10 Contoh Strategi Pemasaran Produk Ini Wajib Dicoba di Tahun 2026, Apa Saja?

strategi pemasaran produk

Strategi pemasaran produk menjadi bagian penting yang harus ada dalam suatu bisnis. Hal ini dikarena dengan membuat strategi pemasaran produk yang baik, Anda akan lebih mudah untuk memetakan pemasaran apa saja yang akan dilakukan.

Selain itu, Anda juga bisa memposisikan produk dengan tepat di pasar yang dituju. Dengan begitu Anda bisa lebih mudah untuk meningkatkan daya saing produk Anda di pasaran.

Lalu bagaimana cara membuat strategi pemasaran produk ini? Buat Anda yang ingin mengetahui cara membuatnya yuk simak penjelasan yang ada di bawah ini:

Pengertian Strategi Pemasaran Produk

strategi pemasaran produk

Strategi Pemasaran Produk adalah proses penentuan posisi strategis, penetapan harga, dan promosi produk Anda di antara khalayak sasarannya.

Membuat strategi pemasaran produk akan berbeda untuk setiap produk. Namun, kita dapat membedakan 5 langkah utama yang selaras dengan pemasaran siklus hidup produk standar.

Manfaat Strategi Pemasaran Produk

Ada beberapa manfaat yang dimiliki oleh strategi marketing produk, apa saja?

1. Motivasi Mengembangkan Bisnis Semakin Meningkat

Manfaat pertama yang didapatkan dari strategi pemasaran produk adalah Anda selaku pemilik bisnis akan memiliki motivasi untuk mengembangkan bisnis lebih besar lagi.

Hal ini dikarenakan dalam strategi marketing produk terdapat cara-cara yang dilakukan untuk memasarkan produk yang pastinya akan berpengaruh ke omzet bisnis.

Dengan ini pula Anda bisa menciptakan peluang yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.

Membuat strategi pemasaran yang efektif tidak hanya bisa menciptakan peluang namun bisnis Anda bisa menjadi –trensetter bisnis-bisnis sejenisnya.

Anda bisa membuat strategi marketing ini dengan cara melihat apa yang dibutuhkan oleh konsumen saat ini dan di masa depan.

Kemudian Anda meyakinkan konsumen bahwa produk yang dibuat merupakan produk yang dibutuhkan oleh konsumen.

2. Lebih Mudah Melakukan Koordinasi Tim

Dengan membuat strategi marketing Anda lebih mudah untuk melakukan koordinasi dengan tim yang ada.

Hal ini dikarenakan strategi yang dibuat membuat suatu bisnis atau perusahaan menjadi lebih terarah, termasuk dalam mengatur setiap divisi yang ada.

Melakukan koordinasi tim bukan sesuatu yang mudah karena setiap -individu yang ada di dalam tim memiliki karakter yang berbeda-beda dan biasanya ide setiap individu juga berbeda-beda.

Namun dengan adanya strategi marketing ini setiap divisi atau tim memilih arah tujuan yang jelas sehingga lebih mudah untuk melakukan kerjasama.

3. Membuat Rumusan Tujuan Perusahaan

Tujuan menjadi sesuatu yang teramat penting bagi sebuah perusahaan. Tanpa tujuan ini perusahaan tidak akan tahu kemana arah perusahaan akan dibawa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan kedepannya.

Dengan adanya strategi marketing produk ini, Anda bisa membuat rumusan tujuan perusahaan menjadi lebih mudah.

Anda juga bisa membuat tujuan jangka pendek atau jangka panjang dengan strategi marketing ini.

Sebagai contoh, Anda memiliki tujuan berupa target penjualan yang ingin dicapai, target konsumen, dan target omzet. Dengan tercapainya tujuan ini, pastinya akan membuat perusahaan menjadi lebih berkembang.

4. Lebih Mudah Mengawasi Pemasaran Produk

Dengan membuat strategi marketing produk, Anda juga bisa dengan mudah mengawasi pemasaran produk.

