Manajemen Keuangan: Pembahasan Lengkap dan Mendalam

manajemen keuangan

Keuangan adalah kehidupan pada bisnis apa pun. Namun, keuangan, seperti kebanyakan sumber daya lainnya, selalu terbatas. Di sisi lain, keinginan selalu tidak terbatas. Oleh karena itu, penting bagi sebuah bisnis untuk mengelola manajemen keuangan ecara efisien.

Untuk mengetahui manajemen keuangan secara detail, dalam artikel ini, kita akan melihat sifat, ruang lingkup, dan pentingnya manajemen keuangan, bersama dengan keputusan dan perencanaan keuangan.

Apa itu Manajemen Keuangan?

manajemen keuangan

Mari kita mengetahui arti manajemen keuangan atau financial management sebagai bagian pertama dari pengenalan manajemen keuangan.

Untuk bisnis apa pun, keuangan yang diperolehnya harus diinvestasikan sedemikian rupa sehingga pengembalian dari investasi lebih tinggi daripada biaya keuangan. Singkatnya, manajemen keuangan adalah:

  • Upaya untuk mengurangi biaya keuangan
  • Memastikan ketersediaan dana yang cukup
  • Berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian kegiatan keuangan seperti pengadaan dan penggunaan dana

Manajemen keuangan menurut para ahli:

Selain itu, ada juga beberapa definisi lain dari beberapa ahli terkait dengan manajemen keuangan, yaitu:

1. Harry G. Guthmann dan Herbert E. Dougall

Dalam pandangan Guthmann dan Dougall melalui bukunya yang berjudul Corporate Financial Policy, pengelolaan keuangan adalah suatu kegiatan yang berkaitan erat dengan perencanaan, pengembangan, pengendalian, dan penatausahaan setiap dana yang digunakan dalam bisnis.

2. J.F. Bradley

Sedangkan J.F. Bradley memiliki definisi yang berbeda mengenai pengertian manajemen keuangan.

Dalam bukunya yang berjudul Administrative Financial Management, Bradley mengungkapkan bahwa manajemen keuangan merupakan aspek manajemen bisnis untuk mengatur penggunaan modal perusahaan.

Tidak hanya itu, pemilihan sumber permodalan juga harus diperhatikan untuk mencapai tujuan.

3. Joseph L. Massie

Definisi berbeda dijelaskan oleh Joseph L. Massie, penulis The Essentials of Management. Massie mengatakan bahwa manajemen keuangan adalah kegiatan usaha yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan menggunakan dana perusahaan untuk mencapai operasi yang efektif.

Teori Manajemen Keuangan

Setiap organisasi membutuhkan keuangan untuk memperoleh sumber daya fisik, melaksanakan kegiatan produksi dan operasi bisnis lainnya, membayar kompensasi kepada pemasok, dll.

Ada banyak teori seputar manajemen keuangan, di antaranya adalah:

1. Teori pertama

Beberapa ahli percaya bahwa manajemen adalah tentang menyediakan dana yang dibutuhkan oleh bisnis dengan persyaratan yang paling menguntungkan, dengan tetap mengingat tujuannya.

Oleh karena itu, pendekatan ini terutama berkaitan dengan pengadaan dana yang dapat mencakup instrumen, institusi, dan praktik penggalangan dana.

Ini juga menangani hubungan hukum dan akuntansi antara perusahaan dan sumber dananya.

2. Teori kedua

Beberapa ahli lain percaya bahwa keuangan adalah tentang kas dalam bisnis. Karena semua transaksi bisnis melibatkan kas, secara langsung atau tidak langsung, keuangan berkaitan dengan segala sesuatu yang dilakukan oleh bisnis.

3. Teori ketiga

Sudut pandang ketiga dan yang lebih diterima secara luas adalah bahwa pengelolaan keuangan mencakup pengadaan dana dan pemanfaatannya secara efektif.

Misalnya, dalam kasus perusahaan manufaktur, manajemen keuangan harus memastikan bahwa dana tersedia untuk memasang pabrik produksi dan mesin.

Lebih lanjut, pemilik bisnis atau manajer keuangan juga harus memastikan bahwa keuntungan cukup mengimbangi biaya dan risiko yang ditanggung oleh bisnis.

Di pasar yang maju, sebagian besar bisnis dapat mengumpulkan modal dengan mudah. Namun, masalah sebenarnya adalah pemanfaatan modal yang efisien melalui perencanaan dan pengendalian keuangan yang efektif.

Selanjutnya, bisnis harus memastikan bahwa ia menangani tugas-tugas seperti memastikan ketersediaan dana, mengalokasikannya, mengelolanya, menginvestasikannya, merencanakan keuntungan dan memperkirakan pengembalian investasi, menilai modal kerja, dll.

