Tips Laporan Keuangan untuk Pitch Investor yang Meyakinkan

laporan keuangan pitch investor banner

Bagi Anda yang ingin mengamankan pendanaan bisnis dengan meminta suntikan dana dari investor, Anda perlu menyusun pitch deck yang berisi laporan keuangan dan komponen lainnya.

Di antara seluruh materi yang disajikan dalam pitch deck, laporan keuangan menjadi salah satu bagian yang paling menentukan.

Investor menggunakannya untuk menilai kondisi keuangan perusahaan, mengukur potensi pertumbuhan, serta mengevaluasi apakah bisnis Anda layak mendapatkan investasi.

Apa saja laporan keuangan yang perlu disiapkan untuk pitch investor dan bagaimana tips mempresentasikannya agar mudah dipahami calon investor? Simak panduan lengkapnya dalam artikel ini.

Apa Itu Laporan Keuangan untuk Pitch Investor?

Untuk pitch investor, Anda perlu menampilkan laporan keuangan sebagai dokumen yang menunjukkan kondisi keuangan, kinerja bisnis, dan potensi pertumbuhan perusahaan.

Dokumen ini membantu investor menilai apakah bisnis memiliki model yang sehat, mampu menghasilkan keuntungan, dan layak menerima pendanaan.

Berbeda dengan laporan keuangan yang hanya digunakan untuk kepentingan operasional atau perpajakan, laporan untuk investor disusun agar dapat menjawab pertanyaan utama investor, seperti bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan, mengelola biaya, mempertahankan arus kas, dan menggunakan dana investasi untuk mendorong pertumbuhan.

Dalam praktiknya, laporan keuangan untuk pitch investor biasanya menjadi bagian dari data room atau dilampirkan bersama pitch deck, business plan, dan financial model selama proses penggalangan dana (fundraising).

kledo banner 1

Baca Juga: Pitching Adalah: Berikut Arti Pentingnya bagi Bisnis

Apa Perbedaan Laporan Keuangan Biasa dengan Laporan untuk Investor?

Perbedaan utamanya terletak pada tujuan penyusunan, informasi yang ditonjolkan, dan cara penyajian data.

Laporan keuangan operasional fokus pada pencatatan transaksi dan kepatuhan terhadap standar akuntansi, sedangkan laporan untuk investor menekankan kemampuan bisnis dalam menciptakan nilai dan pertumbuhan.

AspekLaporan Keuangan BiasaLaporan Keuangan untuk Investor
TujuanOperasional, perpajakan, dan pelaporanMeyakinkan investor untuk memberikan pendanaan
FokusKondisi keuangan saat iniRiwayat performa dan potensi pertumbuhan
AudiensManajemen, akuntan, otoritas pajakAngel investor, venture capital, private equity, bank
Data yang ditampilkanLaporan standarLaporan standar ditambah KPI, proyeksi, dan analisis
PendekatanHistorisHistoris dan proyeksi masa depan

Selain laporan laba rugi, neraca, dan arus kas, investor umumnya ingin melihat metrik bisnis yang menunjukkan efisiensi dan skalabilitas, seperti:

Baca Juga: Membedah Strategi Bakar Uang Startup dan Contoh Kasusnya

Mengapa Investor Meminta Laporan Keuangan?

laporan keuangan untuk pitch investor 1

Investor meminta laporan keuangan untuk menilai risiko dan peluang investasi secara objektif.

1. Menilai kemampuan bisnis dalam menghasilkan pendapatan

Investor ingin mengevaluasi sumber pendapatan, tingkat pertumbuhan penjualan, serta konsistensi peningkatan pendapatan bisnis.

Jika pertumbuhan menunjukkan angka yang stabil, berarti ada permintaan pasar terhadap produk atau layanan perusahaan.

2. Mengukur profitabilitas bisnis

Laporan laba rugi menunjukkan apakah perusahaan mampu menghasilkan keuntungan atau masih berada dalam tahap investasi untuk mempercepat pertumbuhan.

Investor akan melihat margin laba, efisiensi biaya operasional, dan tren profitabilitas.