Pengawasan yang dimaksud di sini adalah Anda bisa memberikan perhatian secara jelas sehingga potensi yang dimiliki setiap anggota dapat terdeteksi dan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan.

Nah agar anggota dari setiap divisi atau tim lebih semangat, Anda bisa memberikan reward atau hadiah bagi anggota yang bisa mencapai atau melebihi target yang diberikan.

Baca Juga: Pentingnya Strategi Digital Marketing untuk Penjualan yang Maksimal

6 Langkah Strategi Pemasaran

Langkah-langkah pemasaran adalah serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mempromosikan produk atau layanan agar dapat dijual kepada pelanggan yang diinginkan.

Berikut adalah langkah-langkah pemasaran yang umum dilakukan:

Penetapan target pasar

Langkah pertama adalah menentukan target pasar yang ingin dituju. Hal ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi kelompok pelanggan yang membutuhkan produk atau layanan yang ditawarkan.

Analisis pasar

Langkah berikutnya adalah melakukan analisis pasar untuk memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Hal ini meliputi analisis persaingan, analisis SWOT, dan analisis tren pasar.

Penetapan posisi pasar

Setelah melakukan analisis pasar, langkah selanjutnya adalah menentukan posisi pasar produk atau layanan dalam persaingan dengan produk atau layanan sejenis yang ditawarkan oleh pesaing.

Pengembangan strategi pemasaran

Berdasarkan analisis pasar dan posisi pasar, langkah selanjutnya adalah mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Hal ini meliputi pengembangan produk, penetapan harga, distribusi, dan promosi.

Pelaksanaan strategi pemasaran

Setelah strategi pemasaran ditetapkan, langkah selanjutnya adalah melaksanakan strategi tersebut. Ini meliputi pelaksanaan kegiatan pemasaran seperti kampanye iklan, promosi penjualan, dan pemasaran langsung.

Pengukuran dan evaluasi

Setelah pelaksanaan strategi pemasaran, langkah terakhir adalah mengukur dan mengevaluasi hasilnya. Hal ini meliputi evaluasi keefektifan kampanye pemasaran dan pengukuran kinerja pemasaran secara keseluruhan.

Baca Juga: 6 Langkah untuk Evaluasi Strategi Pemasaran Digital

Komponen Strategi Pemasaran Produk

Strategi pemasaran produk berjalan seiring dengan rencana yang mengidentifikasi dan mendefinisikan apa yang ingin Anda capai. Strategi yang baik akan mengarahkan semua orang (dari CEO, teknik, hingga penjualan dan dukungan pelanggan) ke arah yang sama.

Itu tentunya akan membuat Anda harus tetap fokus pada pelanggan dan pasar yang dituju. Strategi marketing ini adalah panduan bagi Anda untuk bekerja sama dalam hal-hal yang dianggap penting.

Untuk menyukseskan strategi pemasaran produk, biasanya memiliki beberapa komponen, yaitu:

1. Produk

Langkah pertama untuk mengembangkan strategi pemasaran produk yang baik adalah memastikan Anda memiliki produk yang baik pula.

Bahkan sebelum Anda mulai menyusun strategi, pastikan produk dibuat dengan mempertimbangkan pelanggan dan selaras dengan kebutuhan mereka.

Orang tidak ingin hanya membeli barang, tetapi mereka juga ingin menyelesaikan masalah mereka. Jadi, tanyakan pada diri Anda masalah apa yang dipecahkan produk ini untuk pelanggan.

Bagaimana produk tersebut akan membuat hidup mereka lebih baik? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda dalam menentukan pesan yang tepat untuk promosi di masa mendatang.

Nilai yang diberikan produkA nda ebih penting daripada kemampuannya. Dengan kata lain, Anda harus lebih fokus pada manfaat produk, dibandingkan fitur-fiturnya.

Setiap fitur yang dimiliki harus dikembangkan untuk suatu tujuan dan memberikan beberapa manfaat kepada pelanggan.

Anda juga harus memiliki produk inovatif, atau setidaknya satu yang memecahkan tantangan bisnis umum.

