Tips Membuat Laporan Keuangan bagi Pemula, Mudah!

tips membuat laporan keuangan

Merasa bingung dan kesulitan menyusun laporan keuangan merupakan salah satu kendala yang seringkali menimpa pebisnis pemula. Oleh karena itu, banyak yang bertanya bagaimana sebenarnya tips membuat laporan keuangan yang benar dan juga mudah.

Pelaku bisnis dituntut untuk mengeluarkan laporan keuangan yang reliabel dan andal. Sebab, hal tersebut menjadi bentuk tanggung jawab moral mereka kepada para stakeholder yang mempunyai kepentingan atas bisnis mereka.

Laporan keuangan mempunyai banyak sekali manfaat baik bagi Anda sendiri selaku pemilik bisnis dan juga pihak eksternal seperti investor, kreditur, dan pemerintah.

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas definisi laporan keuangan, fungsi laporan keuangan, jenis-jenis laporan keuangan, dan tips membuat laporan keuangan yang berguna bagi bisnis Anda.

Apa yang Dimaksud Laporan Keuangan?

tips membuat laporan keuangan

Sebelum mempelajari tips membuat laporan keuangan, sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu pengertian dari laporan keuangan itu sendiri.

Laporan keuangan adalah laporan yang memuat informasi keseluruhan kondisi keuangan perusahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada stakeholders.

Umumnya, laporan akhir keuangan akan dikeluarkan setahun sekali pada akhir periode akuntansi.

Sebenarnya ada juga opsi untuk membuat laporan keuangan sebulan sekali, 3 bulan sekali, atau 4 bulan sekali. Namun, laporan tersebut biasanya bersifat internal dan tidak dipublikasikan secara luas.

Mengapa laporan keuangan sangat penting? Hal ini disebabkan banyak pihak yang menggantungkan kepentingannya berdasarkan laporan keuangan perusahaan.

Sederhananya, mereka menggunakan laporan tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan baik bagi perusahaan itu sendiri maupun pihak eksternal. Sehingga nasib kepentingan mereka juga bergantung pada keandalan sebuah laporan keuangan.

Bagi perusahaan, laporan keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi dan memperbaiki kinerja perusahaan selama setahun. Sedangkan bagi pihak eksternal, laporan tersebut digunakan untuk memastikan tindakan apa yang harus diambil kepada perusahaan tersebut.

Misalnya bagi investor, apabila laporan keuangan sebuah perusahaan menunjukkan kinerja positif. Maka ia dapat memilih untuk melanjutkan investasi.

Karyawan perusahaan pun juga mempunyai kepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan tempat mereka bekerja. Dengan melihat kondisi perusahaan melalui laporan tersebut, mereka dapat menentukan tuntutan gaji dan kompensasi yang tepat kepada perusahaan.

Pemerintah pun juga memerlukan laporan keuangan perusahaan yang berdiri di negaranya. Laporan tersebut digunakan pemerintah untuk menentukan besaran pajak yang harus dibayar para pelaku usaha.

Dengan adanya pajak tersebut, pemerintah mempunyai dana untuk membangun infrastruktur dan menjamin kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Lapor Pajak Online, Ini Cara Paling Mudah dan Cepat

Apa Tujuan Membuat Laporan Keuangan?

Perusahaan menyusun laporan keuangan tentunya mempunyai tujuan yang jelas guna memenuhi kepentingan stakeholders. Secara lebih lengkap, di bawah ini merupakan tujuan perusahaan membuat laporan keuangan:

Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan

Dalam menjalankan bisnisnya, ada banyak sekali pihak yang turut berkontribusi pada keberlangsungan hidup perusahaan.

Pihak-pihak tersebut disebut dengan istilah stakelholder yang terdiri dari manajemen perusahaan, karyawan, kreditur, investor, pemerintah, dan juga masyarakat secara umum.

Mereka mempunyai kepentingan untuk mengetahui kondisi real perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan wajib membuat laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada para stakeholder.

Dalam laporan tersebut, perusahaan harus memberi informasi yang sebenar-benarnya dan tidak boleh melakukan manipulasi atau tindak kecurangan.

Baca Juga: Laporan Pertanggungjawaban: Fungsi, Tujuan, dan Format Penyusunannya

Mengetahui Kondisi Finansial Perusahaan

Sektor finansial atau keuangan menjadi fokus utama yang harus diperhatikan perusahaan. Pasalnya, indikator perusahaan berjalan dengan baik apabila kondisi keuangannya sehat.

