadap klien dan praktik akuntansi akrual yang tidak normal.
  • Kepercayaan investor meningkat diikuti membaiknya indikator pasar seperti bid-ask spread
  • Investor memberikan respons positif terhadap pengungkapan pengendalian internal yang diwajibkan oleh SOX, yang tercermin dari perubahan harga saham dan reaksi pasar.

Jadi, Sarbanes–Oxley Act memberikan berbagai manfaat, seperti mengurangi praktik manipulasi laba, menekan fraud, meningkatkan kualitas pengendalian internal, dan memperkuat kepercayaan investor terhadap laporan keuangan.

Namun, manfaat tersebut sulit diukur secara kuantitatif sehingga belum dapat dibandingkan secara pasti dengan biaya implementasinya.

Baca Juga: Mengetahui Konsep Biaya dalam Akuntansi dan Pengambilan Keputusan

Berapa Biaya untuk Implementasi Sarbanes Oxley Act?

Sarbanes Oxley Act 3

Meski membawa berbagai manfaat, tapi perusahaan harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mematuhi Sarbanes Oxley Act.

Biaya ini dipakai untuk mendokumentasikan proses bisnis, mengidentifikasi risiko, merancang dan menguji pengendalian internal, memperbaiki kelemahan pengendalian, hingga menjalani pengujian auditor independen setiap tahunnya.

Setiap kegiatan ini tentunya membutuhkan sumber daya manusia, waktu, dan teknologi yang tidak sedikit.

Berikut merupakan estimasi biaya implementasi SOX:

Jenis biayaEstimasi
Biaya audit dan pengendalian internalSekitar US$1 juta untuk setiap US$1 miliar pendapatan perusahaan
Penurunan biaya kepatuhan (2005) menurut Financial Executives Research FoundationSekitar 15% dibanding tahun sebelumnya
Penurunan biaya menurut firma auditSekitar 40% seiring meningkatnya efisiensi implementasi

Namun, biaya-biaya di atas diketahui cenderung menurun dari tahun ke tahun karena faktor berikut:

  • Perusahaan semakin memahami persyaratan SOX
  • Proses dokumentasi perusahaan menjadi lebih efisien
  • Auditor dan manajemen semakin berpengalaman dalam melakukan pengujian
  • Banyak perusahaan mulai mengotomatisasi pengendalian internal menggunakan sistem ERP dan software GRC.

Baca Juga: Rekomendasi 10 Program Akuntansi Perusahaan yang Mudah

Bagaimana Sarbanes Oxley Act Memengaruhi Audit Laporan Keuangan?

Sarbanes Oxley Act 2

Secara umum, audit laporan keuangan pasca Sarbanes-Oxley Act (SOX) mengalami perubahan besar.

Jika sebelumnya auditor tidak wajib melaporkan hasil audit, setelah SOX auditor wajib melaporkannya dan mengevaluasi efektivitas pengendalian internal perusahaan, terutama bagi perusahaan publik di Amerika Serikat.

Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Sebelum SOXSetelah SOX
Audit berfokus pada kewajaran laporan keuangan.Audit mencakup laporan keuangan dan efektivitas pengendalian internal (ICFR).
Auditor meninjau pengendalian internal hanya untuk merencanakan prosedur audit.Auditor wajib menguji dan memberikan opini atas pengendalian internal sesuai Section 404.
Manajemen tidak diwajibkan membuat laporan mengenai efektivitas pengendalian internal.Manajemen wajib melakukan penilaian tahunan dan melaporkannya dalam annual report.
Auditor tidak memberikan opini terpisah mengenai pengendalian internal.Auditor memberikan opini atas laporan keuangan sekaligus opini atas pengendalian internal.

Bagaimana proses audit setelah SOX?

Berdasarkan Section 404, audit laporan keuangan terdiri dari dua proses yang saling berkaitan:

1. Manajemen menilai pengendalian internal

Sebelum auditor mulai melakukan pengujian, manajemen harus melakukan hal berikut:

  • Membangun sistem pengendalian internal dan mengevaluasi efektivitasnya setiap tahun
  • Mendokumentasikan seluruh pengendalian yang diterapkan
  • Menyusun laporan mengenai hasil penilaian tersebut

Penilaian ini umumnya dilakukan oleh auditor internal menggunakan COSO framework.

2. Auditor independen menguji hasil penilaian manajemen

Auditor eksternal tidak hanya menerima laporan manajemen, tetapi harus mengujinya melalui beberapa tahapan:

  • Memahami desain sistem pengendalian internal perusahaan
  • Menilai risiko pengendalian;
  • Melakukan pengujian terhadap efektivitas desain dan pelaksanaan pengendalian
  • Menentukan dampaknya terhadap audit laporan keuangan.

Dalam melakukan pengujian, auditor biasanya menggunakan empat prosedur utama, yaitu inquiry -> inspection -> observation -> reperformance.

  • Inquity: Meminta keterangan kepada personel perusahaan.
  • Inspection: Memeriksa dokumen dan catatan perusahaan.
  • Observation: Mengamati pelaksanaan pengendalian.
  • Reperformance: Mengulang kembali prosedur yang dilakukan perusahaan.

Laporan auditor pasca SOX

Setelah seluruh pengujian selesai, auditor mengeluarkan dua opini, yaitu opini mengenai kewajaran laporan keuangan dan opini mengenai efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan (Internal Control over Financial Reporting/ICFR).

Opini atas pengendalian internal dapat berupa:

  • Wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion): Audit menilai pengendalian internal sudah efektif dan tidak menemukan kelemahan material.
  • Tidak wajar (Adverse Opinion): Auditor menemukan kelemahan material (material weakness) sehingga pengendalian internal dinilai tidak efektif.
  • Wajar dengan pengecualian atau tidak memberikan opini (Qualified Opinion/Disclaimer): Diberikan jika auditor tidak memperoleh bukti yang cukup atau ruang lingkup audit dibatasi.

Baca Juga: Melakukan Pengendalian Kas Bisnis dengan COSO Framework

Kesimpulan

Sarbanes-Oxley Act merupakan salah satu regulasi paling penting dalam dunia akuntansi dan tata kelola perusahaan karena berhasil meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta keandalan pelaporan keuangan perusahaan publik.

Undang-undang ini mendorong perusahaan untuk membangun sistem pengendalian internal yang efektif, memperkuat peran manajemen dan auditor, serta mengurangi risiko kecurangan.

Meski implementasinya membutuhkan biaya dan sumber daya yang tidak sedikit, penerapan prinsip-prinsip Sarbanes-Oxley terbukti membantu perusahaan menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat dan meningkatkan kepercayaan investor.

Oleh karena itu, menjaga kualitas pencatatan keuangan dan pengendalian internal seharusnya menjadi prioritas bagi setiap bisnis.

Untuk mempermudah proses tersebut di bisnis Anda, Anda dapat memanfaatkan software akuntansi Kledo.

Kledo membantu mencatat transaksi secara otomatis, menyusun laporan keuangan yang akurat, mengelola hak akses pengguna, serta menyediakan jejak audit sehingga setiap perubahan data dapat ditelusuri.

Coba Kledo sekarang untuk sistem pencatatan yang rapi dan lebih terdokumentasi.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

5 × three =