2. Audiens

Sama seperti produk, Anda juga perlu strategi marketing ini dengan mempertimbangkan audiens.

Untuk melakukan itu, Anda harus benar-benar memahami individu di audiens dan mengetahui semua mereka butuhkan.

Mulailah dengan melakukan riset dan mengumpulkan informasi apa pun yang Anda dapat tentang audiens yang dituju, seperti:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Status pernikahan
  • Pendidikan
  • Profesi

Lebih baik lagi, lakukan wawancara pelanggan. Atur panggilan telepon atau rapat dan tanyakan preferensi mereka.

Dengarkan bagaimana mereka berbicara dan bahasa yang mereka gunakan. Ini dapat membantu membentuk narasi Anda.

Setelah mengumpulkan semua informasi yang Anda dapatkan, mulailah membangun personal pembeli. Dalam penelitian ini, Anda mungkin akan menemukan beberapa pola di antara audiens.

Kesamaan ini dapat dikelompokkan bersama untuk menciptakan personal pembeli, atau pola dasar tentang seperti apa pelanggan ideal dan bagaimana mereka berperilaku.

Dengan cara ini, Anda dapat fokus pada pemasaran ke satu pembeli pada satu waktu, bukan ke seluruh audiens.

3. Pesan

Tidak cukup hanya memikirkan audiens melalui pengembangan produk. Anda perlu berkomunikasi dengan audiens Anda.

Menurut Termometer Pelanggan, 57 persen konsumen merasa percaya ketika mereka terhubung secara emosional dengan suatu merek, dan hubungan emosional itu dapat dibangun melalui pesan.

Pesan produk harus dibangun di sekitar narasi. Narasi adalah cara termudah untuk membuat audiens terhubung dengan produk karena mereka dapat dihubungkan dan akan beresonansi dengan audiens Anda.

Untuk membuat cerita yang efektif, Anda perlu mengidentifikasi proposisi penjualan unik produk ini. Apa nilai utama bagi pengguna? Asah satu pesan utama yang akan mendorong narasi dalam bisnis Anda.

Tetapi jangan berhenti begitu Anda merasa telah menemukannya – pengujian adalah kuncinya. Pertimbangkan alat pengujian A/B untuk membantu Anda lebih mengasah pesan tersebut.

4. Orang

Mengembangkan dan mempromosikan produk membutuhkan upaya multi-tim. Namun, menjaga beberapa tim di halaman yang sama bukanlah tugas yang mudah.

Marketing produk perlu menjadi jembatan antara penjualan, pemasaran, teknik, dan pengembangan. Mereka perlu menyatukan tim dan memastikan semua orang berada di halaman yang sama.

Menurut The Chartered Institute of Marketing, hanya 35 persen marketer percaya bahwa mereka memahami peran mereka dalam memberikan pengalaman pelanggan bermerek.

Ini adalah pemasar produk yang bertanggung jawab untuk mendidik dan memberi tahu seluruh tim dan organisasi untuk memastikan semua orang mengetahui bagian mereka.

Dengan begitu banyak orang yang mengerjakan satu proyek, mudah terjadi miskomunikasi dan disorganisasi untuk menggagalkan adanya kemajuan. Sebuah peta jalan produk dapat membawa semua tim dan pemangku kepentingan internal ke dalam keselarasan.

Peta jalan produk akan memberikan ringkasan dari keseluruhan rencana pemasaran produk dan memandu tim tentang apa yang akan terjadi di setiap langkah proses.

Dengan dokumen ini, Anda dapat mempertahankan visibilitas di seluruh proyek dan memastikan semua yang terlibat mengetahui apa yang sedang terjadi.

5. Promosi

Memiliki produk yang hebat dan strategi yang dipikirkan dengan matang bukan berarti pekerjaan telah selesao. Anda tidak dapat mengharapkan konsumen berbondong-bondong untuk membeli produk jika mereka tidak tahu apa-apa tentang itu.

