Anggaran Surplus: Pembahasn Lengkap dan Bedanya dengan Anggaran Defisit

anggaran surplus

Anggaran surplus adalah kondisi dimana jumlah pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Anggaran ini bisa digunakan baik oleh pemerintah, bisnis, maupun perseorangan.

Memang, kelebihan jumlah pendapatan membawa dampak positif. Akan tetapi, kondisi surplus ternyata tidak selalu baik bagi pemerintah maupun ekosistem bisnis.

Artikel ini akan membawa Anda memahami lebih jauh mengenai anggaran surplus, bedanya dengan defisit anggaran, manfaat, contoh, dan dampaknya.

Apa yang Dimaksud Anggaran Surplus?

anggaran surplus

Anggaran surplus atau surplus fiskal adalah kondisi keuangan yang terjadi ketika pendapatan melebihi pengeluaran untuk periode tertentu. Bagi pemerintah, ini berarti bahwa pemerintah menghasilkan lebih banyak uang daripada yang dikeluarkan. Tapi, bagaimana surplus berlaku untuk bisnis?

Dalam bisnis, kelebihan anggaran umumnya dikenal sebagai surplus bisnis. Seperti surplus anggaran, surplus bisnis terjadi ketika perusahaan menghasilkan lebih dari yang dibelanjakan selama periode tertentu.

Pada dasarnya, surplus adalah apa yang tersisa setelah bisnis membayar semua pengeluaran yaitu, ketika pendapatan melebihi pengeluaran. 

Surplus bisnis juga dikenal sebagai arus kas bebas atau keuntungan. Dan, individu secara personal dapat merujuk pada surplus sebagai tabungan bersih.

Baca juga: Anggaran Berimbang: Definisi, Manfaat, Komponen, dan Jenisnya

Jadi, Apa Bedanya dengan Anggaran Defisit?

Lawan dari anggaran surplus adalah defisit anggaran. Defisit berarti bahwa bisnis atau pemerintah menghabiskan lebih banyak uang daripada yang diperoleh selama periode yang ditentukan. 

Defisit anggaran tidak selalu buruk untuk pengeluaran pemerintah. Akan tetapi, defisit dalam bisnis dapat menyebabkan perbaikan budgeting untuk tahun fiskal berikutnya.

Hal ini mendorong mereka menghabiskan lebih banyak uang daripada penghasilan bisnis Anda terlalu lama dapat mengakibatkan hutang yang tinggi dan bahkan kebangkrutan bisnis. 

Baca juga: Anggaran Defisit: Penyebab, Dampak, Rumus, dan Contohnya

Tujuan Anggaran Surplus

Penggunaan surplus anggaran tergantung pada orang yang memiliki surplus. Surplus dapat ditunjukkan melalui pemerintah, perusahaan atau individu dalam banyak cara.

Lihatlah pilihan yang tersedia bagi pemerintah jika mereka dapat mencapai surplus anggaran mereka. Pemerintah dapat mengurangi beban pajaknya setelah mengalami surplus. Selain itu, pemerintah bisa memutuskan menggunakan surplus untuk membiayai dan memulai program baru.

Mereka juga dapat menggunakan surplus untuk membangun infrastruktur yang kokoh bagi bisnis. Dan, ini akan memungkinkan lebih banyak perusahaan asing masuk ke negara itu dan mendorong ekspansi ekonomi. Selain itu, pemerintah dapat menggunakan surplus untuk mengurangi utangnya.

Sedangkan bisnis memiliki strategi yang berbeda untuk menangani surplus. Bisnis terkadang menggunakan surplus untuk memperluas operasi bisnis mereka dengan berinvestasi dalam operasi yang sedang berlangsung atau untuk mengembangkan produk baru untuk pasar.

Dimungkinkan juga untuk mempraktikkan integrasi bisnis dengan memasukkan praktik bisnis yang berbeda selain yang mereka gunakan saat ini.

Selain itu, bisnis dapat berinvestasi dalam saham atau membayar kelebihan keuntungan dalam bentuk dividen kepada pemiliknya. Mereka dapat melunasi kewajiban bisnis jika ada. Anda akan memahami keuntungan dari surplus anggaran di bagian berikut.