Ruang Lingkup dalam Manajemen Keuangan

manajemen keuangan

Ruang lingkup manajemen keuangan mencakup berbagai kegiatan dan tindakan yang dilakukan oleh organisasi atau individu untuk mengelola aset dan kewajiban keuangan mereka.

Beberapa hal yang termasuk dalam ruang lingkup manajemen keuangan meliputi:

Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan adalah merencanakan pengeluaran dan penerimaan di masa depan untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Penganggaran

Menentukan alokasi dana untuk kegiatan atau proyek yang diusulkan dalam rencana bisnis atau rencana anggaran.

Pengambilan Keputusan Investasi

Menentukan investasi mana yang akan menguntungkan dan meminimalkan risiko, seperti investasi saham, obligasi, real estate, atau usaha kecil.

Pengelolaan Risiko Keuangan

Menganalisis dan mengelola risiko keuangan dengan cara seperti pembelian asuransi atau pembentukan dana darurat.

Pengelolaan Kas

Menjaga aliran kas yang sehat dan memantau aktivitas keuangan untuk memastikan likuiditas yang baik.

Analisis Keuangan

Mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data keuangan untuk membantu pengambilan keputusan.

Manajemen Hutang

Memantau dan mengelola hutang yang dimiliki organisasi atau individu, serta memastikan pembayaran dilakukan tepat waktu.

Pajak

Memenuhi kewajiban perpajakan, mengelola pengurangan pajak, dan memastikan kepatuhan pajak.

Pelaporan Keuangan

Melaporkan informasi keuangan kepada stakeholder seperti pemilik bisnis, investor, pemerintah, dan lembaga keuangan.

Berikut adalah artikel terkait lainnya tentang manajemen keuangan:

Apa Saja Perbedaan Manajemen Strategis vs Taktis?

Manajemen keuangan strategis dan taktis merupakan dua konsep yang berbeda dalam manajemen keuangan. Perbedaan antara keduanya adalah sebagai berikut:

Fokus pada Waktu

Manajemen keuangan taktis lebih fokus pada tindakan jangka pendek, sementara manajemen strategis lebih fokus pada tindakan jangka panjang.

Tujuan

Manajemen keuangan taktis bertujuan untuk menjaga likuiditas dan efisiensi operasional sehari-hari.

Sedangkan manajemen keuangan strategis bertujuan untuk mencapai tujuan jangka panjang dan menghasilkan keuntungan berkelanjutan.

Lingkup

Manajemen keuangan taktis lebih fokus pada aspek operasional seperti manajemen kas, manajemen piutang, dan manajemen hutang.

Sedangkan manajemen strategis lebih fokus pada keputusan investasi dan pengambilan keputusan strategis lainnya seperti merger dan akuisisi.

Orientasi

Manajemen keuangan taktis bersifat taktis, yaitu menjalankan tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya.

Sedangkan manajemen keuangan strategis bersifat proaktif, yaitu mengambil tindakan yang didasarkan pada tujuan jangka panjang dan pengambilan keputusan yang strategis.

Peran

Manajemen keuangan taktis biasanya dilakukan oleh manajer keuangan operasional.

sementara manajemen keuangan strategis biasanya dilakukan oleh manajer keuangan tingkat atas seperti CFO (Chief Financial Officer).

Baca juga: Tahapan Business Process Management dan Contohnya

Prinsip Dasar dalam Manajemen Keuangan

Ada beberapa prinsip manajemen keuangan yang harus dipahami dan diikuti oleh organisasi atau individu untuk mencapai tujuan keuangan mereka, antara lain:

Prinsip Waktu Nilai Uang (Time Value of Money)

Uang saat ini lebih berharga daripada uang di masa depan. Oleh karena itu, manajemen keuangan harus mempertimbangkan nilai waktu uang dalam pengambilan keputusan investasi atau pengambilan keputusan keuangan lainnya.

Prinsip Risiko dan Imbal Hasil (Risk and Return)

Semakin besar risiko yang diambil, semakin besar potensi imbal hasilnya.

Namun, manajemen keuangan harus mempertimbangkan tingkat risiko yang dapat ditoleransi dan mengambil keputusan investasi yang seimbang dengan profil risiko dan imbal hasil yang diinginkan.

Prinsip Diversifikasi (Diversification)

Diversifikasi investasi dapat membantu mengurangi risiko dengan membagi investasi ke dalam beberapa aset.

Hal ini dapat membantu menghindari kerugian yang signifikan jika terjadi keruntuhan pasar pada satu jenis aset saja.