Anda perlu menyebarkan berita melalui promosi strategis. Menurut CEB, 58 persen konsumen telah mencoba merek baru dalam tiga bulan terakhir yang bahkan tidak mereka ketahui setahun yang lalu.

Karena merek-merek tersebut berinvestasi dalam promosi, pelanggan tersebut dapat mempelajarinya. Rencana promosi ini perlu menyampaikan pesan Anda kepada audiens yang tepat pada waktu yang tepat.

Jika Anda telah melakukan riset dan membangun persona konsumen, Anda seharusnya tidak memiliki masalah dalam mengidentifikasi audiens yang tepat.

Tapi waktu juga penting. Selain meneliti audiens, Anda juga harus melakukan riset pasar secara keseluruhan. Anda perlu memastikan bahwa Anda memiliki kecocokan pasar produk yang kuat dan launching tepat waktu.

Berkomunikasi melalui channe; yang tepat juga penting. Lihat di mana audiens menghabiskan waktu, dan sertakan campuran untuk menjangkau segmen audiens yang berbeda. Rencana promosi ini dapat mencakup:

  • Email
  • Media sosial
  • Iklan media sosial
  • Iklan TV
  • Surat langsung seperti brosur
  • Situs web

Anda harus mempromosikan produk melalui cara yang paling masuk akal untuk merek dan pelanggan yang dituju.

Pastikan Anda merencanakan promosi jauh-jauh hari sebelumnya untuk memastikan semuanya berjalan lancar setelah semua siap untuk diluncurkan.

6. Analisis

Strategi pemasaran produk harus strategis. Anda tidak dapat mengharapkan strategi memiliki hasil yang sempurna, dan Anda perlu melacak hasil agar bisa memperlajarinya.

Chartered Institute of Marketing menemukan bahwa hanya 48% pemasar yang secara konsisten mengukur metrik kesuksesan suatu brand, yang berhubungan dengan pelanggan, dan non-keuangan.

Jika Anda tidak mengukur, bagaimana Anda tahu cara meningkatkannya?

Setelah menerapkan rencana promosi dan produk telah dipasarkan, Anda perlu memperhatikan dan mendengarkan untuk mengetahui tingkat kesuksesan bisnis.

Fokuslah pada beberapa metrik utama untuk dilacak, seperti klik email, pengiriman formulir situs web, jangkauan, pangsa suara, dan, tentu saja, konversi.

Lihatlah apa yang baik dan di mana Anda melakukan kesalahan.

Jika memungkinkan, sesuaikan strategi ini seiring berjalannya waktu, menggunakan pelajaran telah pelajari untuk memandu strategi pemasaran produk di masa depan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Melakukan Analisis Pasar? Berikut Pembahasannya

10 Contoh Strategi Pemasaran Produk yang Wajib Dicoba

strategi pemasaran produk

Setelah membaca penjelasan yang ada di atas, lalu bagaimana cara melakukan strategi pemasaran produk ini? Buat Anda yang ingin tahu, yuk simak penjelasannya berikut ini:

1. Kenali Pelanggan yang Dituju

Strategi marketing produk pertama yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengenali pelanggan yang ingin ditargetkan. Mengenali pelanggan ini menjadi bagian penting karena pelanggan berhubungan dengan target atau tujuan bisnis Anda.

Bagaimana Anda bisa menjangkau mereka jika Anda saja tidak mengenal mereka?

Nah, cara mengenali pelanggan ini dapat dilakukan dengan melakukan survei, mulai dari gambaran produk yang mereka inginkan, sistem pembayaran yang pelanggan inginkan, sistem distribusi yang diinginkan, dan lain sebagainya.

Dari survei yang telah dilakukan, Anda akan mengetahui apa saja yang dibutuhkan pelanggan dan bisa Anda terapkan di produk yang dipasarkan.

2. Lakukan Promosi yang Tepat

Promosi yang tepat juga menjadi salah satu strategi marketing produk yang bisa Anda lakukan. Dengan promosi yang tepat Anda bisa meningkatkan penjualan dan keuntungan bisnis yang lebih besar.