Manfaat Anggaran Surplus, Apa Saja?

Menjalankan anggaran surplus membawa banyak manfaat baik bagi pemerintah dan bisnis, di antaranya sebagai berikut:

Kemampuan Adaptasi yang Lebih Baik

Ketika ekonomi goyah, pemerintah sering membuat kebijana pengeluaran stimulus untuk menghidupkan kembali ekonomi dan membuat orang kembali bekerja.

Jika negara tersebut memiliki surplus anggaran, ia dapat menggunakannya untuk merangsang ekonomi dan memperpendek masa resesi.

Namun, ketika suatu negara memasuki resesi saat sudah berhutang, ia memiliki lebih sedikit alternatif untuk merangsang ekonomi. Untuk membiayai berbagai program stimulus, Pemerintah harus mengambil hutan yang semakin memperburuk kondisi perekonomia di masa depan.

Penurunan Suku Bunga

Jika sebuah bisnis atau negara selalu berhutang, merekamenghabiskan banyak uang hanya untuk membayar bunga atas jumlah utangnya. Bahkan jika suku bunga rendah, hal ini dapat menyebabkan masalah dan kesenjangan anggaran yang besar tidak dapat dipertahankan jika suku bunga naik.

Sebaliknya, dengan mengurangi utang dan menjalankan anggaran berlebih, perusahaan dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pembayaran bunga yang mahal itu. Ini menempatkan posisi keuangan pemerintah dan bisnis menjadi lebih kuat.

Manajemen Keuangan

Surplus anggaran menunjukkan bahwa organisasi bertanggung jawab secara fiskal. Karena pemberi pinjaman mempertimbangkan kesehatan keuangan perusahaan, kapasitas perusahaan, dan perencanaan keuangan bisnis.

Perusahaan dengan posisi keuangan yang baik juga lebih menarik bagi investor yang dapat mengakibatkan peningkatan harga saham dan nilai perusahaan.

Memperlebar Investasi

Ketika sebuah perusahaan dibanjiri uang tunai, mereka memiliki kemampuan untuk menangkap peluang investasi yang besar. Ini berarti bahwa perusahaan dapat membeli perusahaan lain untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Atau dapat membeli saham dan investasi prospektif lainnya. 

Namun, jika organisasi tidak memiliki dana tambahan, pilihan investasi tersebut menjadi jauh lebih sulit. Dalam hal itu, setiap keputusan investasi berarti menambah beban utang perusahaan yang sudah berat, yang mungkin sangat membatasi pilihan perusahaan.

Baca juga: Mengenal Jenis Anggaran dalam Proses Bisnis

Langkah-Langkah Menyusun Anggaran Surplus

Langkah-langkah di bawah ini dapat Anda diikuti untuk membuat anggaran surplus perusahaan:

1. Menentukan Tujuan Bisnis

Sebelum menyusun anggaran, penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang tujuan yang ingin dicapai oleh bisnis Anda dalam periode yang ditentukan.

Dengan memahami tujuan tersebut, Anda dapat menyiapkan anggaran yang selaras dengan tujuan perusahaan.

Misalnya, perusahaan ingin pendapatannya terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Sehingga, bisnis perlu mengendalikan biaya selama proses penganggaran.

Atau, perusahaan ingin meluncurkan produk atau layanan baru. Sehingga erusahaan dapat berinvestasi lebih banyak dalam lini bisnis yang masih baru. Dengan tujuan ini, perusahaan mungkin perlu memangkas pengeluaran lain untuk membiayai produk yang baru.

2. Memperkirakan Pendapatan yang Akan Diterima

Untuk mengalokasikan dana pengeluaran bisnis, Anda harus menentukan pendapatan dan arus kas untuk periode tersebut dengan kemampuan terbaik Anda.

Misalnya, bisnis yang menjual produk atau layanan kepada klien terkenal yang terikat dengan kontrak kemungkinan akan lebih mudah memperkirakan pendapatan daripada bisnis yang bergantung pada aktivitas penjualan aktif.