Perlu diingat, bahwa kondisi keuangan juga menentukan nasib keberlangsungan perusahaan, karyawan, dan modal yang telah ditanamkan investor.

Dengan mengetahui kondisi finansial perusahaan yang sebenarnya, maka dapat diambil kebijakan yang meminimalisir terjadinya risiko kebangkrutan.

Dengan kondisi finansial yang sehat, maka perusahaan Anda akan mendapat kepercayaan yang tinggi dari para investor serta menjamin keberlangsungan berjalannya usaha.

Meningkatkan Kepercayaan Publik

Syarat mutlak dalam membuat laporan keuangan yaitu kejujuran. Perusahaan harus melaporkan kondisi perusahaanya sesuai dengan fakta yang sedang terjadi.

Apabila laporan keuangan perusahaan dapat dipercaya, maka publik pun akan menaruh rasa percaya yang tinggi terhadap kredibilitas dan integritas perusahaan.

Dengan begitu, mereka tak akan merasa khawatir untuk menanamkan modal di perusahaan Anda.

Bahan Evaluasi

Laporan keuangan tak ubahnya seperti rapor siswa di sekolah. Jika rapor berisikan hasil belajar siswa, maka laporan keuangan berisikan laporan kinerja selama satu periode akuntansi.

Dalam laporan tersebut, akan diketahui mana kinerja yang bagus dan mana yang tidak bagus. Sehingga, perusahaan dapat mengambil kebijakan untuk memperbaiki kinerja yang tidak bagus tersebut.

5 Jenis Laporan Keuangan, Apa Saja?

tips membuat laporan keuangan

Laporan keuangan bertujuan unyuk memberikan gambaran tentang kinerja, posisi keuangan, serta arus kas suatu bisnis.Kemudian, berbagai dokumen tersebut digunakan stakeholder usebagai dasar pengambilan keputusan.

Lazimnya, laporan keuangan akan memuat 5 jenis laporan terkait. Berikut penjelasan lengkap masing-masing laporan tersebut:

Neraca

Laporan neraca ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana posisi keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu. Pada neraca, akan ditampilkan bagaimana posisi aset, liabilitas (kewajiban), dan juga ekuitas (modal).

Pos-pos rekening pada aset, liabilitas, dan ekuitas akan disajikan sesuai dengan urutan likuiditasnya. Adapun pos yang paling likuid akan dinyatakan terlebih dahulu dibanding lainnya.

Laporan Arus Kas

Jenis laporan arus kas ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaiman arus kas masuk dan arus kas kelual selama satu periode akuntansi.

Arusa kas masuk merupakan kas yang diterima perusahaan dari hasil pendapatan maupun pinjaman. Sedangkan arus kas keluar yaitu berbagai biaya yang harus dikeluarkan perusahaan guna kepentingan operasional perusahaan.

Arus kas sendiri dipecah menjadi tiga klasifikasi, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

Laporan Laba Rugi

Perusahaan mengungkapkan bagaimana kinerja keuangan perusahaan melalui laporan laba rugi. Dari laporan ini, dapat diketahui apakah perusahaan mengalami laba atau bahkan merugi.

Untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami laba atau rugi, maka dapat mengkalkulasi besarnya pendapatan dengan beban.

Jika pendapatan lebih besar dibandingkan beban, maka perusahaan memperoleh laba. Namun, jika beban lebih besar dibandingkan pendapatan, maka perusahaan mengalami rugi.

Laporan Perubahan Ekuitas

Perubahan posisi ekuitas di awal dan akhir periode terangkum dalam laporan perubahan ekuitas.

Biasanya perubahan tersebut terjadi dikarenakan adanya aktivitas penerbitan atau pembelian saham, dividen yang dibagikan, dan laba atau rugi.

Laporan perubahan ekuitas ini biasanya tidak disertakan pada laporan secara internal. Hal ini disebabkan pihak internal tidak terlalu membutuhkan laporan perubahan modal yang terjadi di perusahaan.

Laporan Catatan Atas Laporan Keuangan

Perusahaan membuat laporan ini untuk memberikan informasi kepada stakeholders mengenai penjelasan detail mengenai aktivitas perusahaan. Sehingga, pengguna laporan keuangan dapat menerima informasi secara jelas berdasarkan data keuangan yang telah diampaikan.