Buatlah konten-konten promosi yang kreatif dan sesuai dengan minat pasar yang ingin Anda tuju.

Salah satu cara promosi yang saat ini sedang naik daun adalah dengan endorse di Instagram ataupun dengan mengadakan giveaway.

Lakukan promosi ini secara konsisten dan berkelanjutan agar hasil yang didapatkan juga bisa lebih maksimal. Sesuian juga promosi ini dengan target pelanggan yang ingin dituju dan anggaran yang dimiliki.

3. Pilih Tempat Usaha Terbaik

Strategi marketing produk selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah dengan memilih tempat usaha terbaik.

Tempat usaha ini juga sangat mempengaruhi pemasaran suatu produk atau bisnis, semakin mudah dijangkau maka semakin besar kemungkinan produk tersebut akan laris.

Pilihlah tempat usaha yang berada di lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh target pelanggan. Tempat yang strategis pastinya lebih besar kemungkinan untuk dikunjungi orang dibandingkan tempat yang kurang strategis.

Untuk mendapatkan tempat yang strategi dan terbaik, Anda bisa melakukan survei. Datangi beberapa tempat yang potensial bagi bisnis Anda dan analisis apakah tempat tersebut sesuai dengan target pasar bisnis dan sesuai dengan budget yang dimiliki.

4. Buat Anggaran

Selanjutnya, agar pemasaran produk dapat berjalan dengan lancar dan bisnis Anda bisa meraih kesuksesan, strategi yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat anggaran untuk promosi.

Anggaran ini mencakup biaya-biaya yang akan dikeluarkan untuk promosi baik di media sosial ataupun promosi secara langsung.

Ada beberapa promosi yang bisa dilakukan, baik yang berbayar ataupun promosi gratis. Promosi berbayar biasanya bisa memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan promosi gratis.

Buatlah anggaran ini agar Anda tahu berapa yang harus dikeluarkan untuk melakukan promosi dan agar Anda memiliki batasan dalam mengeluarkan biaya untuk promosi.

5. Jalin Hubungan yang Baik dengan Pelanggan

Menjalin hubungan baik dengan pelanggan adalah sesuatu yang wajib dilakukan bagi sebuah bisnis atau perusahaan.

Pelanggan tidak ragu untuk kembali lagi ke produk atau layanan yang Anda berikan jika bisnis menjalin hubungan baik dengan mereka.

Anda bisa menjalin hubungan baik ini dengan memberikan pelayanan ramah, menerima kritik dan saran mereka, hingga melakukan survei kepuasan pelanggan terhadap produk dan layanan yang bisnis Anda berikan.

6. Buat Toko Online

Toko online juga bisa menjadi salah satu strategi pemasaran produk yang dapat Anda lakukan.

Membuat toko online di tengah perkembangan teknologi seperti sekarang ini bukan sesuatu yang sulit, bisa di media sosial seperti Instagram dan Facebook khusus bisnis, di marketplace, hingga membuat website sendiri.

Untuk meningkatkan trafik toko online ini, Anda bisa menerapkan SEO ke dalam website toko online. Untuk toko online di media sosial atau marketplace, Anda bisa menggunakan fitur iklan yang ada di sana untuk meningkatkan penjualan.

7. Miliki Media Sosial

Selain bisa dijadikan sebagai toko online, media sosial juga bermanfaat untuk mengenalkan bisnis atau produk Anda kepada pengguna media sosial yang ada di sana.

Anda bisa membuat etalase yang berisi foto produk dan juga bisa mengenalkan bisnis Anda di sini.

Anda juga bisa menambahkan fitur-fitur di media sosial ini, mulai dari fitur kirim pesan hingga fitur belanja.

Selain itu, Andajuga bisa menggunakan fitur Marketplace yang ada di Facebook atau fitur Instagram Bisnis untuk meningkatkan penjualan.

