Selama satu tahun, bisnis memperoleh pendapatan dan menanggung berbagai beban. Pada akhir tahun, seluruh pendapatan dan beban tersebut dikumpulkan dan dipindahkan ke akun income summary.
Setelah seluruh pendapatan dan beban tercatat dalam akun tersebut, barulah bisnis bisa menentukan apakah mereka memperoleh laba atau mengalami kerugian.
Proses ini membuat pencatatan keuangan menjadi lebih tertata serta membantu bisnis memulai periode akuntansi baru dengan saldo pendapatan dan beban yang telah ditutup.
Dalam artikel ini, kita akan membahas akun income summary secara lebih mendalam, termasuk cara menghitung beserta contoh penerapannya dalam situasi bisnis nyata.
Apa Itu Income Summary?
Akun income summary atau ringkasan pendapatan adalah akun temporal/sementara untuk menampung seluruh akun pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi saat proses tutup buku pada akhir periode akuntansi.
Akun ini menjadi titik perantara untuk mengakumulasi total pendapatan dan beban sebelum hasil akhirnya, yaitu laba atau rugi, dipindahkan ke akun laba ditahan.
Selanjutnya, akun ini dikosongkan dan siap digunakan kembali pada periode akuntansi berikutnya.
Sebenarnya, akun ini tidak wajib digunakan dalam proses akuntansi. Namun, ia bisa menjadi audit trail/jejak audit yang berguna karena menunjukkan bagaimana total pendapatan dan beban tersebut dipindahkan ke akun laba ditahan.
Baca Juga: Profit and Loss Statement: Cara Membuat dan Menganalisisnya
Bagaimana Cara Kerja Akun Income Summary?
Sederhananya, income summary adalah akun sementara yang digunakan untuk mengumpulkan seluruh pendapatan dan beban bisnis sebelum laba atau rugi dipindahkan ke laba ditahan.
Prosesnya dapat dibagi menjadi dua tahap:
1. Memindahkan pendapatan dan beban ke Income Summary
Di akhir periode akuntansi, seluruh akun pendapatan dan beban ditutup dan dipindahkan ke ringkasan pendapatan.
Misalnya, selama satu tahun bisnis memiliki:
- Total pendapatan: Rp100 juta
- Total beban: Rp70 juta
Maka: Laba bersih = Pendapatan − Beban
Laba bersih = Rp100 juta − Rp70 juta = Rp30 juta
Setelah pendapatan dan beban dipindahkan ke income summary, akun tersebut akan menunjukkan saldo laba sebesar Rp30 juta.
2. Memindahkan laba atau rugi ke laba ditahan
Setelah laba atau rugi diketahui, saldo income summary kemudian dipindahkan ke akun laba ditahan.
Jika bisnis memperoleh laba Rp30 juta, maka laba tersebut dipindahkan ke laba ditahan. Setelah pemindahan selesai, saldo ringkasan pendapatan tersebut kembali menjadi nol.
Begitu pula jika bisnis mengalami kerugian. Nilai kerugian akan dipindahkan ke laba ditahan, lalu saldo ringkasan pendapatan kembali menjadi nol.
Jadi, cara paling mudah memahami ringkasan pendapatan adalah sebagai “tempat transit” laba atau rugi. Pendapatan dan beban dikumpulkan terlebih dahulu di sini, kemudian hasil akhirnya dipindahkan ke laba ditahan.
Baca Juga: Cara Menghitung Laba Rugi dalam Sebuah Bisnis
Bagaimana Cara Membuat Jurnal Income Summary?

Ringkasan pendapatan digunakan dalam proses jurnal penutup untuk menampung sementara seluruh pendapatan dan beban sebelum laba atau rugi bersih dipindahkan ke laba ditahan.
Prosesnya dilakukan dengan menutup akun pendapatan, menutup akun beban, lalu menutup saldo ringkasan pendapatan ke laba ditahan.
Jurnal Penutupan untuk Akun Pendapatan
Akun pendapatan memiliki saldo normal kredit. Untuk menutupnya, saldo pendapatan didebit dan jumlah yang sama dikreditkan ke ringkasan pendapatan.