3. Memahami kondisi arus kas

Investor memeriksa laporan arus kas untuk memastikan bisnis memiliki likuiditas yang cukup dalam menjalankan operasional sehari-hari.

4. Mengevaluasi kesehatan keuangan

Investor menilai tingkat utang, modal yang dimiliki, serta kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dari neraca.

5. Menilai efisiensi penggunaan modal

Investor ingin mengetahui apakah modal yang telah digunakan mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba, atau ekspansi bisnis.

6. Memvalidasi valuasi perusahaan

Nilai perusahaan (valuation) umumnya didukung oleh performa keuangan dan prospek pertumbuhan.

Laporan keuangan membantu investor menentukan apakah valuasi yang diajukan pendiri sebanding dengan kondisi bisnis yang sebenarnya.

Baca Juga: Valuasi Bisnis: Pengertian, Cara Hitung, dan Tips Meningkatkannya

Apa Saja Dokumen Keuangan yang Investor Inginkan?

laporan keuangan untuk pitch investor 2

Saat mengajukan permintaan dana ke investor, investor tidak akan menyetujuinya begitu saja, tapi akan melihat dokumen keuangan Anda dan melakukan proses verifikasi yang cukup panjang.

Biasanya, tahapannya seperti ini:

Pitch -> Investor tertarik -> Due Dilligence -> Keputusan investasi

Berikut ini adalah beberapa dokumen keuangan yang perlu Anda siapkan untuk tahap pitch dan due dilligence:

1. Laporan keuangan saat melakukan pitch kepada investor

Jika Anda ingin memperoleh pendanaan dari investor seperti angel investor atau perusahaan modal ventura (venture capital), biasanya Anda akan diminta melakukan presentasi singkat selama sekitar 10–20 menit.

Dalam presentasi tersebut, Anda perlu menjelaskan masalah yang bisnis Anda selesaikan, solusi, serta keunggulan kompetitif.

Lalu, di bagian akhir presentasi, umumnya Anda perlu membahas 3 hal:

  • Asumsi utama (Key Assumptions)
  • Ringkasan keuangan (Key Financials)
  • Tabel kapitalisasi saham (Cap Table)

Asumsi Utama

Asumsi utama adalah dasar yang digunakan untuk menyusun proyeksi keuangan perusahaan. Bagian ini menjelaskan faktor-faktor yang diperkirakan akan memengaruhi pendapatan, biaya, maupun pertumbuhan bisnis di masa depan.

Investor akan melihat apakah asumsi yang digunakan realistis dan didukung oleh data atau riset pasar. Oleh karena itu, hindari membuat proyeksi yang terlalu optimistis tanpa dasar yang jelas.

Contoh asumsi yang biasanya dicantumkan meliputi:

  • Target pertumbuhan jumlah pelanggan.
  • Rata-rata nilai transaksi pelanggan.
  • Biaya akuisisi pelanggan
  • Tingkat retensi pelanggan.
  • Persentase kenaikan biaya operasional atau harga pokok penjualan.

Ringkasan Keuangan

Ringkasan keuangan merupakan rangkuman dari proyeksi laporan keuangan yang menampilkan indikator bisnis paling penting dalam satu halaman.

Informasi yang biasanya ditampilkan meliputi:

  • Proyeksi pendapatan.
  • Laba kotor dan laba bersih.
  • Total biaya operasional.
  • EBITDA.
  • Saldo kas.
  • Jumlah pelanggan atau penjualan sebagai indikator pertumbuhan bisnis.

Ringkasan ini umumnya disajikan dalam bentuk tabel atau grafik untuk periode tiga hingga lima tahun.

Tabel Kapitalisasi

Tabel kapitalisasi saham (capitalization table atau cap table) adalah dokumen yang menunjukkan struktur kepemilikan saham perusahaan.

Melalui tabel ini, investor dapat mengetahui siapa saja pemegang saham, jumlah saham yang dimiliki masing-masing pihak, serta bagaimana perubahan kepemilikan setelah pendanaan dilakukan.

Informasi tersebut membantu investor memahami bagaimana investasi mereka akan memengaruhi struktur kepemilikan perusahaan.