8. Buat Email Marketing

Hingga saat ini email marketing masih menjadi salah satu cara pemasaran yang cukup efektif. Email marketing ini dilakukan dengan cara mempromosikan produk melalui email yang dikirimkan kepada target konsumen.

Anda bisa membuat konten edukasi di email marketing ini. Dengan membuat konten edukasi yang bermanfaat akan membuat penerima email tetap membuka meski email tersebut berada di spam.

9. Buat Sistem Dropship

Dropship juga menjadi salah satu cara memasarkan produk yang cukup efektif saat ini. Dengan memasarkan produk secara dropship, Anda bisa meningkatkan penjualan dari berbagai pihak.

Bagi dropshipper, sistem dropship ini juga memberikan keuntungan karena untuk menjual produk dropshiper tidak perlu memiliki stok.

Barang yang dipesan konsumen bisa langsung dikirimkan dari toko atau gudang Anda dan dropshipper akan mendapatkan komisi dari Anda.

10. Kerjasama dengan Influencer

Influencer merupakan orang yang berpengaruh di media sosial yang memiliki banyak pengikut.

Dengan bekerja sama dengan influencer ini, produk Anda akan dilihat oleh banyak orang (pengikut influencer) dan dari sini Anda bisa meningkatkan penjualan.

Pilihlah influencer yang sesuai dengan target pasar Anda, ini bisa dilakukan dengan cara melihat siapa saja pengikut influencer dan mengecek engegement media sosial influencer ini.

Pemilihan influencer ini sangat penting karena akan mempengaruhi pemirsa dan pastinya akan berpengaruh ke penjualan produk Anda.

FAQ

Apa itu strategi pemasaran produk?

Strategi pemasaran produk adalah rencana tindakan untuk mempromosikan produk kepada pelanggan yang diinginkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran, minat, dan pembelian produk tersebut.

Mengapa penting untuk memiliki strategi pemasaran produk?

Strategi pemasaran produk penting karena dapat membantu meningkatkan penjualan, meningkatkan kesadaran merek, membedakan produk dari pesaing, dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Bagaimana cara mengembangkan strategi pemasaran produk?

Pengembangan strategi pemasaran produk meliputi pengembangan produk, penetapan harga, distribusi, dan promosi. Setiap elemen ini harus dipertimbangkan untuk mencapai tujuan pemasaran.

Bagaimana cara mengukur keberhasilan strategi pemasaran produk?

Keberhasilan strategi pemasaran produk dapat diukur dengan berbagai cara, termasuk peningkatan penjualan, peningkatan kesadaran merek, dan kepuasan pelanggan.

Kinerja pemasaran dapat diukur secara rutin dan dievaluasi untuk memperbaiki strategi pemasaran di masa depan.

Apa yang harus dilakukan jika strategi pemasaran produk tidak berhasil?

Jika strategi pemasaran produk tidak berhasil, perlu dilakukan analisis penyebabnya.

Kemudian, dapat dilakukan perubahan pada pengembangan produk, penetapan harga, distribusi, atau promosi. Evaluasi terus-menerus dapat membantu meningkatkan kinerja pemasaran produk.

Kesimpulan

Itulah tadi penjelasan mengenai 10 strategi pemasaran produk yang dapat Anda terapkan dalam bisnis. Selain strategi pemasaran ini, Anda juga perlu memperhatikan pengelolaan keuangan bisnis agar strategi marketing yang telah dilakukan dapat efektif.

Pengelolaan keuangan bisnis ini menjadi bagian penting karena akan akan menentukan berapa profit yang didapatkan. Kabar baiknya saat ini pengelolaan keuangan bisnis dapat dilakukan dengan sangat mudah yakni dengan software akuntansi dari Kledo.

Kledo merupakan software akuntansi yang dilengkapi berbagai fitur yang akan memudahkan pengelolaan keuangan. Tidak hanya itu, dengan Kledo Anda juga bisa melakukan pengelolaan keuangan kapan saja dan dimana saja. Yuk daftar Kledo sekarang juga!

Banner 1 kledo

Tinggalkan Komentar

six − 1 =