Prinsip Konsistensi (Consistency)

Mengikuti prinsip konsistensi dalam manajemen keuangan memastikan kesesuaian antara tujuan dan tindakan.

Ini juga berarti menjaga konsistensi dalam rencana keuangan dan kebiasaan pengeluaran, serta tidak membuat keputusan keuangan yang impulsif.

Prinsip Pengungkapan (Transparency)

Prinsip ini menekankan pentingnya transparansi dalam melaporkan informasi keuangan, termasuk pengungkapan risiko keuangan dan kinerja keuangan.

Dengan pengungkapan yang transparan, organisasi atau individu dapat membangun kepercayaan dari investor dan pihak-pihak terkait lainnya.

Prinsip Biaya dan Manfaat (Cost and Benefit)

Keputusan keuangan harus mempertimbangkan biaya dan manfaat dari tindakan yang diambil.

Ini berarti membandingkan biaya dan manfaat dari berbagai opsi investasi atau keputusan keuangan lainnya sebelum membuat keputusan yang tepat.

Baca juga: Berikut 7 Prinsip Manajemen Keuangan, Anda Wajib Tahu!

Tujuan Penerapan Manajemen Keuangan Dalam Bisnis

Ada lima tujuan utama perusahaan ketika menerapkan manajemen keuangan, yaitu:

1. Menjaga kelancaran arus kas

Tujuan pertama adalah untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki arus kas yang sehat.

Penerapan manajemen keuangan dapat memantau jumlah pemasukan atau pengeluaran. Dengan pemantauan, perusahaan dapat mengantisipasi agar arus kas tidak negatif.

2. Meningkatkan efisiensi penggunaan keuangan perusahaan

Pelaksanaan pengelolaan keuangan, yang pada gilirannya erat kaitannya dengan upaya peningkatan efisiensi penggunaan dana perusahaan.

Anda tidak hanya bisa melakukan pengawasan tetapi juga menghilangkan pengeluaran yang dianggap tidak efektif dan menggantinya dengan kegiatan yang menguntungkan.

3. Meningkatkan keuntungan

Manajemen keuangan juga dapat digunakan ketika Anda ingin mencapai tujuan keuntungan yang lebih tinggi. Anda bisa mendapatkan kondisi ini dengan melakukan perencanaan keuangan yang matang.

4. Perencanaan struktur modal

Penggunaan manajemen keuangan juga dapat digunakan untuk tujuan perencanaan struktur modal perusahaan. Di sini, perusahaan dapat menyesuaikan komposisi modal untuk menyeimbangkan ekuitas dan utang.

5. Memastikan keamanan investasi

Tujuan terakhir adalah upaya untuk menilai tingkat keamanan kegiatan investasi. Dengan begitu, investasi perusahaan dapat memberikan return yang positif.

Baca juga: Pengertian Analisis Komparatif, Manfaat, dan Tips Melakukannya

Apa Saja Fungsi Manajemen Keuangan?

Selain memiliki tujuan tersebut di atas, ada lima fungsi penting dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan oleh perusahaan, yaitu:

1. Perkiraan Kecukupan Modal

Adanya manajemen keuangan memungkinkan seorang manajer keuangan untuk memperkirakan kecukupan modal perusahaan. Menilai estimasi yang tepat dapat meningkatkan kapasitas pendapatan perusahaan.

2. Menilai Komposisi Modal

Setelah perusahaan membuat estimasi, langkah selanjutnya adalah menentukan struktur modal. Tahap ini membutuhkan analisis debt to equity ratio (DER) jangka pendek atau jangka panjang.

3. Memilih Opsi Sumber Pendanaan yang Tepat

Fungsi selanjutnya adalah keputusan untuk memilih sumber pendanaan perusahaan. Selain modal sendiri yang dimiliki perusahaan, ada beberapa pilihan sumber dana dari pihak ketiga yang bisa diperoleh. Pilihan sumber dana eksternal meliputi penerbitan saham, pinjaman bank atau lembaga keuangan, dan surat utang.

4. Manajemen Kas

Manajemen keuangan juga berperan aktif dalam upaya pengelolaan kas perusahaan. Keberadaan uang tunai sangat penting karena dapat digunakan untuk pembayaran gaji, tagihan bulanan, kewajiban, belanja bahan baku, dan lain sebagainya.

5. Kontrol Keuangan

Fungsi terakhir dari financial management adalah untuk mengontrol keuangan perusahaan. Banyak cara yang dapat dilakukan sebagai upaya pengendalian, seperti peramalan keuangan, pengendalian biaya dan laba, analisis rasio, dan sebagainya.