2. Laporan Keuangan Selama Proses Due Diligence

Due dilligence adalah proses verifikasi angka atau klaim perusahaan. Dalam proses ini, mereka memverifikasi dokumen keuangan berikut:

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba atau rugi perusahaan dalam periode tertentu.

Dokumen ini membantu investor menilai kemampuan bisnis menghasilkan keuntungan dan mengelola biaya operasional.

Investor biasanya memperhatikan beberapa indikator berikut.

IndikatorAlasan Investor Memperhatikan
Pertumbuhan pendapatanMenunjukkan perkembangan bisnis dari waktu ke waktu.
Gross Profit MarginMengukur efisiensi menghasilkan laba dari penjualan.
Operating MarginMenunjukkan efisiensi operasional perusahaan.
Net Profit MarginMenggambarkan kemampuan menghasilkan laba bersih.
Tren labaMembantu menilai stabilitas dan arah pertumbuhan perusahaan.

Neraca

Investor biasanya meminta proyeksi neraca tahunan minimal selama lima tahun.

Laporan ini membantu mereka untuk:

  • Menghitung current ratio dan modal kerja bersih (net working capital) guna menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek.
  • Membandingkan nilai piutang usaha terhadap pendapatan berdasarkan rata-rata industri.
  • Menghitung return on equity (ROE) sebagai indikator efektivitas penggunaan modal pemegang saham.

Laporan arus kas

Umumnya, laporan arus kas diminta dalam format bulanan selama dua tahun pertama dan tahunan untuk lima tahun berikutnya.

Melalui laporan ini, investor dapat mengetahui:

  • Apakah perusahaan memiliki kas yang cukup untuk menjalankan operasional.
  • Apakah perusahaan memiliki cadangan kas yang memadai untuk menghadapi kondisi tak terduga.
  • Kebutuhan pendanaan tambahan di masa depan.
  • Pinjaman yang akan diambil perusahaan.
  • Investasi aset tetap yang diperlukan untuk mendukung operasional bisnis.

Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan rinci mengenai angka-angka yang tercantum dalam laporan utama.

Dokumen ini membantu investor memahami konteks di balik data keuangan dan mengurangi risiko salah interpretasi.

Baca Juga: 4 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan yang Harus Dimiliki Bisnis

Tips Menjelaskan Laporan Keuangan Saat Presentasi Pitch

laporan keuangan untuk pitch investor 3

Cara terbaik menjelaskan laporan keuangan saat presentasi pitch adalah menyusun cerita berdasarkan perkembangan bisnis untuk membantu investor memahami pertumbuhan pelanggan, peningkatan pendapatan, profitabilitas bisnis, dan kebutuhan pendanaan.

usun penjelasan secara berurutan mulai dari traction bisnis, pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, kebutuhan investasi, hingga rencana penggunaan dana.

1. Mulai dari traction bisnis

Traction bisnis adalah bukti bahwa produk atau layanan bisnis Anda telah diterima pasar.

Anda bisa menunjukkan hal ini melalui berbagai indikator, antara lain:

  • Pertumbuhan jumlah pelanggan
  • Peningkatan pengguna aktif
  • Nilai transaksi
  • Kontrak dengan pelanggan utama
  • Tingkat retensi pelanggan
  • Pertumbuhan penjualan
  • Ekspansi ke pasar baru

Sebagai contoh, Anda dapat membuka presentasi dengan penjelasan berikut.

“Dalam dua tahun terakhir, jumlah pelanggan meningkat dari 300 menjadi 2.500 perusahaan. Pertumbuhan tersebut mendorong kenaikan pendapatan tahunan sebesar 180%.”

Tips saat presentasi: Gunakan grafik untuk menunjang data dan tampilkan data minimal tiga periode agar tren terlihat jelas.

2. Jelaskan pertumbuhan revenue

Setelah menjelaskan traction, lanjutkan dengan perkembangan pendapatan perusahaan.

Jelaskan aspek seperti pendapatan setiap tahun atau setiap kuartal, persentase pertumbuhan, sumber utama pendapatan, produk atau layanan yang memberi kontribusi terbesar, dan faktor yang mendorong peningkatan penjualan.