Dalam kasus kedua, penting untuk merujuk data penjualan dan pemasaran historis untuk memahami apakah pasar berubahyang dapat menyebabkan Anda kehilangan pemasukan.

Selain pendapatan dari aktivitas penjualan, Anda harus memasukkan sumber pendapatan lain, seperti pengembalian investasi, penjualan aset, dan penawaran obligasi atau saham.

3. Identifikasi Pengeluaran

Setelah Anda memahami proyeksi pendapatan Anda untuk periode tersebut, Anda perlu memperkirakan pengeluaran . Proses ini melibatkan tiga kategori utama: biaya tetap, biaya variabel, dan biaya satu kali.

Biaya Tetap

Biaya tetap adalah setiap pengeluaran yang tetap konstan dari waktu ke waktu dan tidak berubah. Dalam banyak kasus, pengeluaran tersebut diatur oleh beberapa bentuk kontrak, sehingga mudah untuk memperhitungkannya.

Kategori ini biasanya mencakup biaya yang terkait dengan overhead, seperti pembayaran sewa dan utilitas. Langganan telepon, data, dan perangkat lunak juga dapat termasuk dalam kategori ini, bersama dengan pembayaran utang. Setiap pengeluaran yang rutin dan diharapkan harus disertakan.

Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan oleh bisnis yang bervariasi dari waktu ke waktu tergantung pada beberapa faktor, termasuk aktivitas penjualan.

Misalnya biaya pengiriman dan distribusi Anda cenderung lebih tinggi selama periode saat Anda menjual lebih banyak produk daripada saat Anda menjual lebih sedikit produk.

Demikian juga, utilitas seperti air, gas, dan listrik akan lebih tinggi selama periode penggunaan yang meningkat. Hal ini terutama berlaku untuk bisnis yang memproduksi produk mereka sendiri. Komisi penjualan, biaya bahan, dan biaya tenaga kerja adalah contoh lain dari biaya variabel.

4. Menentukan Surplus atau Defisit

Setelah Anda memperhitungkan semua pendapatan dan pengeluaran, Anda dapat menyusun anggaran Anda. Di sinilah Anda menentukan apakah Anda memiliki proyeksi pendapatan yang cukup untuk menutupi semua pengeluaran Anda.

Jika Anda memiliki pendapatan yang lebih besar dari pengeluaran, berarti Anda memiliki surplus anggaran. Mengetahui hal ini, Anda harus menentukan cara menggunakan dana tambahan yang terbaik.

Misalnya, Anda dapat menjadikan uang tersebut sebagai dana darurat yang bisa digunakan ketika bisnis mengalami masa sulit. Atau, Anda dapat menggunakan dana untuk mengembangkan bisnis Anda.

Baca juga: Anggaran Perusahaan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya

Cara Mencatat Surplus Anggaran di Pembukuan

Surplus anggaran yang berkelanjutan adalah keuntungan bagi bisnis Anda. Adapun untuk mencatat surplus di pembukuan dilakukan dengan mencatat keuntungan (laba ditahan) di neraca sebagai ekuitas

Dana surplus bukanlah aset, meskipun Anda dapat mengubah dana dari ekuitas menjadi aset melalui investasi. Anda juga dapat mencatat laba ditahan pada laporan laba ditahan. 

Hitung surplus anggaran pada akhir tahun setelah membayar semua pengeluaran dan mencatat semua pendapatan. 

Contoh Anggaran Surplus

anggaran surplus

Surplus anggaran untuk bisnis dapat dihasilkan dari berbagai faktor. Jadi, mari kita lihat beberapa contoh apa yang dapat menyebabkan kelebihan anggaran Anda. 

Contoh 1

Anggaran bisnis Anda adalah Rp. 150 juta untuk tahun sebelumnya. Dan, pendapatan dan pengeluaran Anda sama dengan Rp. 150 juta. Jadi, bisnis Anda mencapai titik impas. Anda menghabiskan uang sebanyak yang dihasilkan bisnis Anda. 