Tips Agar Manajemen Keuangan pada Bisnis Berjalan Efisien

Anda mungkin merasa bahwa mengelola keuangan dalam bisnis itu sulit dan membingungkan. Ikuti 10 tips di bawah ini yang akan membantu Anda dalam melakukan pengelolaan bisnis yang lebih baik:

1. Memiliki rencana bisnis yang jelas

Rencana bisnis akan menetapkan di mana Anda berada dan ke mana Anda ingin pergi selama beberapa tahun ke depan.

Ini harus merinci bagaimana Anda akan membiayai bisnis Anda dan kegiatannya, berapa uang yang Anda perlukan dan dari mana asalnya. Anda juga bisa melihat cara membuat rencana bisnis yang efektif melalui tautan ini.

2. Pantau posisi keuangan Anda

Anda harus secara teratur memantau kemajuan bisnis Anda. Setiap hari, Anda harus tahu berapa banyak uang yang Anda miliki di bank, berapa banyak penjualan yang Anda hasilkan, dan tingkat persediaan dalam bisnis.

Anda juga harus meninjau posisi Anda terhadap target yang ditetapkan dalam rencana bisnis Anda setiap bulan – lihat manajemen arus kas.

3. Pastikan pelanggan membayar Anda tepat waktu

Bisnis dapat mengalami masalah besar karena pembayaran pelanggan yang terlambat. Untuk mengurangi risiko keterlambatan atau tidak membayar, Anda harus membuat syarat dan ketentuan kredit Anda jelas sejak awal.

Anda juga harus segera menerbitkan faktur yang jelas dan akurat. Menggunakan sotfware akuntansi seperti Kledo akan membantu Anda dalam melacak setiap transkasi dan akun pelanggan Anda

4. Ketahui biaya harian Anda

Bahkan perusahaan yang paling menguntungkan pun dapat menghadapi kesulitan jika tidak ada cukup kas untuk menutupi biaya sehari-hari seperti sewa dan upah.

Anda harus menyadari kebutuhan minimum bisnis Anda untuk bertahan dan memastikan Anda tidak berada di bawah ini – lihat bagaimana mengukur uang tunai dalam bisnis Anda.

5. Lakukan pembukuan dan proses akuntansi dalam bisnis

Jika akun Anda tidak diperbarui, Anda dapat mengambil risiko kehilangan uang karena gagal mengikuti pembayaran pelanggan yang terlambat atau tidak menyadari kapan Anda harus membayar pemasok Anda.

Menggunakan sistem pencatatan yang baik akan membantu Anda melacak pengeluaran, hutang dan kreditur, mengajukan permohonan dana tambahan dan menghemat waktu dan biaya yang Anda keluarkan.

Untuk mengoptimalkan proses pembukuan pada bisnis, gunakanlah menggunakan software akuntansi Kledo yang bisa Anda coba secara gratis 14 hari atau selamanya melalui tautan pada gambar di bawah ini:

Banner 2 kledo

6. Memenuhi tenggat waktu pajak

Gagal memenuhi tenggat waktu untuk mengajukan pengembalian pajak dan pembayaran dapat dikenakan denda dan bunga. Ini adalah biaya yang tidak perlu yang dapat dihindari dengan beberapa perencanaan ke depan.

Menyimpan catatan yang akurat menghemat waktu dan uang bisnis Anda dan Anda dapat yakin bahwa bisnis hanya membayar pajak yang terutang.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memenuhi kewajiban Anda pada Negara.

7. Menjadi lebih efisien dan mengontrol biaya overhead

Apakah bisnis Anda beroperasi dengan efisien? Penghematan energi dan karena itu uang dapat terjadi dengan menerapkan perubahan perilaku dan menggunakan peralatan yang ada secara lebih efisien.

Ini adalah salah satu cara termudah untuk memotong biaya. Area yang harus diperhatikan di kantor rata-rata termasuk pemanas, penerangan, peralatan kantor, dan AC.

8. Kontrol stok

Kontrol stok yang efisien memastikan bisnis memiliki jumlah stok yang tepat yang tersedia pada waktu yang tepat sehingga modal Anda tidak terikat secara tidak perlu.

Anda harus menerapkan sistem untuk melacak tingkat stok – mengambil kendali ini akan memungkinkan Anda untuk membebaskan uang tunai, sementara juga memiliki jumlah stok yang tepat tersedia – lihat kesalahan bisnis umum: kontrol stok yang buruk.