Banner 1 kledo

9 Tips Membuat Laporan Keuangan

Langkah 1. Mengidentifikasi Transaksi Bisnis

Identifikasi transaksi bisnis bertujuan untuk memilah dan mengelompokkan transaksi pada pos-pos tertentu. Berbagai transaksi yang terjadi harus disertai dengan bukti pendukung seperti faktur dan nota.

Tujuannya, untuk menghindari potensi fraud yang dapat merugikan bisnis Anda.

Langkah 2. Membuat Jurnal Umum

Jurnal umum merupakan jurnal yang berisikan catatan transaksi bisnis disertai dengan bukti pendukungnya. Dalam catatan ini, Anda dapat memasukkan transaksi pada pos-pos rekening tertentu.

Pastikan Anda mencatat transaksi secara berurutan, ya. Hal ini akan memudahkan Anda untuk melakukan pencatatan selanjutnya.

Langkah 3. Menentukan Sisi Kredit dan Debit

Ketika mencatat transaksi dalam jurnal umum, Anda harus menentukan bagaimana transaksi tersebut berpengaruh pada sisi debit dan kredit.

Untuk kelompok aset dan beban, apabila terjadi penambahan transaksi maka sisi debit akan bertambah. Sedangkan pada kelompok liabilitas dan ekuitas, jika terjadi transaksi, maka akan bertambah pada sisi kredit.

Langkah 4. Posting ke Buku Besar

Pindahkan pos-pos rekening pada jurnal umum ke dalam buku besar. Pada buku besar ini, akun pos akan dikelompokkan berdasarkan jenis akunnya.

Misalnya, buku besar kas, buku besar piutang, buku besar utang usaha, dan buku besar beban gaji.

Langkah 4. Menghitung Neraca Saldo

Langkah pertama yang harus Anda lakukan yakni dengan menjumlah saldo masing-masing buku besar. Kemudian, pindahkan pos tersebut ke dalam neraca saldo.

Setelah itu, hitunglah posisi aset, liabilitas, dan ekuitas.

Langkah 6. Mengoreksi Salah Perhitungan

Seringkali ditemui perhitungan yang tidak balance antara sisi aset dan liabilitas + ekuitas pada neraca saldo. Namun, Anda tak perlu khawatir.

Anda dapat meneliti dan mengoreksi kembali bagian mana yang salah dan melakukan penghitungan kembali.

Langkah 7. Menghitung Beban dan Pajak

Pastikan Anda jangan lupa untuk menghitung beban dan pajak, ya. Pasalnya, dua hal tersebut akan memengaruhi bagaimana kondisi keuangan perusahaan Anda. Apakah laba atau justru merugi.

Kemudian, Anda bisa mengkalkulasikan dengan pendapatan. Sehingga Anda dapat menyusun laporan laba rugi.

Selain itu, hasil penghitungan ini dapat Anda gunakan untuk menyesuaikan saldo pada neraca.

Langkah 8. Membuat Laporan Keuangan

Setelah langkah-langkah di atas Anda lakukan, siapkan laporan keuangan yang mencakup neraca saldo setelah penyesuaian, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas.

Langkah 9. Membuat Laporan Keuangan Penutup

Setelah menyusun laporan keuangan, langkah terakhir yang dapat Anda lakukan yakni dengan menyusun laporan keuangan penutup. Laporan tersebut digunakan untuk mengatur ulang saldo akun.

Kemudian, saldo akun-akun tersebut ditutup sehingga bernilai 0 pada periode selanjutnya.

Baca Di Sini: Cara Membuat dan Menyusun Laporan Keuangan dengan Mudah

Kesimpulan

Menyusun laporan keuangan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh pemilik bisnis. Tujuan utamanya, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para stakeholder.

Anda dapat menggunakan tips membuat laporan keuangan yang sudah kami jelaskan di atas. Cara tersebut dapat memudahkan Anda untuk membuat laporan tersebut.

Untuk memudahkan pembuatan laporan keuangan, Anda dapat memanfaatkan software akuntansi Kledo.

Kledo menawarkan pilihan fitur yang mempermudah pencatatan. Selain itu, Anda dapat memantau keuangan Anda dimana pun dan kapan pun melalui Kledo.

Kledo sudah digunakan lebih dari 10.000 pengguna yang tersebar dari seluruh penjuru Indonesia.

Jika Anda ingin mencoba Kledo secara gratis selama 14 hari Anda bisa mengunjungi link ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 13 =