Tahun ini, Anda mengurangi pengeluaran Anda sebesar Rp. 30 juta dengan cara menegosiais vendor untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik.

Jadi, Anda menetapkan anggaran sebesar Rp. 120 juta. Anda juga meningkatkan strategi pemasaran gratis di media sosial dan menghasilkan pendapatan Rp. 150 juta untuk tahun ini. Sehingga, bisnis Anda sekarang mengalami surplus sebesar Rp. 30 juta (Rp. 150 juta – Rp. 120 juta).

Contoh 2

Tahun lalu, Anda menyisihkan anggaran iklan sebesar Rp. 50 juta untuk memasang iklan di berbagai surat kabar, platform media sosial, dan stasiun radio lokal. Total anggaran Anda untuk tahun ini adalah Rp. 250 juta. 

Stasiun radio lokal biasanya mematok harga Rp. 25 juta untuk musim iklan tiga bulan. Tapi sebagai pengiklan pertama kali, stasiun menawarkan Anda kesepakatan dan memberi Anda diskon Rp. 5 juta. Jadi, Anda membelanjakan Rp. 20 juta untuk iklan Anda, bukan Rp. 25 juta. 

Pada akhir tahun, Anda hanya menghabiskan Rp. 45 juta dari anggaran iklan Anda. Jadi, surplus anggaran Anda adalah Rp. 5 juta (Rp. 50 juta – Rp. 45 juta).

Contoh 3

Anda menetapkan anggaran sebesar Rp. 150 juta untuk sepanjang tahun dan berencana menggunakan Vendor A untuk persediaan Anda. Jadi, Anda mengalokasikan Rp. 100 juta untuk biaya persediaan dari Vendor A selama 1 tahun. Namun di pertengahan tahun, Anda beralih ke Vendor B. 

Anda telah menghabiskan Rp. 50 juta dari anggaran Rp. 100 juta Anda dengan Vendor A. Tetapi Vendor B menawarkan persediaan Anda seharga Rp. 20 juta yang lebih murah daripada Vendor A.

Untuk paruh kedua tahun ini, Anda mengurangi biaya pasokan dari Rp. 50 juta menjadi Rp. 30 juta. Pada akhir tahun, Anda telah membelanjakan Rp. 80 juta dari anggaran persediaan Rp. 100 juta.

Sehinggam bisnis Anda mengalami surplus sebesar Rp. 20 juta (Rp. 100 juta – Rp. 80 juta).

Penyebab Anggaran Surplus

Ada banyak indikasi yang menyebabkan anggaran surplus dan bisa jadi karena pertumbuhan pendapatan pemerintah melebihi pertumbuhan pengeluaran.

Selain itu, surplus bisa terjadi saat Pemerintah memutuskan untuk memangkas pengeluaran ketika pendapatan tetap sama dengan periode sebelumnya.

Kemudian, dana tambahan yang mereka dapatkan dapat dialokasikan untuk membantu perekonomian melalui penurunan utang publik yang mengakibatkan penurunan bunga. Sehingga, Pemerintah bisa membiayai lebih banyak program.

Namun, surplus anggaran tidak selalu merupakan hal yang baik bahkan ketika itu menunjukkan bahwa ekonomi sehat.

Efek dari surplus anggaran termasuk penurunan utang pemerintah, deflasi, penurunan suku bunga, kualitas layanan publik yang lebih rendah, dan dampak pada pertumbuhan yang dijelaskan pada poin selanjutnya.

Baca juga: Apa itu Rencana Anggaran Biaya? Berikut Pengertian dan Cara Membuatnya

Efek Anggaran Surplus terhadap Bisnis dan Pemerintah

Efek utama dari surplus anggaran dapat diamati dalam beberapa poin berikut:-

Dampak Pertumbuhan

Jika pemerintah memperoleh lebih banyak uang daripada pengeluarannya, pertanyaan tentang ke mana kelebihannya akan muncul.

Surplus terebut mungkin digunakan untuk membayar utang yang ada dan busa juga untuk mendanai pengeluaran pemerintah di masa depan. Dalam kedua kasus, surplus adalah uang yang diambil dari sektor swasta dan ekonomi secara keseluruhan.