Contoh penyajian data:

TahunRevenuePertumbuhan
2023Rp2 miliar
2024Rp4,5 miliar125%
2025Rp8 miliar78%

Setelah menampilkan angka, jelaskan penyebab pertumbuhan tersebut, apakah karena peluncuran produk baru, tingkat retensi meningkat, ekspansi ke wilayah baru, dll.

3. Tunjukkan profitabilitas

Setelah membahas pendapatan, jelaskan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Investor ingin mengetahui apakah bisnis mampu bertumbuh secara berkelanjutan atau masih mengandalkan pendanaan eksternal.

Contoh penyajian:

Metrik20242025
Gross Margin42%55%
EBITDA Margin8%16%
Net Profit Margin5%11%

Jika perusahaan belum mencetak laba, jelaskan alasannya secara terbuka.

Contoh:

“Perusahaan masih berada pada fase ekspansi. Investasi difokuskan pada pengembangan produk dan akuisisi pelanggan, sementara Gross Margin meningkat dari 38% menjadi 56%, menunjukkan efisiensi operasional yang semakin baik.”

Penjelasan seperti ini membantu investor memahami bahwa kerugian berasal dari strategi pertumbuhan, bukan karena model bisnis yang tidak sehat.

Baca Juga: Laporan Keuangan Utama Startup: Contoh dan Download Template

4. Jelaskan kebutuhan investasi

Setelah investor memahami kondisi keuangan perusahaan, jelaskan alasan perusahaan membutuhkan pendanaan.

Investor ingin mengetahui mengapa modal tambahan diperlukan dan bagaimana investasi tersebut akan mempercepat pertumbuhan bisnis.

Informasi yang sebaiknya disampaikan meliputi:

  • Jumlah pendanaan yang dicari.
  • Tahap pendanaan (Seed, Series A, Series B, dan seterusnya).
  • Target yang ingin dicapai setelah memperoleh investasi.
  • Perkiraan durasi penggunaan dana (runway).
  • Dampak investasi terhadap pertumbuhan bisnis.

Contoh:

“Kami sedang menggalang pendanaan sebesar Rp15 miliar untuk mempercepat ekspansi nasional, meningkatkan kapasitas teknologi, dan memperluas tim penjualan. Dana tersebut diproyeksikan memberikan runway selama 24 bulan.”

5. Hubungkan penggunaan dana dengan pertumbuhan

Bagian terakhir ini menjelaskan bagaimana bisnis akan menggunakan dana investasi serta hasil akhir yang diharapkan.

Jadi, Anda bisa menjelaskan penggunaan dananya sebagai berikut:

Penggunaan DanaPersentase
Pengembangan produk35%
Penjualan dan pemasaran30%
Rekrutmen tim20%
Operasional10%
Cadangan kas5%

Setelah itu, jelaskan dampak yang ditargetkan seperti:

Penggunaan DanaTarget Bisnis
Menambah tim salesMeningkatkan jumlah pelanggan baru sebesar 70%
Mengembangkan produkMenambah tiga fitur utama dalam 12 bulan
Meningkatkan pemasaranMengurangi Customer Acquisition Cost (CAC) sebesar 20%
Memperluas infrastrukturMendukung pertumbuhan pengguna hingga 500.000 akun

Baca Juga: Terbukti Efektif! Ini 15 Cara Meningkatkan Profit Bisnis Anda

Kesimpulan

Laporan keuangan adalah salah satu dokumen yang dibutuhkan dalam proses pitch dan due dilligence untuk meyakinkan investor.

Agar Anda bisa menyusun laporan keuangan yang disetujui investor, Anda perlu pencatatan transaksi yang rapi, pembukuan yang teratur, dan penyajian laporan yang sesuai standar.

Untuk membantu proses tersebut, Anda dapat menggunakan software akuntansi Kledo. Kledo memungkinkan bisnis membuat laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas secara otomatis berdasarkan transaksi yang telah dicatat.

Coba Kledo gratis selama 14 hari untuk semua kebutuhan keuangan startup Anda.

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

2 × three =