Pastikan Anda menggunakan Kledo untuk proses manajemen persediaan yang lebih baik. Dengan menggunakan Kledo Anda tidak hanya akan mendapatkan kemudahan dalam melakukan proses pembukuan namun juga manajemen inventori atau persediaan

9. Dapatkan pendanaan yang tepat

Sangat penting bagi Anda untuk memilih jenis pendanaan yang tepat untuk bisnis Anda – setiap jenis pendanaan keuangan dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda.

Bisnis yang lebih kecil biasanya lebih mengandalkan pinjaman kredit lunak dan pendanaan pribadi tetapi ini mungkin bukan jenis pendanaan terbaik untuk perusahaan yang memilik skala bisnis yang lebih besar.

10. Atasi masalah sesegara mungkin saat muncul

Hal yang sangat menakutkan saat Anda menghadapi masalah keuangan sebagai bisnis, tetapi ada bantuan dan saran yang tersedia untuk membantu Anda mengatasinya sebelum menjadi terlalu banyak untuk ditangani, jadi carilah nasihat profesional sesegera mungkin.

Ada juga beberapa langkah awal yang dapat Anda ambil untuk meminimalkan dampak seperti mengatasi utang prioritas terlebih dahulu dan menilai bagaimana Anda dapat meningkatkan manajemen arus kas Anda.

Baca juga: Cost Control: Pengertian, Manfaat, Metode, Tips dan Cara Melakukannya

FAQ

Apa yang dimaksud manajemen keuangan?

Manajemen keuangan adalah proses pengelolaan keuangan suatu organisasi atau individu untuk mencapai tujuan finansial tertentu. Tujuan ini bisa berupa peningkatan kekayaan, profitabilitas, likuiditas, pengendalian risiko, atau kombinasi dari beberapa tujuan tersebut.

Manajemen keuangan meliputi apa saja?

Manajemen keuangan meliputi aktivitas seperti perencanaan keuangan, penganggaran, pengumpulan dan pengelolaan dana, pengelolaan investasi, dan pengelolaan risiko keuangan.

Dalam praktiknya, manajemen keuangan mencakup semua aspek keuangan suatu organisasi, mulai dari manajemen arus kas, pembiayaan, investasi, hingga pengelolaan risiko.

Apa tujuan dilakukan manajemen keuangan?

Tujuan utama dari manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan atau individu dengan cara yang efektif dan efisien.

Hal ini dapat dicapai melalui pengambilan keputusan yang tepat tentang alokasi dana dan sumber daya keuangan lainnya.

Apa saja tugas manajer keuangan?

Tugas-tugas utama manajer keuangan meliputi:

  1. Perencanaan keuangan: Menetapkan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang dan menentukan strategi untuk mencapainya.
  2. Penganggaran: Menetapkan anggaran dan memastikan penggunaannya sesuai dengan rencana dan prioritas perusahaan.
  3. Pengumpulan dana: Menentukan sumber pendanaan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan.
  4. Pengelolaan kas: Mengelola arus kas perusahaan, memastikan ketersediaan dana yang cukup, dan meminimalkan risiko kekurangan kas.
  5. Pengelolaan investasi: Mengelola investasi perusahaan dengan mempertimbangkan risiko dan imbal hasil, serta memilih investasi yang konsisten dengan tujuan keuangan perusahaan.
  6. Pembiayaan: Menentukan sumber pembiayaan yang sesuai untuk kebutuhan perusahaan dan mengelola hutang dan ekuitas perusahaan.
  7. Analisis risiko: Mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko keuangan perusahaan.
  8. Pelaporan keuangan: Memastikan laporan keuangan akurat dan tepat waktu dan menyajikan informasi keuangan yang relevan kepada pemangku kepentingan.
  9. Pengambilan keputusan keuangan: Mengambil keputusan tentang investasi, pembiayaan, dan pengelolaan risiko dengan mempertimbangkan tujuan keuangan perusahaan.

Kesimpulan

Itulah pembahasan lengkap mengenai manajemen keuangan. Mengatur keuangan perusahaan tidak sesulit yang dibayangkan. Yang terpenting dalam manajemen keuangan di sebuah perusahaan adalah transparansi dan perencanaan yang matang.

Untuk proses manajemen keuangan yang lebih baik, Anda bisa menggunakan software akuntansi Kledo untuk mengoptimalkan seluruh proses pengelolaan finansial bisnis yang lebih baik.

Dengan fitur terlengkap dan dengan harga yang paling terjangkau, menjadikan Kledo sebagai software akuntansi pilihan banyak bisnis di Indonesia dan terbukti telah digunakan oleh lebih dari 10 ribu penggua dari berbagai jenis dan skala bisnis.

Anda juga bisa menggunakan Kledo secara gratis melalui tautan ini.

sugi priharto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + seven =