Ketika pemerintah mengurangi utangnya, hal ini juga mengurangi jumlah uang beredar. Dengan begitu, dapat menyebabkan tekanan deflasi dan berdampak negatif pada perilaku konsumen

Karena pendapatan pemerintah diperoleh melalui pajak, Pemerintah mengambil uang dari Wajib Pajak yang seharusnya dapat membelanjakannya dalam perekonomian.

Pada saat yang sama, pajak merusak bisnis, menghasilkan tingkat konsumsi dan investasi yang lebih rendah. Dimana keduanya merupakan faktor pendorong ekonomi.

Menurunnya Utang Pemerintah

Pemerintah mungkin ingin meminimalkan beban utang mereka jika mereka memilih untuk menggunakan surplus. Secara umum, dalam teori ekonomi Keynesian menyebutkan bahwa pemerintah harus menjalankan surplus anggaran selama periode ledakan ekonomi.

Hal ini menyiratkan bahwa surplus harus dimanfaatkan sehingga pemerintah dapat menghidupkan kembali pertumbuhan di masa-masa sulit. Dengan kata lain, Pemerintah harus bijak untuk menyimpan uang di waktu yang baik dan membelanjankan di waktu yang buruk.

Suku Bunga Lebih Rendah

Ketika negara mengalami surplus, tingkat utang mungkin menurun. Akibatnya, pembiayaan kepada pemerintah menjadi rendah. Pemerintah cenderung gagal jika memiliki jumlah piutang yang lebih rendah.

Deflasi

Transisi dari defisit anggaran ke surplus anggaran dapat mengakibatkan deflasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa hal itu akan memiliki pengaruh negatif terhadap permintaan agregat. Kita bisa melihat ini dari dua perspektif.

Pertama-tama, jika surplus anggaran adalah hasil dari penghematan Pemerintah, menyebabkan lebh sedikit uang yang dibelanjakan dalam perekonomian yang lebih luas. Akibatnya, tingkat permintaan secara keseluruhan dapat turun yang mengakibatkan tekanan deflasi.

Kedua, jika kelebihannya adalah akibat dari kenaikan pajak, bisnis dan konsumen akan memiliki lebih sedikit dana untuk dibelanjakan dan diinvestasikan.

Dalam hal ekonomi yang lebih luas, ini berarti permintaan barang dan jasa yang lebih rendah. Sekali lagi, ketika permintaan turun, ini memberikan tekanan deflasi pada harga.

Menurunnya Kulaitas Layanan Publik

Jika surplus adalah hasil dari penurunan pengeluaran pemerintah, ini menunjukkan bahwa komoditas yang disediakan untuk publik menurun. Misalnya, jika pemerintah ingin menghemat pengeluaran, mereka harus memutuskan di mana harus memotong pengeluaran.

Pemotongan tersebut dapat mencakup antara lain kesejahteraan, pertahanan, pendidikan, atau kesehatan. Akibatnya, kualitas layanan publik menurun.

Misalnya, pemotongan anggaran pendidikan dapat mengakibatkan berkurangnya sumber daya untuk sekolah seperti pembatasan kuota beasiswa dan bantuan pendidikan lainnya.

Baca juga: Manajemen Anggaran: Pengertian, Manfaat, dan Cara Mengelolanya

Kesimpulan

Banner 2 kledo

Demikian pembahasan mengenai anggaran surplus yang perlu Anda ketahui. Semoga artikel ini dapat membantu Anda memahami anggaran beserta cara membuatnya untuk bisnis Anda.

Penyusunan dan implementasi anggaran akan semakin mudah bila Anda menggunakan software akuntansi Kledo. Software ini dibekali dengan berbagai fitur yang akan membantu Anda memantau pendapatan, pengeluaran, penjualan, posisi keuangan, dan masih banyak lagi.

Kledo merupakan software berbasis cloud yang sudah digunakan lebih dari 35 ribu pengguna. Anda juga bisa mencoba fitur Kledo gratis selama 14 hari melalui tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 4 =