Misalnya, pada akhir periode perusahaan memiliki pendapatan penjualan sebesar Rp50.000.000. Jurnal penutupnya:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Pendapatan Penjualan | Rp50.000.000 | – |
| Income Summary | – | Rp50.000.000 |
Setelah jurnal ini dibuat, saldo Pendapatan Penjualan menjadi Rp0. Sementara itu, ringkasan pendapatan memiliki saldo kredit sebesar Rp50.000.000 yang menunjukkan total pendapatan selama periode tersebut.
Jurnal Penutupan untuk Akun Beban
Akun beban memiliki saldo normal debit. Untuk menutupnya, akun beban dikredit dan jumlah yang sama didebit ke ringkasan pendapatan.
Misalnya, total beban perusahaan selama periode berjalan adalah Rp35.000.000, yang terdiri dari beban gaji Rp20.000.000 dan beban listrik Rp15.000.000.
Jurnal penutupnya:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Income Summary | Rp35.000.000 | – |
| Beban Gaji | – | Rp20.000.000 |
| Beban Listrik | – | Rp15.000.000 |
Setelah jurnal ini, saldo kedua akun beban menjadi Rp0. Income Summary yang sebelumnya memiliki saldo kredit Rp50.000.000 kemudian didebit Rp35.000.000. Dengan demikian, saldo kredit Income Summary menjadi Rp15.000.000.
Saldo tersebut merupakan laba bersih perusahaan:
Laba bersih = Pendapatan − Beban
= Rp50.000.000 − Rp35.000.000 = Rp15.000.000
Jurnal Penutupan Income Summary ke Laba Ditahan
Tahap terakhir adalah memindahkan saldo Income Summary ke akun laba ditahan. Karena perusahaan memperoleh laba bersih Rp15.000.000, ringkasan pendapatan didebit dan Laba Ditahan dikredit.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Income Summary | Rp15.000.000 | – |
| Laba Ditahan | – | Rp15.000.000 |
Setelah jurnal ini, saldo ringkasan pendapatan menjadi Rp0. Saldo laba bersih sebesar Rp15.000.000 kini masuk ke akun Laba Ditahan dan menjadi bagian dari ekuitas perusahaan.
Dengan demikian, seluruh akun pendapatan dan beban telah ditutup dan siap digunakan kembali untuk mencatat transaksi pada periode berikutnya.
Baca Juga: Saldo Laba (Laba Ditahan): Definisi, Fungsi, Rumus, dan Cara Hitungnya
Apa Pentingnya Income Summary?

Akun income summary memiliki beberapa manfaat penting bagi bisnis, terutama dalam proses penutupan pembukuan dan mengetahui hasil keuangan selama suatu periode.
Berikut beberapa manfaatnya:
1. Merangkum Kondisi Keuangan
Ringkasan pendapatan mengumpulkan seluruh pendapatan dan beban bisnis dalam satu akun untuk periode tertentu.
Dengan begitu, bisnis dapat melihat apakah selama periode tersebut memperoleh laba atau mengalami kerugian sebelum hasil akhirnya dipindahkan ke akun retained earnings atau laba ditahan.
2. Mempermudah Proses Tutup Buku
Pada akhir periode akuntansi, akun pendapatan dan beban perlu ditutup agar saldonya kembali menjadi nol dan siap digunakan untuk periode berikutnya. Income summary menjadi akun perantara dalam proses tersebut.
Pendapatan ditutup dengan mendebit akun pendapatan dan mengkredit ringkasan pendapatan. Sebaliknya, akun beban ditutup dengan mendebit ringkasan pendapatan dan mengkredit akun beban.
3. Menentukan Laba atau Rugi Bersih
Saldo ringkasan pendapatan membantu menentukan apakah perusahaan mengalami laba atau rugi pada periode tersebut.
- Jika pendapatan lebih besar daripada beban, ringkasan pendapatan memiliki saldo kredit yang menunjukkan laba bersih.
- Jika beban lebih besar daripada pendapatan, income summary memiliki saldo debit yang menunjukkan rugi bersih.
Dengan demikian, ringkasan pendapatan menjadi tahap perantara untuk menghitung hasil akhir operasi sebelum dipindahkan ke akun ekuitas.
4. Membantu Pengambilan Keputusan
Informasi yang dirangkum melalui income summary dapat membantu pemilik bisnis memahami kinerja keuangan selama suatu periode.
Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk mengambil keputusan terkait perencanaan keuangan, penyusunan anggaran, dan perkiraan kinerja bisnis (forecasting).
Meski begitu, dalam praktiknya, ringkasan pendapatan tidak selalu digunakan secara manual, terutama jika bisnis menggunakan software akuntansi.
Proses penutupan akun pendapatan dan beban umumnya dapat dilakukan secara otomatis oleh sistem.
Baca Juga: Jurnal Penutup: Pengertian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contohnya
Apa Perbedaan Income Summary dan Income Statement?

Perbedaan utama antara income summary dan income statement terletak pada fungsi dan penggunaannya dalam proses akuntansi.
Income summary merupakan akun sementara yang digunakan saat proses penutupan buku, sedangkan income statement adalah laporan keuangan yang menunjukkan kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu.
| Aspek | Income Summary | Income Statement |
|---|---|---|
| Pengertian | Akun sementara untuk menampung pendapatan dan beban saat jurnal penutup | Laporan keuangan yang menyajikan pendapatan, beban, dan laba atau rugi |
| Fungsi | Membantu menentukan dan memindahkan laba atau rugi ke laba ditahan/modal | Menunjukkan kinerja dan profitabilitas bisnis |
| Bentuk | Akun dalam buku besar | Laporan keuangan |
| Penggunaan | Digunakan pada akhir periode dalam proses closing entries | Digunakan untuk analisis dan pelaporan keuangan |
| Saldo akhir | Ditutup hingga menjadi Rp0 setelah proses penutupan | Tidak memiliki saldo seperti akun buku besar |
| Pengguna | Terutama digunakan dalam proses pencatatan akuntansi | Digunakan oleh pemilik, manajemen, investor, kreditor, dan pihak terkait lainnya |
Contoh sederhana
Misalnya sebuah bisnis memiliki pendapatan Rp100 juta dan total beban Rp70 juta.
Dalam income statement, informasi tersebut disajikan untuk menunjukkan:
Pendapatan: Rp100 juta
Beban: Rp70 juta
Laba bersih: Rp30 juta
Sementara dalam proses tutup buku, income summary digunakan untuk menampung pendapatan dan beban tersebut sebelum laba bersih Rp30 juta dipindahkan ke laba ditahan.
Baca Juga: Cara Menghitung Laba Ditahan, Rumus, dan Contohnya
Kesimpulan
Pada dasarnya, income summary merupakan akun sementara yang membantu bisnis menutup akun pendapatan dan beban sekaligus menentukan laba atau rugi bersih saat tutup buku pada akhir periode.
Proses tutup buku menggunakan income summary ini tidak wajib, tapi bisa membantu Anda mengetahui kondisi keuangan bisnis dengan lebih baik.
Software akuntansi Kledo dapat membantu proses tutup buku, pencatatan transaksi, dan penyusunan laporan keuangan dengan lebih cepat, tepat, dan akurat.
Kledo juga membantu bisnis memantau pendapatan, beban, laba rugi, hingga laporan keuangan lainnya tanpa harus melakukan pencatatan secara manual satu per satu.
Dengan begitu, pemilik bisnis dapat lebih mudah mengetahui kondisi keuangan dan mengambil keputusan berdasarkan data yang tercatat dengan rapi.
Coba Kledo lewat tautan ini. Tersedia uji coba gratis selama 14 hari.
- Mengenal Apa Itu Income Summary dan Cara Membuatnya - 28 Agustus 2026
- Green Accounting dan Studi Kasus Penerapannya pada Bisnis - 26 Agustus 2026
- Bagaimana Penyajian Biaya Pengiriman di Laporan Keuangan? - 26 Agustus 2026
